cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal METTEK (Jurnal Ilmiah Nasional Dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin)
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2020)" : 7 Documents clear
Analisis Kekuatan Tarik dan Cacat Porositas pada Friction Welding Logam (FE, AL & FE-AL) Deny Poniman Kosasih; Hari Din Nugraha; Hendar Susanto
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2020.v06.i02.p03

Abstract

Tujuan penelitian ini melakukan friction welding pipa (Fe), (Al), dan (Fe-Al) dengan mesin bubut. Metode penelitian ini adalah eksperimen, dengan penyambungan spesimen pipa silinder dengan bantuan mesin bubut. Proses pengujian hasil sambungan menggunakan Destructive Test yaitu uji tarik dan Non-Destructive Test yaitu liquid penterant untuk mengetahui cacat porositas. Hasil penelitian menunjukkan teknik friction welding serta direct drive welding bisa digunakan dalam proses penyambungan pipa (Fe) dan penyambungan pipa (Al). Pada penyambungan logam tak sejenis yakni antara pipa (Fe) dan pipa (Al) tidak dapat menghasilkan ikatan sambungan karena perbedaan titik leleh material dan tingkat kekerasan material. Suhu sangat berpengaruh terhadap sambungan, hasil sambungan lasan yang baik dapat dicapai dengan meningkatkan temperature pengelasan pada saat proses pengerjaan. Cacat porositas terjadi karena butiran tidak menghasilkan fusi sehingga logam tidak bersatu menyeluruh, hal ini disebabkan temperature tidak mencapai yang dibutuhkan. Temperature yang tinggi dapat dihasilkan dari RPM yang semakin tinggi serta lamanya waktu benda bergesekan. Sehingga benda kerja yang dihasilkan memiliki nilai uji tarik yang baik dan cacat porositas dapat direduksi. The purpose of this research is to perform pipe friction welding (Fe), (Al), and (Fe-Al) with a lathe. This research method is experimental, by connecting the specimen cylinder pipe with the help of a lathe. The process of testing the connection results using the Destructive Test, namely the tensile test and the Non-Destructive Test, namely the liquid penterant to determine porosity defects. The results showed that friction welding techniques and direct drive welding can be used in the process of connecting pipe (Fe) and pipe joining (Al). In non-similar metal joints, namely between pipe (Fe) and pipe (Al), it cannot produce connection bonds due to differences in the melting point of the material and the level of material hardness. Temperature greatly affects the joint, good weld joint results can be achieved by increasing the welding temperature during the working process. Porosity defects occur because the grains do not produce fusion so that the metal does not come together completely, this is because the temperature does not reach the required temperature. A high temperature can be generated from a higher RPM and the length of time the object rubs. So that the resulting workpiece has a good tensile test value and the porosity defects can be reduced.
Pengaruh Variasi Busi Terhadap Performa dan Emisi Gas Buang pada Sepeda Motor Ardi Syahrifudin; Deri Teguh Santoso; Viktor Naubnome
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2020.v06.i02.p04

Abstract

Performa sepeda motor dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah penggantian beberapa part pada sepeda motor. Salah satu bagian yang banyak untuk dimodifikasi adalah busi yang dipercaya dapat meningkatkan performa. Bahan bakar yang digunakan juga dapat mempengaruhi performa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penggunaan variasi busi terhadap torsi, daya dan emisi gas buang. Metode yang digunakan adalah menggunakan analisis uji statistik one way anova untuk dapat melihat pengaruh dari variasi busi yang dilakukan. Dari hasil perhitungan softwere analisis statistik one way anova dapat disimpulkan bahwa variasi busi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap torsi karena F value < F crit (0,031 < 5,143253). Variasi busi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap daya karena F value < F crit (0,003 < 5,143253). Variasi busi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap HC karena F value < F crit (3,48 < 5,143253). Variasi busi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap CO karena F value < F crit (4,97 < 5,143253). Variasi busi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap , karena F value < F crit (1,207 < 5,143253). Variasi busi berpengaruh secara signifikan terhadap , karena F value > F crit (5,528 > 5,143253). Motorcycle performance is influenced by many factors, including the replacement of several parts on a motorcycle. One of the many parts to modify is the spark plug which is believed to improve performance. The fuel used can also affect performance. The purpose of this study was to see the effect of using variations of spark plugs on torque, power and exhaust emissions. The method used is to use one way ANOVA statistical test analysis to be able to see the effect of the variation of the spark plugs performed. From the results of software calculations one way ANOVA statistical analysis, it can be concluded that the variation of spark plugs does not significantly influence torque because F value < F crit (0.031 < 5.143253). The variation of the spark plugs did not significantly influence the power because the F value < F crit (0.003 < 5.143253). Variation of spark plugs did not significantly influence HC because F value < F crit (3.48 < 5.143253). Spark plug variation does not significantly influence CO because F value < F crit (4.97 < 5.143253). Spark plug variation does not significantly influence , because F value < F crit (1.207 < 5.143253). Spark plug variations significantly influence , because F value > F crit (5,528 > 5,143253).
Rancang Bangun Mesin Pencoak Pipa (Pipe Notcher) Multi Dimensi Iswanto Iswanto; Herman Herman; Edi Widodo; A'rasy Fahruddin
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2020.v06.i02.p05

Abstract

Mesin pencoak pipa (pipe notcher) yang ada di pasaran saat ini harganya cukup mahal sehingga banyak bengkel-bengkel kecil masih menggunakan cara konvensional untuk melakukan pencoakan pipa. Cara yang biasa digunakan adalah dengan menggunakan gerinda tangan, sehingga membutuhkan waktu yang lama dan hasilnya kurang presisi. Untuk itu pada penelitian ini dirancang mesin pencoak pipa dengan memanfaatkan sabuk amplas sebagai V-belt yang dihubungkan dengan poros dan digerakkan oleh motor listrik. Kemudian benda kerja didekatkan pada poros matras dan selanjutnya ditekan maju sampai terbentuk profil yang diinginkan. Rancang bangun mesin pencoak pipa multi dimensi ini terbagi dalam tiga tahap. Tahap pertama konsep desain dan perencanaan komponen, dilanjutkan dengan tahap pembuatan dan terakhir adalah pengujian mesin. Dari hasil rancang bangun diperoleh bahwa mesin pencoak pipa multi dimensi ini menggunakan motor listrik 0,5 HP dan putaran 1400 rpm sedangkan rangka mesin menggunakan besi siku ukuran 4 x 4 cm. Setelah dilakukan pengujian, mesin dapat bekerja dengan baik. Untuk mencoak pipa dengan diameter 3/4 inch dibutuhkan waktu selama 0,335 menit, sedangkan untuk pipa ukuran 1 inch membutuhkan waktu selama 1,075 menit. Sedangkan profil yang dibuat menggunakan mesin ini mampu membentuk sudut antara 0° sampai dengan 30°. Pipe notcher on the market today are quite expensive so that many small workshops still use the conventional method for cutting special pipe profiles. The method commonly used is to use hand grinding, so it takes a long time and the results are less precise. For this reason, in this study was designed a pipe notcher machine using the sandpaper belt as a V-belt connected to a shaft and driven by an electric motor. Then the workpiece is brought closer to the mattress axis and then pressed forward until the desired profile is formed. The design of this multidimensional pipe notcher engine is divided into three stages. The first stage is the design concept and component planning, followed by the manufacturing stage and the last stage is machine testing. From the design results, it is found that this multi-dimensional pipe notcher machine uses an electric motor 0.5 HP and a rotation of 1400 rpm while the engine frame uses 4 x 4 cm angle iron. After testing the machine can work properly. To check a 3/4 inch pipe it takes 0.335 minutes, while for a 1 inch pipe it takes 1.075 minutes. Meanwhile, the profiles made using this machine are capable of forming angles between 0 ° to 30 °.
Kaji Eksperimental Perbandingan Performa Engine4 Langkah MenggunakanBahan Bakar Hasil Pirolisis Sampah Plastik dan Premium Marfizal Marfizal; Sufiyanto Sufiyanto; Adriyan Adriyan
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2020.v06.i02.p01

Abstract

Penelitian yang dilakukan dalam tulisan ini terkait pengujian performa engine 4 langkah menggunakan bahan bakar hasil pirolisis sampah plastik (BBHPSP) dan dibandingkan dengan bahan bakar standar, yaitu premium. Pengujian dilakukan dengan menggunakan parameter tetap berupa volume bahan bakar (20 cc) dan kecepatan engine pada 4500 rpm yang dijaga konstan. Untuk memetakan performa engine 4 langkah menggunakan kedua jenis bahan bakar divariasikan besar pembebanan di poros keluaran engine. Berdasarkan pengukuran yang dilakukan diperoleh temperatur ruang bakar dan temperatur gas buang di exhaust manifoldmenggunakantermokopel. Hasil ini digunakan untuk menghitung performa engine 4 langkah yang menunjukkan bahwa performa engine 4 langkah dengan BBHPSP masih berada di bawah performa engine dengan premium. Pada penelitian ini diketahui bahwa kerja keluaran, indicated horse power (IHP), dan efisiensi termal engine dengan BBHPSP lebih rendah masing-masingnya dalam rentang 8,0 – 11,7%; 20,8 – 32,1%; dan 9,6 – 17,7% terhadap nilai premium. Akan tetapi, konsumsi bahan bakar spesifiknya lebih tinggi dibandingkan dengan premium yaitu sebesar32,4 – 53,1%. Selanjutnya, hubungan antara konsumsi bahan bakar spesifik dengan kerja keluaran, IHP, dan efisiensi termal memenuhi fungsi kudratik.Secara umum dapat disimpulkan bahwa BBHPSP dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif dengan perlunya proses perlakuan setelah pirolisis selesai dilakukan atau penambahan katalis dalam proses. This research was conducted to determine performance measurement of a four-stroke engine using fuel from pyrolisis procsess of plastic waste (BBHPSP) and gasoline as a standard fuel. The measurements were performed by keeping the fuel volume and engine rotation at constant value at 20 cc and 4500 rpm, respectively. To map the performance of four-stroke engine, it can be achieved by varying the magnitude of load at the output shaft. Temperature was also measured using thermocouple at combustion chamber and exhaust manifold. These measurements were applied to determine the performance of four-stroke engine. It gave the value of four-stroke engine using BBHPSP was lower than the use of gasoline. These values were 8,0 – 11,7%foroutput work, 20,8 – 32,1% for indicated horse power (IHP), and 9,6 – 17,7% for thermal efficiency comparing to the use of gasoline. Meanwhile, the specific fuel consumption of BBHPSP was greater than gasoline about 32,4 – 53,1%. Afterwards, the relation of specific fuel conumption with output works, IHP and thermal efficiency fulfilled the quadratic functions. To conclude, BBHPSP can be used as an alternative fuel for the four-stroke engine by considering a post-treatment or adding a catalyst when producing BBHPSP using pyrolisis proccess.
Analisis Defleksi Pada Rangka Alat Pembuat Briket Sampah Organik Gregorius Agung Pamungkas; I Gusti Ngurah Priambadi; Anak Agung Istri Agung Sri Komaladewi
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2020.v06.i02.p06

Abstract

Rangka merupakan bagian yang paling penting dari sebuah konstruksi dimana kekuatan rangka sangat ditentukan dari bentuk dan dimensi. Kekuatan rangka pada konstruksi harus memenuhi aspek keamanan serta harus memperhatikan faktor kekuatan rangka itu sendiri. Menghitung kekuatan rangka dari alat pembuat briket sampah organik dilakukan dengan menggunakan cara simulasi untuk mengetahui kekuatan rangka dalam menerima beban. Simulasi yang dilakukan dengan menggunakan software SolidWorks 19 dengan pembebanan statis, dan dengan variasi beban 110 kg dan 4500 kg dengan menggunakan material baja tipe ASTM A36. Proses simulasi yang telah dilakukan dengan pembebanan 110 kg nilai tegangan maksimum sebesar 6.66046 N/mm2 (Mpa), nilai displacement maksimum sebesar 0.0114 mm, nilai strain maksimum sebesar 0.0000167973 mm, dan nilai safety factor minimal sebesar 38. Dengan pembebanan 4500 kg nilai tegangan maksimum sebesar 248.26596 N/mm2 (Mpa), nilai displacement maksimum sebesar 0.4231 mm, nilai strain maksimum sebesar 0.0006269075 mm, dan nilai safety factor minimal sebesar 1. Pembebanan 110 kg rangka masih dapat menahan beban dan nilai stress masih jauh dari standar yield strength material ASTM A36 sebesar 250 Mpa. Terdapat perubahan bentuk rangka saat dilakukan pembebanan tetapi masih bersifat elastis, pada pembebanan 4500 kg rangka tidak dapat menahan beban dan nilai stress mendekati standar yield strength material ASTM A36 sebesar 250 Mpa. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rangka alat pembuat briket sampah organik dengan beban 110 kg dan dengan material Baja tipe ASTM A36 mampu menahan beban dengan lebih baik. Dibandingkan dengan beban 4500 kg dan dengan material yang sama. The frame is the most important part of a construction where the strength of the frame is very much determined from the shape and dimensions. The strength of the frame in construction must fulfill the safety aspect and pay attention to the strength factor of the frame itself. Calculating the strength of the frame from the organic waste briquette maker is done by using a simulation method to see the strength of the frame in receiving the load. Simulations carried out using solidWorks 19 software with static loading with a load variation of 110kg and 4500 kg using ASTM A36. The simulation process that has been carried out with a load of 110 kg with a maximum stress value of 6.66046 N / mm2 (Mpa), a maximum displacement value of 0.0114 mm, a maximum strain value of 0.0000167973 mm, and a minimum safety factor value of 38. At the load of 4500 kg the maximum stress value is 248.26596 N/mm2 (Mpa), the maximum displacement value is 0.4231 mm, the maximum strain value is 0.0006269075 mm, and the safety factor value is at least 1. A load of 110 kg the frame can still with stand the load and the stress value is still far from the standard yield strength material ASTM A36 of 250 Mpa. There is a change in the shape of the frame when it is charged but still elastic, at the load of 4500 kg the frame cannot with stand the load and the stress value is close to the standard yield strength material ASTM A36 of 250 Mpa. Simulation results showed that the frame of the organic waste briquette making tool with a load of 110 kg and with steel material type ASTM A36 is able to with stand the load better. Compared to a load of 4500 kg and with the same material.
Analisis Pipa Collector Menggunakan Simulasi CFD Teknologi Sistem Desalinasi Berbasis Solar Concentrator Callvin Bayu Rayendra; Ridwan Ridwan; Tri Mulyanto
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2020.v06.i02.p02

Abstract

Air bersih merupakan sebuah kebutuhan utama bagi setiap makhluk hidup, bagi masyarakat air tawar yang bersih merupakan faktor yang tidak dapat dipisahkan dari berbagai macam aktifitas terutama bagi masyarakat pesisir pantai, yang pada kenyataannya jumlah air tawar lebih sedikit dibandingkan air laut, untuk itu diperlukan sebuah teknologi yang mampu memenuhi kebutuhan air tawar bagi semua masyarakat. Salah satu teknologi tersebut adalah teknologi desalinasi air laut yang berbasis energi matahari. Solar concentrator merupakan alat pengumpul panas sinar matahari dengan cara memantulkan ke satu titik fokal, pada titik fokal tersebut dipasang sebuah pipa collector atau absorber yang berfungsi sebagai penampung air laut, temperatur permukaan pipa collector akan meningkat dan terjadi proses heat transfer ke arah fluida di dalam pipa yang kemudian terjadi penguapan, uap inilah yang akan di kondensasikan untuk kemudian menjadi air tawar. Secara teoritis produksi air tawar adalah 0.115 L/jam dan intensitas radiasi konstan 1000 W/m2. Variasi temperatur terjadi bila intensitas radiasi tidak stabil. Analisa persebaran panas permukaan pipa collector dapat dilihat dengan simulasi CFD ANSYS FLUENT 17.2. Dan simulasi CFD pada pipa collector menghasilkan temperatur tertinggi yaitu 440 K yang menandakan temperatur diatas titik didih air.
Analisa Parameter Laser Marking pada Material Stainless Steel Terhadap Struktur Mikro dan Kedalaman Marking Dikky Antonius; Cyrillus Pandu
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 6 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2020.v06.i02.p07

Abstract

Proses marking merupakan proses pemberian identitas kepada material atau produk tertentu dalam rangka menghitung, memberi nomor produk, memberi tanda dsb. Bagi material yang keras dan diproduksi dalam jumlah yang banyak seperti logam, proses marking diberikan dengan Laser Marking Machine. Pada penelitian ini, mesin laser marking diatur pada kecepatan 50mm/s, 100mm/s dan 150mm/s. Masing-masing kecepatan mesin menggunakan frekuensi dan power yang ditingkatkan: 20Hz, 60Hz dan 100Hz; 20%, 60% dan 100% power dari mesin, sementara penembakan dilakukan secara vertical dengan sudut 0o. Hasil menunjukkan bahwa frekuensi 60Hz memperoleh kedalaman marking yang maksimal yaitu 3,58µm diantara parameter lainnya. Sementara dari penangkapan gambar mikrostruktur ditunjukkan bahwa kenaikan power dan frekuensi juga berpengaruh kepada melebarnya diameter dari hasil marking pada permukaan spesimen. Peningkatan kecepatan hanya berpengaruh terhadap kedalaman marking untuk frekuensi yang besar. Marking process is one of manufacture process which function to give the identity for the material or final product. For material with high-hardness properties and high-volume production such as metal, the processed is held by Laser marking machine. In this research, the processes were held at speed 50mm/s, 100mm/s and 150mm/s. The frequencies and powers are increased gradually for each speed of the laser machine. The frequencies and powers are 20Hz, 60Hz and 100Hz; 20%, 60% and 100% respectively, while the shoot-angle set at 0o (vertically). The results show that the maximum depth (3,58µm) is achieve when the machines at speed 50mm/s, while the frequencies and powers applied are 60Hz and 100%x10Watt respectively. From the figure of microstructure, the increasing of power and frequencies will enhance the divergence-angle of laser thus increase the width of making process. The increasing of speed will increase the depth of marking for high frequencies such as 100Hz.

Page 1 of 1 | Total Record : 7