cover
Contact Name
Jurnal Sosiologi Nusantara
Contact Email
jurnalsn@unib.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsn@unib.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
SOSIOLOGI NUSANTARA
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 24609099     EISSN : 26229617     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Sosiologi Nusantara (JSN) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik, Universitas Bengkulu. Jurnal Sosiologii Nusantara teregistrasi dengan ISSN Print (2460-9099) dan ISSN Online (2622-9617). Jurnal ini menerima artikel ilmiah yang berisi hasil penelitian di bidang sosial humaniora, kajian mengenai kependudukan, gender, pemberdayaan masyarakat. Redaksi tetap menerima naskah artikel yang masih berkaitan dengan topik sosial yang relevan. Jurnal Sosiologi Nusantara terbit sebanyak 2 kali dalam 1 tahun, yakni pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2021)" : 12 Documents clear
AFIRMASI MODAL SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN PERAN PENDIDIKAN MASA DEPAN (Proyeksi Implementasi Pasca Pandemi Covid-19) Ina Nurnina
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.7.1.149-172

Abstract

Dinamika dan perubahan arah pendidikan abad 21 menjadi salah satu fokus pengambilan kebijakan nasional maupun di tingkat global, selain dari penuntasan target Sustainable Development Goals ke 4 di tahun 2025. Pandemi Covid 19 menyebabkan perubahan terjadi semakin cepat. Integrasi teknologi ke dalam kelas menjadi kian krusial dalam kaitannya dengan kebijakan pembelajaran jarak jauh dimasa pandemi, dan arah peta jalan pendidikan masa depan yang akan menjadikan model pembelajaran hybrid (campuran antara tatap muka dan dan kelas virtual) menjadi pilihan terbaik yang diyakini akan mampu mengoptimalkan kemampuan bernalar tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills) dan menjadikan siswa sebagai sentral aktivitas pembelajaran. Hal lainnya adalah perubahan orientasi kemampuan minimum angkatan kerja dalam kurun 5 tahun dari sekarang, yang akan banyak mengalami pergeseran akibat disrupsi teknologi seperti penggunaan artificial intelligence (kecerdasan buatan yang terintegrasi kedalam sistem komputer) dalam proses industri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan observasi mendalam bagaimana suatu modal sosial yang dimiliki bangsa ini mampu dengan cepat dan cakap melakukan transfromasi sektor pendidikan hingga mampu mencetak sumber daya manusia berkualitas yang dapat bersaing secara global. Penelitian berbasis studi literatur dengan pendekatan evaluasi model developmental (DE) ini menyertakan berbagai data berskala nasional maupun internasional terkait kebijakan dan kajian pendidikan. Penelitian ini mengindikasikan urgensi terwujudnya modal sosial yang diperoleh dari komitmen dan kemitraan sejumlah stakeholders pendidikan. Kolaborasi mutual tersebut menjadi kunci percepatan pencapaian target transformasi digital pada aktivitas pembelajaran di Indonesia. Kata Kunci: Developmental Evaluation, Modal Sosial, Transformasi Pendidikan
CULTURAL DISCONTINUITY : THE DISPERSED OF CHINESE DESCENT FROM THE “LITTLE CHINA” CHINATOWNS OF LASEM Mukh. Imron Ali Mahmudi; Lugina Setyawati Setiono
Jurnal Sosiologi Nusantara Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UNIB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jsn.7.1.37-50

Abstract

This article aims to analyze how fading the Chinese diaspora culture from Lasem Chinatown over several generations. Previous studies show that Chinese descent's identity and orientation disappeared due to assimilation with the local community during the new order. In fact, there was a tendency for them not to show their Chinese identity from the beginning. This did not pay enough attention to the local context, social situation, and the cultural heritage of Chinese descent between generations. This case study is conducted by interviews, observation, and document study. The data is analyzed using the NVivo Program. Bauböck & Faist’s new concept of diaspora is used to review the phenomenon of the spread of Chinese descent from Lasem Chinatown. This research shows that the Indonesian Chinese people in Lasem tend to refer to themselves as 'Indonesian Chinese Peranakan and are increasingly detached from their identity relationship with their referent origin, China. Their Chinese identity is starting to fade since Chinese cultural heritage through religious rituals has been largely abandoned. Young Chinese children scattered out of Lasem Chinatown and lost their Chinese identity. The novelty in this research is that the assimilation and integration of Peranakan Chinese into local society are precisely related to the acceptance of the Lasem community, instead of Chinese culture's fading.Keywords: Chinese, Descent, Diaspora, Discontinuity, Dispersed 

Page 2 of 2 | Total Record : 12