cover
Contact Name
Very Julianto
Contact Email
jpsi@uin-suka.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
very_psi07@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi Integratif
ISSN : 23562145     EISSN : 25807331     DOI : -
Core Subject : Social,
This journal is focusing on providing the public with understandings of integrated psychological studies and presenting researches and developments in psychology by articles and reviews. Psikologi Integratif scopes in particular psychological studies in general studies and integrated studies. This journal intends to bring up current issues in psychology subject by contributing to public with researches from psychology and related disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2024): Psikologi Integratif" : 8 Documents clear
Usia, Kebersyukuran, dan Subjective Well-Being pada Guru Taman Kanak-Kanak Wahidah, Fatin Rohmah Nur; Oktaviana, Fannisa Dwi; Sulthani, Rifki Hanif; Permadi, Iman
Jurnal Psikologi Integratif Vol. 12 No. 2 (2024): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v12i2.2799

Abstract

  Kindergarten teachers subjective well-being is considered essential for teaching and learning success. This study aims to determine the effect of gratitude on the subjective well-being of kindergarten teachers, which is moderated by age. The quantitative approach is used in this study, with the number of respondents 72 Aisyiyah Kindergarten teachers in Purwokerto. The instruments used are the subjective well-being scale modified from the SWLS and SPANE scales by Diener et al. (2009) with Cronbach’s ⍺ = 0,839 (15 items), the gratitude scale modified from the GRAT scale by Watkins, Woodward, Stone, and Kolts (2003) with Cronbach’s ⍺ = 0,901 (32 items), and also age demographic data. Multiple regression analysis is used to determine the effect of the variables and their moderating effect, assisted by the Jamovi 1.8.4 software. The results of the study show that there is a significant effect of gratitude on the subjective well-being of kindergarten teachers. Age is also statistically and significantly proven to moderate the relationship. Age differences give different results towards kindergarten teachers' subjective well-being. The theoretical and practical implications of these findings are discussed in the discussion.   Subjective well-being pada guru taman kanak-kanak dianggap penting untuk keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kebersyukuran terhadap subjective well-being pada guru TK yang dimoderatori oleh usia. Metode penelitian yang digunakan menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jumlah responden 72 guru TK Aisyiyah di Purwokerto. Instrumen yangdigunakan adalah skala subjective well-being yang dimodifikasi dari skalaSWLS dan SPANE milik Diener et al (2009) dengan Cronbach ⍺ = 0,839 (15 aitem), skala kebersyukuran dimodifikasi dari skala GRAT milik Watkins, Woodward, Stone, dan Kolts (2003) dengan Cronbach ⍺ = 0,901 (32 aitem), serta data demografi usia. Teknik analisis data yang digunakan yaitu regresi berganda untuk mengetahui pengaruh variabel dan efek moderasinya, dibantu dengan software Jamovi 1.8.4. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan kebersyukuran terhadap subjective well-being pada guru TK. Usia juga terbukti secara statistik dan signifikan dapat memoderasi hubungan tersebut. Adanya perbedaan usia, memberikan hasil yang berbedapula pengaruhnya terhadap subjective well-being guru. Implikasi teoritis dan praktis dari temuan ini dibahas dalam diskusi.
Menelisik Conscientiousness dan Toleransi Ambiguitas terhadap Kecenderungan Pengambilan Resiko pada Pelaku UMKM di Era New Normal Mardhiyah, Sayang Ajeng; Rezkyandar, Muhammad
Jurnal Psikologi Integratif Vol. 12 No. 2 (2024): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v12i2.2966

Abstract

In challenging situations like the Covid-19 pandemic, MSME entrepreneurs are among the affected parties. However, the development and efforts to recover have become a primary demand for MSME entrepreneurs to survive in difficult circumstances. Coupled with changes in consumer habits and preferences, known as the "new normal," it has become a new era that forces MSME entrepreneurs to face a situation full of ambiguity. This study employs purposive sampling to select participants, specifically MSME actors in the city of Palembang who reside in the area, resulting in a total of 150 MSME participants with a variety of product types.  This research discusses how the risk-taking propensity of MSME entrepreneurs is influenced by their tolerance ambiguity and conscientiousness. The findings revealed a significant role of tolerance ambiguity in risk-taking propensity (p<0.01), but no significant role of conscientiousness in risk-taking propensity was found.   Pada situasi yang sulit seperti pandemi Covid-19, sektor UMKM merupakan salah satu pihak paling terdampak, sehingga perkembangan dan usaha untuk dapat kembali pulih menjadikan suatu tuntutan utama bagi pelaku UMKM untuk dapat bertahan di tengah situasi yang sulit. Ditambah dengan perubahan kebiasaan serta tuntutan dan juga selera dari para konsumen atau disebut sebagai new normal menjadi suatu era baru yang membuat para pelaku UMKM harus menghadapi situasi yang penuh dengan ambiguitas. Penelitian ini menggunakan teknik sampling purposive untuk memilih partisipan yaitu pelaku UMKM dengan kriteria berdomisili di Kota Palembang, sehingga didapatkan partisipan sejumlah 150 pelaku UMKM dengan jenis produk yang bervariasi. Pengambilan risiko pelaku UMKM dipengaruhi oleh toleransi ambiguitas dan juga conscientiousness dari pelaku UMKM sendiri. Hasil yang didapatkan adalah ditemukan secara signifikan peran toleransi ambiguitas terhadap kecenderungan pengambilan risiko (p<0.01) namun tidak ditemukan signifikansi peran dari conscientiousness terhadap kecenderungan pengambilan risiko.
Perilaku Schadenfreude Ditinjau Dari Big Five Personality  Pada Usia Dewasa Awal Kevin Alvito Adi Pradipta; Doddy Hendro Wibowo
Jurnal Psikologi Integratif Vol. 12 No. 2 (2024): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v12i2.3112

Abstract

   In the process of social interaction, individuals are susceptible to experiencing schadenfreude behavior. One of the factors that causes schadenfreude behavior is personality factors. The aim of this research is to determine differences in schadenfreude behavior in terms of the big five personality in early adulthood. The method used is quantitative with the Kruskas Wallis test process. There were 180 young adults who participated in the research using accidental sampling. This study used the IPIP-BFM-50 scale with dimensions of extraversion, agreeableness, openness, conscientiousness, neuroticism, and schadenfreude behavior scale (α = 0.000). The results of this research are that there are significant differences in schadenfreude behavior in terms of the big five personality. The implication of this research is that it is hoped that early adulthood can make efforts to optimize the extraversion dimension, reduce the neuroticism dimension, and maintain the conscientiousness dimension. agreeableness, and openness so as to avoid schadenfreude behavior     Pada proses interaksi sosial, individu rentan mengalami perilaku schadenfreude. Salah satu faktor yang menyebabkan munculnya perilaku schadenfreude yaitu faktor kepribadian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan perilaku schadenfreude ditinjau dari big five personality pada usia dewasa awal. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan proses uji kruskal wallis. Terdapat 180 usia dewasa awal yang menjadi partisipan dalam penelitian dengan menggunakan accidental sampling. Penelitian ini menggunakan skala IPIP-BFM-50 dengan dimensi extraversion, agreeableness, openness, conscientiousness, neuroticism, dan skala perilaku schadenfreude (α = 0,000). Hasil dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan signifikan perilaku schadenfreude ditinjau dari big five personality. Implikasi dari penelitian ini diharapkan usia dewasa awal dapat melakukan upaya mengoptimalkan dimensi extraversion, mengurangi dimensi neuroticism, serta mempertahankan dimensi conscientiousness. agreeableness, dan openness sehingga mampu terhindar dari perilaku schadenfreude. 
Peran Self-Regulation dan Self-Perceived Employability Terhadap Komitmen Afektif Relawan Mahasiswa Humairah, Mardhiyah; Herlena, Benny
Jurnal Psikologi Integratif Vol. 12 No. 2 (2024): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v12i2.3115

Abstract

Currently, students are competing to join organizations based on their interests for various purposes. However, it turns out that not all students are committed while joining the organization. It is definitely detrimental to the organization, as well as the students themselves. This research aims to determine the commitment of student volunteers and their suitability for interacting with each other. This research method is quantitative correlational. The subjects in this research were 201 final year students who were volunteer members of an organization. They had previously been selected using a purposive sampling technique. The measuring instruments used in this research are the Affective Commitment Scale, Self-Regulation Scale, and Perceived Employability Scale. This study uses multiple linear regression statistics and uses the SPSS series 16 computer as an aid in processing data. The results of this research indicate that self-regulation and perceived employability have a partial or simultaneous relationship with student volunteer commitment.   Para siswa saat ini sangat antusias untuk bergabung dengan organisasi yang menarik minat mereka untuk berbagai tujuan. Walau bagaimanapun, setelah bergabung dengan organisasi tersebut, tidak semua siswa memiliki komitmen yang kuat. Ini pasti merugikan mahasiswa dan organisasi. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komitmen relawan mahasiswa dan kelayakan mereka berhubungan satu sama lain. Metode penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Metode purposive sampling telah digunakan untuk memilih subjek penelitian ini, yang terdiri dari 201 mahasiswa akhir yang tergabung dalam organisasi tersebut. Penelitian ini menggunakan tiga skala: Skala Komitmen, Skala Pengaturan Diri, dan Skala Persepsi Kelayakan Bekerja. Penelitian ini menggunakan statistik regresi linear berganda dan memakai komputer SPSS seri 16 sebagai bantuan dalam mengolah data. Hasil yang didapat adalah hipotesis terbukti secara statistika bahwa baik secara parsial maupun simultan pengaturan diri dengan persepsi terhadap kelayakan bekerja ada hubungan dengan komitmen yang dimiliki oleh mahasiswa relawan. 
Self-Determination Pecandu Narkoba yang Sedang Menjalani Masa Rehabilitasi Dikaitkan dengan Abstinence Self-Efficacy Purnamasari, Ayu; Iswari, Rosada Dwi; Juniarly, Amalia; Alya, Shafa; Putri, Windy Adelia
Jurnal Psikologi Integratif Vol. 12 No. 2 (2024): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v12i2.2830

Abstract

The phenomenon of relapse is still widespread. It is show that the recovery of drug patients has less effective effect without the support of motivation to change from that individual. In psychology, the motivation of drug patients to change is generally associated with the term self-determination. This correlational-quantitative study aims to determine whether there is a relationship between self-determination and abstinence self-efficacy on drug addicts undergoing rehabilitation. Respondents in this study are 200 drug addicts undergoing rehabilitation. The sampling technique uses purposive sampling. The measurement instrument used Self-Determination Scale ( = 0,859) and Abstinence Self-Efficacy Scale ( = 0,930). According to the correlation study results, self-determination and abstinence self-efficacy had a significant value of 0,000 (p<0,05) with r = 0,373. It can be concluded that there is a significant positive relationship between the two variables. The individual that had motivation to change (self-determination) will help them to increase their confidence to recover from drug use.   Masih maraknya fenomena relapse pada pasien narkoba menunjukkan bahwa pemulihan narkoba kurang efektif tanpa adanya dukungan motivasi berubah dari diri individu itu sendiri. Dalam ilmu psikologi, motivasi pasien pengguna narkoba untuk berubah umumnya dikaitkan dengan istilah self-determination. Penelitian kuantitatif-korelasional ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan self-determination dan abstinence self-efficacy pada pecandu narkoba yang sedang menjalani masa rehabilitasi. Partisipan adalah 200 pecandu narkoba yang sedang menjalani masa rehabilitasi yang didapat melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Self-Determination ( = 0,859) dan Skala Abstinence Self-Efficacy ( = 0,930). Hasil analisis korelasi menunjukkan self-determination dan abstinence self-efficacy memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05) dengan r = 0,373, sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua variabel memiliki hubungan positif yang signifikan. Individu yang memiliki motivasi untuk berubah (self-determination) akan membantunya untuk lebih yakin dengan kemampuannya untuk pulih dari penggunaan narkoba (abstinence self-efficacy).
Cultivating Academic Resilience through Self-Efficacy: A Correlational Study in Juvenile Prisons Saefudin, Wahyu; Sriwiyanti, Sriwiyanti; Yusoff, Siti Hajar Mohamad
Jurnal Psikologi Integratif Vol. 12 No. 2 (2024): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v12i2.2986

Abstract

This study aims to analyze the correlation and impact of self-efficacy on academic resilience among juvenile offenders in juvenile detention centers. The study uses a quantitative research methodology with a sample of 100 juveniles from 6 juvenile detention centers in Indonesia. Correlation data were analyzed using Pearson’s correlation and regression analysis with SPSS version 25.0. The results show a significant relationship and impact between the two independent variables—self-efficacy and academic resilience—and the dependent variable. The study finds that self-efficacy contributes 47.2% to academic resilience. Juveniles with high academic resilience tend to have high academic involvement, good interpersonal relationships, appreciation for their education, happiness, and strong academic performance.   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi dan pengaruh efikasi diri terhadap ketahanan akademis di antara pelaku kejahatan remaja di lembaga pemasyarakatan remaja. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kuantitatif dengan sampel 100 remaja dari 6 lembaga pemasyarakatan remaja di Indonesia. Data korelasi dianalisis menggunakan korelasi Pearson dan analisis regresi dengan SPSS versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan hubungan dan pengaruh yang signifikan antara dua variabel independen—efikasi diri dan ketahanan akademis—terhadap variabel dependen. Penelitian ini menemukan bahwa efikasi diri menyumbang 47,2% terhadap ketahanan akademis. Remaja dengan ketahanan akademis yang tinggi cenderung memiliki keterlibatan akademis yang tinggi, hubungan interpersonal yang baik, penghargaan terhadap pendidikan mereka, kebahagiaan, dan kinerja akademis yang kuat.
Efikasi Diri dan Intensi Perilaku Cyberbullying Pada Remaja Hanifa, Dea Aurellia; Agustina, Laelatus Syifa Sari
Jurnal Psikologi Integratif Vol. 12 No. 2 (2024): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v12i2.3092

Abstract

Massively using the internet that exists today turns out to have a negative impact, such as the emergence of cyberbullying behavior. One of the factors that can influence the emergence of cyberbullying intentions is self-efficacy, this can occur due to a lack of belief in the ability of the self (self-efficacy) that individuals have which can lead to the intention of this behavior. This study aims to determine the relationship between self-efficacy and the intention of cyberbullying behavior in adolescents. There were 349 respondents collected through accidental sampling technique. The measuring instrument used in this study is the General Self-Efficacy Scale (GSES) to measure self-efficacy variables and the Cyberbullying Intention Scale to measure cyberbullying behavior intention variables. The results showed that there was a significant negative correlation between self-efficacy and cyberbullying behavior intention with a correlation coefficient (r) -0.270 and sig 0.000 (p < 0.05). This means that the higher self-efficacy, the lower intention of cyberbullying behavior will appear and vice versa.   Masifnya penggunaan internet yang ada saat ini ternyata menimbulkan dampak negatif, salah satunya adalah kemunculan perilaku cyberbullying. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kemunculan intensi cyberbullying adalah efikasi diri, hal ini dapat terjadi karena kurangnya keyakinan akan kemampuan diri (efikasi diri) yang dimiliki individu sehingga dapat memunculkan intensi terhadap perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan efikasi diri dengan intensi perilaku cyberbullying pada remaja. Terdapat 349 responden yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah General Self-Efficacy Scale (GSES) untuk mengukur variabel efikasi diri dan Skala Intensi Cyberbullying untuk mengukur variabel intensi perilaku cyberbullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi negatif yang signifikan antara efikasi diri dan intensi perilaku cyberbullying dengan koefisien korelasi (r) -0,270 dan sig 0,000 (p < 0,05). Artinya, semakin tinggi efikasi diri maka akan semakin rendah intensi perilaku cyberbullying yang akan muncul dan begitu pula sebaliknya.
Kesejahteraan Subjektif Guru Honorer: Trait dan State Syukur Anggarani, Fadjri Kirana; Andari, Nabila Putri
Jurnal Psikologi Integratif Vol. 12 No. 2 (2024): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v12i2.3158

Abstract

Amid the limitations of honorary teachers regarding welfare demands, it shows that there is still a sense of satisfaction and happiness even though the lack of income is a burden and an obstacle. These feelings indicate subjective well-being which not only influenced by material but also internal dispositions. The study aimed to examine the effect of the gratitude trait on subjective well-being directly or indirectly through the mediation of the gratitude state. Participants are honorary teachers in Surakarta with the required sample size of 122 - 144 people. Measurements were made using the subjective well-being scale, the gratitude trait scale, and the gratitude state scale. The data were tested using path analysis model regression analysis based on the procedure of the Baron & Kenny mediator. The results showed a greater role contribution to the direct effect (βc' = 0.326) of the gratitude trait on subjective well-being than the indirect effect through the mediation of the gratitude state (βab = 0.068). These results provide an overview of the subjective well-being of honorary teachers associated with the gratitude trait and the gratitude state.   Di tengah keterbatasan guru honorer terkait tuntutan kesejahteraan menunjukkan masih terdapat rasa puas dan bahagia meskipun kekurangan pendapatan menjadi beban dan hambatan. Perasaan tersebut menunjukkan kesejahteraan subjektif yang bukan hanya dipengaruhi oleh material, melainkan disposisi internal. Tujuan penelitian adalah menguji pengaruh trait syukur terhadap kesejahteraan subjektif secara langsung maupun tidak langsung melalui mediasi state syukur. Partisipan adalah guru honorer di Surakarta dengan besar sampel yang dibutuhkan sebanyak 122 - 144 orang. Pengukuran dilakukan menggunakan skala kesejahteraan subjektif, skala trait syukur, dan skala state syukur. Data diuji dengan analisis regresi model analisis jalur berdasarkan prosedur mediator Baron & Kenny. Hasil penelitian menunjukkan kontribusi peran yang lebih besar pada pengaruh langsung (βc’ =0.326) trait syukur terhadap kesejahteraan subjektif dibandingkan pengaruh tidak langsung melalui mediasi state syukur (βab =0.068). Hasil ini memberikan gambaran kesejahteraan subjektif pada guru honorer yang terkait dengan trait syukur dan state syukur.

Page 1 of 1 | Total Record : 8