cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. pacitan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Humaniora
ISSN : 23560614     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Terbit tiga kali setahun bulan Februari, Juni dan Desember. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian atau kajian analisis kritis di bidang pendidikan, kebudayaan, dan sosial kemasyarakatan. Artikel telaah (review article) dimuat atas undangan.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Humaniora" : 10 Documents clear
EFFECTIVE STEPS OF IDENTIFYING AND CONSTRUCTING RESEARCH PROBLEMS Agung Budi Kurniawan; Dwi Rahayu; Indah Puspitasari
Jurnal Humaniora Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research problem is one of the most important parts in a research. It is placed in the beginning of research writing especially after background and identification of problem. Research problem determines researchers’ action, theories, and technique of collecting and analyzing data, findings, analysis, conclusion, and overall research implementation. It seems the central point of a scientific research. Based on our research, we find that there 2 criteria of research problems; first, it is discovered and second, it is invented or created. Every research topic and research design has specific research problem. On the other hand, we also find 2 types of research problem technically which are finding research problem and analysis research problem. Our concern in this scientific article is to present one of our research finding and analysis which is 7 effective steps of constructing research problems. Every step is connected to one another till the last step of identifying or constructing research problems. Our main discussion is that research problem is the last product from previous problem delivered in the research topic, background of the study, identification of the problems, and the influence of research design. In conducting the research, we take 40 S-1English thesis of English education study program of STKIP PGRI Pacitan in the academic year 2014-2015 by using purposive sampling technique. We applied descriptive qualitative approach based on coherence analysis. We expect the presentation of our research findings and analysis could be used as one reference for researchers to identify and construct research problems.
BUDAYA LOKAL RUWATAN HARI KELAHIRAN SEBAGAI METODE ISLAMISASI DI PACITAN Heru Arif Pianto; Achmad Hozaini
Jurnal Humaniora Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha suatu pewarisan dan pelestarian nilai-nilai ke Islaman di Jawa khususnya di wilayah Kabupaten Pacitan secara turun-temurun selalu menjadi satu kebiasaan yang selama ini tidak pernah ditinggalkan. Berbagai macam cara yang mereka lakukan dalam rangka untuk mengembangkan nilai Islam itu, salah satu diantaranya adalah dengan melakukan ruwatan pada hari kelahiran seseorang. Untuk menentukan waktunya itu tidak hanya diambil dari hari tepatnya kelahiran saja melainkan juga ditentukan oleh pasarannya juga. Budaya ruwatan kelahiran ini merupakan suatu bentuk budaya kearifan lokal yang harus senantiasa dikembangkan, dengan melihat dari segi aspek nilai yang mengandung nilai positif terutama untuk peningkatan keimanan seseorang. Hakikatnya pelaksanaan ruwatan kelahiran ini mempunyai suatu tujuan untuk mewujudkan rasa syukur seseorang terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikamat yang telah diberikan terutama nikmat sehat dan umur yang panjang. Hanya saja metode yang digunakan dengan memanfaatkan budaya Jawa. Penelitian ini merupakan penelitian historis. Sedangkan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah, yang terdiri dari empat langkah yaitu, heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya ruwatan hari kelahiran ini mengandung nilai keIslaman yang sangat mendalam, mulai dari perwujudan rasa syukur, bentuk sedekah dan termasuk dapat menjalin tali silaturahim antar sesama manusia
PERBANDINGAN METODE SIRKUIT DAN METODE PLYOMETRIK TERHADAP PENINGKATAN WALL BOUNCE DALAM PERMAINAN BOLA BASKET DI STKIP PGRI PACITAN Ari Iswanto; Budi Dermawan
Jurnal Humaniora Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan latihan menggunakan metode sirkuit dan metode plyometrik terhadap peningkatan wall bounce dalam permainan bola basket di STKIP PGRI Pacitan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Prodi PJKR STKIP PGRI Pacitan. Sampel yang diambil adalah mahasiswa STKIP PGRI Pacitan angkatan 2015. Pembagian kelompok dengan menggunakan ordinal pairing. Tehnik sampling menggunakan population sampling. Sampel dikelompokkan menjadi dua kelompok, tiap kelompok 11 mahasiswa sebagai kelompok A dan kelompok B. Kelompok A diberi latihan dengan menggunakan metode Sirkuit sedangkan kelompok B diberi latihan dengan menggunakan metode plyometrik. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan test dan pengukuran yaitu ketepatan wall bounce sesuai dengan standar test dan pengukuran Sekolah Tinggi Olahraga. Persyaratan analisis data menggunakan uji normalitas dan homogenitas. Teknik analisis data menggunakan Uji-t, validitas yang digunakan sebesar 0,666 dengan reliabilitas sebesar 0,791. Berdasarkan hasil analisis uji-t diketahui bahwa rerata pretest kelompok A (sirkuit) adalah 21,82 dan rerata postest adalah 24,91 dan di dapat thitung sebesar 7,089 dengan signifikansi 0,000. Nilai ttabel dengan db= 9 pada taraf signifikansi 5% adalah 2,262, oleh karena thitung > dari ttabel (7,089>2,262) hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest wall bounce yang dilatih dengan metode sirkuit. Rerata pretest pada kelompok B (plyometrik) adalah 21,00 dan rerata postest adalah 22,900 dan di dapat thitung sebesar 2,923 dengan signifikansi 0,015. Nilai ttabel dengan db= 9 pada taraf signifikan 5% adalah 2,262, oleh karena nilai thitung > ttabel (2,923>2,262), hal ini terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan postest wall bounce yang dilatih dengan metode plyometrik. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil nilai thitung sebesar 2,166 dengan signifikansi 0,040 nilai rata-rata latihan wall bounce dengan menggunakan metode sirkuit sebesar 24,909 dan rata-rata latihan menggunakan metode plyometrik sebesar 22,909. Hal ini dapat disimpulkan bahwa metode sirkuit lebih efektif dari pada metode plyometrik untuk meningkatkan wall bounce dalam permainan bola basket.
KONSEPSI MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA TERHADAP MATA KULIAH METODE NUMERIK Mulyadi Mulyadi; Dwi Cahyani N.A.
Jurnal Humaniora Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsepsi mahasiswa pendidikan matematika terhadap mata kuliah metode numerik. Konsepsi dalam hal ini dibedakan menjadi tiga yakni memahami konsep, tidak memahami konsep dan miskonsepsi. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika STKIP PGRI Pacitan. Teknik yang digunakan dalam pengambilan subjek adalah purposive sampling. Sumber data diperoleh dari hasil tes diagnostik kesalahan yang disertai skor Certainly of Response Index (CRI) dan wawancara mendalam. Validasi data dilakukan dengan triangulasi teknik. Analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini diperoleh sebagai berikut: 1). konsepsi mahasiswa terhadap sistem persamaan linear utamanya pada metode eliminasi Gaus-Jordan menunjukkan bahwa 86% mahasiswa tidak memahami konsep, 14% memahami konsep dan tidak ada mahasiswa yang mengalami miskonsepsi; 2). konsepsi mahasiswa terhadap integrasi numerik menunjukkan bahwa 32% mahasiswa tidak memahami konsep, 68% memahami konsep dan tidak ada mahasiswa yang mengalami miskonsepsi; 3). konsepsi mahasiswa terhadap differensiasi numerik menunjukkan bahwa 45% mahasiswa tidak memahami konsep, 55% memahami konsep dan tidak ada mahasiswa yang mengalami miskonsepsi.
KREATIVITAS PELATIH BOLA VOLI DI KLUB BOLA VOLI SE-KABUPATEN PACITAN DALAM MENYIKAPI KETERBATASAN ALAT DAN FASILITAS Budi Dermawan; Ari Iswanto
Jurnal Humaniora Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membantu memberi gambaran secara empiris dan ingin mengetahui kreativitas pelatih bola voli di Pacitan dalam menyikapi keterbatasan alat dan fasilitas. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan metode survei dan instrumen angket. Populasi dalam penelitian ini adalah Populasi dalam penelitian ini adalah pelatih bola voli yang melatih di perkumpulan atau klub bola voli di Kabupaten Pacitan sebanyak 32 pelatih. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh populasi (sampel populasi). Data tentang kreativitas pelatih pada penelitian ini mencakup kemampuan melihat masalah, kemampuan pelatih dalam menciptakan ide, serta sikap terbuka terhadap hal-hal baru. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif kuantitatif dengan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kreativitas pelatih bola voli se-Kabupaten Pacitan dalam menyikapi keterbatasan alat dan fasilitas masuk kategori tinggi. Secara rinci, kreativitas pelatih bola voli se-Kabupaten Pacitan dalam menyikapi keterbatasan alat dan fasilitas yaitu: (1) Kemampuan dalam melihat masalah yang berhubungan dengan alat dan fasilitas masuk kategori sangat tinggi, (2) Kemampuan pelatih dalam menciptakan ide untuk memecahkan masalah masuk kategori tinggi, (3) Sikap terbuka dan menerima hal-hal baru masuk kategori tinggi.
FAKTOR-FAKTOR KESULITAN BELAJAR MATA KULIAH BELAJAR MOTORIK PADA MAHASISWA PENJASKESREK STKIP PGRI PACITAN Ridha Kurniasih; Bela Murdian
Jurnal Humaniora Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dibuat untuk menganalisis faktor-faktor kesulitan belajar yang terjadi pada mahasiswa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pengambilan data dalam penelitian ini dengan cara observasi, wawancara mendalam, dokumentasi. Hasil penelitan ini menunjukkan ada beberapa faktor yang ikut mempengaruhi belajar mahasiswa beserta kesulitannya. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah kurangnya aktivitas belajar mandiri, kebiasaan belajar yang kurang baik, tempat kos anak yang jauh dari pantauan orang tua.
KEKERABATAN BAHASA MINANGKABAU, MELAYU RIAU DAN ACEH Eny Setyowati; Nimas Permata Putri
Jurnal Humaniora Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kekerabatan bahasa Minangkabau, Melayu Riau dan Aceh. Metode pengumpulan data berupa metode simak dengan teknik lanjutan tulis dengan berdasar 200 kosakata Morris Swaddes. Data yang ditemukan kemudian dianalisis dengan menggunakan Leksikostatistik. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui kekerabatan bahasa Minangkabau, Melayu Riau dan Aceh ditunjukkan dari kata berkerabat yang berjumlah 69, terdiri dari berkerabat identik berjumlah 10 kata. Berkerabat mirip secara fonetis 50 Kata. Berkerabat berbeda satu fonem berjumlah 3 Kata. Pasangan berkerabat berkorespondensi fonemis berjumlah 6 kata. Sedang kata tidak berkerabat yaitu 131 kata. Persentase tingkat kekerabatan bahasa Minangkabau, Melayu Riau dan Aceh adalah 35% dengan tingkat kategori kekerabatan rumpun atau stock.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEMBUATAN POLA KEMEJA ANAK SEKOLAH MATA PELAJARAN KETERAMPILAN TATA BUSANA PADA SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 1 PUNUNG Sularti .
Jurnal Humaniora Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kompetensi pembuatan pola kemeja anak sekolah mata pelajaran tata busana pada siswa kelas VIII A semester II SMP Negeri 1 Punung tahun pembelajaran 2015/2016 setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together. Desain penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari dua siklus dengan mengadopsi model Kemmis dan Taggart. Alur penelitian tindakan kelas terdiri dari: 1) Perencanaan 2) Tindakan 3) Pengamatan 4) Refleksi. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Punung. Subjek dalam penelitian ini adalah 24 siswa kelas VIII A. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan tes. Uji validasi instrumen menggunakan validitas isi dengan pendapat dari judgement expert, sedangkan uji reliabilitas adalah dengan menggunakan konsistensi antar rater dan tes menggunakan KR 20. Teknik analisis data dalam penelitian ini deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kompetensi siswa sebelum penerapan tindakan Learning Together sebesar 6 siswa (20%) mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal dan siswa yang tidak tuntas sebesar 24 siswa (80%) belum mencapai nilai KKM, dengan rata-rata kelas 71,46 dan masih di bawah standar kriteria ketuntasan minimal. 2) Penerapan model kooperatif tipe Learning Together dalam membuat pola kemeja anak sekolah dilakukan dengan langkah-langkah: a) Memperkenalkan topik yang akan dibahas b) Mengatur murid dalam kelompok (heterogen), c) Merencanakan presentasi, d) Presentasi kelompok e) Evaluasi. 3) Kompetensi ranah kognitif pada siklus pertama 20 siswa (76,67%) mencapai KKM dengan rata-rata kelas 76,93, pada siklus kedua 100% siswa telah mencapai KKM dengan rata-rata kelas 86,06. 4) Pada ranah psikomotor siklus pertama 15 siswa (66,67%) mencapai KKM, dengan rata-rata kelas 78,08 dan pada siklus kedua 23 siswa (96,67%) mencapai KKM dengan rata-rata 81,92. 5) Ranah afektif siklus pertama dan kedua sebesar 100% siswa telah mencapai KKM dengan rata-rata kelas 78,67 meningkat menjadi 85,33. Model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together dapat meningkatkan kompetensi pembuatan pola kemeja anak sekolah mata pelajaran keterampilan tata busana pada siswa kelas VIII A semester I SMP Negeri 1 Punung tahun pembelajaran 2015/2016.
EFEKTIFITAS PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPUTER DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP PRESTASI MAHASISWA PADA MATA KULIAH EVALUASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA IKIP PGRI BOJONEGORO Nur Rohman; Nelly Indriastuti Purnamasari; Dian Nurul Safitri
Jurnal Humaniora Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: “Apakah pembelajaran berbasis komputer dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih efektif dalam memberikan prestasi belajar mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro dibanding dengan pembelajaran konvensional pada mata kuliah evaluasi pembelajaran matematika tahun akademik 2016/2017? Penelitian ini dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan termasuk penelitian eksperimental semu sebab tidak memungkinkan untuk mengontrol semua variabel yang mempengaruhi variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester empat tingkat II Prodi Pendidikan Matematika FPMIPA IKIP PGRI Bojonegoro. Sampel dalam penelitian ini diperoleh dengan cara simple random sampling. Hipotesis yang dikemukakan akan diuji menggunakan uji-t. Dari hasil tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa Berdasarkan analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa: Pembelajaran berbasis komputer dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih efektif memberikan prestasi belajar mahasiswa IKIP PGRI Bojonegoro dibanding dengan pembelajaran konvensional pada mata kuliah evaluasi pembelajaran matematika tahun akademik 2016/2017.
UTILIZING CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS FOR AUTHENTIC MATERIAL AND CROSS-CULTURAL CONTENT: APPLIED LINGUISTICS AND HUMANISTIC WORK Hasan Khalawi; Samsul Hadi
Jurnal Humaniora Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Humaniora
Publisher : LPPM Press STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To date, the critical thinking and interpretation is such a constraint for that globalized life and culture. This shift was affected by the maturity of human and their cultures. Alpha generation, referring to generation theory, is that mentioned period of being critical, complex, and liable to search the truth through scientific reasoning and logical interpretation. For that reason, this research is aimed at revealing kind of Critical Discourse Analysis (CDA) devices which are able to uncover the hidden meaning; and how those critical discourse analysis devices are applied to cross-cultural content and humanistic values using authentic materials. Based on the search of the researcher, there is still minimal research and writing pertaining to this issue. Then, this research hopefully becomes the significant credit to English education rehearsal and development. This research is naturally pseudo mixed methods in the paradigm of Applied Linguistics. The data source is from the authentic material (English magazine or newspaper), while the process of the research data collection is the adaptation of George (2008) which is finally analyzed using Spradley analysis (1980). Based on the need of Alpha generation, CDA in the framework of Applied Linguistics is hopefully providing such contribution and benefits for English education in Indonesia. Based on the research findings, the uncovered phenomena are as follows: (1) the devices of the Critical Discourse Analysis (CDA) to be applied in the framework of Applied Linguistics (AL) are the biases of (a) power; (b) culture; (c) identity; (d) ideology; (e) interest; (f) politics; (g) intertextuality; (h) value; (i) subjectivity; and (j) agenda; (2) the critical discourse analysis can be applied both in the research and teaching strategy by analyzing the discourse in the authentic material to uncover the phenomena; (3) worldview of people is the source of intellectual and social activity. So, by employing the CDA and AL, the teacher or the researcher will recognize whether or not the worldview is good for the Islamic worldview and the local wisdom in the Eastern country.

Page 1 of 1 | Total Record : 10