cover
Contact Name
Moh. Nur Ichwan, M.A., Ph.D.
Contact Email
-
Phone
+62274515856
Journal Mail Official
jurnal.dakwah@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah
ISSN : 14115905     EISSN : 26141418     DOI : https://doi.org/10.14421/jd
Jurnal Dakwah memuat berbagai artikel yang mendiskusikan tentang dakwah, baik secara normatif maupun historis. Diterbitkan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga, dua nomor setiap tahun. Redaksi menerima tulisan tentang berbagai persoalan yang terkait dengan dakwah dalam berbagai aspeknya. Isi tulisan yang dimuat tidak harus sejalan atau pun mencerminkan pandangan redaksi.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 22, No 2 (2021)" : 3 Documents clear
Ketahanan Keluarga dan Pemberdayaan Perempuan di tengah Pandemi COVID-19: Studi Inovasi Kebijakan Bela-Beli Kulon Progo di Padukuhan Gegunung Nurul Fatimah
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 22, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini mengeksplorasi ketahanan keluarga dan pemberdayaan perempuan di tengah COVID-19. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus, penelitian ini menemukan bahwa program PanganKu yang diinisiasi oleh Pemerintah Kulon Progo melalui pendampingan Kelompok Wanita Tani (KWT) telah membentuk ketahanan keluarga bagi masyarakat Padukuhan Gegunung, Kalurahan Sendangsari, untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga di tengah kebijakan pembatasan mobilitas. Ternyata, apa yang selama ini dianggap stereotip, perempuan justru menjadi penopang ketahanan keluarga dalam membentuk kembali subkultur baru sebagai penopang pendapatan ekonomi, ketahanan pangan, harmonisasi sosial, dan kemudahan akses kesehatan. Ini menepis anggapan bahwa perempuan kurang mampu memaksimalkan potensi apabila didorong ke arah perubahan sosial yang lebih kompetitif. Temuan ini menyoroti isu penting tentang optimalisasi unit terkecil dalam pemberdayaan masyarakat melalui keterlibatan perempuan untuk menopang ketahanan keluarga dan inovasi kebijakan yang implementatif.This study explores at understanding phenomena of family resilience and women’s empowerment amidst COVID-19. By applying a qualitative method and case study approach, it finds that the PanganKu program initiated by the Kulon Progo Regency through the assistance of the Women Farmer Group (Kelompok Wanita Tani/KWT) has formed family resilience for the people of Gegunung in Sendangsari countryside, to meet the basic needs of families amid the mobility restriction policy. In fact, there has been considered a stereotype so far, women have actually become the pillars of family resilience in reshaping a new subculture as a support for economic income, food security, social harmonization, and access to health easily. This dispels the notion that women are less able to maximize their potential when pushed towards more competitive social change. This finding highlights the important issue of optimizing the smallest unit in community development through the involvement of women to support family resilience and implementing policy innovation.
Dari Simbolisasi Kesultanan Menjadi Pusat Pariwisata: Studi Perubahan Sosial dalam Ritualisasi Keagamaan di Masjid Gedhe Kauman Anindya Septiana Arfiani
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 22, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini berusaha untuk mengeksplorasi perubahan Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta. Untuk lebih memahami topik tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan naratif. Data studi perubahan Masjid Gedhe Kauman merujuk pada sumber kepustakaan. Studi ini menunjukkan bahwa apa yang selama ini dipandang sebagai ikon kesultanan sebagai salah satu daerah keistimewahan di Indonesia telah bermetamorfosis. Perubahan ini tidak hanya sebagai pusat ritualisasi keagamaan Islam, namun juga menjadi tujuan pariwisata. Ini dibuktikan oleh kehadiran artefak sejarah—kumpulan sejarah tata letak, arsitektur yang masih kental dengan Jawa kuno, asal muasal organisasi Muhammadiyah hingga menjadi sumber rezeki bagi warga karena aktivitas keagamaan yang mengundang sejumlah wisatawan. Relevansi temuan tersebut mengindikasikan bahwa pelestarian artefak menjadi kekuatan dalam menghargai peninggalan sejarah–tangible maupun intangible—dan keberlanjutan pembangunan berbasis pariwisata keagamaan. Hal ini berimplikasi terhadap pola dan cara tentang bagaimana ritualisasi keagamaan menjadi simbol kekuatan pelestarian budaya.The study sought to explore the changes of Yogyakarta’s Gedhe Kauman Mosque. To gain further understand this topic, the study uses qualitative methods with a narrative approach. The study data on the change of the Kauman Gedhe Mosque refers to literature sources. This study shows that what has been seen as an icon of the sultanate as one of the special region in Indonesia has metamorphosed. This change is not only a center for Islamic religious ritualization, but also a tourism destination. This is evidenced by the presence of historical artifacts—a collection of historical layouts, architecture that is still thick with ancient Javanese, the origin of the Muhammadiyah organization to become a source of sustenance for residents because of religious activities that invite a number of tourists. The relevance of these findings indicates that the preservation of artifacts is strength in appreciating historical heritage– both tangible and intangible– and the sustainability of religious tourism-based development. It has implications for patterns and ways of how religious ritualization becomes a symbol of the power of cultural preservation.
Pesan Dakwah Gelaran Wayang Mbah Gandrung di Kabupaten Kediri Kecamatan Semen Anik Suryaningsih
Jurnal Dakwah: Media Komunikasi dan Dakwah Vol 22, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelestarian warisan wayang mbah Gandrung di Desa Pagung, Kab. Kediri dengan nuansa mistik yang mengitarinya mengandung nilai-nilai dakwah yang merepresentasikan pandangan dunia Jawa yang khas. Jalinan kisah yang melibatkan kekuatan alam dengan unsur pemenuhan janji terhadap sang Adi Kodrati merupakan indikator kuat untuk mengidentifikasi pesan dakwah yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menemukan pesan dakwah dalam pagelaran wayang mbah Gandrung menggunakan metode kualitatif dengan teknik studi lapangan melalui pendekatan antropologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemunculan wayang mbah Gandrung didahului oleh cerita magis sebagai representasi posisi alam dalam struktur kehidupan manusia. Sesuatu yang telah disediakan alam membutuhkan unsur perawatan dan upaya menjaga hubungan melalui berbagai bentuk ritual. Wayang yang telah diberikan digunakan sebagai sarana untuk menunjukkan ketaatan melalui pelaksanaan janji (mungel) yang menjadi sebab pementasan wayang. Prosesi-prosesi yang dilakukan mensyaratkan keikutsertaan masyarakat sebagai saksi. Mekanisme ini menunjukkan jalinan pesan keseimbangan kosmologis yang melibatkan ketundukan hubungan manusia dengan Tuhan dan keseimbangan hubungan manusia dengan manusia dan manusia dengan alam.

Page 1 of 1 | Total Record : 3