cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Cancer
ISSN : 19783744     EISSN : 23556811     DOI : -
Core Subject : Health,
The Indonesian Journal of Cancer (official journal of the Dharmais Cancer Center Hospital) is a peer-reviewed, quarterly, open access journal. Submissions are reviewed under a broad scope of topics relevant to experimental and clinical cancer research. The journal publishes original research articles, case reports, systematic literature reviews, and letters to the editor under the following categories: Cancer prevention, diagnosis, surgery, systemic therapy, radiotherapy, paliative therapy, and molecular biology.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue " Vol 1, No 3 (2007): Jul - Sep 2007" : 18 Documents clear
Strategi RS. Kanker “Dharmais” Sebagai Bagian dari Pusat Kanker Nasional dalam Mengimplementasikan Kebijakan Departemen Kesehatan -, Kardinah; -, Sutoto
Indonesian Journal of Cancer Vol 1, No 3 (2007): Jul - Sep 2007
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada bulan Oktober 2007 Rumah Sakit Kanker "Dharmais" genap berdiri selama 14 tahun dan merupakan tantangan bagi pihak rumah sakit untuk menjawab berbagai masalah yang timbul khususnya di bidang kanker. Kebijakan Departemen Kesehatan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit kanker, memperpanjang umur harapan hidup serta meningkatkan kualitas hidup penderita dilaksanakan dengan strategi sebagai berikut; menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat , meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, meningkatkan sistem surveilans, monitoring dan informasi kesehatan dan meningkatkan pembiayaan kesehatan.
Metastase Tulang pada Kanker Lambung Kastomo, Dukut Respati
Indonesian Journal of Cancer Vol 1, No 3 (2007): Jul - Sep 2007
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1052.536 KB)

Abstract

Dari 62 kasus kanker lambung satu kasus dijumpai metastase pada tulang proximal femur dan sakrum pasca bedah total gastrektomi 4 tahun sebelumnya. Pada pasien ini 2 tahun pasca gastrektomi dilakukan tiroidektomi karena adenokarsinoma tiroid papiliferum. Metastase tulang pada kanker lambung di RS. Kanker "Dharmais" ditemukan sebanyak 1.6 % kasus.Kata kunci: kanker lambung, metastase, metastase tulang.
Kanker Serviks dan Vaksin HPV Dwipoyono, Bambang
Indonesian Journal of Cancer Vol 1, No 3 (2007): Jul - Sep 2007
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1855.633 KB)

Abstract

Human papilloma virus (HPV) adalah penyebab dari kanker serviks baik secara biologik maupun epidemiologik. Human papilloma virus tipe 16 dan 18 bertanggung jawab untuk sekitar 70% kanker pada serviks, vagina dan anus. Meskipun demikian, HPV tidak cukup untuk menimbulkan kanker karena dikenal faktor lain yang disebut ko-faktor yang juga berperan untuk terjadinya kanker.Partikel HPV dapat dibuat dengan menggunakan kapsid L1 untuk kemudian dieksploitasi menjadi vaksin. Vaksin ini dapat menimbulkan titer antibodi yang tinggi terhadap infeksi HPV, sehingga vaksinasi HPV diharapkan dapat berperan atau memberikan manfaat yang baik untuk program pencegahan kanker serviks.Kata kunci: vaksin HPV, kanker serviks, prevensi
Penatalaksanaan Perawatan Luka Kanker Gitarja, Widasari Sri; -, Christina Asmi
Indonesian Journal of Cancer Vol 1, No 3 (2007): Jul - Sep 2007
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1523.973 KB)

Abstract

Luka kanker secara psikologis menunjukkan dampak negatif bagi pasien dan juga sulit untuk dirawat, apalagi jika kanker menginfiltrasi ke kulit. Hal tersebut seringkali dikaitkan dengan stadium yang lanjut, jumlah eksudat yang berlebihan dan mudah berdarah. Tujuan utama dari perawatan luka adalah peningkatan kualitas hidup, termasuk didalamnya tidak meninggalkan pengobatan seperti radiasi, khemotherapi, pembedahan dan tentunya perawatan luka.Kata kunci: perawatan, luka kanker, kualitas hidup ABSTRACTMalignant cutaneous wounds are emotionally traumatic and difficult to manage lesion which occour secondary to infiltration of cancer into the skin. This symptom occour in patients with end stage disease and are highly exudative, malodorous, pain, pruritus and bleed easily. As malignant wounds very rarely heal, the aim of management is not wound closure, but rather to promote comfort, prevent social isolation and maintain or improve quality of life. The main goals of treatment are the elimination or control symptoms, which includes radiation, chemotherapy surgery and local wound care.Key Words : care, wound malignant, quality of life
Karakteristik dan Faktor-faktor Prediktif pada Tumor Testis Dewasa di Jakarta Suprabawati, Tri Endah; Umbas, Rainy
Indonesian Journal of Cancer Vol 1, No 3 (2007): Jul - Sep 2007
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan faktor-faktor prediktif tumor testis dewasa di JakartaData dikumpulkan dari status khusus di departemen urologi RSCM dan RS kanker Dharmais. Data yang dikumpulkan adalah usia, tumor marker yaitu AFP, LDH, HCG, jenis operasi, jenis tumor, jenis terapi, dan stadium. Dilakukan analisa terhadap usia dengan stadium, Undescended Testicle (UDT) dengan stadium, tumor marker dengan stadium pada semua kasus, dan hubungan AFP dengan jenis nonseminoma dengan stadium menggunakan ANOVA pada SPSS 11,5 .Selama 10 tahun terdapat 149 kasus tumor testis, 129 kasus diantaranya adalah dewasa. Rentang usia yaitu 18-72 tahun, dengan usia rata-rata 33,03 tahun. Jenis tumor diantaranya seminoma 67 (51,9 %) pasien, nonseminoma 50 (38,8 %) pasien, non germinal 6 (4,7 %) pasien, tidak diketahui jenis tumornya 6 (4,7 %) pasien. Delapan puluh tujuh pasien (67,4 %) dilakukan orkhidektomi ligasi tinggi, 23 (17,8 %) pasien dilakukan orkhidektomi transscrotal. Insidens UDT terdapat pada 13 (10,1 %) pasien. Seminoma paling banyak ditemukan pada stadium 2c (36,9 %), dan non -seminoma pada stadium 3c (48,9 %). Kemoterapi dilakukan terhadap 51 (39,5 %) pasien, radioterapi pada 24 (18,6 %) pasien, dan 27 (20,9 %) pasien menolak dilakukan tindakan, dan 18 (14,0 %) pasien meninggal karena keadaan umum yang buruk. Pada penelitian ini tidak ditemukan hubungan bermakna antara usia dengan stadium. Tujuh puluh tujuh persen pasien dengan UDT ditemukan pada stadium lanjut, dibandingkan dengan 66,7 % pada pasien non-UDT, tetapi secara statistik tidak bermakna. Angka rata-rata LDH 1785,35 dan nilai LDH meningkat sesuai dengan stadium, tetapi tidak bermakna untuk memprediksi stadium. Angka rata-rata AFP pada pasien non-seminoma adalah 6421,13 dan mempunyai hubungan yang bermakna dengan stadium (p: 0,009).Jenis tumor yang paling banyak ditemukan di Jakarta adalah seminoma. Pada penelitian ini usia dan LDH tidak dapat memprediksi stadium tumor, tetapi AFP mempunyai hubungan yang bermakna dengan stadium pada penderita kanker testis non-seminoma.Kata kunci: tumor testis, undescended testicle, faktor prediktif ABSTRACTThe aim of this research is to determine characteristics and predictive factors in adult testicular tumor in JakartaAnalyzed the data were collected from urology departemen at Cipto Mangunkusumo hospital and Dharmais hospital medical records. The collected data were age, AFP, LDH, HCG, type of operation, type of tumor, type of therapy and staging and reviewed retrospectively. Data were analyzed by using ANOVA in SPSS 11.5 for correlation between age and stage, undescended testicle (UDT) and stage, serum marker in all cases as well as and stage, and correlation between AFP in non-seminomatous patients with stage.During 10 years, 149 testicular tumors patients were registered, among these cases, 129 cases are adult patients and the range of age was 18-72 years old with mean of age was 33.03 years old. Type of tumors were seminoma 67 (51,9 %) patients, non-seminoma 50 (38.8 %) patients, non germinal 6(4,7 %) patients, unidentified 6 (4,7 %) patients. Eighty seven patients (67,4 %) underwent high ligation orchidectomy ivhile 23 (17,8 %) patients underwent transcrotal orchidectomy. Incidence of UDT patients was 13 (10,1%) patients. Most of the seminoma patients were diagnosed as stage 2c (36,9 %), and in non-seminoma was 3c (48.9 %). Chemotherapy was performed in 51 (39,5 %) patients, radiotherapy 24 (18,6 %) patients and 27 (20,9 %) patients refused to be treated, and 18 (14,0 %) patients were died before treatment due to poor condition. In this study, there was no significant correlation between age and stage. Seventy seven percent patient with UDT had advance stage compare to 66,7 % in non-UDT patients, however this was not statistically significant. Mean for LDH was 1785,35, and the LDH
Transfusi pada Pasien Kanker: Manfaat dan Resiko Sutandyo, Noorwati
Indonesian Journal of Cancer Vol 1, No 3 (2007): Jul - Sep 2007
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1950.695 KB)

Abstract

Transfusi darah pada pasien kanker biasanya diperlukan pada terapi radiasi, terapi operasi, kemoterapi, terapi suportif/ paliatif. Walaupun saat ini transfusi darah diyakini lebih aman dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya, namun transfusi juga masih memiliki banyak risiko, antara lain peristiwa yang menyimpang (adverse events), baik berupa peristiwa imunologik maupun non imunologik yang berpotensi fatal. Peristiwa imunologik antara lain berupa reaksi transfusi, alloimunisasi, transfussion-related acute lung injury (TRALI), dan transfussion-associated immunomodulation (TRIM), sedangkan peristiwa non-imunologik antara lain meliputi kelebihan beban volume, hemodilusi, dan infeksi. Selain itu, human error sering dikaitkan juga sebagai salah satu faktor risiko yang berakibat fatal. Dengan mengingat berbagai keterbatasan dan risiko yang dapat terjadi, maka perlu dipertimbangkan pemberian transfusi sesuai manfaat dan indikasinya.Kata kunci: transfusi darah, kanker imunologik, peristiwa menyimpang
Evaluasi Dosis Glandular dalam Pemeriksaan Mammografi Yubhar, Yulfiatry; Adi, Rachmat; -, Supriyanto; -, Pawiro; -, Kardinah
Indonesian Journal of Cancer Vol 1, No 3 (2007): Jul - Sep 2007
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1785.896 KB)

Abstract

Telah dilakukan pengukuran Dosis Rata-rata Glandular (Mean glandular Dose) pada pemeriksaan mammografi dengan menggunakan Thermoluminiscense Dosimeter(7LD) terhadap 49 pasien. Dosis yang terbaca pada TLD adalah Entrance Surface Dose (ESD) dengan nilai rata-rata yang didapat 7.6 (±bl 3.9) mGy. Untuk konversi ke nilai Mean Glandular Dose, nilai ESD dikalikan dengan nilai Dgn (ESD dengan faktor konversi average glandular dose per unit exposure) yang terkonversi dengan memperhitungkan prosentase glandular terhadap adipose. Data Dgn diperoleh dari perhitungan John M Boone yang menggunakan metode Monte Carlo yang masih tergantung dari nilai HVL dan ketebalan payudara. Prosentase glandular terhadap adipose dihitung dengan menggunakan metoda analisa film Nooriah Djamal. Kemudian nilai Dgn 0% glandular untuk kontribusi adipose maupun Dgn 100% glandular untuk kontribusi glandular diperoleh dari Tabel Dgn Boone. Nilai MGD yang diperoleh adalah 1.818 (±bl 0.615) mGy. Nilai masih dibawah limit yang direkomendasikan FDA {Food and Drug Administration) yaitu < 3 mGy.Kata kunci : mean glandular dose (MGD), entrance surface dose (ESD), thermoluminiscense dosimeter (TLD)ABSTRACTMean glandular Dose (MGD) during mammography has been determined for 49 patients using TLD. MGD numbers has been derived from the measured ESD (Entrance Surface Dose) by multiplicating ESD with converted Dp, (ESD with average glandular dose per unit exposure conversion factor) incorporating the glandular percentage to adipose percentage. Dgn data were obtained from Boones Monte Carlo calculation and generally is a function of HVL values and breast thickness. The glandular percentage to adipose were obtained using Nooriah Djamals methods of mammography film analysis Both 0% glandular Dgn for adipose contribution and 100% glandular DSu for glandular contribution were then obtained from Boones table. Average Entrance Surface Dose (ESD) for 49 patients were found to be 7.6 (±bl 3.9) mGy. The average MGD for 49 patients were found to be 1.818 (±’bl 0.615) mGy. These values were generally below the recommended FDA (Food and Drug Administration) limit of 3 mGy.Key Words : mean glandular dose (MGD), entrance surface dose (ESD), thermoluminiscense dosimeter (TLD)
Tata Laksana Farmakologis Nyeri Kanker Lukman, Gardian; Harjanto, Eddy
Indonesian Journal of Cancer Vol 1, No 3 (2007): Jul - Sep 2007
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.375 KB)

Abstract

Diperkirakan akan ada 15 juta kasus kanker baru seperti yang diprediksi oleh Badan Kesehatan Dunia. Sayangnya tata laksana nyeri kanker masih di bawah standar. Hal yang terpenting dalam mengobati nyeri kanker adalah menentukan nyeri macam apa yang diderita oleh pasien. Setelah itu pengobatan dilakukan dengan penggunaan anak tangga nyeri. Opioid terutama morfin masih merupakan obat utama dalam tata laksana kanker.Kata kunci: nyeri kanker, opioid, anak tangga nyeri
Terapi Bedah pada Fraktus Patologis Tulang Panjang Ekstremitas Di Rumah Sakit Kanker “Dharmais” Basuki, Achmad
Indonesian Journal of Cancer Vol 1, No 3 (2007): Jul - Sep 2007
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1346.017 KB)

Abstract

Fraktur patologis tulang panjang ekstremitas pada pasien kanker metastasis tulang mengakibatkan morbiditas yang sangat serius. Kejadian ini terus meningkat dengan semakin baiknya harapan hidup pasien kanker. Tujuan pengobatan pasien penyakit kanker pada stadium lanjut adalah meningkatnya kualitas hidup yaitu : hilang rasa nyeri, mencegah terjadi fraktur patologis dan memudahkan perawatan medis. Intervensi bedah lebih agresif pada pasien dengan metastasis tulang yang risiko fraktur (impending fracture) dapat mencegah pasien jatuh ke keadaan yang lebih buruk dan pasien dapat melajutkan terapi tambahan.Pada evaluasi, didapat 24 pasien fraktur patologis pada pasien kanker metastasis tulang. 17 pasien dilakukan operasi sisanya 7 pasien tidak dioperasi. Dari 24 pasien, 9 pasien fraktur patologis ekstremitas atas dan 15 pasien fraktur patologis ekstremitas bawah. Paska operasi, pasien dapat mobilisasi dan rasa nyeri hilang. Penatalaksanaan bedah pada fraktur patologis metastasis tulang sebaiknya berpegang pada keadaan umum pasien, bukan pada harapan hidup pasien.Kata kunci: fraktur patologis, kanker, risiko fraktur
Terapi Bedah pada Fraktus Patologis Tulang Panjang Ekstremitas Di Rumah Sakit Kanker Dharmais Basuki, Achmad
Indonesian Journal of Cancer Vol 1, No 3 (2007): Jul - Sep 2007
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1346.017 KB) | DOI: 10.33371/ijoc.v1i3.19

Abstract

Fraktur patologis tulang panjang ekstremitas pada pasien kanker metastasis tulang mengakibatkan morbiditas yang sangat serius. Kejadian ini terus meningkat dengan semakin baiknya harapan hidup pasien kanker. Tujuan pengobatan pasien penyakit kanker pada stadium lanjut adalah meningkatnya kualitas hidup yaitu : hilang rasa nyeri, mencegah terjadi fraktur patologis dan memudahkan perawatan medis. Intervensi bedah lebih agresif pada pasien dengan metastasis tulang yang risiko fraktur (impending fracture) dapat mencegah pasien jatuh ke keadaan yang lebih buruk dan pasien dapat melajutkan terapi tambahan.Pada evaluasi, didapat 24 pasien fraktur patologis pada pasien kanker metastasis tulang. 17 pasien dilakukan operasi sisanya 7 pasien tidak dioperasi. Dari 24 pasien, 9 pasien fraktur patologis ekstremitas atas dan 15 pasien fraktur patologis ekstremitas bawah. Paska operasi, pasien dapat mobilisasi dan rasa nyeri hilang. Penatalaksanaan bedah pada fraktur patologis metastasis tulang sebaiknya berpegang pada keadaan umum pasien, bukan pada harapan hidup pasien.Kata kunci: fraktur patologis, kanker, risiko fraktur

Page 1 of 2 | Total Record : 18


Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 4 (2018): October-December Vol 12, No 3 (2018): July-September Vol 12, No 2 (2018): April-June Vol 12, No 1 (2018): Jan - Mar Vol 11, No 4 (2017): October- December 2017 Vol 11, No 3 (2017): July - September 2017 Vol 11, No 2 (2017): April - June Vol 11, No 1 (2017): Jan-Mar Vol 10, No 4 (2016): October - December 2016 Vol 10, No 3 (2016): July - September 2016 Vol 10, No 2 (2016): April - June 2016 Vol 10, No 1 (2016): Jan - Mar 2016 Vol 9, No 4 (2015): Okt - Des 2015 Vol 9, No 3 (2015): Jul - Sept 2015 Vol 9, No 2 (2015): April-Juni 2015 Vol 9, No 1 (2015): Jan - Mar 2015 Vol 8, No 4 (2014): Oct - Dec 2014 Vol 8, No 3 (2014): Jul - Sep 2014 Vol 8, No 2 (2014): April-Juni 2014 Vol 8, No 1 (2014): Jan - Mar 2014 Vol 7, No 4 (2013): Oct - Dec 2013 Vol 7, No 3 (2013): Jul - Sep 2013 Vol 7, No 2 (2013): Apr - Jun 2013 Vol 7, No 1 (2013): Jan - Mar 2013 Vol 6, No 4 (2012): Oct - Dec 2012 Vol 6, No 3 (2012): Jul - Sep 2012 Vol 6, No 2 (2012): Apr - Jun 2012 Vol 6, No 1 (2012): Jan - Mar 2012 Vol 5, No 4 (2011): Oct - Dec 2011 Vol 5, No 3 (2011): Jul - Sep 2011 Vol 5, No 2 (2011): Apr - Jun 2011 Vol 5, No 1 (2011): Jan - Mar 2011 Vol 4, No 5 (2010): Workshops 2010 Vol 4, No 4 (2010): Oct - Dec 2010 Vol 4, No 3 (2010): Jul - Sep 2010 Vol 4, No 2 (2010): Apr - Jun 2010 Vol 4, No 1 (2010): Jan - Mar 2010 Vol 3, No 5 (2009): Workshops 2009 Vol 3, No 4 (2009): Oct - Dec 2009 Vol 3, No 3 (2009): Jul - Sep 2009 Vol 3, No 2 (2009): Apr - Jun 2009 Vol 3, No 1 (2009): Jan - Mar 2009 Vol 2, No 5 (2008): Workshop 2008 Vol 2, No 4 (2008): Oct - Dec 2008 Vol 2, No 3 (2008): Jul - Sep 2008 Vol 2, No 2 (2008): Apr - Jun 2008 Vol 2, No 1 (2008): Jan - Mar 2008 Vol 1, No 4 (2007): Oct - Dec 2007 Vol 1, No 3 (2007): Jul - Sep 2007 Vol 1, No 2 (2007): Apr - Jun 2007 Vol 1, No 1 (2007): Jan - Mar 2007 More Issue