cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 2 (2005)" : 7 Documents clear
Kajian Penerapan Pedoman Keselamatan Kerja pada Pekerjaan Galian Konstruksi Reini D Wirahadikusumah; Febby Ferial
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 2 (2005)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2005.12.2.1

Abstract

Abstrak. Pelaksanaan proyek konstruksi meliputi beragam pekerjaan yang berisiko tinggi terhadap kecelakaan.Disamping jatuh dari ketinggian, pekerjaan galian juga berisiko tinggi karena berhubungan dengan karakteristik tanah galian. Kecelakaan kerja pada pekerjaan galian cenderung menyebabkan kematian, umumnya akibat tertimbun tanah, tersengat aliran listrik bawah tanah, terhirup gas beracun, dan lain-lain. Pemerintah telah mengeluarkan pedoman keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk pekerjaan konstruksi, yang walaupun sudah perlu diperbaharui, namun sudah mencakup berbagai aspek yang perlu diterapkan di lapangan. Tingkat kecelakaan kerja yang masih tinggi ditengarai sebagai akibat dari tingkat kepatuhan terhadap pedoman K3 yang masih rendah. Dua puluh lokasi proyek konstruksi di wilayah Bandung dan sekitarnya dikunjungi untuk mendapat gambaran sejauh mana tingkat kepatuhan terhadap pedoman K3 tersebut, khususnya pada pekerjaan galian konstruksi. Hal-hal yang diamati meliputi antara lain: penggunaan perkuatan dinding galian, pagar pengaman, akses keluar masuk galian, dan sebagainya. Pengamatan mencakup ketersediaan alat-alat tersebut di lapangan serta sejauh mana penggunaannya sesuai dengan pedoman. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan masih sangat rendah, terutama pada proyek-proyek kecil. Kajian terhadap pedoman juga dilakukan untuk mengetahui berbagai masalah dalam kesulitan penerapannya di lapangan. Abstract. Construction is one of the most hazardous industries. The major causes of accidents include fall from elevation and excavation-related. Excavation is high risk because of its involvement with variable soil characteristics. The types of fatal accidents related to excavation include cave-ins, contact with underground buried power lines, etc. The governments have long issued a construction safety standard, however it needs periodic revision. The low level of compliance to the standard is believed to be one of the causes of the high rate of construction accidents. In this study, twenty sites have been observed as a sampling to recognize the general level of compliance on project sites, with the focus on excavation. In this small-scaled study conducted in Bandung and vicinity, the implementations of the articles in the standard related to excavation have been investigated. These involve the use of shoring/sloping, guard railing, equipments for access and egress, etc. This investigation showed that the implementation of the construction safety standard was far from satisfactory, particularly in small projects. The current standard has also been analyzed to indicate its shortcomings for practical application on constructionsites.
Kajian Penerapan Outsourcing pada Perusahaan Kontraktor dan Konsultan Biemo W Soemardi; Teguh L Santoso
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 2 (2005)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2005.12.2.2

Abstract

Abstrak. Outsourcing merupakan salah satu bentuk strategi yang umum diterapkan oleh perusahan-perusahaan konstruksi guna meminimalkan pengeluaran-pengeluaran yang tidak efektif bagi pembiayaan tenaga kerja yang jumlahnya berfluktuasi sesuai dengan jumlah proyek yang diperoleh dan dikerjakan perusahaan. Makalah ini membahas upaya untuk mengetahui kemungkinan adanya pola khusus outsourcing yang diterapkan oleh perusahaan kontraktor dan konsultan Informasi mengenai adanya berbagai pola outsourcing diperoleh melalui survei dua tahap yang melibatkan perusahaan yang melakukan outsourcing serta tenaga yang direkrut melalui mekanisme outsourcing tersebut. Meski terdapat beberapa persamaan, pada dasarnya outsourcing yang dilakukan oleh perusahaan kontraktor berbeda dengan apa yang dilakukan oleh perusahaan konsultan. Jika perusahaan-perusahaan kontraktor cenderung menekankan aspek kuantitas, dalam menerapkan outsourcing perusahaan konsultan cenderung untuk lebih menekankan pada aspek kualitas. Perbedaan tersebut tampak antara lain pada latar belakang, paradigma dan mekanisme penetapan besaran bonus yang berbeda dalam menerapkan outsourcing.Abstract. Outsourcing is a strategy commonly applied by construction companies to minimize ineffective labor expenses due to the fluctuation of number of projects obtained and executed by the construction companies. This paper discusses an attempt to determine whether there is an effective outsourcing pattern specifically implemented by construction contractors and consultants. Information on different outsourcing schemes are acquired through two-steps survey involving respondents from contractor and consultant companies, as well as the outsource. Despite their general similarities, in principle contractors and consultant companies are employing different outsourcing patterns. Contractors tend to focus on quantitative aspects whilst consultants are more interested in qualitative aspects of the outsource. These differences are reflected, among others in the background, paradigm as well bonus payment mechanism in applying outsourcing.
Pengaruh Pemodelan Zona Terkekang Terhadap Prediksi Hubungan Momen-Kurvatur Kolom Persegi Beton Mutu Tinggi Iswandi Imran; Remigildus Cornelis
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 2 (2005)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2005.12.2.3

Abstract

Abstrak. Paper ini mengkaji salah satu aspek yang berkaitan dengan pemodelan daerah terkekang pada kolom persegi beton mutu tinggi yang diberi beban aksial tekan eksentrik. Cakupan daerah terkekang pada penampang kolom adalah parameter yang dikaji untuk melihat pengaruhnya terhadap prediksi analitis kekuatan dan daktilitas kolom. Beberapa pemodelan daerah terkekang yang sering digunakan dalam berbagai literature dievaluasi untuk mengetahui karakteristik dan sensitivitasnya. Selanjutnya dalam paper ini dikembangkan program komputer MOKUR2D untuk menganalisis hubungan momen-kurvatur kolom persegi beton mutu tinggi. Dalam program, cakupan daerah terkekang pada penampang kolom dapat dimodelkan dengan tiga pendekatan, yaitu pendekatan model konvensional yang menggunakan koefisien kekangan efektif, model dengan daerah arching action yang tak terkekang dan model penampang dengan tiga variasi derajat kekangan yang berbeda. Studi perbandingan dengan menggunakan program tersebut kemudian dilakukan terhadap 4 buah kolom yang diuji oleh Sheikh dan Bayrak [1998]. Semua kolom tersebut berdimensi 305 x 305 mm, dengan delapan tulangan longitudinal berdiameter 19.5 mm yang terdistribusi merata pada penampang. Tegangan leleh tulangan baja yang digunakan adalah 454 MPa. Dua tipe konfigurasi sengkang yang dikaji masing-masing adalah sengkang diamond dan konvensional dengan volumetric ratio berkisar antara 1.68 hingga 5.24 persen. Spasi tulangan sengkang yang terpasang berkisar antara 90 mm hingga 108 mm. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemodelan daerah terkekang dengan model konvensional masih cukup akurat walaupun sedikit overestimate terhadap hasil eksperimen sedangkan model dengan tiga variasi derajat kekangan terlihat memiliki akurasi respon teoritis momen kurvatur yang lebih baik dan sangat mendekati hasil eksperimen jika kekangan pada daerah arching action ditetapkan sebesar 50% dari kekangan pada inti kolom.Abstract. This paper studies one aspect of confinement modeling of high strength concrete square columns subjected to axially eccentric compression. Confined zone models were studied to evaluate their effect on the analytical prediction of strength and ductility of high strength concrete square columns. Several models of confined zones found in literatures were discussed to observe their characteristics and sensitivity. Based on the findings, a computer program MOKUR2D was developed. In the program, confined zone in reinforced concrete columns can be modeled with three different approaches, i.e. conventional models (using a coefficient of effective confinement), models with unconfined arching zone, or models with three zones of confinement. A comparative study using the program was later carried out on 4 high-strength concrete square columns tested by Sheikh and Bayrak [1998]. The cross-section size of all columns was 305 x 305 mm. All columns were reinforced with 8 bars of 19.5 mm diameter, uniformly distributed around the core perimeter. Yield strength of the rebars was 454 MPa. Two types of ties configuration ties were used with volumetric ratio varying from 1.68 percent to 5.12 percent. The spacing of the ties was from 90 mm to 108 mm. From the study, it was found that the conventional model is able to produce a fairly good estimate of test results. The best estimate of test results is given by the model with three zones of confinement in which the arching zoneis assigned with 50% of full confinement.
Safety Factor of Timber Bolted-Connection Designed with SNI-5 (2002) Ali Awaludin
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 2 (2005)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2005.12.2.4

Abstract

Abstract. This paper study the safety factor of timber connection designed with PKKI NI-5 (2002). Johansen yield model is used to evaluate the nominal design value of single bolted connection. Double-shear bolted connection, with the side members and the main member from wood, is chosen for this study. A comparison study of safety factor between SNI-5 (2002) and NDS for timber construction of U.S (1997) is also conducted. Finally, the safety factor is analyzed for both directions parallel and perpendicular to wood grain of four possible yield modes. From the study, both SNI-5 (2002) and NDS (1997) use higher safety factor for bolted connection sustaining load perpendicular to grain than that sustaining load parallel to grain. Smaller safety factor is used in bothcodes when the plastic hinge of bolt is created such as the yield modes IIIs and IV. However, in this case, the safety factor of NDS is significantly much higher than that of SNI-5 (2002).Abstrak. Analisis angka aman sambungan baut yang dirancang dengan SNI-5 (2002) dibahas pada tulisan ini. Tahanan lateral sambungan baut dianalisis berdasarkan teori model kelelehan yang diusulkan oleh Johansen (1949). Sambungan baut dua irisan dipilih sebagai contoh kasus. Analisis angka aman sambungan yang dirancang dengan SNI-5 (2002) juga dibandingkan dengan angka aman pada peraturan NDS (1997). Selain itu, analisis angka aman juga diteliti untuk sudut gaya sejajar dan tegak lurus serat, serta berdasarkan pada moda kelelehan sambungan. Berdasarkan hasil analisis, baik SNI-5 (2002) dan NDS (1997) menggunakan angka aman yang lebih besar pada sambungan dengan arah gaya tegak lurus terhadap serat kayu dari pada angka aman pada sambungan dengan arah gaya sejajar serat kayu. Angka aman yang lebih kecil digunakan pada kedua peraturan di atas apabila bentuk kelelehan sambungan disebabkan oleh terbentuknya sendi plastis pada baut (moda kelelehan IIIs dan IV). Walaupun demikian, secara umum angka aman yang digunakan oleh SNI-5 (2002) jauh lebih kecil dari pada angka aman yang dipergunakan oleh NDS (1997).
Penerapan “Sel Mangrove” dalam Pemodelan 3D Hidrodinamika Laut NBOF (Non-Orthogonal Boundary Fitted) dengan Studi Kasus Estuari Ajkwa Muslim Muin
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 2 (2005)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2005.12.2.5

Abstract

Abstrak. Makalah ini memaparkan hasil integrasi Model 3D Hidrodinamika Laut Teknik Non-Orthogonal Boundary Fitted dengan Mangrove. Hasil pengukuran arus pada beberapa lokasi di Estuari Ajkwa menunjukkan, bahwa penggunaan Non-Orthogonal Boundary Fitted Grid sangat cocok untuk perairan dengan geometri yang sangat rumit, dan juga memperlihatkan bahwa Daerah Basah/Kering (Wet/Dry Area), yang dikenal sebagai Sel Mangrove, harus dimasukkan dalam Daerah Komputasi (Computational Domain). Tanpa memasukkan mangrove, hasil simulasi hanya 30% dari arus yang diukur di lapangan.Abstract. The paper presents the results of integration of 3D Ocean Hydrodynamics Non-Orthogonal Boundary Fitted with Mangrove. The observed current in several locations in Ajkwa Estuary show that the Non-Orthogonal Boundary Fitted Grid is an excellent technique for geometrically complex water system, and also indicates that the Wet/Dry Area or Mangrove Cell must be included in the computational domain. The model results show that the maximum predicted current will not exceed 30% of the maximum of observed current if the mangrove cell is ignored.
Analisis Aplikasi Algoritma Genetika dalam Proses Desain Struktur Perkerasan Djunaedi Kosasih
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 2 (2005)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2005.12.2.6

Abstract

Abstrak. Algoritma genetika pada prinsipnya bermanfaat untuk persoalan yang sulit dipecahkan dengan menggunakan pendekatan deterministik. Meskipun demikian, makalah ini dimaksudkan hanya untuk mengexplorasi aplikasi algoritma genetika yang menggunakan pendekatan stochastic sebagai metoda alternatif dalam mencari nilai ITP (Index Tebal Perkerasan) dari model empiris yang memerlukan proses konvergensi sederhana. Kemudian, nilai ITP tersebut dibandingkan dengan yang diperoleh melalui teknik interpolasi linier yang sederhana dalam pencarian nilai konvergen. Dua proses kodifikasi solusi (i.e. nilai ITP) yang diperlukan pada algoritma genetika apakah sebagai bilangan biner (kode konvensional) atau bilangan riil (kode non-konvensional) dianalisis secara khusus, mengingat kode bilangan riil seringkali diperlukan untuk aplikasi algoritma genetika dalam bidang rekayasa transportasi. Empat parameter utama dari algoritma genetika, yaitu jumlah populasi, probabilitas pertukaran gen, probabilitas perubahan gen dan fungsi seleksi, yang dianggap paling sesuai untuk pencarian nilai ITP diusulkan dalam makalah ini.Abstract. Genetic algorithm basically is a useful tool for problems that are difficult to solve by using deterministic approaches. Despite of this, this paper is intended only to explore genetic algorithm which is based on the principle of stochastic approaches as an alternative method to calculate the structural number of a pavement from an empirical model requiring simple convergency processes. The resulting pavement structural number was then compared with that obtained from a simple linear interpolation technique in seeking for a convergence. Two codification processes of solution (i.e. structural number) performed in genetic algorithm by using binary number (conventional code) or real number (non-conventional code) were specifically studied, since the real number code is frequently used for the application of genetic algorithm in the field of transportation engineering. Four main parameters needed for genetic algorithm, i.e. population size, probability of crossover, probability of mutation and selection function, that were found to be the most appropriate for searching pavement structural number are proposed in this paper.
Integrasi Numeris dengan Menggunakan Polinomial Lagrange Syawaluddin Syawaluddin; Hang Tuah; Widiadnyana Merati; Leo Wiryanto
Jurnal Teknik Sipil Vol 12 No 2 (2005)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2005.12.2.7

Abstract

Abstrak. Pada paper ini disajikan pengembangan integrasi numeris berdasarkan polinomial Lagrange. Metoda yang dihasilkan mirip dengan metoda Gaussian-quadrature, dengan perbedaan terletak pada pengambilan titik-titik integrasi. Metoda memberikan hasil integrasi yang sangat baik, dengan kesalahan sebesar 0.2% -0.5% pada integrasi fungsi sinusoidal. Metoda yang dihasilkan juga dapat digunakan untuk menyelesaikan persamaan differensial waktu orde 1 dengan hasil yang sangat baik. Abstract. In this paper, a development of a numerical integration method based on Lagrangian polynomial is presented. The resulted method like Gaussian-quadrature's method, but differs in points of integration sampling. The method gives a very good result in integration of sinusoidal function, with error about 0.2% - 0.5% to exact solution. The method can also be used for solving first order time differential equation, with very good result.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2005 2005


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 1 (2003) Vol 10, No 1 (2003) More Issue