cover
Contact Name
Sansaloni Butar Butar
Contact Email
sansaloni@unika.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.aktbisnis@unika.ac.id
Editorial Address
Gedung Yustinus, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Soegijapranata Jl. Pawiyatan Luhur IV/No.1 Semarang 50234
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Akuntansi Bisnis
ISSN : 1412775X     EISSN : 25415204     DOI : https://doi.org/10.24167/jab
Core Subject : Economy,
Jurnal Akuntansi dan Bisnis (JAB) merupakan media ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Katolik Soegijapranata sebagai wadah para peneliti untuk mempublikasi karya ilmiah. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Maret dan September. Karya ilmiah dapat berupa riset empiris atau kajian teoretis yang memenuhi kaidah-kaidah penulisan ilmiah. Artikel yang dimuat harus memenuhi format penulisan yang telah ditetapkan redaksi JAB dan telah melalui proses blind review yang mencakup topik-topik sebagai berikut: Akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, sistem informasi, pasar modal, etika bisnis dan akuntansi, pengauditan, tata kelola perusahaan, tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan pelaporan berkelanjutan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 2: September 2019" : 7 Documents clear
Faktor Penentu Dan Efek Bias Evaluasi Kinerja Di Perusahaan Indonesia M. Sesilia Lidwina Y.S.S; Monika Palupi Murniati
Jurnal Akuntansi Bisnis Vol 17, No 2: September 2019
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jab.v17i2.2339

Abstract

This study examines the determinants and effects of performance evaluation bias on manufacturing companies in Indonesia. The purpose of this study was to determine whether the information gathering costs and the relationship between manager and employee affect the emergence of centrality bias and leniency bias, and also to determine the effect of centrality bias and leniency bias on employee performance incentives. The samples are all managers who work in large scale manufacturing companies located in Semarang. Sampling method by purposive sampling. Hypothesis testing is done by multiple regression. This study proves that : (1) The information gathering costs has positive influence on the centrality bias and leniency bias, (2) the relationship between manager and employee has positive influence on the centrality bias and leniency bias, (3) centrality bias does not affect the employee’s performance incentives above average or below average, (4) leniency bias affects employee performance incentives. Abstrak Penelitian ini meneliti tentang faktor penentu dan efek dari bias evaluasi kinerja pada perusahaan manufaktur yang ada di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah biaya pengumpulan informasi dan hubungan antara manajer dengan karyawan mempengaruhi munculnya centrality bias dan leniency bias, dan juga untuk mengetahui pengaruh centrality bias dan leniency bias terhadap performance incentives karyawan. Sampel penelitian ini adalah semua manajer yang bekerja di perusahaan manufaktur skala menengah besar yang terdapat di Semarang. Metode pengambilan sampel secara purposive sampling. Pengujian hipotesis dilakukan dengan regresi berganda. Penelitian ini membuktikan bahwa : (1) Biaya pengumpulan informasi berpengaruh positif terhadap centrality bias dan leniency bias, (2) hubungan antara manajer dengan karyawan berpengaruh positif terhadap centrality bias dan leniency bias, (3) centrality bias tidak berpengaruh terhadap performance incentives karyawan yang di atas rata-rata maupun yang di bawah rata-rata, (4) Leniency bias mempengaruhi performance incentives karyawan.
Efek Mediasi Self Efficacy Terhadap Penerapan Etika Dalam Pendidikan Akuntansi Vadelin Vadelin; Clara Susilawati
Jurnal Akuntansi Bisnis Vol 17, No 2: September 2019
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jab.v17i2.2340

Abstract

This study discusses the literature gap by investigating the role of self-efficacy of lecturers in applying ethics in the accounting curriculum. The concept of self-efficacy, in this study defines the self-efficacy of accounting lecturers to apply ethics in lectures as "one's ability to regulate and integrate ethics education in the accounting curriculum". This includes the ability of accounting lecturers to design ethical concepts, use appropriate ethical teaching resources, and develop student engagement strategies to apply ethics to accounting education. The overall objective of this study is to examine the factors that make the SE (self-efficacy) accounting lecturers applying ethics in lectures. In doing so, this study assessed the following three factors as predictors of accounting lecturers' self-efficacy, is attitudes toward ethics education, study program chair support, and support from colleagues. Data are collected from questionnaires distributed to 106 lecturer of University in Semarang. Result show that support from chair and coworker significantly influence the application of ethics through self-efficacy. Abstrak Penelitian ini membahas kesenjangan literatur dengan menyelidiki peran self-efficacy dosen menerapkan etika dalam kurikulum akuntansi. Konsep tentang self-efficacy, dalam penelitian ini mendefinisikan self-efficacy dosen akuntansi menerapkan etika dalam perkuliahan sebagai kemampuan seseorang untuk mengatur dan mengintegrasikan pendidikan etika dalam kurikulum akuntansi. Ini termasuk kemampuan dosen akuntansi dalam mendesain konsep etika, penggunaan sumber daya pengajaran etika yang sesuai, dan mengembangkan strategi keterlibatan mahasiswa untuk menerapkan etika pada pendidikan akuntansi. Tujuan keseluruhan dari penelitian ini adalah untuk menguji faktor-faktor yang membentuk self-efficacy dosen akuntansi menerapkan etika dalam perkuliahan. Dalam melakukannya, penelitian ini menilai tiga faktor berikut sebagai predictor self-efficacy dosen akuntansi, yaitu sikap terhadap pendidikan etika, dukungan ketua program studi, dan dukungan rekan kerja. Penelitian ini menggunakan data dari kuesioner yang disebar kepada seluruh dosen akuntansi yang masih aktif pada Universitas berakreditasi A di Semarang sebanyak 106 dosen. Hasil penelitian menunjukkan dukungan ketua program studi dan dukungan rekan kerja berpengaruh signifikan terhadap penerapan etika melalui self-efficacy.
Determinan Efisiensi Investasi Perusahaan Publik di Indonesia Andika Supra Nathaniel; Sansaloni Butar Butar
Jurnal Akuntansi Bisnis Vol 17, No 2: September 2019
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jab.v17i2.2341

Abstract

Conceptually, a company should invest in projects that will generate a positive Net Present Value (NPV). However, information asymmetry can lead to wrong investment decisions, namely investing in projects with a negative NPV and rejecting projects that produce a positive NPV. The wrong investment decision causes under (over) investment. This study aims to reexamine the effect of debt maturity, tangibility, foreign ownership, frequency of audit committee meetings, and company age on the company's investment efficiency. This study uses secondary data in the form of financial statements and annual reports of companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2012-2016. Number of samples used in this study are 289 companies. The results of the regression analysis show that debt maturity, tangibility have a positive effect on investment efficiency. Foreign ownership, company age, institutional ownership and managerial ownership negatively affect investment efficiency. Meanwhile, the frequency of meetings of the audit committee and the independent board of commissioners did not affect the investment efficiency. Abstrak Secara konseptual, perusahaan seharusnya melakukan investasi pada proyek yang akan menghasilkan Net Present Value (NPV) positif. Namun, asimetri informasi dapat menyebabkan putusan investasi yang keliru yaitu berinvestasi pada proyek dengan NPV negatif dan menolak proyek yang menghasilkan NPV positif. Keputusan investasi yang keliru menyebabkan terjadinya under (over) investment. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kembali pengaruh maturitas utang, tangibilitas, kepemilikan asing, frekuensi pertemuan komite audit, dan umur perusahaan terhadap Efisiensi Investasi Perusahaan. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berupa laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2012-2016. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 289 perusahaan. Hasil analisis reegresi menunjukkan bahwa maturitas utang, tangibilitas berpengaruh positif terhadap efisiensi investasi. Kepemilikan asing, umur perusahaan, kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial berpengaruh negatif terhadap efisiensi investasi. Sementara, frekuensi pertemuan komite audit dan dewan komisaris independen tidak berpengaruh terhadap efisiensi investasi.
Pengaruh Karakteristik Perusahaan, Karakteristik Obligasi, Reputasi Auditor Terhadap Peringkat Obligasi Rovinson Wijaya
Jurnal Akuntansi Bisnis Vol 17, No 2: September 2019
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jab.v17i2.2334

Abstract

This study aims to examine the factors affecting the rating of obligations provided by PEFINDO on public companies listed on the Indonesia Stock Exchange with observation period 2012-2016. Independent variables in this study are company characteristics consisting of retained earnings and profitability, obligation characteristics consisting of obligation guarantee and obligation maturity, and auditor reputation. The sample was taken by using purposive technique and obtained 203 public companies listed in Indonesia Stock Exchange. Regression results show that the retained earnings, profitability, and reputation of the auditor are positively influenced by the obligation rating, while the obligation guarantee and obligation maturity have no effect on the bond rating. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi peringkat obligasi yang diberikan PEFINDO pada perusahaan publik yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia dengan periode pengamatan 2012 – 2016. Variabel independen dalam penelitian ini berupa karakteristik perusahaan yang terdiri dari laba ditahan dan profitabilitas, karakteristik obligasi yang terdiri dari jaminan obligasi dan umur obligasi, serta reputasi auditor. Sampel diambil dengan menggunakan tehnik purposive dan didapat 203 perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil regresi menunjukkan bahwa besar laba ditahan, profitabilitas, dan reputasi auditor bepengaruh positif terhadap peringkat obligasi, sedangkan jaminan obligasi dan umur obligasi tidak berpengaruh terhadap peringkat obligasi.
Pengungkapan Kompensasi Manajemen Kunci Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya Oh Joffina Gunawan
Jurnal Akuntansi Bisnis Vol 17, No 2: September 2019
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jab.v17i2.2342

Abstract

Information about the amount of key management compensation paid by companies is useful for investors to assess effective use of firm resources. A non-transparent disclosure of compensation to key management can be detrimental to investors because excessive compensation payments can drain a company's cash flow and ultimately affect financial performance. Therefore, it is necessary to know what factors drive companies to disclose or not disclose key management compensation. Specifically, this study examines five variables that are thought to influence the extent of key management disclosures namely corporate governance transparency, audit quality, family ownership, the Audit Committee, and the Remuneration Committee. Company samples were taken from companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2013-2017. Results show that transparency of corporate governance, family ownership, and the Audit Committee had a positive effect on the extent of disclosure of key management compensation. Audit quality does not affect the extent of disclosure of key management compensation. On the other hand, remuneration committee has a negative effect on the extent of disclosure of key management compensation. Abstrak Informasi tentang jumlah kompensasi manajemen kunci bermanfaat bagi investor untuk menilai apakah pengelolaan sumber daya telah dilakukan secara bertanggung jawab dengan mempertimbangkan kontribusi manajemen kunci kepada perusahaaan. Pengungkapan gaji dan kompensaasi yang tidak transparan dapat merugikan investor karena pembayaran kompensasi yang berlebihan dapat menguras arus kas perusahaan dan akhirnya mempengaruhi kinerja keuangan. Karena itu perlu diketahui faktor-faktor apa yang mendorong perusahaan untuk mengungkapkan atau tidak mengunkapkan kompensasi manajemen kunci. Secara spesfiik, penelitian ini menguji lima variabel yang diduga mempengaruhi luas pengungkapan manajemen kunci yaitu transparansi tata kelola perusahaan, kualitas audit, kepemilikan keluarga, Komite Audit, dan Komite Remunerasi. Sampel perusahaan diambil dari perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2013-2017. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa transparansi tata kelola perusahaan, kepemilikan keluarga, Komite Audit berpengaruh positif terhadap luas pengungkapan kompensasi manajemen kunci. Sementara kualitas audit tidak berpengaruh terhadap luas pengungkapan kompensasi manajemen kunci. Komite remunerasi berpengaruh negatif terhadap luas pengungkapan kompensasi manajemen kunci.
Pengaruh GCG Dan Karakteristik Perusahaan Terhadap Kecenderungan Mengungkapkan Kebijakan Anti Korupsi Iriene Dyah Ayu Tirtasari; Octavianus Digdo Hartomo
Jurnal Akuntansi Bisnis Vol 17, No 2: September 2019
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jab.v17i2.2337

Abstract

Corruption is still a serious problem in Indonesia. Based on Transparency International website, in 2017 was ranked 96 of corruption out of 180 countries in the world. This low score indicates that the level of corruption in Indonesia is still high. The objective of the study is to test and analyze the influences of good corporate governance (GCG) and firm characteristic towards the tendency to disclose anti-corruption policies in the company. Corporate Governance is reflected by four variables : board independence, audit committee competence, institutional ownership, and gender diversity on BoC. While company characteristics consist of company size and industry risk. Samples are collected from listed companies in BEI (Bursa Efek Indonesia) from 2013 to 2017. Sampling method used in this study was purposive sampling. A total sample of 1619 companies were used in analysis. This study used logistic regression analysis to examine independent variables on dependen variable. Results from this study showed that independent board member, and company size were significant and have a positive affect on anti corruption disclosure. Audit committee competencies and institutional ownership not significant to anti corruption disclosure. While industry risk was significant and negative affectt on anti corruption disclosure. Abstrak Korupsi masih menjadi permasalahan serius di Indonesia. Berdasarkan website Transparency International, pada tahun 2017 Indonesia menduduki peringkat 96 dari 180 negara di dunia. Skor yang masih rendah ini mengindikasikan bahwa masih tingginya tingkat korupsi di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh dari tata kelola perusahaan dan karakteristik perusahaan terhadap kecenderungan mengungkapkan kebijakan anti korupsi di perusahaan. Tata kelola perusahaan dicerminkan oleh empat variabel yakni independensi dewan komisaris, kompetensi komite audit, kepemilikan institusional dan keberagaman gender dalam anggota komisaris. Sedangkan karakteristik perusahaan dicerminkan oleh ukuran perusahaan dan risiko industri. Sampel dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2013 hingga 2017. Pemilihan sampel pada penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan total perusahaan sebanyak 1619 perusahaan. Penelitian ini menggunakan analisis regresi logistik untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa independensi dewan komisaris, dan ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap kecenderungan mengungkapkan kebijakan anti korupsi di perusahaan. Variabel kompetensi komite audit dan kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap kecenderungan mengungkapkan kebijakan anti korupsi di perusahaan. Sedangkan risiko industri berpengaruh negatif terhadap kecenderungan mengungkapkan kebijakan anti korupsi di perusahaan.
Pengungkapan Emisi Karbon: Menguji Peranan Tipe Industri, Kinerja Lingkungan, Karakteristik Perusahaan dan Komite Audit Nur Widhya Tyas Saptiwi
Jurnal Akuntansi Bisnis Vol 17, No 2: September 2019
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/jab.v17i2.2343

Abstract

Discourse on climate change and global warming in the last few decades has caused unrest among people and business world around the world. One reason is the uncontrolled disposal of carbon emissions. The efforts of each country to increase economic growth through the industrialization of turub worsen the global climate. Therefore, a global movement is needed to anticipate climate change that can threaten the survival of humanity. This study aims to examine the effect of industry type, environmental performance, company characteristics (profitability, leverage, company size) and audit committee on the disclosure of carbon emissions in companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2012-2016. Samples were taken using purposive sampling techniques and produced 117 companies that can be used for hypothesis testing. Regression analysis results show that environmental performance, company size and audit committee have a positive effect on disclosure of carbon emissions. Meanwhile, industry type and profitability negatively affect the disclosure of carbon emissions, while leverage does not affect the disclosure of carbon emissions. Abstrak Wacana tentang perubahan iklim dan pemanasan global dalam beberapa dekade terakhir telah menimbulkan kegelisahan dikalangan masyarakat dan dunis bisnis di seluruh dunia. Salah satu penyebabnya adalah pembuangan emisi karbon yang tidak terkendali. Upaya tiap-tiap negara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui industrialisasi turub memperburuk iklim global. Karena itu, perlu gerakan global untuk mengantisipasi perubahan iklim yang dapat mengancam kelangsungan umat manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tipe industri, kinerja lingkungan, karakteristik perusahaan (profitabilitas, leverage, ukuran perusahaan) dan komite audit terhadap pengungkapan emisi karbon pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2012-2016. Sampel diambil dengan menggunakan tehnik purposive sampling dan menghasilkan 117 perusahaan yang dapat digunakan untuk pengujian hipotesis. Analisis regresi menunjukkan kinerja lingkungan, ukuran perusahaan dan komite audit berpengaruh positif terhadap pengungkapan emisi karbon. Tipe industri dan profitabilitas berpengaruh negatif terhadap pengungkapan emisi karbon. Sedangkan leverage tidak berpengaruh terhadap pengungkapan emisi karbon.

Page 1 of 1 | Total Record : 7