cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal METTEK (Jurnal Ilmiah Nasional Dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin)
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 1 (2023)" : 5 Documents clear
Optimasi Energi pada Boiler Atmospheric Fluidized Bed Combustion pada Industri Viscose Rayon Fajar Ramadhan; Fergyanto E. Gunawan
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2023.v09.i01.p01

Abstract

Industri viscose rayon menghasilkan serat tekstil alami dan membutuhkan listrik dan uap air dalam proses produksinya. Kebutuhan energi listrik dan uap diproduksi dari unit pembangkit listrik tenaga uap yang menggunakan boiler sebagai bejana tertutup untuk mengubah air menjadi uap melalui pemanasan dengan bahan bakar. Salah satu jenis boiler yang digunakan dalam unit pembangkit adalah Atmospheric Fluidized Bed Combustion (AFBC) dengan kapasitas 45 ton per jam dan efisiensi sebesar 78,61%, yang masih di bawah standar efisiensi sebesar 85,78%. Efisiensi boiler mengalami penurunan kinerja yang ditunjukkan oleh temperatur gas buang yang mencapai 220?. Hal ini mengakibatkan pemborosan penggunaan bahan bakar batubara karena panas hasil pembakaran tidak optimal diserap oleh air sehingga temperatur gas buang menjadi tinggi. Penelitian ini akan mengkaji pengaruh nilai kalor batubara dan laju alir massa udara pembakaran terhadap penggunaan energi boiler serta mengkaji penghematan biaya energi. Analisis penelitian ini menggunakan software ANSYS Fluent 2021 R2 dengan memanfaatkan fitur Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk membantu simulasi fluida pada boiler. Analisis efisiensi boiler menggunakan metode tidak langsung sesuai dengan ASME PTC 4.0. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan efisiensi boiler dari 78,61% menjadi 81,04%, sehingga menghasilkan penghematan biaya sebesar Rp80.870.400.000 per tahun. The viscose rayon industry produces natural textile fibers and requires electricity and water vapor in its production process. The need for electric power and steam is generated from a steam power plant unit that uses a boiler as a closed vessel to convert water into steam through heating with fuel. One type of boiler used in the power generation unit is Atmospheric Fluidized Bed Combustion (AFBC) with a capacity of 45 tons per hour and an efficiency of 78.61%, which is still below the efficiency standard of 85.78%. The boiler efficiency has decreased in performance, as indicated by the flue gas temperature reaching 220?. This results in the wasteful use of coal fuel because the heat from combustion is not optimally absorbed by the water, resulting in high exhaust gas temperature. Therefore, this study will examine the influence of coal calorific value and combustion air mass flow rate on boiler energy use and cost savings. The research analysis uses ANSYS Fluent 2021 R2 software and utilizes the Computational Fluid Dynamics (CFD) feature to simulate fluids in the boiler. The analysis of boiler efficiency uses the indirect method according to ASME PTC 4.0. The results of this study show an improvement in boiler efficiency from 78.61% to 81.04% and generate cost savings of IDR 80,870,400,000 per year.
Proses Pack Carburizing Baja Karbon Dengan Arang Kayu dan Arang Tulang Sapi Richard A. M. Napitupulu; Surianto Lumbantobing; Charles SP Manurung
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2023.v09.i01.p02

Abstract

Karburisasi adalah salah satu proses yang paling banyak dilakukan pada perlakuan pengerasan di daerah permukaan baja. Proses ini selain meningkatkan kadar karbon juga sebagai langkah awal dari proses pengerasan pada permukaan sehingga material baja memiliki kombinasi sifat keras di bagian luar dan tetap ulet di bagian dalam. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kadar karbon pada baja dengan sumber karbon yang berasal dari arang kayu dan arang tulang sapi. Pada kondisi awal, spesimen memiliki kekerasan pada bagian diameter terluar 187,909 HV, komposisi karbon sebesar 0,18%C. Spesimen dipanaskan hingga temperatur 9000C dengan variasi waktu penahanan 30, 45 dan 60 menit dan masing-masing variabel diberi sumber karbon dari arang kayu dan arang tulang sapi yang diharapkan dapat berdifusi di permukaan baja. Kekerasan yang paling meningkat adalah pada spesimen dengan waktu penahanan 45 menit dan sumber karbon dari arang kayu dengan angka kekerasan 734,38 HV dan kadar karbon 0,201 % C. Secara umum terjadi peningkatan kekerasan dan kadar karbon akibat adanya difusi atom C yang berasal dari arang, namun juga terdapat adanya penurunan kadar karbon di permukaan yang dapat disebabkan oleh karena waktu penahanan yang berlebih atas dimensi spesimen. Carburizing is one of the most widely used processes in hardening treatments in the steel surface area. This process in addition to increasing the carbon content is also the first step of the surface hardening process so that the steel material has a combination of hard properties on the outside and remains ductile on the inside. This research was conducted to increase the carbon content of steel with carbon sources derived from wood charcoal and beef bone charcoal. In the initial conditions, the specimen has a hardness at the outer diameter of 187.909 HV, the carbon composition is 0.18%C. The specimens were heated to a temperature of 9000C with variations in holding times of 30, 45 and 60 minutes and each variable was given a carbon source from wood charcoal and beef bone charcoal which were expected to diffuse on the steel surface. The most increased hardness was in specimens with a holding time of 45 minutes and carbon source from wood charcoal with a hardness number of 734.38 HV and a carbon content of 0.201 % C. In general, an increase in hardness and carbon content was due to the diffusion of C atoms from charcoal, but there is also a decrease in the carbon content on the surface which can be caused by excessive holding time on the dimensions of the specimen.
Serapan Air dan Ketahanan Bakar pada Material Komposit Hibrid Epoxy Berpenguat Serat Bambu / Jelatang Mokh Bima Dwi Oktavian; I Gede Putu Agus Suryawan; I Gusti Ngurah Priambadi
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2023.v09.i01.p03

Abstract

Kemajuan teknologi pada bahan non logam sangat mendominasi penggunaan material komposit di bidang rekayasa industri. Komposit sebagai pengganti material logam dalam rekayasa industri sudah semakin meluas dalam bidang industri teknik mesin dan transportasi seperti komponen otomotif, bodi kendaraan, interior pesawat dan kapal laut. Penelitian komposit ini berpenguat serat alam berupa serat jelatang dan serat bambu dengan matrik epoksi. Peneliti memberikan perlakuan perendaman serat dengan 5% NaOH selama 2 jam. Komposit hibrid serat bambu/jelatang dengan panjang 10 mm dan disusun secara acak dengan proses produksi hand lay-up. Penelitian ini menggunakan fraksi volume serat 30% dengan jumlah perbandingan serat bambu/jelatang 100%:0%(A), 75%:25%(B), 50%:50%(C), 25%:75%(D), 0%:100%(E) dan sebagai pembanding adalah matriks yang dicetak tanpa penguat (A0). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan hasil material komposit yang memiliki sifat yang tahan air dan tahan api. Pengujiannya adalah Serapan Air, dan Ketahanan Bakar. Hasil pengujian serapan air tertinggi pada spesimen (A) sebesar 5,31% dan terendah pada spesimen (E) sebesar 3,7%. Hasil serapan air komposit hybrid dengan jumlah serat bambu/jelatang (B) sebesar 4,93% memiliki serapan air lebih tinggi dari spesimen (D) sebesar 4,37%. Hasil pengujian bakar menunjukkan nilai laju pembakaran tertinggi pada sampel (E) sebesar 10,63 mm/s dan terendah pada sampel (A) sebesar 6,89 mm/s. hasil laju pembakaran komposit hibrid jumlah serat bambu/jelatang (B) dengan nilai laju pembakaran 7,24 mm/s, sedangkan komposit serat bambu/jelatang (D) diperoleh nilai laju pembakaran 8,63 mm/s. Technological advances in non-metallic materials dominate the use of composite materials in industrial engineering. Composites as a substitute for metal materials in industrial engineering have expanded in the mechanical engineering and transportation industries such as automotive components, vehicle bodies, aircraft interiors and ships. This composite research is reinforced with natural fibers in the form of nettle and bamboo fiber with an epoxy matrix. The researcher gave the fiber immersion treatment with 5% NaOH for 2 hours. Bamboo/ nettle fiber hybrid composite with a length of 10 mm and arranged randomly with a hand lay-up production process. This study uses a fiber volume fraction of 30% with a ratio of bamboo/nettle fiber 100%:0%(A), 75%:25%(B), 50%:50%(C), 25%:75%(D), 0%:100%(E) and comparison is the matrix printed without reinforcement (A0). This research is expected to give results of composite materials that have water-resistant and fire-resistant properties. The tests are Water Absorption and Fire Resistance. The results of the highest water absorption test in specimen (A) of 5.31% and the lowest on specimen (E) of 3.7%. The results of the hybrid composite water absorption with the amount of bamboo/nettle fiber (B) of 4.93% had a higher water absorption than that of the specimen (D) of 4.37%. The results of the burn test showed that the highest burning rate was in sample (E) at 10.63 mm/s and the lowest was 6.89 mm/s in sample (A). The results of the hybrid composite burning rate of bamboo/nettle fiber (B) with a burning rate value of 7.24 mm/s, while the bamboo/nettle fiber composite (D) obtained a burning rate value of 8.63 mm/s.
Peningkatan Sifat Mekanik Hybrid Ceramik Komposit dengan Penambahan Partikel Magnesium dan Serat Silica Carbon I Ketut Suarsana; DNK Putra Negara; I Made Astika
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2023.v09.i01.p04

Abstract

Pada penelitian ini Aluminium powder digunakan sebagai matriks dan Silicon Carbon whisker (SiCw) serta Alumina partikel (Al2O3p) digunakan sebagai penguat. Pembuatan material uji dengan proses metalurgi powder pada variasi gaya tekan 15, 20 dan 25 kN, temperatur sintering 350oC, waktu penahanan 15 menit pada masing-masing specimen uji. Pengujian yang dilakukan meliputi densitas, porositas dan kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan komposisi SiCw dan aditif Alumina pada persen berat berpengaruh secara signifikan terhadap sifat fisik dan mekanik komposit. Dimana peningkatan densitas dan kekerasan terjadi karena semakin kuat atau semakin rapatnya ikatan antarmuka matrik dan penguat, sedangkan porositas menurun berbanding terbalik dengan densitas yang terjadi dalam material hybrid keramik matrik komposit. In this study, Aluminum powder was used as a matrix, and Silicon Carbon whisker (SiCw) and Alumina particle additives (Al2O3p) were used as reinforcement. Manufacture of test material with powder metallurgy process with variations in the compressive force of 15, 20, and 25 kN, sintering temperature of 350oC, and holding time of 15 minutes for each test specimen. Tests carried out include density, porosity, and hardness. The results showed that the addition of SiCw composition and Alumina additives in weight percent had an effect on the physical and mechanical properties of the composite. There was an increase in density and hardness due to the stronger or tighter interfacial bonds between the matrix and reinforcement, while porosity decreased inversely with the density that occurred in the hybrid material. composite matrix ceramics.
Perbaikan Stasiun Kerja sebagai Upaya Mengurangi Keluhan Muskuloskeletal Guna Meningkatkan Produktivitas Perajin di Sutama Gamelan Dewa Made Nida Dwi Anggara; I Gusti Ngurah Priambadi; AAIAS Komaladewi
Jurnal Mettek: Jurnal Ilmiah Nasional dalam Bidang Ilmu Teknik Mesin Vol 9 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Teknik Mesin Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/METTEK.2023.v09.i01.p05

Abstract

Produktivitas tenaga kerja Indonesia dinilai masih rendah dan menempati posisi 11 dari 20 negara sehingga produktivitas industri kecil sebagai tulang punggung perekonomian bangsa perlu mendapat perhatian. Bali sebagai daerah wisata saat ini mengalami perkembangan industri kecil yang dipengaruhi kearifan lokal sebagai ikon industri kecil Bali yang produktivitasnya perlu ditingkatkan setelah keterpurukan akibat pandemi. Karakteristik umum dari industri kecil adalah tingginya angka kecelakaan dan cedera dimana kecelakaan 20%-40% lebih sering terjadi pada perusahaan kecil dibandingkan dengan perusahaan yang lebih besar dan hal ini dapat menurunkan produktivitas industri kecil salah satunya adalah Sutama Gamelan sebagai industri pendukung budaya Bali. Salah satu upaya peningkatan produktivitas adalah perbaikan stasiun kerja yang dapat dilakukan melalui sebuah penelitian intervensi sehingga dapat memberi kontribusi nyata bagi perkembangan industri kecil berbasis budaya di Bali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbaikan stasiun kerja terhadap tingkat keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) dalam proses pembuatan gangsa dan tingkat produktivitas perajin gamelan di Sutama Gamelan. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif komparatif dengan responden berjumlah tiga perajin melalui purposive sampling yang diberi perlakuan perbaikan stasiun kerja pada proses penggerindaan dan pengampelasan. Perubahan risiko MSDs, tingkat nyeri, serta produktivitas diukur menggunakan instrument REBA, NBM, dan formula produktivitas sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian membuktikan bahwa perbaikan stasiun kerja dapat menurunkan risiko postur kerja dari risiko tinggi menjadi risiko sedang; menurunkan tingkat nyeri menjadi 1 yang berarti tidak terasa sakit; produktivitas meningkat sebesar 11,6%; serta terdapat hubungan antara perbaikan stasiun kerja dengan produktivitas perajin. Melalui penelitian ini dapat diberikan saran yaitu perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengidentifikasi risiko-risiko pekerjaan lainnya pada perajin gamelan sekaligus memberikan solusi nyata bagi permasalahan penurunan produktivitas akibat risiko pekerjaan; serta perlu dilakukan kerjasama lintas bidang dengan akademisi dan praktisi kesehatan dalam memberikan penyuluhan dalam mempertahankan sikap, postur, dan kebiasaan kerja yang baik dalam stasiun kerja yang baik. Indonesian worker’s productivity is still considered low and occupies the 11th position out of 20 countries so the productivity of small industries as the backbone of the nation's economy needs attention including small industry in Bali as Indonesian main tourist destination. Moreover, its productivity needs to be increased after the downturn due to the pandemic. However, it is proved that the occupational accidents are 20%-40% more common in small industries compared to larger industries that can reduce the productivity including at Sutama Gamelan as an industry that supporting Balinese culture. The improvement of work stations as an effort to increase productivity can be done through an intervention research that can make a real contribution to the development of small industries in Bali. The purpose of this study was to determine the effect of improving the workstation on the risk of Musculoskeletal Disorders (MSDs), the pain level in the process of making gangsa, and the productivity level of gamelan craftsmen in Sutama Gamelan. This research method is comparative quantitative research with respondents of three craftsmen through purposive sampling who were treated with repaired workstations in the grinding and sanding process. Changes in MSDs risk, pain level, and productivity were measured using REBA, NBM, and productivity formulas before and after treatment. The study proves that the improvement of workstations can reduce the risk of from MSDs high risk to moderate risk; reduce the pain level to 1 which means no pain; productivity increased by 11.6%; and there is a relationship between the improvement of workstations with the productivity. It is suggested that in the future it is required to conduct further research to identify other occupational risks to gamelan craftsmen as well as provide counseling in maintaining good attitudes, postures, and work habits within good workstations.

Page 1 of 1 | Total Record : 5