cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 1 (2007)" : 5 Documents clear
Studi Penurunan Kekuatan Geser Tanah Lempung Indramayu Akibat Pupuk Kimia Ilyas Suratman; M. Asrurifak
Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 1 (2007)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2007.14.1.1

Abstract

Abstrak. Revolusi hijau yang dimulai tahun 1960 dan masuk ke Indonesia tahun 1972, telah dapat menanggulangi ancaman kekurangan pangan global, tapi efek samping dari pelaksanaannya juga bisa dirasakan saat ini yaitu keseimbangan ekosistim alam. Pemberian pupuk kimia yang terus-menerus dan tidak terkontrol telah banyak merubah komposisi tanah sehingga perilaku tanah juga ikut berubah. Untuk itulah penelitian ini dibuat, yaitu mengetahui pengaruh kandungan pupuk kimia dalam tanah terhadap kuat geser tanah. Contoh tanah diambil dari salah satu daerah rawan longsor di Jawa Barat yaitu Indramayu. Jenis tanah adalah lempung dengan kadar halloysite 45,92 montmorillonite 25,34%, specific gravity 2,58, batas cair (LL) 74,26% dan Indeks Plastisitas 46,39%. Contoh tanah yang diuji dibuat dengan kadar air optimum dan jenis pupuk kimia yang digunakan adalah Urea, TSP dan NPK dengan kadar 0,01%, 0,1%, 0,5% dan 1%, serta masa pemeraman 0, 1, 3, 7, dan 14 hari. Pengujian kuat geser tanah yang dipakai adalah kuat tekan bebas (UCS) dan sebagai kontrolnya digunakan triaxial UU. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya kandungan pupuk kimia dalam tanah telah mempengarui plastisitas dan kuat geser tanah. Pengaruh kuat geser tanah yang terjadi akibat pupuk kimia ini adalah semakin banyak kandungan pupuk kimia dalam tanah maka semakin menurun nilai kuat geser tanah tersebut dan penurunan ini bertambah seiring dengan bertambahnya waktu pemeraman. Penurunan nilai kuat tekan bebas (qu) terbesar terjadi pada tanah yang mengandung pupuk TSP, disusul oleh tanah yang mengandung pupuk Urea, kemudian tanah yang mengandung pupuk NPK. Abstract. Green revolution which is started on 1960 and came into Indonesia on 1972, have earned to overcome threat lacking of global food, but side effects of its execution also can be felt in this time that is balance of natural ecosystem. Using of chemical fertilizer continuously without controlled have been changed soil composition so that behavior of the soil also follow to change. To that's this research is made, that is knowing effects of chemical fertilizer content in the soil to shear strength of soil. Samples of soil taken from land one of the gristle slide area in West Java that is Indramayu's clay. Type of soil is clay with rate 45,.92% Halloysite, 25,34% montmorillonite, specific gravity 2,58, liquid limit (LL) 74,26% and Plasticity Index 46,39%. Samples of soil made with optimum water content and chemical fertilizer type used are Urea, TSP and NPK with rate 0,01%, 0,1%, 0,5% and 1%, and period of curing 0, 1, 3, 7 and 14 day. Shear strength test for samples used unconfined compression test (UCS) and UU Triaxial test used as control. Resulting from this research indicate that with existence of chemical fertilizer content in the soil have change plasticity and strength of soil. Shear strength effect of soil that happened from this chemical fertilizer is more chemical fertilizer content in soil more reduce value of shear strength progressively and this degradation increase along with increasing time of curing. Degradation of value of qu biggest happened on soil with TSP, caught up by soil with Urea, then soil with NPK.
Estimasi Respon Tanah Sedang di Beberapa Lokasi di Kota Medan Akibat Skenario Terburuk Gempa Sumatera Ade Faisal
Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 1 (2007)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2007.14.1.2

Abstract

Abstrak. Kota Medan terletak ~80 km dari patahan strike-slip Sumatera dan ~300 km dari pertemuan lempeng Indo-Australian dan Eurasian. Kota ini pernah bergetar hebat tahun 1936 akibat gempa  Kutacane (segmen patahan Tripa) MS=7,2 yang menyebabkan sejumlah bangunan rumah rusak. Karena tidak sepenuhnya aman, studi ini melakukan sejumlah kajian skenario gempa terhadap Kota Medan berdasarkan mekanisme dan magnitude gempa, jarak terdekat dan kondisi geoteknik. Skenario gempa di kawasan Nias berkekuatan Mw=9,3 dan gempa Mw=7,8 di segmen Tripa/Renun digunakan sebagai skenario terburuk, bersama dengan gempa Aceh 26/12/2004, Nias 28/03/2005 dan Renun 01/04/1921. Kemudian tiga lokasi tanah di Medan dianalisa dengan memakai riwayat waktu percepatan gempa yang berasal dari 21 rekaman nyata gempa-gempa subduksi dan patahan aktif di belahan dunia lain. Percepatan batuan dasar diperoleh sebesar 0,1002 g dan 0,1420 g, masing-masing akibat gempa subduksi Nias dan segmen patahan Tripa/Renun. Sebanyak 153 respon spektrum percepatan tanah dihasilkan, terdiri dari 81 spektrum akibat gempa subduksi dan 72 spektrum akibat gempa patahan. Respon tanah ini menunjukkan gejala yang harus diwaspadai karena melampaui spektrum rencana tanah sedang dan mencapai nilai atas spektrum rencana tanah lunak SNI-1726-2003 Wilayah 3, pada hampir seluruh perioda waktu. Abstract. Medan is located ~80 km away from Sumatran strike-slip fault and ~300 km away from boundary of Indo-Australian and Eurasian plates. Medan has been experienced tremor causing damage of some buildings in 1936 due to Ms=7,2 earthquake sourced from Kutacane (Tripa fault segment). Since the city was not fully safe, this study conducts an investigation to the effect of worst scenario earthquakes for Medan based on source mechanism, magnitude, closest source-to-site distance, and geotechnical condition. The subduction earthquakes of Mw=9,3 in Nias region and Mw=7,8 in Tripa/Renun fault segments are employed as the worst scenario earthquakes for Medan. The earthquakes of Aceh 26/12/2004, Nias 28/03/2005, and Renun 01/04/1921 are took into account as well. Three locations in Medan are then assessed using 21 synthetic time histories accelerations sourced from ground motion record of subduction and strike-slip earthquakes from other countries. The bedrock peak ground accelerations (PGA) found for Nias subduction region and Tripa/Renun fault segment reach 0,1002 g and 0,1420 g, respectively. This study results 153 soil surface spectrum response accelerations that consist of 81 spectrums and 72 spectrums affected by subduction and transform faults earthquakes. The soil responses due to worst scenario earthquakes show apprehensive trend, which beyond the design spectrum of medium soil in Zone 3 of SNI-1726-2003. It almost reaches soft soil design spectrum at all over periods as well.
Persamaan Korelasi Sifat Mekanik Beton Mutu Tinggi dengan Agregat Alami dan Slag Nikel Saptahari Sugiri; Saloma Saloma; Ria Catur Yulianti
Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 1 (2007)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2007.14.1.3

Abstract

Abstrak. Beton merupakan material konstruksi bangunan yang sering digunakan karena mudah pada waktu pelaksanaan konstruksi dan biaya pemeliharaan yang relatif murah dibandingkan material lainnya. Dengan maraknya pembangunan dimana aspek lingkungan harus diperhatikan, maka agregat kasar dan halus yang berasal dari sumber daya alam sebaiknya dibatasi, bila memungkinkan diganti dengan agregat produk limbah dari industri. Perkembangan ilmu pengetahuan di bidang teknologi beton memungkinkan penggunaan limbah menjadi bahan dasar pembentuk beton, sehingga di satu sisi penggunaan bahan alam yang merusak lingkungan dapat diatasi dan di sisi lain bahan limbah dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk bahan dasar pembentuk beton. Dalam setiap minggu, PT. INCO menghasilkan limbah padat berupa terak nikel dalam jumlah relatif besar, yaitu 77.441 ton. Sehingga dapat dilakukan penelitian mengenai penggunaan limbah padat tersebut sebagai bahan dasar pembentuk beton, baik sebagai agregat kasar maupun halus. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mendapatkan persamaan korelasi sifat mekanik beton kinerja tinggi (high performance concrete) dengan agregat alami dan slag nikel. Terhadap seluruh bahan pembentuk beton dilakukan pengujian mengikuti standar ASTM. Bahan dasar pembentuknya terdiri dari semen, agregat kasar, agregat halus, air dan bahan tambahan lainnya. Semua pengujian sifat mekanik beton juga mengikuti standar ASTM dan dilakukan untuk umur beton 3, 7, 14, 21, 28 dan 56 hari dengan masing-masing umur sebanyak tiga sampel. Seluruh data hasil penelitian yang telah diperoleh dilakukan analisis regresi nonlinier. Selanjutnya dibahas berbagai model korelasi sifat mekanik beton yang telah diuji. Berdasarkan analisis model korelasi diperoleh bentuk persamaan sebagai berikut :y = abttcfc28 , dimana untuk :Kuat tekan beton :                 a = 0,389       b = 0,996       c = 0,323Modulus elastisitas :               a = 353         b = 1,001       c = 0,083Kuat tarik tidak langsung :      a = 0,03        b = 1,002        c = 0,115Kuat lentur :                          a = 0,052       b = 0,998       c = 0,224Adapun kelebihan persamaan korelasi yang diusulkan dibandingkan persamaan dalam peraturan yang ada adalah dapat menganalisis sifat mekanik beton kinerja tinggi berdasarkan fungsi waktu 0 < t ≤ 56 dan mempunyai nilai standar error yang lebih kecil. Abstrack. Concrete is construction material of building that is often is applied by easy to when realization of construction and maintenance cost that is cheap relative compared to other material. With the hoisterous of development where environmental aspect to paid attention, hence fine and coarse aggregate coming from natural resources better be limited, if possible is changed with waste product aggregate from industry. Development of science in concrete technology area enables usage of waste becomes concrete former base material, so that in one usage sides of nature material destroying area can be overcome and on the other side waste material is exploited as optimal as possible for concrete former base material. In each week, PT. INCO yields solid waste in the form ofnickel slag in number relative big, that is 77.441 tons. So can be done research about usage of the solid waste as component of concrete former basis, either as fine and coarse aggregate. Purpose of principal of this research is to get correlation equation of high performance concrete with natural aggregate and nickel slag. To all concrete former material is done assaying to follow ASTM standard. Its the former base material consisted of cements, coarse aggregate, fine aggregate, water and other admixture. All assayings of concrete mechanical property also follows ASTM standard and done for concrete age 3, 7, 14, 21, 28 and 56 days, in which three sample specimens were tested for each age. All research result data which has been obtained done by regression analysis nonlinier. Here in after is studied various correlation models of concrete mechanical property which has been tested. Based on correlation model analysis is obtained form of equation as follows : y = abttcfc28, where for :1. Compressive strength :      a = 0,389      b = 0,996       c = 0,323    2. Modulus of elasticity :        a = 353         b = 1,001       c = 0,083         3. Indirect tensile strength :   a = 0,03        b = 1,002       c = 0,1154. Modulus of Rupture :         a = 0,052      b = 0,998      c = 0,224  The advantage of this correlation equation over the standard equation is the ability to analyze the mechanical properties of high performance concrete by function of time 0 < t ≤ 56 and has a smaller standard error
Kajian Sistim Pengendalian Banjir Wilayah Tengah DKI-Jakarta Terhadap Beban Hidrograf Banjir Akibat Hujan Merata Muhammad Syahril Badri Kusuma; Dedi Tjahjadi; Bagus Bagus; Farid Farid
Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 1 (2007)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2007.14.1.4

Abstract

Abstrak. Sistem Pengendalian Banjir Wilayah Tengah DKI-Jakarta terdiri dari jaringan saluran terbuka, pompa, pintu pengendali dan waduk retensi. Makalah ini menyajikan hasil studi model matematik 1 dimensi mengenai perilaku hidraulis dari sistem pengendalian tersebut diatas terhadap beban banjir rencana yaitu Q100 dan debit banjir yang terjadi pada banjir 2002. Perilaku hidraulis didefinisikan sebagai kombinasi pengoperasian bangunan pengontrol untuk memanfaatkan kapasitas system pengendalian tersebut terhadap beban banjir. Beban banjir diperhitungkan sebagai hidrograf banjir akibat hujan merata yang ditempatkan pada tiap inlet system tersebut. Perilaku hidraulik sistem tata air yang ada diketahui dari hasil pengukuran lapangan dan data sekunder. Hasil kajian menyimpulkan bahwa Kapasitas Sistem pengendalian Banjir Wilayah Tengah Jakarta lebih kecil dari debit banjir Q100 dan hanya hanya mampu melayani beban banjir dari system drainase setempat. Genanganpada beberapa daerah mulai terjadi pada saat debit banjir mencapai besaran Q25 dan meningkat drastis pada saat mendapat limpahan banjir dari hulu.Abstract. The flood control system of middle Jakarta consists of open channels system, gates, pumping station and small reservoir. This paper presents mathematical model study on the hydraulic behavior of the above flood control system due to the design flood of Q100 and to the highest expected flood discharges (Q1000) as it was recorded in 2002. The hydraulic behavior is defined as a combination of control structure operation for maximizing the system capacity in responding the flood. The flood discharge is defined as a flood hydrograph generated in each inlet sub-system by a well distributed (homogeneous) rain fall. Lay out and canal dimension of the existing flood control was determined by field investigation and available secondary data. Based on this study, it is found that the flood control capacity is smaller than Q100 and capable only for the flood discharge of the local drainage system. The inundation has already started when the flood discharge due the Q25 is achieved and significantly increased when the upstream flood discharge is entered to the channel system.
Pemodelan Dinamika Gelombang dengan Mengerjakan Persamaan Kekekalan Energi Syawaluddin Hutahean
Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 1 (2007)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2007.14.1.5

Abstract

Abstrak. Paper ini menyajikan pengerjaan hukum kekekalan energi pada pemodelan hidrodinamika gelombang pendek. Pengerjaan hukum kekekalan energi dilakukan dengan mensuperposisikan persamaan kontinuitas yang dihasilkan dari kekekalan masa dengan persamaan kekekalan energi dan menghasilkan persamaan kontinuitas baru yang sesuai dengan hukum kekekalan masa dan kekekalan energi. Penelitian secara numeris menunjukkan bahwa persamaan dapat digunakan untuk memodelkan gelombang dengan tinggi gelombang terbesar pada periodanya. Persamaan juga dapat memodelkan refraksi, difraksi dan shoaling dengan baik. Abstract. This paper presents application of energy conservation law for short wave modelling. The application is done by superimposing continuity equation that resulted from mass conservation and the equation of energy conservation. The superimposing gives a new form of continuity equation that agree with the mass and energy conservation law. The new equation can model wave with the height as high as the real wave in nature. The model also can simulate other wave dynamic such as refraction-diffraction and shoaling by bathymetry and diffraction in breakwater gap.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2007 2007


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 1 (2003) Vol 10, No 1 (2003) More Issue