cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
TATANAN
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2007)" : 6 Documents clear
PENGENDALIAN KENYAMANAN TERMAL PADA BANGUNAN DENGAN DOMINASI DINDING KACA Heribertus Hendri Sepmanto; Stephanie Widyawati
TATANAN Vol. 1 No. 2 (2007)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract                  Ideally, an architectural work is not only give the aesthetical value, but also must fulfill the thermal comfortness for the users, in line with the local climate condition.                  The tropical climate zone has a high solar radiation intensity, it causes the building in that zone must have a protection system, so that the good thermal comfortness can be gained.                  This study aims to evaluate the thermal comfortness of the Audi Car Show-room. Which in the architectural design of it has a conflict between the requirement to us transparancy bulding material for free visualization against with the thermal aspect comfortness.                  The evaluation based on some aspects, those are the respon to sun radiation, shadow, and reflecting; the air ventilation; and the thermal capacity, indicated that building design dominated by glass wall is not suitable to respon the tropical climate. The change in design is needed to obtain the good thermal comfortness.  Keywords: thermal comfortness, building façade, Show-room Audi Bandung  Abstrak                 Suatu karya arsitektur idealnya tidak hanya dituntut untuk memberi nilai estetika tetapi juga harus dapat memenuhi kenyamanan termal bagi penggunanya, sesuai dengan kondisi iklim setempat.                 Zona iklim tropis memiliki intensitas radiasi matahari tinggi, maka bangunan yang berada pada zona itu harus memiliki sistem perlindungan agar kenyamanan termal yang baik dalam ruangan dapat tercapai.                 Studi ini ditujukan untuk mengevaluasi kenyamanan termal pada Show-room Mobil Audi yang dalam desain arsitekturnya memiliki konflik antara tuntutan akan visualisasi yang bebas tanpa halangan sehingga menggunakan bahan transparan dengan aspek kenyamanan termalnya.                 Evaluasi berdasarkan aspek penyikapan terhadap radiasi matahari dan pembayangan, reflektivitas, ventilasi udara, dan kapasitas termal, menunjukkan bahwa desain bangunan dengan dominasi dinding kaca tidak sesuai untuk menyikapi iklim tropis. Dibutuhkan perubahan dalam desain untuk mencapai kenyamanan termal yang baik. Kata Kunci: kenyamanan termal, fasad bangunan, Ruang Pamer Mobil Audi Bandung
KONFIGURASI UNIT HUNIAN DAN TINGKAT PRIVASI VISUAL PADA LIMA APARTEMEN DI JAKARTA Sophie Lukito; Christian L. Sanjaya
TATANAN Vol. 1 No. 2 (2007)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract                  Balancing between the privacy needs and the public interests became an important thing on a vertical housing. Privacy is correlated with the articulation of dwelling units configuration on the Apartment.                  In this study, there are five Apartments in Jakarta, chosen as the research objects, those are Metro Sunter Apartment, Bumi Mas-Hilltop Apartment, Pavillion Apartment, Parkview Apartrænt, and Semanggi Apartment.                  The variables in this study include: free distance between buildings; visual distance; height-depth ratio of space between buildings; building orientation and facade opening; and visual interaction in building.                  The finding of this study is about correlation between dwelling units configuration with the level of visual privacy at those five apartments.  Keywords: dwelling units configuration, level of privacy, apartment, Jakarta  Abstrak                 Keseimbangan antara kebutuhan privasi dan kepentingan publik menjadi sesuatu yang penting dalam perumahan vertikal. Privasi berkaitan dengan artikulasi konfigurasi unit-unit hunian pada apartemen.                 Pada studi ini ada lima apartemen di Jakarta yang dipilih sebagai obyek penelitian yaitu Apartemen Metro Sunter, Apartemen Bumi Mas-Hilltop, Apartemen Pavilion, Apartemen Parkview, dan Apartemen Semanggi.                 Variabel pada studi ini mencakup: jarak bebas antar bangunan; jarak jangkauan visual; perbandingan tinggi dan jarak pada ruang antara bangunan; orientasi bangunan dan arah bukaan pada fasad; serta interaksi visual di dalam bangunan.                 Temuan studi ini adalah tentang hubungan antara konfigurasi unit-unit hunian dengan peringkat privasi visual pada lima apartemen tersebut. Kata Kunci: konfigurasi unit hunian, tingkat privasi, apartemen, Jakarta
PENGARUH PLAZA TERHADAP KENYAMANAN TERMAL RUANG KELAS PADA BANGUNAN SMP WARINGIN N. Frangky A. M.; Elfan Kedmon
TATANAN Vol. 1 No. 2 (2007)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract                Thermal comfort is the one of important factors which influences teaching-learning process in a classroom. Nowadays, almost all school in Bandung use AC (mechanical air condition equipment) in order to reach indoor thermal comfort. Actually, by using the potential of local climate, the thermal comfort can be obtained in any building like a school building without using the mechanical appliance aid which requires and expends more of energy. This study explored the thermal comfort condition in the classroom of school building that has a plaza. The finding of this study is that the heat radiation into the classroom from the heat of plaza is influenced on it’s thermal comfort.Keywords: thermal comfort, school’s plaza, BandungAbstrak                Kenyamanan termal merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi proses belajar-mengajar di dalam sebuah kelas. Pada saat ini sekolah-sekolah di Bandung sudah mulai menggunakan peralatan mekanis untuk mencapai kenyamanan termal di dalam ruangan. Sebenarnya, dengan memanfaatkan kondisi iklim setempat (Bandung), sebuah sekolah dapat menjadi nyaman tanpa memerlukan bantuan alat mekanis yang membutuhkan biaya dan energi lebih banyak. Studi ini mengupas tentang kenyamanan termal di ruang kelas pada bangunan sekolah yang memiliki plaza. Temuan dari studi ini adalah bahwa radiasi panas yang masuk ke ruang kelas dari pemanasan plaza berpengaruh terhadap kenyamanan termalnya.Kata kunci:  kenyamanan termal, plaza sekolah, Bandung
PENGARUH PEMILIHAN MATERIAL DINDING BANGUNAN HUNIAN ANTARA KAYU DAN TEMBOK SECARA EKOLOGIS Antya Jahani Sopannata; Alvin Alvin
TATANAN Vol. 1 No. 2 (2007)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract                  In this development era, the housing prosperity is growing fast referring to resident prosperity that growing fast too. The more fast and advanced development, made the peoples need fulfilled fast. It can end in nature exploitation and nature ecosistem structure/progress is starting to move and change. Nature in the beginning can help human life, will be the human enemy because it human careless                  In this case, the holistic thought is begin to need, or in other word it can be said there was a relationship between nature as a place that human can live in and human made environment. This relationship is ecology.                  The ecological consideration for a built environment plan and design must be comprehensive. One of the ecological aspects is suitable material choosing for housing. Particularly in order to the material life-cycle and the material suitability with the local climate to fulfill the physical comfortness of housing. One of the aspect that caught in ecology is suitable material choosing for housing. The ecology is particularly caught with material holdness and material suitable against the local climate as a physical fitness for housing.                  To get a complete comprehension of the housing ecology, this study takes an object a house with brick material an a rarely house with wooden material almost as traditional house to compare.                  From the study result, we can said that the wooden house is ecologicaly better than the brick house, because the wood material is a regenerating material, different from the anorganic brick material. A wood house also can give us a physical comfortness for the human that lives in order to humidity, and also of solar radiation.  Keywords: building material, ecology, Bandung  Abstrak                  Pada masa pembangunan saat ini, pertumbuhan perumahan sangat pesat sejalan dengan semakin pesatnya populasi penduduk. Semakin cepat dan canggih pembangunan maka semakin cepat terpenuhi kebutuhan orang banyak. Hal ini dapat mengakibatkan pengeksploitasian alam dan bahkan struktur/proses ekosistem alam mulai bergeser dan berubah. Alam yang pada awalnya dapat menunjang kehidupan manusia bisa menjadi musuh manusia akibat keteledoran manusia sendiri.                 Dalam hal ini, mulai dibutuhkan pernikiran dengan penuh pertimbangan yang menyeluruh, atau dengan kata lain adanya hubungan timbal balik antara alam sebagai tempat hidup dan berkembangnya manusia dengan lingkungan buatan manusia. Hubungan inilah yang disebut dengan ekologi.                 Pertimbangan ekologis dalam suatu perencanaan lingkungan binaan haruslah bersifat menyeluruh. Dalam tulisan ini, salah satu aspek yang terkait dengan ekologi adalah pemilihan material yang layak untuk hunian. Segi ekologi yang dimaksud khususnya berkaitan dengan siklus hidup bahan dan kecocokan bahan terhadap iklim lokal dan kaitannya dengan pemenuhan kenyamanan fisik suatu hunian.                 Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang hunian ekologis, maka studi banding yang diambil adalah hunian tembok yang lazim digunakan dengan hunian kayu yang jarang dijumpai dan lebih mendekati hunian tradisional.                 Dari hasil studi, ternyata hunian kayu lebih mendekati pertimbangan ekologi dikarenakan siklus bahannya yang tertutup dan dapat dikembalikan serta diperbarui kembali oleh alam, berbeda dengan bahan anorganik hunian tembok. Hunian kayu juga dapat memenuhi tuntutan kenyamanan fisik baik terhadap kelembaban yang tinggi dan radiasi panas matahari yang tinggi. Kata Kunci: bahan bangunan, ekologis, Bandung 
TINJAUAN RUANG TERBUKA HIJAU RUMAH SUSUN DARI ASPEK PENATAAN DAN PENYEDIAAN Has Fredrick T.H. Gultom; Monica Aryani
TATANAN Vol. 1 No. 2 (2007)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract                The green open space has a little bit attention in Jakarta, which has very dense of population and high temperature, especially in the high rise building environment; but actually the main function of that spaces is for cooling the environment and as the buffer of noise.                This study explored the ideal ordering and supplying green open spaces for the settlement especially for the low-cost apartment. The case study is about the green open space in the ten floors Bendungan Hilir low cost apartment, Jakarta. This analysis is to discovered the ideal condition of green open space in this apartment in order to the quantity of floors. The analysis based on the standards of the ordering and supplying green open space according to the literatures and the local regulations, so that the result can be used as determinant for improving the quality of ecological space in every area development effort.Keywords: green open space, low cost apartment, Bendungan Hilir JakartaAbstrak                Ruang terbuka hijau kurang mendapat perhatian di kota Jakarta yang sangat padat penduduk dan bertemperatur tinggi, terutama di lingkungan bangunan yang berlantai banyak; padahal fungsi utama ruang hijau tersebut adalah sebagai penghawaan lingkungan dan juga buffer terhadap bising.                Studi ini membahas tentang penataan dan penyediaan ruang terbuka hijau yang ideal untuk permukiman terutama untuk rumah susun. Kasus studi ini adalah tentang penataan dan penyediaan ruang terbuka hijau di rumah susun sepuluh lantai Bendungan Hilir, Jakarta. Analisis ini ditujukan untuk mengungkap kondisi ideal ruang terbuka hijau di rumah susun tersebut, apakah sehubungan dengan jumlah lantainya.                Analisis berdasarkan teori dari literatur dan peraturan-peraturan daerah setempat, sehingga hasilnya dapat dijadikan pertimbangan untuk meningkatkan kualitas ekologi ruang dalam setiap upaya pembangunan kawasan.Kata kunci: ruang terbuka hijau, rumah susun, Bendungan Hilir Jakarta
EVALUASI BANGUNAN HUMAN DITINJAU DARI KONSEP BERWAWASAN LINGKUNGAN Herbie Kusjayanto; Bianca Baverina
TATANAN Vol. 1 No. 2 (2007)
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Residence is the one of human basic needs. In line with the increasing of the number of people, the needs of residence will increase too. Right now, the city area has a high level of density, so if there is no proper attention to the built environment development, it can intrude the balance of ecology that we have. More over the city situation has changed and there are some issues such as global warming and the ozone layer decreasing. The implementation of the green architecture becomes one of the options in decreasing the damage environment effect. This concept prioritizes the mutual relation between environment and to create buildings; by using sunlight, wind, and vegetations. A residence with green architecture supports the sustainable environment. This study compares the three buildings in Jalan Pager Gunung, Bandung, those are the old 1939's residential buildings; the new 1990's; and the new-form-old renovated one. The comparison is based on the concept of green architecture perspective. Key words: green architecture, residence, Bandung Abstrak Tempat tinggal merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk maka kebutuhan akan tempat tinggal juga meningkat. Sekarang ini daerah perkotaan memiliki tingkat kepadatan cukup tinggi, bila tidak ada perhatian yang layak dalam pembangunan lingkungan terbangun maka keseimbangan ekologi akan terganggu. Ditambah lagi keadaan kota telah berubah dengan cepat dan adanya berbagai isu seperti pemanasan global serta penipisan lapisan ozon. Penerapan arsitektur berwawasan lingkungan menjadi salah satu pilihan dalam upaya mengurangi dampak kerusakan lingkungan. Konsep ini mengutamakan adanya hubungan timbal balik antara lingkungan dan bangunannya; misalnya dengan memanfaatkan cahaya matahari, angin, dan vegetasi. Suatu hunian berwawasan lingkungan mendukung terciptanya suatu lingkungan yang berkelanjutan (sustainable). Studi ini membandingkan tiga bangunan di Jalan Pager Gunung, Bandung, yaitu bangunan hunian lama yang dibangun tahun 1939; bangunan baru yang dibangun tahun 1990; dan bangunan hasil renovasi dari bangunan lama. Perbandingannya didasarkan pada tinjauan konsep berwawasan lingkungan. Kata kunci: arsitektur berwawasan lingkungan, residensial, Bandung 

Page 1 of 1 | Total Record : 6