cover
Contact Name
Eko Suhartono
Contact Email
esuhartono@ulm.ac.id
Phone
+6281251126368
Journal Mail Official
jbk@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Berkala Kedokteran
ISSN : 14120550     EISSN : 25485660     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Health, Science,
Berkala Kedokteran is a journal contains scientific articles from original research and literature review in medical and health scope. It is published twice in a year, on February and September.
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2014)" : 32 Documents clear
Perbedaan Kejadian Anemia pada Pasien yang Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 Kurang Dari 5 Tahun dan Lebih Dari Sama Dengan 5 Tahun Naisya Balela; Miftahul Arifin; Meitria Syahadatina Noor
Berkala Kedokteran Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i1.931

Abstract

ABSTRACT: Diabetes mellitus (DM) is a group of symptoms that occur in a person caused by an increase in blood glucose levels due to a progressive decrease in insulin secretion and  motivated by insulin resistance. Prolonged hyperglycemia causes microvascular complications such as neuropathy and kidney disorder associated with the occurrence of anemia in type 2 diabetes mellitus patients. The aim of this research was to determine differences of anemia incidence in patient who suffering type 2 diabetes mellitus <5 years and ≥ 5 years in RSUD Ulin Banjarmasin from June to August 2013. The research used descriptive analytic methode with cross sectional approach. All 78 samples were selected by purposive sampling methode who fulfilled inclusion criteria, included patients with type 2 diabetes mellitus, have a laboratory results of haemoglobin level, and willing to be the subject of research. Research showed that 57% patients suffering from type 2 diabetes mellitus <5 years have anemia, whereas 86% patients suffering from type 2 diabetes mellitus ≥ 5 years have anemia. Data were analyzed by chi-square statistic test with 95% confidence level showed that there was a significant difference between the incidence of anemia in patients with type 2 diabetes mellitus < 5 years and ≥ 5 years (p = 0,004, RP = 1,51). It can be concluded that there was an increased risk incidence of anemia in patients with type 2 diabetes mellitus ≥ 5 years in RSUD Ulin Banjarmasin from June to August 2013. Keywords: type II diabetes mellitus, sickness periode, anemia incidence ABSTRAK: Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kumpulan gejala yang timbul pada seseorang disebabkan karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat penurunan sekresi insulin yang progresif dan dilatarbelakangi oleh resistensi insulin. Hiperglikemia yang berlangsung lama menyebabkan terjadinya komplikasi mikrovaskular yaitu neuropati dan gangguan pada ginjal yang berkaitan dengan terjadinya anemia pada pasien DM tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kejadian anemia pada pasien yang menderita DM tipe 2 < 5 tahun dan ≥ 5 tahun di RSUD Ulin Banjarmasin periode Juni-Agustus 2013. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 78 sampel dipilih secara purposive sesuai kriteria inklusi, yaitu pasien DM tipe 2, mempunyai hasil laboratorium berupa kadar hemoglobin, dan bersedia menjadi subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan pasien yang menderita DM tipe 2 < 5 tahun mengalami kejadian anemia sebesar 57%, sedangkan pasien yang menderita DM tipe 2 ≥ 5 tahun mengalami kejadian anemia sebesar 86%. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna antara kejadian anemia pada pasien yang menderita DM tipe 2 < 5 tahun dan ≥ 5 tahun (p = 0,004, RP = 1,51). Dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan risiko kejadian anemia pada pasien yang menderita DM tipe 2 ≥ 5 tahun di RSUD Ulin Banjarmasin periode Juni-Agustus 2013. Kata-kata kunci: diabetes melitus tipe 2, lama menderita, kejadian anemia
Efek Pajanan Kadmium (Cd) terhadap Aktivitas Katalase Darah Tikus Putih (Rattus norvegicus) Nuryandi Khairunanda; Eko Suhartono; Triawanti Triawanti
Berkala Kedokteran Vol 10, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i1.926

Abstract

ABSTRACT: Cadmium (Cd) is a heavy metal compound which is often founded in the environment and food. It has a wide variety of negative effects on target exposed organs, such as blood. Cd increases the Reactive Oxygen Species (ROS) which will lead to an increase in catalase (CAT) activity. The aim of this study was to determine the effect of Cd exposure on CAT activity in the rat ovary (Rattus norvegicus). It was an experimental laboratory using 2 groups. Control group P (0) was given 2 mL aquadest and treatment group P (1) was given Cd with 1,2 x 10-2 mg daily for 4 weeks. The results showed that the mean of the activity of CAT in the control group P(0) was 0,382 + 0,225 μU/mg while in the treatment group P(1) was 0,458 + 0,393 μU/mg. The statistical analysis test using unpaired t test showed an insignificant differences between those two groups with p = 0,599 (p > 0,05). It can be concluded that Cd does not have effect on activity of CAT in the rats’ blood. Keywords: cadmium, catalase activity, oxydative stress..ABSTRAK: Kadmium (Cd) adalah suatu senyawa logam berat yang sering terdapat pada lingkungan dan makanan. Cd memiliki berbagai efek negatif pada organ target yang terpajan, salah satunya adalah darah. Mekanisme Cd untuk merusak jaringan yang terpajan adalah dengan meningkatkan Reactive Oxygen Species (ROS) yang akan menyebabkan peningkatan aktivitas katalase (CAT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pajanan Cd terhadap aktivitas CAT pada darah tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini bersifat laboratorik eksperimental yang dilakukan pada 2 kelompok, yakni kelompok kontrol P(0) yang diberi akuadest sebanyak 2 mL dan kelompok pajanan P(1) yang diberi Cd dengan dosis 1,2 x 10-2 mg setiap hari selama 4 minggu. Hasil penelitian didapatkan rerata pada kelompok kontrol P (0) sebesar 0,382 + 0.225 µU/mg dan pada kelompok perlakuan P(1) sebesar 0,458 + 0,393 µU/mg. Pada uji t tidak berpasangan didapatkan tidak ada perbedaan yang bermakna dari kedua kelompok dengan p = 0,037 (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa Cd tidak memiliki efek pada aktivitas CATpada darah tikus putih. Kata-kata kunci: kadmium, aktivitas katalase, stres oksidatif.

Page 4 of 4 | Total Record : 32