cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 24429791     EISSN : 27154181     DOI : 10.33772/pharmauho
Core Subject : Health, Science,
Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo mengelola dan menerbitkan Jurnal Farmasi, Sains dan Kesehatan Pharmauho yang merupakan Jurnal ilmiah yang menyajikan artikel orisinal tentang pengetahuan dan informasi riset atau aplikasi dan perkembangan terkini yang berhubungan dengan kesehatan. Jurnal ini merupakan sarana publikasi dan pengembangan di bidang farmasi, sains dan kesehatan. Artikel dapat dikirimkan ke alamat kantor editor atau dengan menggunakan pendaftaran online Jurnal Pharmauho pada ojs.uho.ac.id. Informasi lengkap untuk pemuatan artikel dan petunjuk penulisan artikel tersedia di dalam setiap terbitan. Artikel yang masuk akan melalui proses seleksi editor.Jurnal ini terbit secara berkala sebanyak dua kali dalam setahun (April dan September).
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2015): Pharmauho" : 11 Documents clear
Variasi Lama Maserasi Daun Tanaman Jati (Tectona grandis Linn. F) dan Pemanfaatannya sebagai Pewarna Alami dalam Sediaan Lipstik Irnawati, Irnawati; Suryani, Suryani; Sari, Irmanaya
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.893 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v1i2.3464

Abstract

Penelitian terhadap daun jati (Tectona grandis Linn. F) dilakukan untuk mengetahui variasi lama maserasi dan pemanfaatan ekstraknya sebagai pewarna alami alternatif sediaan lipstik.  Kajian awal yang dilakukan yaitu ekstraksi daun jati dengan variasi lama maserasi 1 hari, 2 hari, 3 hari, 4 hari dan 5 hari, selanjutnya ekstrak yang diperoleh digunakan sebagai pewarna dalam sediaan lipstik.  Sediaan lipstik tersebut di uji stabilitasnya meliputi uji warna, uji organoleptis, uji homogenitas, uji titik lebur, uji oles, penentuan pH, uji kekuatan lipstik, dan uji iritasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa variasi lama maserasi berpengaruh terhadap absorbansi ekstrak daun jati. Absorbansi optimum dihasilkan pada ekstrak dengan lama maserasi 3 hari.  Berdasarkan uji stabilitas zat warna menunjukkan profil KLT yang sama antara ekstrak yang dihasilkan dengan profil KLT pada sediaan lipstik. Formulasi sediaan lipstik menggunakan ekstrak daun jati menghasilkan sediaan yang stabil, tidak mengalami perubahan bentuk, warna dan bau selama penyimpanan 30 hari, homogen, titik lebur 60 memiliki pH 4,50-4,66 dan mudah dioleskan dengan warna yang merata, serta tidak menyebabkan iritasi.Kata kunci: daun jati, pearna alami, maserasi, lipstik
Uji Aktivitas Antioksidan dan Stabilitas Fisik Gel Ekstrak Terpurifikasi Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) Suryani, Suryani; Putri, Andi Eka Purnama; Fitrih, Wa Ode Hastriani
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.165 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v1i2.3469

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat sediaan gel dari ekstrak terpurifikasi daun jambu biji yang memiliki aktivitas antioksidan serta untuk mengetahui kestabilan fisika kimia (organoleptis, pH, viskositas, homogenitas, dan daya sebar) dari sediaan tersebut. Ekstrak terpurifikasi diperoleh dari partisi ekstrak etanol menggunakan pelarut n-heksana. Ekstrak terpurifikasi yang diperoleh dibuat dalam bentuk sediaan gel dengan variasi konsentrasi ekstrak 1%; 1,5%; dan 2%. Ketiga formula tersebut diuji aktivitas antioksidannya mengunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dan diuji kestabilan fisika kimianya. Sediaan gel diuji stabilitasnya menggunakan metode penyimpanan dipercepat pada suhu ±4°C selama 24 jam lalu dikeluarkan dan ditempatkan kembali pada suhu ±40°C selama 24 jam (terhitung satu siklus), dilakukan sebanyak 6 siklus selama 12 hari. Setelah penyimpanan dipercepat, dilakukan lagi pengujian kestabilan fisika kimia. Hasil pengujian aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan metode statistik ANOVA. Hasil evaluasi kestabilan menunjukkan semua sediaan gel yang telah diuji telah memenuhi syarat ketentuan secara fisika kimia. Hasil pengujian aktivitas antioksidan yang memiliki nilai IC50 yang terbesar terdapat pada ekstrak dengan konsentrasi 2% sebesar 155,77 µg/mL.Kata kunci: jambu biji, Psidium guajava, ekstrak terpurifikasi, gel, antioksidan, stabilitas
Prediksi aktivitas antikoagulan senyawa turunan 2- amidinobenzotiopen sebagai inhibitor Faktor IXa Arba, Muhammad; Ruslin, Ruslin; Priarti, Linda
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.819 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v1i2.3460

Abstract

Faktor IXa adalah faktor koagulasi darah yang berperan penting pada tahap awal rangkaian proses koagulasi. Penghambatan Faktor IXa dipandang sebagai salah satu pendekatan yang baik untuh mengembangkan agen antikoagulan yang selektif dan aman. Pada penelitian ini dilakukan studi penambatan molekul 17 senyawa turunan amidinobenzotiopen untuk mengetahui mekanisme aksinya sebagai agen penghambat Faktor IXa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senyawa 33 dan senyawa D8 memiliki afinitas sebesar -8,6 kkal/mol, hanya berbeda sedikit dari afinitas ligan alami IZX yang memiliki afinitas sebesar -8,9 kkal/mol sehingga potensial untuk dikembangkan sebagai agen antitrombosis baruKata kunci: doking, antitrombosis, benzotiopen, AM1
Evaluasi Pengelolaan Obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Muna Tahun 2014 Ihsan, Sunandar; Amir, Sry Agshary; Sahid, Mohammad
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.344 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v1i2.3465

Abstract

This study aims to evaluate the process drugs management based on indicators i.e. planning, procurement, storage and distribution of drugs in Pharmacy Installation of Muna’s General Hospital in 2014. Data were collected retrospectively by taking reports-inventory forms, prescription sheet patients, drug plan data, drug stocks cards, prescription patient sheets, output data of the drug as well as concurent form of services and time recipes data with random sampling method. The results were obtained the percentage of availability amount 100% and the percentage of planning 9,15% in the frequency of drug procurement as much as 1, 2, 3, and 4 times with the number of drug items 72, 20, 4, and 1 item of drugs. Match reports card stock inventory taking medication 91,30%, and the percentage of expired or defective drugs by 0.33%, the percentage of dead stock 7,96%, and the percentage of the drug emptiness time 2,19%, percentage of served drugs 97.95%, the average service time of non-concoction recipe 3,16 minutes, and the average service time compounded prescription 6.10 minutes. Improvement on drug management is required in order to obtained standard values in all categories. Keywords: Evaluation, Drug Management, Pharmacy Installation, and Hospital.
Gambaran Pencapaian Target Tekanan Darah Sesuai JNC 8 Pada Pasien Pasca Stroke Yang Menjalani Terapi Antihipertensi Tunggal di RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2014 Leorita, Mesi; Fiandari, Dwi Asti
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.483 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v1i2.3470

Abstract

Hypertension is a main risk factor that causes stroke and also a most significant role to the multiple stroke occurrences. The post-stroke patients are recommended to use appropriate anti-hypertension to achieve blood pressure target. The aim of this research is to depict achievement of blood pressure target according to JNC 8 of the post-stroke patients in Bahteramas Hospital of Southeast Sulawesi Province during 2014. This is a non-experimental research which is carried out with cohort study retrospective method. Secondary data were obtained from medical records of post-stroke patients who acquired single oral anti-hypertension therapy. Univariate statistical analysis was conducted to understand general profile of the post-stroke patients with hypertension, and inspect target achievement of blood pressure therapy according to JNC 8 at any anti-hypertension therapies. There are 55 data of anti-hypertension use from 45 post-stroke patients. Four types of anti-hypertension therapy used by the research subjects including amlodipine 1 x 10 mg, furosemide 1 x 40 mg, captopril 3 x 50 mg, and candesartan 1 x 8 mg. The entire result of research for age group of < 60 years old shows only 20.51% research subjects achieved the blood pressure target of < 140/90 mmHg. For the patients more than 60 years old, the result showed 56.25% research subjects achieved the therapy targeted. Therapy by using amlodipine provides a higher number of research subjects achieving blood pressure target according to JNC 8, both for age group of < 60 years old and > 60 years old. The small achievement percentage of the therapy target is perhaps caused by non-optimal use of the anti-hypertension.Keywords: Post-stroke, anti-hypertension, blood pressure therapy target of JNC 8
Efek Antihiperglikemik Ekstrak Etanol Daun Lidah Buaya (Aloe vera Linn) dan Ekstrak Etanol Daun Sambiloto (Andrographis paniculata Nees) serta Kombinasinya pada Mencit Jantan (Mus musculus) Kasmawati, Henny; Suryani, Suryani; Mutmainna, Mutmainna
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.872 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v1i2.3461

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antihiperglikemik ekstrak etanol daun lidah buaya (Aloe vera Linn) dan ekstrak etanol daun sambiloto (Andrographis paniculata Nees) serta kombinasi dosis kecil dan kombinasi dosis besarnya, dan perbandingan efektivitasnya terhadap akarbose. Uji antihiperglikemik dengan metode toleransi glukosa oral pada mencit jantan yang diberikan tiap kelompok sediaan uji yaitu dengan dosis ekstrak daun lidah buaya 0,035 g/KgBB, dosis ekstrak daun sambiloto 0,28 g/KgBB, kombinasi dosis kecil 0,0175 g/KgBB ekstrak daun lidah buaya ditambah 0,14g/KgBB ekstrak daun sambiloto, kombinasi dosis besar 0,035 g/KgBB ekstrak daun lidah buaya ditambah 0,28 g/KgBB ekstrak daun sambiloto, dan akarbose 6,5 mg/KgBB. Kadar glukosa darah diperoleh dari pemeriksaan kadar glukosa darah pada menit ke 60, 90, 120, 150, 180. Uji statistic one-way ANOVA untuk melihat perbedaan penurunan kadar glukosa darah dan dilanjutkan dengan uji LSD. Hasil penelitian memperlihatkan keempat kelompok uji mengalami penurunan kadar glukosa darah. Kombinasi dosiskecil, kombinasi dosis besar serta dosis tunggal daunsambiloto memiliki efektifitas yang sama dengan akarbose, serta efek penurunannya lebih baik dibandingkan dengan dosis tunggal daun lidah buaya. Dosis yang paling efektif menurunkan kadar glukosa darah adalah dosis tunggal daun sambiloto.Kata kunci: anti hiperglikemik, toleransi glukosa, lidah buaya, daun sambiloto.
Formulasi Sediaan Masker Gel Peel-off Antioksidan dari Ekstrak Sari Tomat (Solanum lycopersicum L. var. cucurbita) Armadany, Fery Indradewi; Hasnawati, Hasnawati; Sirait, Morita
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.344 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v1i2.3466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh sediaan masker gel peel-off dari ekstrak sari tomat yang memiliki aktivitas antioksidan serta untuk mengetahui kestabilan fisikokimia (organoleptis, pH, viskositas dan homogenitas), waktu sediaan mengering dan uji iritasi terhadap kulit. Tomat disari dengan menggunakan juicer. Ekstrak sari tomat dikeringkan dengan menggunakan frezee dryer pada suhu -500C. Formulasi masker gel peel-off antioksidan ekstrak sari tomat (Solanum lycopersicum L.) dengan menggunakan variasi konsentrasi ekstrak sari tomat 15%, 20%, 25% dan 30%. Pengujian aktivitas antioksidan masker gel peel-off ekstrak sari tomat menggunakan metode DPPH dan metode cycling test untuk evaluasi kestabilan masker gel peel-off. Metode cycling test dilakukan sebanyak 6 siklus. Cycling test meliputi pengamatan masker gel peel-off secara organoleptis, pH, viskositas, dan homogenitas dan selanjutnya dilakukan uji waktu sediaan mengering dan uji iritasi terhadap kulit. Hasil evaluasi kestabilan fisika kimia sediaan masker gel peel-off menunjukkan bahwa semua formula stabil. Hasil uji waktu sediaan mengering masih memenuhi waktu kering masker gel peel-off yang baik. Sediaan tidak menyebabkan iritasi pada kulit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak sari tomat memiliki aktivitas antioksidan yang paling besar pada konsentrasi 30%.Kata kunci: ekstrak sari tomat, masker gel peel-off, antioksidan, cycling test, metode DPPH
Aktivitas Antioksidan Senyawa Asam 5(E)-Eikosenoat dari Batang Tanaman Polygonum pulchrum Bl Malaka, Muhammad Hajrul; Yodha, Agung Wibawa Mahatva; Azhar, Muhammad; Hamsidi, Rini; Sahidin, Sahidin
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.093 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v1i2.3462

Abstract

Isolation and identification of secondary metabolite stem bark of Polygonum pulchrum and its antioxidant activity were done. Extraction was performed by maceration using methanol solvent. The separation and purification obtained by using vacuum liquid chromatography (VLC), radial chromatography (RC) and monitored by thin layer chromatography (TLC). Identification of isolated compounds determined by spectroscopy method i.e. FT-IR, 1D-NMR (1H, 13C-NMR and DEPT) and 2-D NMR (HMQC and HMBC). White solid compound was isolated and characterized as 5(E)-eicosenoic acid. Antioxidant was analyzed towards DPPH (1,1-diphenyl-picrilhydrazil). The compound showed that has antioxidant potency with IC50 value at 348.10 µM.Keywords: Polygonum pulchrum, 5(E)-eicosenoic acid, antimicrobial, antioxidant 
Formulasi dan Optimasi Tablet Floating Salbutamol Sulfat menggunakan Factorial Design Zubaydah, Wa Ode Sitti; Fudholi, Achmad; Rohman, Abdul
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.377 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v1i2.3467

Abstract

Salbutamol sulfat memiliki waktu paruh eliminasi yang relatif pendek (4 jam), dengan dosis per oral 2-4 mg, dan pemberian 3-4 kali sehari. Formulasi salbutamol sulfat dalam sediaan tablet lepas lambat diharapkan dapat mengurangi frekuensi pemakaian obat, menghasilkan konsentrasi salbutamol sulfat dalam darah yang lebih seragam dan kadar puncak yang tidak fluktuatif.  Sifat fisik tablet dan pelepasan obat dari tablet sistem floating dipengaruhi oleh sifat komponen penyusun matrik yaitu: etil selulosa (matriks hidrofobik), xanthan gum (free flowing, gelling agent), serta natrium bikarbonat yang akan bereaksi dengan cairan lambung membentuk CO2. Penelitian dilakukan dengan model factorial design dengan 3 komponen yaitu: etil selulosa (A), xanthan gum (B), dan natrium bikarbonat (C) sehingga didapatkan 8 rancangan formula. Keseragaman kandungan, floating lag time, nilai K orde 1, dan nilai DE360 salbutamol sulfat digunakan sebagai parameter optimasi. Berdasarkan model factorial design, didapatkan persamaan dan contour plot untuk masing–masing parameter tersebut sehingga formula optimum dapat ditentukan. Etil selulosa memberi pengaruh dominan terhadap keseragaman kandungan. Natrium bikarbonat merupakan faktor yang berpengaruh sangat dominan terhadap floating lag time. Komponen etil selulosa dan xanthan gum menurunkan nilai K orde 1, sedangkan natrium bikarbonat meningkatkan nilai K orde 1. Natrium bikarbonat paling berpengaruh dalam memperkecil nilai DE360. Berdasarkan pendekatan nilai desirability didapatkan formula optimum teoritis dengan komposisi etil selulosa 17,58 mg, xanthan gum 78,51 mg, dan natrium bikarbonat 30 mg.Kata kunci: salbutamol sulfat, tablet floating, etil selulosa, xanthan gum
Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat ditinjau dari Indikator Peresepan World Health Organization (WHO) Pasien Rawat Jalan Poli Penyakit Dalam Periode Januari-Juni 2015 di Rumah Sakit Umum Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara Hamsidi, Rini; Fristiohady, Adryan; Musabar, Nasyrah
Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2015): Pharmauho
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.972 KB) | DOI: 10.33772/pharmauho.v1i2.3463

Abstract

On 1993, prescribing in Indonesia was still irrational. It can be seen from many pharmacy (3,5/patient), overuse of antibiotics (43%), and inappropriate overuse of injections (10-80%). This study aimed to evaluate rationality of drugs use based on prescribing indicators by WHO of outpatient in poly interna medicine at Bahteramas general hospital of Southeast Sulawesi from January to June period of 2015 and analyze significant differences of each month. Method of this study was retrospective and concurrent. Total amount of sample were 600 recipes. Technic of sampling was simple randomized sampling. Results of the study compared with WHO standards on 1993. Analyze significant differences of each month of this study was SPSS 16.0 with Kruskal Wallis method. Results of this study showed that average drug prescribed was 3; average percentage of medicines prescribed by generic name was 85.39%; average percentage encounters with antibiotic prescribed was 36%; average percentage encounters with injection prescribed 0%; and average percentage of medicines prescribed from Formulary of Hospital 99.81%. Result show that drug use at Bahteramas general hospitals each monthof outpatient poly interna period January-June 2015 there was no difference (p ≥ 0.05)Keywords: rational,  interna, Bahteramas, recipes, WHO

Page 1 of 2 | Total Record : 11