cover
Contact Name
Sansaloni Butar Butar
Contact Email
sansaloni@unika.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.aktbisnis@unika.ac.id
Editorial Address
Gedung Yustinus, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Soegijapranata Jl. Pawiyatan Luhur IV/No.1 Semarang 50234
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Akuntansi Bisnis
ISSN : 1412775X     EISSN : 25415204     DOI : https://doi.org/10.24167/jab
Core Subject : Economy,
Jurnal Akuntansi dan Bisnis (JAB) merupakan media ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Katolik Soegijapranata sebagai wadah para peneliti untuk mempublikasi karya ilmiah. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Maret dan September. Karya ilmiah dapat berupa riset empiris atau kajian teoretis yang memenuhi kaidah-kaidah penulisan ilmiah. Artikel yang dimuat harus memenuhi format penulisan yang telah ditetapkan redaksi JAB dan telah melalui proses blind review yang mencakup topik-topik sebagai berikut: Akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, sistem informasi, pasar modal, etika bisnis dan akuntansi, pengauditan, tata kelola perusahaan, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan pelaporan berkelanjutan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 28 (2016)" : 7 Documents clear
KOMITMEN PROFESIONAL DAN ORIENTASI ETIKA MEMEDIASI HUBUNGAN ANTARA KEUNTUNGAN PERSONAL DENGAN MANAJEMEN LABA DAN PENGARUH BUDAYA TERHADAP MANAJEMEN LABA Stephen Sanjaya
Jurnal Akuntansi Bisnis Vol 14, No 28 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jab.v14i28.1344

Abstract

Abstract Earnings management is a management technique used by managers to manage the profit shown in the company's financial statements. Profit management motivation arises because of opportunities that provide personal benefits for managers. In the study Greenfield et al. (2008) there are 2 variables that mediate the relationship between personal gain and earnings management that is professional commitment and ethical orientation. This study replicates the research of Greenfield et al. (2008) and also developed the research by adding cultural variables (Doorn, 2013). Participants in this study were students of Catholic University Soegijapranata Semarang conditioned as accounting manager of a manufacturing company capable of taking a decision related to the preparation of corporate financial statements. Data analysis technique used is partial least square. The results of data analysis show that professional commitment mediates the relationship between personal gain and earnings management. Then for ethical orientation, only relativism mediates the relationship between personal gain and earnings management and only uncertainty avoidance that affects earnings management. Abstrak Manajemen laba adalah suatu teknik manajemen yang digunakan oleh manajer untuk mengelola laba yang ditampilkan dalam laporan keuangan perusahaan. Motivasi manajemen laba muncul karena adanya peluang yang memberikan keuntungan personal bagi manajer. Pada penelitian Greenfield et al. (2008) terdapat 2 variabel yang memediasi hubungan antara keuntungan personal dengan manajemen laba yaitu komitmen profesional dan orientasi etika. Penelitian ini mereplikasi penelitian milik Greenfield et al. (2008) dan juga mengembangkan penelitian tersebut dengan menambahkan variabel budaya (Doorn, 2013). Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Katolik Soegijapranata Semarang yang dikondisikan sebagai accounting manajer sebuah perusahaan manufaktur yang mampu mengambil suatu keputusan berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah partial least square. Hasil analisis data menunjukan bahwa komitmen professional memediasi hubungan antara keuntungan personal dengan manajemen laba. Kemudian untuk orientasi etika, hanya relativisme yang memediasi hubungan antara keuntungan personal dengan manajemen laba dan hanya uncertainty avoidance yang berpengaruh terhadap manajemen laba.
ANALISA KASUS KORUPSI PENGADAAN ALAT KESEHATAN DI PROVINSI BANTEN DAN KOTA TANGERANG SELATAN William Christiawan
Jurnal Akuntansi Bisnis Vol 14, No 28 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jab.v14i28.1340

Abstract

The theory of fraud is a theory that explains the criminal act of deception in order to profit from its actions at the expense of others. Conditions that will result in losses, especially for the wider community if it occurs in government. In particular, this study was conducted to analyze and prevent fraud in the case of corruption in the procurement of health equipment in Banten Province and South Tangerang City that occurred in Fiscal Year 2012-2013. The case that started from the service quality improvement programRSUD is then used by the power of the dynasty of Ratu Atut and Wawan to consolidate. Implementation of the Governmental Internal Control System (SPIP) which does not run also encourages the smoothness of the fraud that occurred as well as indirect intervention given by Ratu Atut. Of the fraud, the State suffered losses of Rp 193 billion due to many packages that are not medical devicess specifications, fictitious, and too expensive due to the consolidation of bidders under the control of PT Bali Pasific Pratama with various modes. Therefore, the prevention of political dynasties, the implementation of the Regional Head Election Law, and the provision of severe penalties for corruptors can minimize corruption. Abstrak Teori fraud adalah teori yang menjelaskan tindakan kriminal berupa penipuan untuk memperoleh keuntungan dari tindakannya dengan mengorbankan orang lain. Kondisi itu akan mengakibatkan kerugian khususnya bagi masyarakat luas apabila terjadi dalam pemerintahan. Secara khusus penelitian ini dilakukan untuk menganalisis dan mencegah fraud pada kasus korupsi pengadaan alat Kesehatan di Provinsi Banten dan Kota Tangerang Selatan yang terjadi pada Tahun Anggaran 2012-2013.Kasus yang bermula dari progam peningkatan kualitas layanan RSUD tersebut kemudian digunakan oleh kekuatan dinasti Ratu Atut dan Wawan untuk melakukan konsolidasi.Pelaksanaan Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) yang tidak berjalan juga mendorong lancarnya kecurangan yang terjadi selain juga karena intervensi tidak langsung yang diberikan Ratu Atut. Dari kecurangan tersebut, Negara mengalami kerugian Rp 193 miliar karena banyak paket alkes yang tidak sesuai spesifikasi, fiktif, serta terlalu mahal akibat konsolidasi peserta tender di bawah kendali PT Bali Pasific Pratama dengan berbagai modus. Oleh karena itu pencegahan dinasti politik, penerapan UU Pilkada, serta pemberian hukuman berat bagi koruptor bisa meminimalisasi korupsi.
KOMITMEN PROFESIONAL MEMEDIASI HUBUNGAN ANTARA KEUNTUNGAN PERSONAL DENGAN MANAJEMEN LABA DAN PENGARUH KEPRIBADIAN TERHADAP KOMITMEN PROFESIONAL Jap Rendy Martin
Jurnal Akuntansi Bisnis Vol 14, No 28 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jab.v14i28.1345

Abstract

Abstract Personality itself becomes an important benchmark in every action that will be taken by each individual and also personality will be formed from the individual's from birth and few of the environmental factors and other factors that can change the personality of individuals he had since birth. And the personality itself is a benchmark that can be used by a company to know the level of commitment of an individual in his profession. From the level of commitment of an individual to his profession will also affect the level of one's earnings management is used to achieve personal gain, whether in the form of bonuses, protect the position and other reasons used for personal gain. This research will use research model from Greenfield et al (2008) and apply the model in personality case of person by using two personality type that is N and C. Participant in this research is student of Catholic University of Soegijapranata Semarang which is conditioned as employee at budget department with random sampling. Data analysis techniques used are PLS and SPSS. And based on the results of data analysis can be concluded that professional commitment mediate effect of personal profit to earnings management. And there is also the influence of personality on the level of individual profession commitment to the profession. Abstrak Kepribadian sendiri menjadi tolak ukur yang penting dalam setiap tindakan yang akan diambil oleh tiap individu dan juga kepribadian sendiri akan terbentuk dari individu itu sejak lahir dan hanya sedikit dari faktor lingkungan dan faktor lain yang mampu mengubah kepribadian individu yang dia miliki semenjak lahir. Dan kepribadian itu sendiri merupakan tolak ukur yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengetahui tingkat komitmen seorang individu dalam profesinya. Dari tingkat komitmen seorang individu terhadap profesinya akan berpengaruh pula terhadap tingkat manajemen laba seseorang apakah digunakan untuk meraih keuntungan pribadi, baik berupa bonus, melindungi jabatan dan alasan lainnya yang digunakan untuk memperoleh keuntungan pribadi. Penelitian ini akan menggunakan model penelitian dari Greenfield et al. (2008) dan mengaplikasikan model tersebut pada kasus kepribadian seseorang dengan mengunakan dua tipe kepribadian yaitu N dan C. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Katolik Soegijapranata Semarang yang dikondisikan sebagai karyawan pada departemen anggaran dengan random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah PLS dan SPSS. Dan berdasarkan dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa komitmen profesional memediasi efek keuntungan pribadi terhadap manajemen laba. Dan juga terdapat pengaruh kepribadian terhadap tingkat komitmen profesi individu terhadap profesinya
PENGARUH PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPOSIBILITY, KINERJA KEUANGAN DAN BETA FUNDAMENTAL TERHADAP RETURN SAHAM Gilang Bagaskhara
Jurnal Akuntansi Bisnis Vol 14, No 28 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jab.v14i28.1341

Abstract

Abstract Return of shares is an advantage obtained by investors on investment activities, where the return becomes the motivation of investors to avoid the risks that exist. Efficient Market Hypothesis, is one theory that is able to explain that the price formed in the capital market is a reflection of existing information (Fama, 1970). Through published information including financial statement information to find out the company's financial performance such as Return on Equity, Debt to Equity Ratio, and Price Book Value, macroeconomic factors to consider company risk compared to the market through Beta Fundametal proxy dividend policy, supplementary information required by accounting rules such as disclosure of Corporate Social Responbility. Sample used in this research is Sustainability Reporting Award participant with purposive sampling method by setting several criteria. Based on the results of data analysis, it can be concluded that the disclosure of Corporate Social Responsibility has a negative effect is not significant on Stock Return. Return on Equity, Debt to Equity Ratio and Beta Fundamental have a significant positive effect on Stock Return. While Price Book Value has a significant negative effect on Stock Return. Abstrak Return saham merupakan keuntungan yang diperoleh investor atas kegiatan investasi, dimana return menjadi motivasi investor untuk menghindari risiko yang ada. Efficient Market Hypothesis,merupakan salah satu teori yang mampu menjelaskan bahwa harga yang terbentuk dipasar modal merupakan cerminan dari informasi yang ada (Fama, 1970). Melalui informasi yang dipublikasikan termasuk didalamnya informasi laporan keuangan untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan seperti Return on Equity, Debt to Equity Ratio, dan Price Book Value, faktor ekonomi makro untuk mempertimbangkan risiko perusahaan dibandingkan dengan pasar melalui proksi Beta Fundametal kebijakan dividen, informasi tambahan yang diwajibkan oleh peraturan akuntansi seperti pengungkapan Corporate Social Responsbility. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah partisipan Sustainability Reporting Award dengan metode purposive sampling dengan menetapkan beberapa kriteria. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa pengungkapan Corporate Social Resposibility berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap Return Saham. Return on Equity, Debt to Equity Ratio dan Beta Fundamentalberpengaruh positif signifikan terhadap Return Saham. Sedangkan Price Book Valueberpengaruh negatif signifikan terhadap Return Saham.
Pengaruh Konvergensi IFRS, Struktur Kepemilikan Saham, Tata Kelola Perusahaan, dan Kualitas Audit Terhadap Manajemen Laba Agustina Santoso
Jurnal Akuntansi Bisnis Vol 14, No 28 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jab.v14i28.1346

Abstract

Abstract The purpose of this research is to analyze the effect of the convergence of IFRS, ownership structures measured with managerial ownership and institusional ownership, good corporate governance mechanisms measured with independence of the board of director and comitte audit, and audit quality on the earning management. Earning management is measured with Ball and Shivakumar model (2005). The samples of this research are 103 nonfinancial companies listed on Indonesian Stock Exchange in 2009-2013. The result showed that convergence of IFRS, managerial ownership, institusional ownership, independence of the board of director, and comitte audit have a negative significant effect on earning management. Audit quality have a negatife significant effect on earning management.
ANALISIS PENGARUH PROFITABILITAS, KESEMPATAN BERTUMBUH, LEVERAGE, KEPEMILIKAN MANAJERIAL DAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL TERHADAP JUMLAH DIVIDEN TUNAI DENGAN LIKUIDITAS SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI Gita Novira Sasanti
Jurnal Akuntansi Bisnis Vol 14, No 28 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jab.v14i28.1342

Abstract

Abstract This study aims to analyze and provide empirical evidence on differences in the effect of profitability, growth opportunities, leverage, managerial ownership and institutional ownership of the amount of cash dividends between companies that have high and low liquidity. Sampling in this research is done by purposive sampling method. The sample in this study is a non-financial company listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2012 to 2014 which distributes dividends and has complete data for research variables. The test instrument used in this research is multiple regression analysis using SPSS program. The independent variables in this study are profitability, growth opportunities, leverage, managerial ownership and institutional ownership. While the dependent variable in this research is the amount of cash dividend. The results show that there is a difference of positive effect of profitability to cash dividend between companies having high liquidity and companies having low liquidity. In this case it can be said that liquidity can be a variable that affects the positive relationship profitability with cash dividend. There is a difference in the negative effect of leverage and institutional ownership of cash dividends between companies with high liquidity and low liquidity firms. Therefore it can be said that liquidity can be a variable affecting the negative relationship of leverage and institutional ownership with cash dividend. There is no difference in the negative effects of growth opportunities and managerial ownership of cash dividends between companies with high liquidity and low liquidity firms. Hence it can be argued that in this case liquidity is not capable of being a variable that affects the negative relationship of growth opportunities and managerial ownership with cash dividends. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memberikan bukti empiris mengenai perbedaan pengaruh profitabilitas, kesempatan bertumbuh, leverage, kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional terhadap jumlah dividen tunai antara perusahaan yang memiliki likuiditas tinggi dan rendah. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling. Sampel pada penelitian ini adalah perusahaan non keuangan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun 2012 sampai dengan 2014 yang membagikan dividen dan memiliki data lengkap untuk variabel penelitian. Alat uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda menggunakan program SPSS. Variabel independen dalam penelitian ini adalah profitabilitas, kesempatan bertumbuh, leverage, kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional. Sedangkan variabel dependen dalam penelitian ini adalah jumlah dividen tunai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pengaruh positif profitabilitas terhadap dividen tunai antara perusahaan yang memiliki likuiditas tinggi dan perusahaan yang memiliki likuiditas rendah. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa likuiditas mampu menjadi variabel yang mempengaruhi hubungan positif profitabilitas dengan dividen tunai. Ada perbedaan pengaruh negatif leverage dan kepemilikan institusional terhadap dividen tunai antara perusahaan yang memiliki likuiditas tinggi dan perusahaan yang memiliki likuiditas rendah. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa likuiditas mampu menjadi variabel yang mempengaruhi hubungan negatif leverage dan kepemilikan institusional dengan dividen tunai. Tidak ada perbedaan pengaruh negatif kesempatan bertumbuh dan kepemilikan manajerial terhadap dividen tunai antara perusahaan yang memiliki likuiditas tinggi dan perusahaan yang memiliki likuiditas rendah. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa dalam hal ini likuiditas tidak mampu menjadi variabel yang mempengaruhi hubungan negatif kesempatan bertumbuh dan kepemilikan manajerial dengan dividen tunai.
PENGARUH GENDER, KOMPETENSI, TIPE KEPRIBADIAN, ETIKA PROFESI, INDEPENDENSI, PENAKSIRAN RISIKO KECURANGAN DAN RISIKO AUDIT TERHADAP SKEPTISISME PROFESIONAL AUDITOR Valentina Meta Risliana
Jurnal Akuntansi Bisnis Vol 14, No 28 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jab.v14i28.1343

Abstract

Abstract Professional auditors' skepticism is an attitude whereby the auditor is expected to always question and evaluate audit evidence critically to obtain convincing audit evidence as the basis used in giving opinion. This study was conducted to examine the effects of gender, competence, personality types proxied in introvesion, professional ethics, independence, fraud risk assessment and audit risk to auditor professional skepticism. The respondents were auditors who worked at the Public Accounting Firm in Semarang with the number of questionnaires distributed as many as 55 questionnaires and which returned a total of 48 questionnaires. Data analysis method used is multiple regression test. The results of this study are competence, professional ethics, personality type and independence have a positive effect on professional skepticism of auditors, while gender, fraud risk assessment and audit risk have no significant effect on professional skepticism of auditors. Abstrak Skeptisisme profesional auditor merupakan sikap dimana auditor diharapkan selalu mempertanyakan dan melakukan evaluasi bukti audit secara kritis sehingga mendapatkan bukti audit yang meyakinkan sebagai dasar yang digunakan dalam memberikan opini. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh gender, kompetensi, tipe kepribadian yang diproksikan dalam introvesion, etika profesi, independensi, penaksiran risiko kecurangan dan risiko audit terhadap skeptisisme profesional auditor. Responden penelitian adalah para auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik di Semarang dengan jumlah kuesioner yang didistribusikan sebanyak 55 kuesioner dan yang kembali sejumlah 48 kuesioner. Metode analisis data yang digunakan adalah uji regresi berganda (multiple regression). Hasil penelitian ini adalah kompetensi, etika profesi, tipe kepribadian dan independensi berpengaruh positif terhadap skeptisisme profesional auditor, sedangkan gender, penaksiran risiko kecurangan dan risiko audit tidak berpengaruh secara signifikan terhadap skeptisisme profesional auditor.

Page 1 of 1 | Total Record : 7