cover
Contact Name
Sansaloni Butar Butar
Contact Email
sansaloni@unika.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.aktbisnis@unika.ac.id
Editorial Address
Gedung Yustinus, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Soegijapranata Jl. Pawiyatan Luhur IV/No.1 Semarang 50234
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Akuntansi Bisnis
ISSN : 1412775X     EISSN : 25415204     DOI : https://doi.org/10.24167/jab
Core Subject : Economy,
Jurnal Akuntansi dan Bisnis (JAB) merupakan media ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Katolik Soegijapranata sebagai wadah para peneliti untuk mempublikasi karya ilmiah. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Maret dan September. Karya ilmiah dapat berupa riset empiris atau kajian teoretis yang memenuhi kaidah-kaidah penulisan ilmiah. Artikel yang dimuat harus memenuhi format penulisan yang telah ditetapkan redaksi JAB dan telah melalui proses blind review yang mencakup topik-topik sebagai berikut: Akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, sistem informasi, pasar modal, etika bisnis dan akuntansi, pengauditan, tata kelola perusahaan, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan pelaporan berkelanjutan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 1: Maret 2019" : 7 Documents clear
Peran Auditor Dalam Menurunkan Biaya Utang Sebelum Dan Setelah Go Public Sansaloni Butar Butar; Stefani Lily Indarto; Sih Mirmaning Damar Endah
Jurnal Akuntansi Bisnis Vol 17, No 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jab.v17i1.2283

Abstract

Abstract his study examine the role of auditors and firm’s reputation in lowering firm’s cost of debt before and after Initial Public Offering. Firms gradually build reputation and history in the capital markets and thus information of older firms are widely available and increasing with age. Firms with highly regarded reputation are predicted to pay lower interest rate relative to those with lower reputation. To test the hypothesis, as much as 161 sampel firms are collected from Indonesia Stock Exhange over period 2003-2012. Results show, contrary to the prediction, that auditor reputation has no association with cost of debt. However, negative association between auditor reputation and cost of debt was found for firms with short private history. In additon, the results also provide no evident of the interaction between auditor reputation and age. Taking as a whole, the findings in this study shows that the role of auditors in reducing cost of debt were effective only before firms went public. Abstrak Studi ini menguji peran auditor dan reputasi perusahaan dalam menurunkan biaya hutang perusahaan sebelum dan sesudah go public. Perusahaan membangun reputasi dan sejarah di pasar modal secara bertahap sehingga informasi mengenai perusahaan yang telah lama beroperasi tersedia secara luas. Penelitian ini berargumen bahwa perusahaan dengan reputasi yang baik membayar suku bunga yang lebih rendah dibandingkan. Untuk menguji hipotesis, sebanyak 161 sampel perusahaan dikumpulkan dari Bursa Efek Indonesia selama periode 2003-2012. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa reputasi auditor tidak berpengaruh pada biaya hutang. Selain itu, hasilnya juga tidak memberikan bukti interaksi antara reputasi dan usia auditor. Namun, hubungan negatif antara reputasi auditor dan biaya hutang ditemukan untuk perusahaan dengan sejarah pribadi yang pendek. Secara keseluruhan, temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa peran auditor dalam mengurangi biaya hutang hanya efektif sebelum perusahaan go public.
Sistem Pengendalian Manajemen dan Proactive Working Behavior Nindhika Rina Ayuning Aji
Jurnal Akuntansi Bisnis Vol 17, No 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jab.v17i1.2289

Abstract

This study examines the moderating effect of flexible role orientation on the relationship between lack of controllability dan proactive work behaviour. Flexible role orientation encourages proactive cognitive motivational states. When employees feel flexible in role orientation, they feel more responsibility for organizational goals. On the other hand, managers who feel inferior in their level of responsibility will form a narrow role with a rigid role orientation. Flexible roles describe cognitive conditions that arise from the need to achieve a higher level of organizational responsibility. This study replicates Burkert et a.l's research additional external variabels. This research uses managers of manufacturing companies in the city of Semarang. The data analysis employs linear regression technique and Sobel Test. Results show that flexible role orientation can mediate the relationship between lack of controllability and proactive work behavior Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keberadaan sistem pengendalian manajemen terhadap proactive work behaviour. Orientasi peran yang fleksibel mendorong motivasi kognitif proaktif dan kontras dengan keadaan pasif. Ketika karyawan merasakan orientasi peran yang fleksibel, mereka merasakan lebih banyak tanggung jawab untuk tujuan organisasi. Penelitian ini mereplikasi riset Burkert et al. (2016) dengan menambah variabel eksternal. Sampel yang digunakan adalah manager yang bekerja pada perusahaan-perusahan manufaktur di kota Semarang. Teknik analisis data adalah regresi linear dan Sobel Test. Hasil penelitian menunjukkan flexible role orientation dapat memediasi hubungan antara lack of controllability dan proactive work behaviour
Pengaruh Pengungkapan Sustainability Report Terhadap Kinerja Pasar Monica Suwandi
Jurnal Akuntansi Bisnis Vol 17, No 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jab.v17i1.2284

Abstract

Abstract The purpose of this study is to examine the relationship between sustainabilty report disclosure and financial performance. This research employs all companies listed on the Indonesian Stock Exchange (IDX) over period of 2012-2016. The sample was collected under purposive sampling technique. Results indicate that the sustainability report economy dimension, sustainability report environment dimension, sustainabilty report social dimension, and quality audit have effect on the financial performance measured by return on asset and price earnings ratio. In addition, sustainability report human right dimension has effect on profitability, but no effect on the finacial performance market. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara pengungkapan sustainability report dengan kinerja keuangan. Penelitian ini menggunakan semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2012-2016. Sampel pada penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil pengujian pada penelitian ini menunjukkan bahwa sustainability report dimensi ekonomi, sustainability report dimensi lingkungan, sustainability report dimensi sosial, dan kualitas audit berpengaruh terhadap kinerja keuangan yang diukur dengan return on asset dan price earnings ratio. Sebagai tambahan, sustainability report dimensi hak asasi manusia berpengaruh terhadap profitabilitas tetapi tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan pasar.
Komunikasi Organisasi, Stres Kerja dan Kinerja Karyawan: Dukungan Sosial Sebagai Variabel Moderasi Benita Ruth Ayu Rudianto
Jurnal Akuntansi Bisnis Vol 17, No 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jab.v17i1.2291

Abstract

Abstract This study examine moderating effect of social support on the relationship between organizational communication and employee performance and also between job stress and employee performance. Results show that social support modify the effect of organizational communication to jo stress. This indicates that family and colleagues support are able to create good communication and mitigate stressful negative effects. In addition, this study also examine moderating effect of job stress on the relatiionship between organizational communication and performance. Results show that job stress mediate the effect organizational communication on employee performance. Effective communication among employees lead to a lower level of stress and thus increase employee performance.. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh moderasi dukungan sosial pada hubungan komunikasi organisasi dan stres kerja serta efeknya terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh dukungan sosial sebagai moderator efek komunikasi organisasi terhadap stres kerja. Dukungan yang diterima dari keluarga maupun rekan kerja mampu menciptakan komunikasi yang baik dan dapat menghadapi stres yang dialami. Hasil penelitian ini juga menunjukan bahwa terdapat pengaruh stres kerja sebagai mediator efek komunikasi organisasi terhadap kinerja karyawan. Komunikasi yang berjalan baik antar karyawan pada lingkungan organisasi menyebabkan tingkat stres yang dihadapi karyawan dapat turun sehingga kinerja karyawan meningkat
Analisis Efek Organizational Citizenship Behavior dan Komunikasi Organisasi Terhadap Stres Kerja Andreanus Pungkas Rubiyandono
Jurnal Akuntansi Bisnis Vol 17, No 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jab.v17i1.2285

Abstract

Abstract Basically Organizational Communication should have an effect on work stress, but from the results of previous research shows that it is inversely proportional to the existing concept. Therefore, the researcher conducted additional mediation variabels that would examine the relationship between organizational communication and work stress, namely Organizational Citizenship Behavior (OCB) which was reviewed by Perception of Quality of Interaction Interaction - Subordinate. Organizations with employees who have good OCB will have better performance than other organizations. The researcher was interested in examining the influence of Organizational Communication on Job Stress in manufacturing companies in the city of Semarang with the role of Organizational Citizenship Behavior (OCB) which was viewed by Perceptions of the Quality of Interaction of Superiors and Subordinates as mediators. The result shows that organizational communication is an individual perception of communication conducted by superiors in job descriptions, commitment and coordination to subordinates does not affect the individual's perception of interpersonal relations in terms of willingness to help without coercion between superiors and subordinates. This happens because companies already have a culture that directly makes employees or employees in the work environment willing to help, not willing to help because of the interaction process in that environment. So from that the role of Organizational Citizenship Behavior (OCB) reviewed by Perception of Quality Interaction - Subordinate has not become a mediator in the relationship of Organizational Communication to Job Stress. Abstrak Pada dasarnya Komunikasi Organisasi seharusnya memiliki efek terhadap stress kerja, namun dari hasil riset terdahulu tidak konsisten dengan konsep yang ada. Maka dari itu penelitian ini melakukan penambahan variabel mediasi yang akan mengkaji hubungan antara komunikasi organisasi dengan stress kerja yaitu Organizational Citizenship Behavior (OCB) yang ditinjau Persepsi Kualitas Interaksi Atasan – Bawahan. Organisasi dengan karyawan yang memiliki OCB yang baik, akan memiliki kinerja yang lebih baik dari organisasi lain. Peneliti tertarik untuk meneliti pengaruh Komunikasi Organisasi terhadap Stres Kerja pada perusahaan manufaktur di kota Semarang dengan peran Organizational Citizenship Behavior (OCB) yang ditinjau Persepsi Kualitas Interaksi Atasan dan Bawahan sebagai mediator. Hasilnya menunjukan komunikasi organisasi merupakan persepsi individu terhadap komunikasi yang dilakukan oleh atasan dalam deskripsi pekerjaan, komitmen maupun koordinasi kepada bawahan tidak berpengaruh terhadap persepsi individu tentang hubungan interpersonal dalam hal kerelaan membantu tanpa adanya paksaan diantara atasan dan bawahan. Hal tersebut terjadi dikarenakan perusahaan sudah memiliki budaya yang secara langsung membuat pegawai atau karyawan dalam lingkungan kerja tersebut bersikap rela membantu, bukan sikap rela membantu yang dikarenakan proses interaksi dalam lingkungan tersebut. Pada dasarnya Komunikasi Organisasi seharusnya memiliki efek terhadap stress kerja, namun dari hasil riset terdahulu tidak konsisten dengan konsep yang ada. Maka dari itu peran Organizational Citizenship Behavior (OCB) yang ditinjau Persepsi Kualitas Interaksi Atasan – Bawahan belum menjadi mediator dalam hubungan Komunikasi Organisasi terhadap Stres Kerja.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sensitivitas Etis Yoseva Anjelina
Jurnal Akuntansi Bisnis Vol 17, No 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jab.v17i1.2286

Abstract

Abstract This study examines determinants of ethical sensitivity. Specifically, this study investigates whether ethical reasoning and personal character (the level of idealism, the level of relativism, locus of control, age, cumulative achievement index and sex,) have an effect on ethical sensitivity.The samples are accounting students of Catholic University Soegijapranata Semarang and uses multiple regression to test the hypotheses. The results of this study indicate that (1) ethical reasoning has an effect on the ethical sensitivity (2) the level of idealism has a positive effect on ethical sensitivity (3) the level of relativism negatively affect the ethical sensitivity (4) locus of control, age, achievement index and gender have no effect on ethical sesitiviys. Abstrak Penelitian ini menguji determinan sensitivitas etis. Secara spesifik, penelitian ini menguji apakah ethical reasoning dan karakter personal (tingkat idealisme, tingkat relativisme, locus of control, usia, indeks prestasi kumulatif dan jenis kelamin,) berpengaruh terhadap sensitivitas etis. Sampel diambil dari mahasiswa akuntansi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan analisis regresi untuk pengujian hipotesis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa (1) ethical reasoning berpengaruh terhadap sensitivitas etis (2) tingkat idealisme berpengaruh positif terhadap sensitivitas etis (3) tingkat relativisme berpengaruh negatif terhadap sensitivitas etis (4) locus of control, usia, indeks prestasi dan jenis kelamin tidak berpengaruh terhadap sesitivitas etis.
Pengaruh Penalaran Moral dan Sensitivitas Etika Terhadap Persepsi Etis dengan Gender Sebagai Variabel Moderasi Theresia Joycelin Jasmine; Clara Susilawati
Jurnal Akuntansi Bisnis Vol 17, No 1: Maret 2019
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jab.v17i1.2288

Abstract

Accounting profession is required to provide true financial information and give confidence to users of financial information. However, many accounting scandals eroded people trust in the accounting profession. Therefore, it is important for prospective accountants to have understanding and knowledge in regard with ethical and moral values. This study examine moderating effect of gender on the the relationship between moral reasoning and ethical perceptions and between ethical sensitivity and ethical perceptions. If accounting students have higher moral reasoning dan ethical sensitivity, the ethical perceptions of accounting students are also predicted to be higher. This study examines moral reasoning and ethical sensitivity to ethical perceptions of accounting students with gender as a moderating variabel using a sample of students from 13 universities in Semarang. This study uses simple regression analysis and moderating regression analysis (MRA). Results show gender effect the relationship between moral reasoning and ethical perceptions, but hass no effect on relationship between ethical sensitivity and ethical perceptions of accounting students. Abstrak Profesi akuntansi dituntut memberikan informasi keuangan yang benar dan memiliki etika sehingga memberikan kepercayaan kepada pengguna informasi keuangan. Namun, banyaknya skandal akuntansi menurunkan kepercayaan terhadap profesi akuntansi. Oleh karena itu, penting bagi calon akuntan memiliki pemahaman dan pengetahuan berperilaku berdasarkan nilai etis dan moral. Penelitian ini menguji efek moderasi gender terhadap hubungan antara penalaran moral dan persepsi etis dan hubungan antara sensitivitas etika dan persepsi etis mahasiswa akuntansi. Jika mahasiswa akuntansi memiliki penalaran moral dan sensitivitas etika yang tinggi maka persepsi etis mahasiswa akuntansi tersebut juga tinggi. Penelitian ini menggunakan sampel mahasiswa dari 13 Universitas di Semarang. Penelitian ini menggunakan analisis regresi sederhana dan moderating regression analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gender mempengaruhi hubungan antara penalaran moral dan sensitivitas etis tetapi tidak mempengaruhi hubungan antara penalaran moral dan persepsi etis mahasiswa akuntansi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7