cover
Contact Name
Derry Ahmad Rizal
Contact Email
derry.rizal@uin-suka.ac.id
Phone
+628562577044
Journal Mail Official
prodisaafusap@gmail.com
Editorial Address
Prodi Studi Agama-Agama, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, UIN Sunan Kalijaga Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281, Telepon (0274) 512156 ext. 43109
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Religi: Jurnal Studi Agama-agama
Religi: Jurnal Studi Agama-Agama is an open access peer reviewed research journal published by Department of Religious Studies, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Religi: Jurnal Studi Agama-Agama is providing a platform for the researchers, academics, professional, practitioners and students to impart and share knowledge in the form of empirical and theoretical research papers, case studies, and literature reviews. Religi: Jurnal Studi Agama-Agama welcomes and acknowledges theoretical and empirical research papers and literature reviews from researchers, academics, professional, practitioners and students from all over the world. This publication concern includes studies of world religions such as Islam, Christianity, Buddhism, Hinduism, Judaism, and other religions. Interdisciplinary studies may include the studies of religion in the fields of anthropology, sociology, philosophy, psychology, and other cultural studies.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 21 No. 02 (2025)" : 9 Documents clear
IMPERFECT PEACE AND THE ZAWIYA IN THE EASTERN RIF: THE TRANSFORMATION OF SUFI BROTHERHOODS IN POST-INDEPENDENCE MOROCCO Ouragh Ouragh, Aziz
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol. 21 No. 02 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.v21i02.5933

Abstract

This article presents a theoretical approach rooted in Peace Research to examine the religious landscape of the eastern Rif following Morocco's independence. The period of independence positioned religious entities at a critical juncture in their long history, representing a particularly unstable time for the Sufi brotherhoods associated with these zawiya. The social spaces created by the zawiya have been influenced by new sociocultural dynamics, leading to their transformation and adaptation in response to contemporary demands. This study aims to guide the reader toward understanding peace as an ongoing journey that coexists with conflict, highlighting the peaceful elements that emerge within these Sufi entities. Insights derived from research on peace, particularly the theory of Imperfect Peace, illuminate the dynamism of the zawiya, their roles as agents of social harmony, and the space-time transformations they undergo in the pursuit of continuous and transformative peace. This exploration focuses on one of the most deeply rooted entities in the eastern Rif.   Keyword: Imperfect Peace, peacebuilding, Zawiya, Rif, independence.   Artikel ini meneliti pendekatan teoretis yang berakar pada penelitian perdamaian untuk mengkaji lanskap keagamaan di Rif timur pasca kemerdekaan Maroko. Periode kemerdekaan di sana menempatkan entitas-entitas keagamaan pada titik kritis dalam sejarah panjang mereka, yang mewakili masa yang sangat tidak stabil bagi persaudaraan Sufi yang terkait dengan Zawiya ini. Ruang sosial yang diciptakan Zawiya dipengaruhi oleh dinamika sosio-kultural baru yang mengarah pada transformasi dan adaptasi menghadapi tuntutan-tuntutan kontemporer pada masanya. Studi ini bertujuan membahas perdamaian sebagai perjalanan berkelanjutan yang hidup berdampingan dengan konflik, dengan menyoroti elemen-elemen damai yang muncul dalam entitas-entitas Sufi ini. Wawasan yang diperoleh dari penelitian tentang perdamaian, khususnya teori Perdamaian yang Tidak Sempurna, menyoroti dinamisme Zawiya, peran mereka sebagai agen harmoni sosial, dan transformasi ruang-waktu yang mereka alami dalam mengejar perdamaian yang berkelanjutan dan transformatif. Eksplorasi ini berfokus pada salah satu entitas yang paling mengakar di Rif Timu, Maroko.   Kata kunci: Perdamaian yang Tidak Sempurna, pembangunan perdamaian, Zawiya, Rif, kemerdekaan.
SABBATAI ZEVI: TURKEY'S ENIGMATIC MESSIAH Himam, Mohammad Muafi
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol. 21 No. 02 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.v21i02.5407

Abstract

This study examines the life and spiritual phenomenon of Sabbatai Zevi, a 17th-century Jewish figure who claimed to be the Messiah and significantly influenced Jewish communities in Turkey and beyond. The academic problem addressed in this study is the historical and theological controversy surrounding Zevi’s messianic claims and their socio-religious impact. The methodology used in this research involves a historical analysis of primary and secondary sources, along with a literature review of existing studies on Zevi. The theoretical framework is based on religious mysticism and messianic movements within Jewish traditions, particularly the Kabbalistic interpretation of the Messiah. The results reveal the complexity of Zevi’s identity, his impact on Jewish and Ottoman societies, and the transformation of his movement after his forced conversion to Islam. The study concludes that Zevi’s influence persists through the Dönmeh community, whose secret religious practices continue to be a subject of scholarly debate. Keywords: Sabbatai Zevi, Dönmeh, Jewish Mysticism, Ottoman Empire   Penelitian ini mengkaji kehidupan dan fenomena spiritual Sabbatai Zevi, tokoh Yahudi abad ke-17 yang mengklaim sebagai Mesias dan membawa pengaruh besar terhadap komunitas Yahudi di Turki dan sekitarnya. Masalah akademik yang dibahas dalam penelitian ini adalah kontroversi sejarah dan teologis terkait klaim mesianis Zevi serta dampaknya terhadap masyarakat sosial-keagamaan. Metodologi yang digunakan adalah analisis historis terhadap sumber primer dan sekunder, serta tinjauan literatur terhadap penelitian yang telah dilakukan mengenai Zevi. Kerangka teori dalam penelitian ini berpusat pada mistisisme agama dan gerakan mesianis dalam tradisi Yahudi, khususnya interpretasi Kabbalistik tentang Mesias. Hasil penelitian menunjukkan kompleksitas identitas Zevi, dampaknya terhadap masyarakat Yahudi dan Utsmani, serta transformasi gerakannya setelah dipaksa masuk Islam. Studi ini menyimpulkan bahwa pengaruh Zevi tetap bertahan melalui komunitas Dönmeh, yang praktik keagamaannya masih menjadi perdebatan akademik hingga kini. Kata kunci: Sabbatai Zevi, Donmeh, Mistisisme Yahudi, Kesultanan Utsmaniyah
ABRAHAMIC PEACE THEOLOGY IN ISRAEL-IRAN CONFLICT RESOLUTION: A CROSS-RELIGIOUS PERSPECTIVE Pauzian, Muhamad Hilmi
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol. 21 No. 02 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.v21i02.6588

Abstract

The escalating Israeli-Iranian conflict in 2025 has become a complex geopolitical crisis that has a significant impact on global stability, while conventional approaches based on politics, economics, and security have not succeeded in producing sustainable solutions. This study aims to analyze the potential contribution of Abrahamic peace theology in providing a theoretical and practical framework for defusing the Israeli-Iranian conflict through the identification of universal values in the Jewish, Christian, and Islamic traditions as the foundation of interfaith dialogue and long-term peace efforts. The research method uses a comparative theological analysis with a qualitative-descriptive approach to the primary texts of the three Abrahamic traditions (Tanakh, Talmud, Bible, Quran, Hadith) and secondary literature from theologians and scholars of interfaith studies. The results of the study identified three universal values as common ground: justice (tzedek, dikaiosyne, 'adl), compassion (hesed, agape, mercy), and peace (shalom, eirene, salam), and found the principles of pikuach nefesh (Jewish) and maslaha (Islam) as theologically valid moral foundations for constructive dialogue. The three-stage applicative model—recognition, dialogue, and reconciliation—has been successfully formulated as a practical framework for conflict resolution. This study concludes that Abrahamic peace theology can be a normative and practical alternative in international diplomacy by providing a spiritual and moral dimension as the foundation for sustainable peace, while also making a new contribution to academic discourse on the role of religion in contemporary geopolitical conflict resolution. Keywords: Theology of Abrahamic Peace; Interfaith Dialogue; Universal Values; Conflict Resolution; Reconciliation   Konflik Israel-Iran yang semakin meningkat pada tahun 2025 telah menjadi krisis geopolitik yang kompleks dan berdampak signifikan terhadap stabilitas global, sementara pendekatan konvensional yang berbasis politik, ekonomi, dan keamanan belum berhasil menghasilkan solusi yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kontribusi teologi perdamaian Abrahamik dalam menyediakan kerangka teoretis dan praktis untuk meredakan konflik Israel-Iran melalui identifikasi nilai-nilai universal dalam tradisi Yahudi, Kristen, dan Islam sebagai fondasi dialog antaragama dan upaya perdamaian jangka panjang. Metode penelitian ini menggunakan analisis teologi komparatif dengan pendekatan kualitatif-deskriptif terhadap teks-teks utama dari tiga tradisi Abrahamik Tanakh, Talmud, Alkitab, Al-Quran, Hadits dan literatur sekunder dari para teolog dan cendekiawan studi antaragama. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga nilai universal sebagai landasan bersama: keadilan (tzedek, dikaiosyne, 'adl), welas asih (hesed, agape, belas kasih), dan perdamaian (shalom, eirene, salam), serta menemukan prinsip-prinsip pikuach nefesh (Yahudi) dan maslaha (Islam) sebagai landasan moral yang valid secara teologis untuk dialog yang konstruktif. Model aplikatif tiga tahap—pengakuan, dialog, dan rekonsiliasi—telah berhasil dirumuskan sebagai kerangka kerja praktis untuk resolusi konflik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa teologi perdamaian Abrahamik dapat menjadi alternatif normatif dan praktis dalam diplomasi internasional dengan menyediakan dimensi spiritual dan moral sebagai landasan bagi perdamaian berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi baru bagi wacana akademis tentang peran agama dalam resolusi konflik geopolitik kontemporer. Kata Kunci: Teologi Perdamaian Abrahamik; Dialog Antaragama; Nilai-Nilai Universal; Resolusi Konflik; Rekonsiliasi
THE IMPACT OF TIKTOK SOCIAL MEDIA ON THE RELIGIOUSNESS OF HIGH SCHOOL TEENAGERS Agustine, Fatimatuz Zahro
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol. 21 No. 02 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.v21i02.6754

Abstract

TikTok has become one of the most popular digital platforms among teenagers, including secondary school students, due to its ease of access, content creation, and entertainment sharing features. However, uncontrolled intensity of TikTok use can affect various aspects of teenagers’ lives, including their religiosity. Based on this phenomenon, this study was conducted under the title “The Influence of TikTok Usage Intensity on the Religiosity of Secondary School Teenagers.” The objectives of this research are to: (1) describe the intensity of TikTok use among secondary school teenagers, (2) describe the level of religiosity among secondary school teenagers, and (3) determine the influence of TikTok usage intensity on the religiosity of secondary school teenagers. This study employed a descriptive quantitative approach. The population consisted of 284 eleventh-grade students, with a purposive sampling technique used to select 75 respondents. The research instrument consisted of a questionnaire with 15 items for the TikTok usage intensity variable and 27 items for the religiosity variable, supported by interview and documentation data. Data were analyzed using descriptive statistics for quantitative data and descriptive analysis for qualitative data. The findings indicate a significant influence between TikTok usage intensity and the religiosity of secondary school teenagers. The coefficient of determination (R Square) was 0.212, indicating that TikTok usage intensity contributed 21.2% to religiosity, while the remaining 78.8% was influenced by other factors. Interviews with teachers and students reinforced the finding that TikTok content can have both positive and negative impacts on teenagers’ religious awareness and practices. Keyword: Social Media, TikTok, Religiosity, Teenagers, Secondary School   Media sosial TikTok menjadi salah satu platform digital yang sangat digemari oleh remaja, termasuk siswa SMA, karena kemudahannya dalam mengakses, membuat, dan membagikan konten hiburan. Namun, penggunaan TikTok yang tidak terkontrol dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan siswa, termasuk dalam hal perilaku keagamaan. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini dilakukan dengan judul “Pengaruh Penggunaan TikTok terhadap Perilaku Keagamaan Siswa SMAN 4 Pasuruan.” Tujuan penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan penggunaan TikTok oleh siswa SMAN 4 Pasuruan, (2) mendeskripsikan perilaku keagamaan siswa SMAN 4 Pasuruan, dan (3) mengetahui pengaruh penggunaan TikTok terhadap perilaku keagamaan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian berjumlah 284 siswa kelas XI, dan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 75 siswa. Instrumen penelitian berupa angket dengan 15 butir untuk variabel penggunaan TikTok dan 27 butir untuk variabel perilaku keagamaan, serta didukung data wawancara dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif untuk penelitian yang bersifat kuantitatif dan analisis hipotesis deskriptif untuk penelitian yang bersifat kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan TikTok dan perilaku keagamaan siswa SMAN 4 Pasuruan. Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,212, yang berarti penggunaan TikTok memberikan kontribusi sebesar 21,2% terhadap perilaku keagamaan siswa, sedangkan sisanya 78,8% dipengaruhi oleh faktor lain. Hasil wawancara dengan guru dan siswa memperkuat temuan bahwa konten TikTok dapat memberikan dampak positif maupun negatif terhadap kesadaran dan praktik keberagamaan siswa. Kata kunci: TikTok; Perilaku Keagamaan; Remaja; Media Sosial
LOVE LANGUAGES OF GARY CHAPMAN IN THE ECCLESIASTICAL DOCUMENT NO. 100: AMORIS LAETITIA Nabilah Zalfaa; Hifni Nasif
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol. 21 No. 02 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.v21i02.6119

Abstract

Amoris Laetitia is a document that explicitly discusses how to love in relationships and families, and another practical theory to prevent disharmony in relationships is the language of love, and this study aims to prove that the language of love has been adopted and serves as a practical guide in understanding the Catholic doctrine of love. Even in the Islamic view, the language of love claimed by secularists is the language of love in violation of the commands of Allah SWT, because love is considered a spiritual path that connects a person to Allah SWT. This study uses the qualitative approach to analyse through the theological and psychological approach. The result of this study is that each point of the love language by Gary Chapman is related to some of the points in Amoris Laetitia's love letter. Thus, Amoris Laetitia becomes a practical spiritual guide and the Language of Love becomes a practical framework for families to express love more effectively, according to the teachings of the Church. Based on this research, it is hoped that further research can be studied in terms of phenomenology. Keyword: Amoris Laetitia; Gary Chapman; Love Language.   Dokumen Amoris Laetitia merupakan dokumen yang membahas secara eksplisit bagaimana mencintai dalam relasi dan keluarga, dan teori praktis lainnya untuk mencegah ketidakharmonisan relasi adalah Love Language, dan penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa Love Language tepat dan sesuai untuk digunakan sebagai pedoman praktis dalam memahami doktrin Katolik tentang Cinta. Bahkan dalam pandangan Islam, Love Language diklaim oleh kaum sekuler sebagai cara untuk membangkang dari perintah Allah SWT, karena cinta dipandang sebagai jalan spiritual yang menghubungkan manusia dengan Allah SWT. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif untuk menganalisis melalui pendekatan teologis dan Psikologi. Dari penelitian ini, didapatkan hasil bahwa setiap poin dari Love Language karya Gary Chapman berhubungan dengan beberapa poin yang terkandung dalam Amoris Laetitia. Dengan demikian, Amoris Laetitia menjadi panduan rohani yang praktis dan Love Language menjadi kerangka kerja praktis bagi keluarga untuk mengekspresikan cinta secara lebih efektif, sesuai dengan ajaran gereja. Berdasarkan penelitian ini, diharapkan penelitian selanjutnya dapat dikaji dari segi fenomenologi. Kata kunci: Amoris Laetitia; Bahasa Cinta; Gary Chapman.
LOVE ILLUMINATING THROUGH A PHOTOGHRAPHY EXHIBITION IN STELLLA MATUTINA Siswanto, Mikael Adi; Andini, Andini; Yuliantini , Dewi
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol. 21 No. 02 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.v21i02.6836

Abstract

This article discusses the role of photography as a medium for proclaiming the values ​​of love in the Catholic faith through an exhibition entitled Stella Matutina: Love One Another, organized by the Diocese of Bandung. This exhibition presents the works of 33 photographers who reflect the message of Christian love inspired by the Gospel of John 15:12 in the form of simple and touching visual narratives. This research uses a qualitative narrative approach with a study of theological aesthetics and visual communication theories, as well as an analysis of the creative process, photography techniques, and the spiritual impact of the works exhibited. The results of the study show that the photography in this exhibition successfully proclaims Catholic values ​​in a contextual and communicative manner. Through a human interest approach and reflective visual compositions such as the use of eye-level perspectives, monochromatic colors, and natural lighting, the message of love is presented in everyday life and can be accepted across religions and cultures. Art becomes a means of preaching that does not only convey dogma, but also brings to life the experience of faith and opens up a space for inclusive spiritual encounters. This exhibition emphasizes that art, when combined with religious values, can build a civilization of love and become a reflective vehicle in a multicultural society. Keywords: Photography, Love, Proclamation of Faith, Catholic Values, Religious Visualization, Interfaith Dialogue   Artikel ini membahas peran seni fotografi sebagai media pewartaan nilai-nilai kasih dalam iman Katolik melalui pameran bertajuk Stella Matutina: Kasihilah Seorang Akan yang Lain yang diselenggarakan oleh Keuskupan Bandung. Pameran ini menampilkan karya 33 fotografer yang merefleksikan pesan kasih Kristiani berdasarkan inspirasi Injil Yohanes 15:12 dalam bentuk narasi visual yang sederhana dan menyentuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif naratif dengan telaah teori estetika teologis dan komunikasi visual, serta analisis terhadap proses kreatif, teknik fotografi, dan dampak spiritual dari karya-karya yang dipamerkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa seni fotografi dalam pameran ini berhasil mewartakan nilai-nilai Katolik secara kontekstual dan komunikatif. Melalui pendekatan human interest dan komposisi visual yang reflektif seperti penggunaan sudut pandang eye-level, warna monokromatik, dan pencahayaan natural pesan kasih dihadirkan dalam kehidupan sehari-hari dan dapat diterima secara lintas agama dan budaya. Seni menjadi sarana pewartaan yang tidak hanya menyampaikan dogma, tetapi menghidupkan pengalaman iman dan membuka ruang perjumpaan spiritual yang inklusif. Pameran ini menegaskan bahwa seni, ketika dipadukan dengan nilai-nilai agama, dapat membangun peradaban kasih dan menjadi wahana reflektif dalam masyarakat multikultural. Kata Kunci : Seni Fotografi, Kasih, Pewartaan Iman, Nilai Katolik, Visualisasi Agama, Dialog Lintas Iman
RELIGIOSITY AS PILLARS OF HOUSEHOLD INTEGRITY Safithri, Awaliya; Ash Shiddiqi, Hasbi
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol. 21 No. 02 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.v21i02.6842

Abstract

This article aims to analyze the Family Resilience Bill (RUU KK) through the maqasid al-syariah approach, focusing on the three main pillars in building a harmonious household, namely love (mahabbah), religiosity (taqwa), and humanity (karāmah insāniyyah). This research uses a normative-qualitative method with a content analysis approach to the text of the KK Bill, supporting academic documents, and sources of classical and contemporary Islamic literature. The analysis is carried out by interpreting the provisions in the Bill in accordance with the five main principles of maqasid al-shariah: hifz al-din, hifz al-nafs, hifz al-'aql, hifz al-nasl, and hifz al-mal. The results of the study show that although the KK Bill has the initial spirit to strengthen the family institution, many of the provisions in it are not in line with the principles of maqasid. The rigid and normative division of roles between husband and wife still strengthens the patriarchal structure and ignores the dynamics of reciprocal relations in the household. The protection of women and children does not fully reflect distributive justice, and the value of love as a spiritual basis in the family has little space. In addition, the legalistic-repressive approach in several articles has the potential to ignore the rehabilitative and affectionate aspects as the main characteristics of maqasid in the context of Islamic family law. This research is important as an academic contribution to the development of family regulations that are more humane, inclusive, and in accordance with substantive Islamic values. Thus, future family legislation is expected to be able to bring love-based justice, liberating religiosity, and respect for the dignity of all family members. Keywords: Maqasid al-Shariah, Family Resilience, Love, Religiosity, Humanity. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis Rancangan Undang-Undang Ketahanan Keluarga (RUU KK) melalui pendekatan maqasid al-syariah, dengan fokus pada tiga pilar utama dalam membangun rumah tangga yang harmonis, yaitu cinta kasih (mahabbah), religiusitas (taqwa), dan kemanusiaan (karāmah insāniyyah). Penelitian ini menggunakan metode normatif-kualitatif dengan pendekatan analisis isi terhadap teks RUU KK, dokumen akademik pendukung, dan sumber literatur Islam klasik dan kontemporer. Analisis dilakukan dengan menafsirkan ketentuan-ketentuan dalam RUU tersebut sesuai dengan lima prinsip utama maqasid al-syariah: hifz al-din, hifz al-nafs, hifz al-'aql, hifz al-nasl, dan hifz al-mal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun RUU KK memiliki semangat awal untuk memperkuat institusi keluarga, banyak ketentuan di dalamnya yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip maqasid. Pembagian peran yang kaku dan normatif antara suami dan istri masih memperkuat struktur patriarki dan mengabaikan dinamika hubungan timbal balik dalam rumah tangga. Perlindungan terhadap perempuan dan anak belum sepenuhnya mencerminkan keadilan distributif, dan nilai kasih sayang sebagai landasan spiritual dalam keluarga kurang mendapat tempat. Selain itu, pendekatan legalistik-represif dalam beberapa pasal berpotensi mengabaikan aspek rehabilitatif dan afeksi sebagai ciri utama maqasid dalam konteks hukum keluarga Islam. Penelitian ini penting sebagai kontribusi akademis bagi pengembangan regulasi keluarga yang lebih humanis, inklusif, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam yang substantif. Dengan demikian, legislasi keluarga ke depan diharapkan mampu menghadirkan keadilan berbasis kasih sayang, religiusitas yang memerdekakan, dan penghormatan terhadap martabat seluruh anggota keluarga. Kata Kunci: Maqasid al-Syariah, Ketahanan Keluarga, Kasih Sayang, Religiusitas, Kemanusiaan.    
HARMONY OF HUSBAND-WIFE RELATION IN ISLAMIC RELIGION: MUBADALAH AND ATTACHMENT THEORY INTEGRATIVE ANALYSIS ON AL-BAQARAH 223 Auliyah, Iqna; Kusnadi; Apriyanti; Ghozi Mubarok; Mohammad Fatah
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol. 21 No. 02 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.v2i2.6843

Abstract

This study aims to analyze in depth the harmony in husband and wife relations as implied in Surah al-Baqarah verse 223. This study integrates two relevant theoretical frameworks, namely the Mubadalah theory and Attachment theory. The Mubadalah theory, with its focus on reciprocal and mutual relations, is used to examine the implications of the verse on the dynamics of equal and mutually beneficial interactions in marriage. Meanwhile, the Attachment theory, which emphasizes emotional bonds and the need for security in relationships, is applied to understand how the verse contributes to the formation and maintenance of intimacy and emotional support between husband and wife. This study uses a qualitative approach that is library research. In interpreting the verse, this study uses the tahlili method. The primary data sources in this study are several classical and contemporary tafsir books, the mubadalah theory book by Faqihuddin Abdul Kodir and the attachment theory psychology book by John Bowlby. The secondary data in this study are: articles, journals, dissertations, family relationship books, and scientific papers which are relevant to the discussion of this study. The results of the study show that the integrative analysis of the mubadalah theory towards QS. Surah al-Baqarah verse 223; the wife has the same rights in the household, both in intimate relationships, love, rights and obligations as well as in decision making. Meanwhile, the integrative analysis of the Attachment theory with QS. Surah al-Baqarah verse 223 implicitly shows that the husband is the caregiver for his wife and the wife is the caregiver for her husband. The sacred agreement in marriage requires both the wife and husband to be present not only physically but also emotionally so that both become a safe place in the household. Keywords: Harmony, Al-Baqarah 223, Mubadalah, Attachment   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam harmoni dalam relasi suami istri sebagaimana tersirat dalam Surah al-Baqarah ayat 223. Penelitian ini mengintegrasikan dua kerangka teoritis yang relevan, yaitu teori Mubadalah dan teori Attachment. Teori Mubadalah, dengan fokusnya pada relasi timbal balik dan kesalingan, digunakan untuk mengkaji implikasi ayat terhadap dinamika interaksi yang setara dan saling menguntungkan dalam perkawinan. Sementara itu, teori Attachment, yang menekankan pada ikatan emosional dan kebutuhan akan rasa aman dalam hubungan, diterapkan untuk memahami bagaimana ayat tersebut berkontribusi pada pembentukan dan pemeliharaan keintiman serta dukungan emosional antara suami dan istri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat kepustakaan (Library Research). Dalam menafsirkan ayat, penelitian ini menggunakan metode tahlili. Sumber data primer dalam penelitian ini yaitu beberapa kitab tafsir klasik dan kontemporer, buku teori mubadalah karya Faqihuddin Abdul Kodir dan buku psikologi attachment theory karya John Bowlby. Adapun data sekunder dalam penelitian ini yaitu: artikel, jurnal, disertasi, buku relasi keluarga, dan karya tulis ilmiah yang mana relevan dengan pemembahasan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis integratif teori mubadalah terhadap QS. Surah al-Baqarah ayat 223; istri memiliki hak yang sama dalam rumah tangga, baik dalam hubungan intim, cinta kasih, hak dan kewajiban serta dalam pengambilan keputusan. Sedangkan Analisis integratif teori Attachment dengan QS. Surah al-Baqarah ayat 223 secara implisit menunjukkan bahwa suami adalah pengasuh bagi istrinya dan istri adalah pengasuh bagi suaminya. Perjanjian sakral dalam pernikahan menuntut pasangan baik istri/suami tidak hanya hadir secara fisik tapi juga hadir secara emosional sehingga keduanya sam-sama menjadi tempat aman dalam rumah tangga.   Kata Kunci: Harmoni, Al-Baqarah 223, Mubadalah, Attachment
FAITH-BASED APPROACHES OF WASTE MANAGEMENT:: A Case Study of Religious Enviromentalism in Indonesia Ginting, Eikel
Religi: Jurnal Studi Agama-agama Vol. 21 No. 02 (2025)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/rejusta.v21i02.6263

Abstract

 This paper explores the transformative role of religion in promoting sustainable waste management through case studies of faith-based communities in Indonesia. Despite being one of the most religious countries in the world, Indonesia still struggles with low levels of ecological awareness—particularly in household waste management. This paradox highlights the untapped potential of religion in cultivating environmental consciousness and driving behavioral change at the grassroots level. Utilizing a qualitative approach through a comprehensive literature review and case study analysis, the study investigates how religious values can be meaningfully integrated into environmental action. Three representative cases are examined: the Eco-Mosque initiative and At Thoriq Ecological Islamic Boarding School (Islam), the Waste Bank program by the Batak Karo Protestant Church (Christianity), and traditional waste practices in Penglipuran Village (Balinese Hinduism). The analysis reveals that teachings such as khalifah, stewardship, simplicity spirituality (ugahari), ahimsa (non-violence), and indigenous wisdom hold significant potential for fostering eco-friendly behaviors. However, the dominance of anthropocentric theological paradigms and limited structural policy support remain major challenges. The study argues that integrating spiritual values with waste management strategies requires cross-sector collaboration, including the reinterpretation of religious teachings, faith-based environmental education, and policy incentives for religious institutions. Ultimately, this paper affirms that religion is not only a source of personal spirituality but also a powerful force for collective ecological action—one that can inspire a greener, more sustainable future. Keyword: Eco-Theology, Waste Management, Faith-Based Environmentalism, Environmental Ethics,  Interfaith Initiatives   Tulisan ini mengkaji peran transformatif agama dalam mendorong pengelolaan sampah yang berkelanjutan melalui studi kasus pada komunitas-komunitas berbasis iman di Indonesia. Meskipun Indonesia dikenal sebagai salah satu negara paling religius di dunia, tingkat kesadaran ekologis masyarakat—khususnya dalam pengelolaan sampah rumah tangga—masih tergolong rendah. Paradoks ini menunjukkan adanya potensi besar yang belum dimanfaatkan dari ajaran agama dalam menumbuhkan kesadaran lingkungan dan mendorong perubahan perilaku di tingkat akar rumput. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan pustaka yang komprehensif dan analisis studi kasus, penelitian ini menyelidiki bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat diintegrasikan secara bermakna ke dalam aksi lingkungan. Tiga kasus representatif yang dianalisis meliputi: inisiatif Eco-Masjid dan Pesantren Ekologi At Thoriq (Islam), program Bank Sampah oleh Gereja Batak Karo Protestan (Kristen), serta praktik pengelolaan sampah berbasis adat di Desa Penglipuran (Hindu-Bali). Hasil analisis menunjukkan bahwa ajaran-ajaran seperti khalifah, penatalayanan, spiritualitas ugahari (kesederhanaan), ahimsa (tanpa kekerasan), dan kearifan lokal memiliki potensi signifikan dalam membentuk perilaku ramah lingkungan. Namun demikian, tantangan utama masih dihadapi, antara lain dominasi paradigma teologis yang bersifat antroposentris dan keterbatasan dukungan struktural dari kebijakan publik. Studi ini berargumen bahwa integrasi nilai-nilai spiritual dengan strategi pengelolaan sampah memerlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk reinterpretasi ajaran keagamaan, pendidikan lingkungan berbasis iman, serta insentif kebijakan bagi institusi keagamaan. Pada akhirnya, tulisan ini menegaskan bahwa agama bukan hanya sumber spiritualitas personal, melainkan juga kekuatan kolektif yang mampu menginspirasi aksi ekologis demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Kata Kunci: Ekoteologi, Pengelolaan Sampah, Gerakan Lingkungan Berbasis Iman, Etika Lingkungan, Inisiatif Lintas Iman

Page 1 of 1 | Total Record : 9