cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 08532982     EISSN : 25492659     DOI : 10.5614/jts
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap tiga bulan, yaitu April, Agustus dan Desember. Jurnal Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 1990 dengan membawa misi sebagai pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal Teknik Sipil diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia. Dalam perkembangannya, Jurnal Teknik Sipil telah terakreditasi sebagai jurnal ilmiah nasional sejak tahun 1996 dan saat ini telah terakreditasi kembali (2012-2017). Dengan pencapaian ini maka Jurnal Teknik Sipil telah mengukuhkan diri sebagai media yang telah diakui kualitasnya. Hingga saat ini Jurnal Teknik Sipil tetap berusaha mempertahankan kualitasnya dengan menerbitkan hanya makalah-makalah terbaik dan hasil penelitian terbaru.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 15 No 2 (2008)" : 4 Documents clear
Hubungan antara Risiko, Premium dan Tingkat Diskonto dalam Struktur Modal Project Finance dari Perspektif Teorema Utilitas Andreas Wibowo
Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2008)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2008.15.2.1

Abstract

Abstrak. Struktur modal adalah salah satu isu paling relevan dalam pendanaan proyek infrastruktur publik yang melibatkan sektor swasta. Ada tiga pihak berkepentingan dengan struktur modal ini: pemerintah selaku pemegang otoritas, sponsor proyek, dan kreditor. Khusus bagi sponsor proyek dan kreditor, struktur modal yang dipilih menentukan risiko cashflow yang harus dihadapi keduanya. Tulisan ini menyajikan hasil studi teoretik menggunakan teorema utilitas untuk menjelaskan hubungan yang terjadi antara risiko, premium risiko dan cost of capital menggunakan teorema utilitas. Tulisan ini memperlihatkan premium risiko yang diminta sponsor proyek dan kreditor meningkat seiring dengan meningkatnya kewajiban pembayaran utang. Konsekuensinya, tingkat pengembalian yang diharapkan pun meningkat. Eksistensi adanya kapasitas utang proyek juga diverifikasi dalam tulisan ini. Struktur modal dapat direkayasa untuk memaksimumkan manfaat finansial bagi sponsor proyek. Selanjutnya, penting bagi analis proyek untuk berhati-hati dalam penentuan tingkat diskonto. Tingkat diskonto tidak identik tingkat suku bunga deposito bank sebagaimana banyak diterapkan dalamĀ  praktik. Isu ini menjadi sangat relevan bila dikaitkan dengan cashflow ekuitas.Abstract. Capital structure is one of the most relevant issues in financing of public infrastructure projects involving the private sector. Three stakeholders having vested interests with the project capital structure include the government, project sponsor and creditor. Specifically for project sponsor and creditor, the chosen capital structure determines the risk exposed to both parties individually. This paper presents research findings on the relationships of risk, risk premium, and cost of capital using utility theorem. This paper demonstrates that risk premium asked for by the project sponsor and the creditor rises with the increase in debt service obligations. Consequently, the expected rates of return escalate as well. The existence of project debt capacity is also verified in this paper. The capital structure can be designed to maximize benefit in favor of the project sponsor. Next, it is noteworthy for the project analyst to set the discount rate thoroughly. Discount rate is not simply identical with bank depositing rate as is widely used in practice. This issue is of paramount relevance if associated with equity cashflows.
Aplikasi Stake-Out Titik dengan Akurasi Tinggi S. Hendriatiningsih
Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2008)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2008.15.2.2

Abstract

Abstrak. Salah satu pekerjaan penting dalam surveying rekayasa adalah melakukan stake-out titik rencana desain geometri baik horisontal maupun vertikal di permukaan bumi. Untuk memenuhi akurasi titik stake-out yang diinginkan, standard deviasi titik stake-out yang dicapai harus lebih kecil dari standar deviasi titik stake-out yang diinginkan. Standar deviasi titik stake-out yang dicapai dalam setting-out sudut dan jarak dipengaruhi oleh standar deviasi titik ikat dan akurasi peralatan yang digunakan. Untuk mengaplikasikan stake-out titik di permukaan bumi, diperlukan pemilihan peralatan surveying sesuai standar deviasi titik stake-out yang diinginkan. Metode hitungan data stake-out titik ini bermanfaat untuk aplikasi stake-out titik yang membutuhkan akurasi tinggi.Abstract. Of important tasks on engineering surveying is the staking out of points on geometric design, either horizontally or vertically. In order to satisfy the required accuracy, the achieved accuracy should be smaller than the required one. The achieved point standard deviation using setting-out of angle and distance on field was influenced by known point standard deviation and instrument accuracy. Stake-out data computation methods in this study are rather valuable in the special application which require high accuracy.
Kajian Efektifitas Semen dan Fly Ash dalam Campuran Soil Cement Memakai Tanah Lempung dan Pasir Pulau Timor Alfonsus Theodorus; Bambang Sugeng; Ilyas Suratman; Rudy Hermawan
Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2008)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2008.15.2.3

Abstract

Abstrak. Campuran semen tanah atau Soil cement adalah hasil pencampuran tanah, semen dan air, yang dengan tingkat pemadatan tertentu akan menghasilkan suatu campuran material baru, soil cement, yang mana dikarenakan kekuatannya, karakteristik ketahanan terhadap oleh air, panas dan pengaruh cuaca lainnya adalah sangat baik sebagai suatu lapis pondasi bawah dari struktur perkerasan jalan. Penggunaan Fly Ash sebagai alternatif material untuk stabilisasi dapat digunakan sebagai bahan tambahan campuran Soil Cement. Penelitian ini dilakukan pada beberapa tahapan pengujian, dimana pada tahapan pertama dilakukan pengujian statis terhadap campuran tersebut, antara lain percobaan UCS (Unconfined Compressive Strength). Hasil pengujian menunjukkan bahwa tanah Oelmasi (Pulau Timor) dapat diklasifikasikan sebagai tanah lempung anorganik dengan plastisitas tinggi (CH), tipe tanah kelempungan (A-7-5), Nilai aktiviti (A)=1,30 (Aktif Clays) dan memiliki Swelling Potensial yang sangat tinggi (Very High) serta kandungan mineral Kuarsa (Quartz). Secara umum, 5% - 15% semen menunjukkan jumlah optimum pengurangan Plastisitas Index (PI). Sedangkan 3% - 7% fly ash dapat meningkatkan nilai Plastisitas Index (PI). Pengurangan dan penambahan Plastisitas Index (PI) adalah suatu indikator perubahan kekuatan dari tanah Lempung Anorganic (CH). Penambahan 13%semen pada pemeraman 28 hari nilai Unconfined Compressive Strength (UCS) yang optimal yaitu = 12,59 Kg/Cm2. Untuk Tanah Bolok (Pulau Timor) merupakan jenis Pasir bergradasi baik (SW), tipe tanah pasir (A-1-b) dengan kandungan Mineral Calcite. Penambahan semen 10 % dapat meningkatkan nilai UCS hingga mencapai nilai optimal 21,87 kg/cm2 pada umur pemeraman 28 hari.Abstract. Soil cement is result of mixing soil, cements and water, that with level of certain compaction will make a new material mixture, soil cement, which because of it is strength, resistance characteristic to by water, hot and other weather influence is very good as a foundation layer under from road pavement structure. Usage of Fly Ash alternatively material for stabilization can mixture addition Soil Cement. This research done at some testing steps, where at step first is done static testing to the mixture, for example experiment UCS (Unconfined Compressive Strength). Result of testing indicates that Soil Oelmasi (Island Timor) can be classified as Inorganic Clay Soil with high plasticity (CH), Clay Soil Type (A-7-5), Value activity (A) = 1,30 (Aktif Clays) and has Swelling Potential Very High and mineral content Kuarsa (Quartz). In general, 5% - 15% cements shows number optimum of decrement Plastisitas Index (PI). While 3% - 7% fly ash can increase value Plastisitas Index(PI). Decrement and addition Plastisitas Index (PI) be an transformation indicator of strength from soil Clay Anorganic (CH). Addition of 13%semen curing of 28 days value Unconfined Compressive Strength (UCS) optimal that is = 12,59 Kg/Cm2. For Soil Bolok (Island Timor) be type Sand good gradation (SW), soil sands type (A-1-b) with content mineral calcite. Addition cement 10 % can increase value UCS so reaching optimal value 21,87 kg/cm2 at the curing of 28 days.
Model Refraksi-Difraksi Gelombang Air Oleh Batimetri Syawaluddin Hutahean
Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2008)
Publisher : Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/jts.2008.15.2.4

Abstract

Abstrak. Paper ini merupakan kelanjutan dari Hutahaean (2007c). Pengembangan yang dilakukan adalah pada persamaan arah gelombang, dan persamaan amplitudo gelombang. Persamaan arah gelombang ataupersamaan refraksi-difraksi dan persamaan amplitudo gelombang dirumuskan dengan menggunakan persamaan kontinuitas dan persamaan momentum. Hasil simulasi menunjukkan bahwa persamaan yang dikembangkan dapat memodelkan refraksi-difraksi oleh batimetri, serta shoaling dan breaking. Abstract. This paper is an extension of previous paper written by Hutahaean (2007c). The improvements are in wave direction and wave amplitude equation. The wave direction equation or wave refraction-diffraction equation and wave amplitude equation are developed using continuity and momentum equation. Simulation results show that the new equations can model refraction-diffraction due to bathymetry, shoaling and breaking.

Page 1 of 1 | Total Record : 4


Filter by Year

2008 2008


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 3 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 32 No 2 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 32 No 1 (2025): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 31 No 3 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Desember Vol 31 No 2 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi Agustus Vol 31 No 1 (2024): Jurnal Teknik Sipil - Edisi April Vol 30 No 3 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 2 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 30 No 1 (2023): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 3 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 29 No 1 (2022): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 3 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 2 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 28 No 1 (2021): Jurnal Teknik Sipil Vol 27 No 3 (2020) Vol 27 No 2 (2020) Vol 27 No 1 (2020) Vol 27, No 1 (2020) Vol 26 No 3 (2019) Vol 26, No 3 (2019) Vol 26 No 2 (2019) Vol 26, No 2 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26, No 1 (2019) Vol 26 No 1 (2019) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25, No 3 (2018) Vol 25 No 3 (2018) Vol 25, No 2 (2018) Vol 25 No 2 (2018) Vol 25 No 1 (2018) Vol 25, No 1 (2018) Vol 24, No 3 (2017) Vol 24 No 3 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24 No 2 (2017) Vol 24, No 2 (2017) Vol 24, No 1 (2017) Vol 24 No 1 (2017) Vol 23, No 3 (2016) Vol 23 No 3 (2016) Vol 23 No 2 (2016) Vol 23, No 2 (2016) Vol 23 No 1 (2016) Vol 23, No 1 (2016) Vol 22, No 3 (2015) Vol 22 No 3 (2015) Vol 22 No 2 (2015) Vol 22, No 2 (2015) Vol 22, No 1 (2015) Vol 22 No 1 (2015) Vol 21 No 3 (2014) Vol 21, No 3 (2014) Vol 21 No 2 (2014) Vol 21, No 2 (2014) Vol 21, No 1 (2014) Vol 21 No 1 (2014) Vol 20 No 3 (2013) Vol 20, No 3 (2013) Vol 20, No 2 (2013) Vol 20 No 2 (2013) Vol 20, No 1 (2013) Vol 20 No 1 (2013) Vol 19 No 3 (2012) Vol 19, No 3 (2012) Vol 19 No 2 (2012) Vol 19, No 2 (2012) Vol 19 No 1 (2012) Vol 19, No 1 (2012) Vol 18, No 3 (2011) Vol 18 No 3 (2011) Vol 18, No 2 (2011) Vol 18 No 2 (2011) Vol 18 No 1 (2011) Vol 18, No 1 (2011) Vol 17 No 3 (2010) Vol 17, No 3 (2010) Vol 17, No 2 (2010) Vol 17 No 2 (2010) Vol 17, No 1 (2010) Vol 17 No 1 (2010) Vol 16, No 3 (2009) Vol 16 No 3 (2009) Vol 16 No 2 (2009) Vol 16, No 2 (2009) Vol 16 No 1 (2009) Vol 16, No 1 (2009) Vol 15, No 3 (2008) Vol 15 No 3 (2008) Vol 15, No 2 (2008) Vol 15 No 2 (2008) Vol 15, No 1 (2008) Vol 15 No 1 (2008) Vol 14, No 4 (2007) Vol 14 No 4 (2007) Vol 14, No 3 (2007) Vol 14 No 3 (2007) Vol 14 No 2 (2007) Vol 14, No 2 (2007) Vol 14 No 1 (2007) Vol 14, No 1 (2007) Vol 13, No 4 (2006) Vol 13 No 4 (2006) Vol 13, No 3 (2006) Vol 13 No 3 (2006) Vol 13 No 2 (2006) Vol 13, No 2 (2006) Vol 13, No 1 (2006) Vol 13 No 1 (2006) Vol 12, No 4 (2005) Vol 12 No 4 (2005) Vol 12, No 3 (2005) Vol 12 No 3 (2005) Vol 12 No 2 (2005) Vol 12, No 2 (2005) Vol 12 No 1 (2005) Vol 12, No 1 (2005) Vol 11 No 4 (2004) Vol 11, No 4 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11, No 3 (2004) Vol 11 No 3 (2004) Vol 11, No 2 (2004) Vol 11 No 2 (2004) Vol 11, No 1 (2004) Vol 11 No 1 (2004) Vol 10, No 4 (2003) Vol 10 No 4 (2003) Vol 10 No 3 (2003) Vol 10, No 3 (2003) Vol 10, No 2 (2003) Vol 10 No 2 (2003) Vol 10 No 1 (2003) Vol 10, No 1 (2003) More Issue