cover
Contact Name
Eko Suhartono
Contact Email
esuhartono@ulm.ac.id
Phone
+6281251126368
Journal Mail Official
jbk@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Berkala Kedokteran
ISSN : 14120550     EISSN : 25485660     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Health, Science,
Berkala Kedokteran is a journal contains scientific articles from original research and literature review in medical and health scope. It is published twice in a year, on February and September.
Articles 12 Documents
Search results for , issue " Vol 9, No 2 (2013): September 2013" : 12 Documents clear
Pengaruh Intensitas Kebisingan Lingkungan Kerja Terhadap Waktu Reaksi Karyawan PT. PLN (Persero) Sektor Barito PLTD Trisakti Banjarmasin Octavia, Adelia; Asnawati, Asnawti; Yasmina, Alfi
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 9, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v9i2.948

Abstract

ABSTRACT: PLN (Persero) Sektor Barito PLTD Trisakti Banjarmasin is an industry that uses diesel power for generating electric power by using machines and work tools which produce loud noise, increasing exposure to noise. Noise with high intensity can change the accuracy of movement coordination, which assumed to lengthen the reaction time. This study was conducted with the objective to find out the effect of occupational noise exposure on the reaction time among the employees of PT. PLN (Persero) Sektor Barito PLTD Trisakti Banjarmasin. It was an observational research  with cross-sectional approach, conducted on 30 employees of PT. PLN (Persero) Sektor Barito PLTD Trisakti Banjarmasin, choosen with purposive sampling. The result showed that the average reaction time for employees in operator division was 0.318 seconds and that for employees in maintenance division was 0.356 seconds. Statistical analysis with Mann-Whitney test with 95% confidence interval showed that  there was a significant difference between reaction time of employees in operator division and those in maintenance division (p = 0.004). It was concluded that occupational noise exposure intensity had effect on the reaction time among the employees of PT. PLN (Persero) Sektor Barito PLTD Trisakti Banjarmasin.  Keywords: noise, reaction time ABSTRAK: PT. PLN (Persero) Sektor Barito PLTD Trisakti Banjarmasin merupakan industri yang menggunakan tenaga diesel untuk pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan mesin dan alat kerja yang mempunyai suara keras, sehingga meningkatkan paparan bising. Kebisingan yang tinggi  dapat mengubah ketepatan koordinasi gerakan sehingga diduga dapat memperpanjang waktu reaksi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas kebisingan lingkungan kerja terhadap waktu reaksi karyawan PT. PLN (Persero) Sektor Barito PLTD Trisakti Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan studi pendekatan cross sectional, dengan sampel 30 orang pekerja di PT PLN (Persero) Sektor Barito PLTD Trisakti Banjarmasin, yang dipilih dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata waktu reaksi karyawan di bagian operator (dengan tingkat kebisingan < NAB) adalah sebesar 0,318 detik, sedangkan rerata waktu reaksi karyawan di bagian pemeliharaan (dengan tingkat kebisingan > NAB) adalah sebesar 0,356 detik. Analisis statistik dengan uji Mann-Whitney dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara waktu reaksi karyawan bagian operator dan bagian pemeliharaan (p = 0,004). Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh intensitas kebisingan lingkungan kerja dengan waktu reaksi karyawan PT. PLN (Persero) Sektor Barito PLTD Trisakti Banjarmasin. Kata-kata kunci: kebisingan, waktu reaksi
Hubungan Tingkat Keparahan Klinik Urtikaria Dengan Kualitas Hidup Penderita Urtikaria Kronik Nisa, Rahmatun; Widjaja, Sani; Yasmina, Alfi
Jurnal Berkala Kedokteran Vol 9, No 2 (2013): September 2013
Publisher : Pendidikan Dokter Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v9i2.944

Abstract

ABSTRACT: Chronic urticaria may decrease the quality of life as a result of complaints of sleep disturbance due to the intense itching, fatigue, social isolation, loss of energy, and emotional or sexual disorders. Quality of life in patients with chronic urticaria can be assessed using the dermatology life quality index. The aim of this research was to determine the relationship between the clinical severity of urticaria and dermatology life quality in patients with chronic urticaria in RSUD Ulin Banjarmasin. The research used analytic observational method with cross-sectional approach. Thirty subjects were taken with purposive sampling. The data were collected with validated dermatology quality of life index questionnaire. The result showed that 60% patients diagnosed with chronic urticaria had mild clinical severity and 40% had severe clinical severity. In patients diagnosed with chronic urticaria, 36.67% had poor quality of life, 43.33% had moderate quality of life, and 20.00% had good quality of life. Statistical analysis with chi-square test with 95% confidence level indicated that there was a significant relationship between the clinical severity of urticaria and dermatology quality of life (p = 0.006). It was concluded that there was a relationship between the clinical severity of urticaria and dermatology quality of life in patients with chronic urticaria in RSUD Ulin Banjarmasin. Keywords: clinical severity, chronic urticaria, dermatology quality of life ABSTRAK: Urtikaria kronik dapat menurunkan kualitas hidup sebagai dampak keluhan gangguan tidur akibat intensitas gatal yang hebat, keletihan, isolasi sosial, kehilangan energi, dan gangguan emosional atau seksual. Kualitas hidup pada penderita urtikaria kronik dapat dinilai menggunakan indeks kualitas hidup dermatologi. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat keparahan klinik urtikaria dengan kualitas hidup dermatologi pada penderita urtikaria kronik di RSUD Ulin Banjarmasin. Rancangan penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subyek penelitian diambil dengan metode purposive sampling sebanyak 30 pasien. Pengumpulan data menggunakan kuesioner indeks kualitas hidup dermatologi yang telah divalidasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penderita urtikaria kronik menunjukkan tingkat keparahan klinik ringan sebanyak 60% dan tingkat keparahan klinik berat sebanyak 40%. Pada pasien yang didiagnosis urtikaria kronis, 36,67% memiliki kualitas hidup buruk, 43,33%  kualitas hidup sedang, dan 20,00% kualitas hidup baik. Analisis statistik dengan uji Kolmogorov-Smirnov dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara tingkat keparahan klinik urtikaria dengan kualitas hidup dermatologi (p = 0,006). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat keparahan klinik urtikaria dengan kualitas hidup dermatologi pada penderita urtikaria kronik di RSUD Ulin Banjarmasin. Kata-kata kunci: tingkat keparahan klinik, urtikaria kronik, kualitas hidup dermatologi

Page 2 of 2 | Total Record : 12