cover
Contact Name
Eko Suhartono
Contact Email
esuhartono@ulm.ac.id
Phone
+6281251126368
Journal Mail Official
jbk@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Berkala Kedokteran
ISSN : 14120550     EISSN : 25485660     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Core Subject : Health, Science,
Berkala Kedokteran is a journal contains scientific articles from original research and literature review in medical and health scope. It is published twice in a year, on February and September.
Articles 34 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2014)" : 34 Documents clear
Perbedaan Berat Bayi Lahir dari Ibu Preeklampsia Berat dan Tidak Preeklampsia: Tinjauan terhadap RSUD Ulin Banjarmasin Periode Juni-Agustus 2013 Yulia Margareth; Hardyan Sauqi; Meitria Syahadatina Noor
Berkala Kedokteran Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i12.959

Abstract

ABSTRACT: Severe preeclampsia is one of the pregnancy complication (for gestational age >20 weeks), characterized by blood pressure ≥160/110 mmHg and proteinuria >5g/24 jam. Severe preeclampsia can lead to fetus complication such as low birth weight babies. This study aimed to determine the diferences of birth weight between mother severe preeclampsia and non-preeclampsia at Banjarmasin Ulin Hospital from June to August 2013 with case-control approach. One hundred and twenty-six samples are collected with 63 samples were severe preeclampsia mother and 63 samples were non-preeclampsia mother, selected in simple random sampling. The results showed that the mean weight of babies born from severe preeclampsia mother was 2884.13 ± 524.1 grams, and mean birth weight of the mother non-preeclampsia was 3253.17 ± 390.9 grams. The results was analysed using independent T-test (α=95%) showed that p value=0,000, it can be concluded that there was a significant difference birth weight infant  between  mothers with severe preeclampsia and non-preeclampsia. Keywords : severe preeclampsia, birth weight infant, Banjarmasin Ulin Hospital. ABSTRAK: Preeklampsia berat merupakan salah satu komplikasi kehamilan pada usia kehamilan >20 minggu, ditandai dengan tekanan darah ≥160/110 mmHg dan proteinuria >5g/24 jam. Preeklampsia berat dapat menyebabkan komplikasi pada janin berupa bayi berat lahir rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan berat bayi lahir dari ibu preeklampsia berat dan tidak preeklampsia di RSUD Ulin Banjarmasin Periode Juni-Agustus 2013 dengan pendekatan case control. Total sampel sebanyak 126 orang dengan ibu preeklampsia berat 63 orang dan ibu tidak preeklampsia 63 orang, dipilih secara simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata berat bayi lahir dari ibu preeklampsia berat  sebesar 2884,13 ± 524,1 gram dan rerata berat bayi lahir dari ibu tidak preeklampsia sebesar 3253,17 ± 390,9 gram. Hasil analisis data dengan menggunakan uji T tidak berpasangan (α=95%) menunjukkan nilai p=0,000, sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan bermakna antara berat bayi lahir dari ibu preeklampsia berat dan tidak preeklampsia di RSUD Ulin Banjarmasin Periode Juni-Agustus 2013. Kata kunci: preeklampsia berat, berat bayi lahir, RSUD Ulin Banjarmasin.
Hubungan Merokok dengan Kecenderungan Demensia pada Laki Laki Lanjut Usia di Kecamatan Banjarmasin Barat Periode Juni-September 2013 Ferina Fernanda; Achyar Nawi Husein; Mohammad Bakhriansyah
Berkala Kedokteran Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i12.954

Abstract

ABSTRACT: A cigarette contains about 4000 elements and with more than 200 of them are harmful. Smoking behaviour is a risk factor for declining in cognitive function, such as dementia. Dementia is defined as a clinical symptoms characterised by short-term memory loss and impaired of global mental functions including language function, the decrease in abstract thinking, the difficulty of taking care of themselves, behavioural changes, emotional labile and disorientation of time and places. Dementia is mostly experienced by the elderly, in particular those of aged by over 60 years old. This research aimed to find out the relationship between smoking behaviour and the tendency of dementia in elderly men at Kecamatan Banjamasin Barat over the period June-September 2013. It was an observational analytic study with cross-sectional approach involving 150 elderly men. Respondents were selected randomly by using simple random sampling method. The tendency of dementia was determined by Mini Mental State Examination (MMSE) questionnaire. The results showed that 53 (61.63%) of 86 smoking elderly had a tendency of dementia, and 30 (46.88%) of 64 non-smoking elderly also had it. The statistical analysis using Chi-Square test showed that the p value was 0.073 and the odd ratio was 1.82. It could be concluded that there is no significant relationship between smoking behaviour and the tendency of dementia in elderly men at Kecamatan Banjarmasin Barat June-September 2013.Keywords : dementia, men, elderly, smoking ABSTRAK: Rokok mengandung sekitar 4000 elemen dengan 200 di antaranya yang berbahaya bagi kesehatan. Merokok juga merupakan faktor risiko terhadap penurunan fungsi kognitif, seperti demensia. Demensia adalah kumpulan gejala klinik yang ditandai dengan hilangnya daya ingat jangka pendek dan gangguan global fungsi mental termasuk fungsi bahasa, penurunan cara berpikir abstrak, kesulitan merawat diri sendiri, perubahan perilaku, emosi labil dan disorientasi waktu dan tempat. Demensia sering dialami kaum lansia, khususnya yang berusia di atas 60 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui hubungan merokok dengan kecenderungan demensia pada laki-laki lanjut usia di Kecamatan Banjarmasin Barat periode Juni-September 2013. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Pemilihan responden penelitian dilakukan dengan cara simple random sampling. Sampel penelitian adalah 150 laki-laki lanjut usia. Kecenderungan demensia ditentukan dengan kuesioner Mini Mental State Examination (MMSE). Hasil penelitian menunjukkan dari 86 lansia perokok yang mengalami kecenderungan demensia adalah 53 orang (61,63%), serta dari 64 lansia bukan perokok yang mengalami kecenderungan demensia adalah 30 orang (46,88%). Data kemudian dianalisis dengan uji statistik Chi-Square. Hasil  analisis data dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan nilai p=0,073 dan nilai Odd Ratio (OR)= 1,82. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan bermakna antara kebiasaan merokok dengan kecenderungan demensia pada laki-laki lanjut usia di Kecamatan Banjarmasin Barat periode Juni-September 2013.                                                  Kata-kata kunci: demnsia, laki-laki, lansia, merokok
Perbedaan Waktu Reaksi setelah Tes Ergocycle pada Mahasiswi FK UNLAM Banjarmasin yang Menstruasi dan Tidak Menstruasi Azmi Noor Sanjaya; Huldani Huldani; Asnawati Asnawati
Berkala Kedokteran Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i12.965

Abstract

ABSTRACT:Reaction time is the time between the onset of the stimulus and the initiation of response under the condition that, the subject has been instructed to respond early and rapidly.There were several factors that influence a reaction time. One of them werefatigue and menstruation. Menstruating and not menstruating women who were given loading can lead to fatigue, and fatigue will result in lengthening the reaction time. The aim of this research is to figure out the difference of reaction time after ergocycle test between female students Medical Faculty of Lambung Mangkurat University Banjarmasin who are menstruating and not menstruating. This research is descriptive analytic with cross sectional approach. The samples are taken using purposive sampling technique, 30 female students who are menstruating and 30 female students who are not menstruating. The instrument used for loading is an ergocycle, whileKosinki’s time reaction software used for measurement of reaction time. The data are analyzed using unpaired t test. The result has showed that average time reaction of female students who are menstruating is 0.372 seconds whileaverage reaction time of female students who are not menstruating is 0.343 seconds. Statistical analysis result has showed that there is a significant differences of reaction time between female students who are menstruating and not menstruating (p = 0.020). It has been concleded that there is a differences of reaction time after ergocycle test between female students Medical Faculty of Lambung Mangkurat University who are menstruating and not menstruating. Key words: reaction time, menstruation, fatigue ABSTRAK: Waktu reaksi adalah waktu antara pemberian stimulus kepada seseorang sampai terjadinya reaksi otot pertama kali atau terjadinya gerakan pertama kaliyang mana subjeknya telah diinstruksikan untuk merespon secara dini dan cepat. Waktu reaksi dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya tingkat kelelahan dan menstruasi. Wanita menstruasi dan tidak menstruasi yang diberi pembebanan dapat menyebabkan kelelahan, dan kelelahan akan mengakibatkan pemanjangan waktu reaksi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan waktu reaksi setelah tes ergocycle pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin yang menstruasi dan tidak menstruasi. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilansampel dengan purposive sampling sejumlah 60 mahasiswi yaitu 30 mahasiswi yang menstruasi dan 30 mahasiswi yang tidak menstruasi.Instrumen yang digunakan untuk pembebananadalah ergocycle, untuk mengetahui waktu reaksi digunakan Kosinki’s time reaction software dengan cara X at a known location.Data dianalisis menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai waktu reaksi mahasiswi yang menstruasi adalah 0,372 detik, sedangkan mahasiswi yang tidak menstruasi adalah 0,343 detik. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat perbedaan bermaknawaktu reaksiantara mahasiswi yang menstruasi dan tidak menstruasi(p = 0,020). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat perbedaan waktu reaksi antara wanita menstruasi dan tidak menstruasi setelah tes ergocycle pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat. Kata-kata kunci: waktu reaksi, menstruasi, kelelahan
Identifikasi Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Kemih pada Pasien Urolithiasis di Ruang Perawatan Bedah RSUD Ulin Banjarmasin Periode Juni-Agustus 2013 Sri Hayati Nufaliana; Eka Yudha Rahman; Lia Yulia Budiarti
Berkala Kedokteran Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i12.960

Abstract

ABSTRACT: Urinary tract stone or urolithiasis is a pathological condition which is presented by the existence of the stone in the urinary tract. The existence of this stone may make the normal imunity of urinary tract decrease, so that the bacteria can enter, stay and grow until make urinary tract infection (UTI). Urinary tract infection is diagnosed by finding cases of positive urine culture (>105cfu/ml). The aim of this research was to figure out the type of bacteria in urolithiasis patients with UTI at surgical treatment room of RSUD Ulin Banjarmasin during June-August 2013. This study was a descriptive research with cross sectional approach. The samples were taken with totally sampling methode who fullfilled  inclusion criteria. There were 19 urolithiasis patients at surgical treatment room of RSUD Ulin Banjarmasin. From urine examination, there were 13 patients with UTI. Bacterial identification showed there were 3 types of bacteria, Escherechia coli (53,84%), Pseudomonas aeruginosa (38,46%), and Proteus sp. (7,69%). Keywords: urinary tract infection, urinary tract infection’s bacteria, urolithiasis ABSTRAK: Batu saluran kemih atau urolithiasis adalah suatu kondisi patologis yang ditandai dengan keberadaan batu di sepanjang traktus urinarius. Kehadiran batu ini dapat membuat pertahanan saluran kemih yang normal berkurang, sehingga bakteri dapat masuk, menetap dan berkembang biak yang akhirnya menimbulkan infeksi saluran kemih (ISK). ISK dapat didiagnosis jika ditemukan koloni bakteri (>105cfu/ml). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran jenis bakteri penyebab ISK pada pasien urolithiasis di ruang perawatan bedah RSUD Ulin Banjarmasin selama periode Juni-Agustus 2013. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan totally sampling method menurut kriteria inklusi. Sampel pada penelitian ini adalah 19 pasien urolithiasis di ruang perawatan bedah RSUD Ulin Banjarmasin. Hasil pemeriksaan urine dari 19 pasien urolithiasis diperoleh 13 pasien urolithiasis dengan ISK. Hasil identifikasi bakteri pada 13 pasien urolithiasis dengan ISK didapatkan bakteri penyebab ISK pada pasien urolithiasis yaitu Escherechia coli (53,84%), Pseudomonas aeruginosa (38,46%), dan Proteus sp. (7,69%). Kata-kata kunci: bakteri penyebab ISK, infeksi saluran kemih, urolithiasis

Page 4 of 4 | Total Record : 34