cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
HUMANIS
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25285076     EISSN : 2302920X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal online Humanis adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Udayana. Salah satu indikator kualitas perguruan tinggi ialah diukur dari seberapa banyak karya ilmiah yang dihasilkan dan telah dipublikasikan. Penulisan karya ilmiah harus mencerminkan budaya ilmiah seperti mengutamakan kebenaran obyektif, kejujuran, tidak memiliki unsur-unsur kecurangan atau plagiat. Penerbitan e-jurnal Humanis ini juga sesuai dengan kebijakan pimpinan Universitas Udayana (Surat Pembantu Rektor I Nomor 1915/UN14 1/DT/2012 tanggal 30 Mei 2012), yang mewajibkan mempublikasikan karya tulis ilmiah sebagai salah satu syarat kelulusan mahasiswa, yang mulai diberlakukan pada wisuda bulan November 2012.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Volume 6. No. 2. Februari 2014" : 15 Documents clear
FUNGSI PUPULAN CERPEN LUH JALIR I Made Dwi Saputra
Humanis Volume 6. No. 2. Februari 2014
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.962 KB)

Abstract

This research examines the short story pupulan Jalir Luh Mas Ruscitadewi Sagung AAworks. In the short story, there are nine short stories, and sources of data in this study there arefive stories that Jalir Luh, Magalung, Purusa, Tepen Bulan and Buung. This research using thetheory of functions. Methods and techniques in the study were divided into three stages, namelystages refer to the provision of data using methods supported by technical translation andrecording techniques. Stage of data analysis using descriptive qualitative analytic techniques.Stage presentation of results of data analysis using informal methods supported by deductiveand inductive techniques. The Functions contained in the short story Jalir Luh, Magalung,Purusa, Tepen Bulan and Buung include religious functions which can be used as a guide tobehave. The function of education to discuss the moral education contained in the householdand socially. Social functions that loyalty has a function to teach us to always be faithful to yourpartner and female functions can now also holds the status as purusa is always synonymouswith men.
THE KINDS AND FUNCTIONS OF ADJECTIVE IN THE NOVEL HARRY POTTER AND THE GOBLET OF FIRE Ni Putu Sri Dewi Ratnasari
Humanis Volume 6. No. 2. Februari 2014
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.069 KB)

Abstract

Dalam studi ini novel karangan novelis J. K Rowling yang berjudul Harry Potter and theGoblet of Fire atau dalam buku terjemahannya Harry Potter dan Piala Api ini dipilih untukdianalisis. Tokoh dalam novel ini yaitu Harry potter seorang penyihircilikyangberpetualang di sekolah sihir bernama Hogwatrs. Metode menganalisis data dalam studiini adalah deskiptis. Data yang bersumber dari novel ini dianalisis berdasarkan teori dariThomas, A. J and A. V Martinet (1986) menjelaskan tentang enam jenis kata sifat danQuirk, Randolf dan Sidney Greenbaum (1973) menjelaskan tentang fungsi dari kata sifat.Di dalam novel ini sangat banyak ditemukan jenis kata sifat dan fungsi kata sifat. Dengan dilakukan studi ini diharap berguna bagi yang ingin mempelajari lebih dalam tentang jeniskata sifat dan fungsinya.
KONTRASTIVITAS INTERJEKSI BAHASA JEPANG DAN BAHASA BALI Ni Kadek Ety Dwiyantari
Humanis Volume 6. No. 2. Februari 2014
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.077 KB)

Abstract

The title of this research is Kontrastivitas Interjeksi Bahasa Jepang dan BahasaBali. The discussion of this study is focused on the analysis of the comparison ofJapanese interjection (kandoushi) and Balinese interjection (kruna pakeengan). Thebackground of this topic is the existence of a word class in Japanese and Balinese thathas the same expression of speaker emotional feelings called interjection. The purpose ofthis study is to understand the types and meaning of kandoushi and kruna pakeengan, aswell as comparing both of them.The results of this study showed that there are similarities and differencesbetween kandoushi and kruna pakeengan. The similarities between kandoushi and krunapakeengan contain a variety of forms such as repetition, meaningful expression ofemotional from the speakers whose meaning depends on the context of situation. In asentence, interjection can work independently, and interjection can be abbreviated. Thedifferences of kandoushi and kruna pakeengan are in the use of kondoushi there is levelof politeness, greeting utterances, the utterance of agree or disagree toward the otherperson and the writing of punctuation kondushi in variety of language depends on thecontext of situation. Meanwhile, in the form of kruna pakeengan, the interjection of voiceand the expression is more emphasis on the speaker command despite it was a noun, averb, an adjective, or other word class.
THE MAIN CHARACTER’S CONFLICTS IN STEPHENIE MAYER’S NOVEL “TWILIGHT SAGA: NEW MOON” I Wayan Wida Permana
Humanis Volume 6. No. 2. Februari 2014
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.997 KB)

Abstract

Karya ilmiah ini berjudul “The Main Character’s Conflicts in Stephenie Mayer’sNovel Twilight Saga: New Moon”. Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan karya ilmiahini adalah menjelaskan berbagai jenis konflik dan strategi yang digunakan oleh tokoh utamapada novel ini dalam menghadapi konflik didalam hidupnya.Data yang digunakan dalam penulisan novel ini adalah sebuah novel karanganStephenie Mayer’s yang berjudul “Twilight Saga: New Moon”.Teori yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah ini diambil dari teori WilliamKenney yang mana merupakan teori dasar konflik.Beliau mengutarakan bahwa konflik yangterjadi dalam suatu cerita bias merupakan konflik yang berasal dari luar maupun konflikyang terjadi dalam diri sendiri.. Dalam novel ini, Bella Swan digambarkan sebagai tokoh utama. Konflik yangdialami oleh Bella pada dasarnya berasal dari dalam dirinya sendiri, dimana diaberpacaran dengan seorang vampire bernama Edward dan ingin menikah dengan Edwarddan menjadi bagian dari keluarga Vampir. Pada novel ini kita juga dapat menemui bahwaBella juga memiliki conflict dengan Laurent, James and Jacob.
THE GRAMMATICAL COHESION AND CONTEXT OF SITUATION IN THE ARTICLES OF HOT ENGLISH MAGAZINE AND HELLO BALI MAGAZINE Anik Suprianti
Humanis Volume 6. No. 2. Februari 2014
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.465 KB)

Abstract

Jurnal ini berjudul " The Grammatical Cohesion and Context of Situation in theArticles of Hot English Magazine and Hello Bali Magazine". Tujuan penelitiandalam jurnal ini adalah untuk menganalisis tipe kohesi gramatikal dan kontekssituasi yang di temukan dalam majalah yang berjudul Hot English dan HelloBali. Teori yang digunakan dalam jurnal ini adalah teori konteks dan kohesi yangdikemukakan oleh Halliday and Hasan (1985 dan 1976) dan juga teori dariNunan (1993). Dalam menganalisis jurnal metode yang digunakan adalahmetode kualitatif. Pembahasan data diawali dengan membaca, memahami,memberi tanda dan mencatat data yang berhubungan dengan topik. Hasil daripembahasan menunjukkan bahwa di artikel-artikel majalah yang digunakanmemiliki tiga fitur konteks situasi yaitu field, tenor dan modus. Dan menemukantipe dari kohesi gramatikal yaitu referensi, substitusi dan konjungsi.

Page 2 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 28 No 4 (2024) Vol 28 No 3 (2024) Vol 28 No 2 (2024) Vol 28 No 1 (2024) Vol 27 No 4 (2023) Vol 27 No 3 (2023) Vol 27 No 2 (2023) Vol 27 No 1 (2023) Vol 26 No 4 (2022) Vol 26 No 3 (2022) Vol 26 No 2 (2022) Vol 26 No 1 (2022) Vol 25 No 4 (2021) Vol 25 No 3 (2021) Vol 25 No 2 (2021) Vol 25 No 1 (2021) Vol 24 No 4 (2020) Vol 24 No 3 (2020) Vol 24 No 2 (2020) Vol 24 No 1 (2020) Vol 23 No 4 (2019) Vol 23 No 3 (2019) Vol 23 No 2 (2019) Vol 23 No 1 (2019) Vol 22 No 4 (2018) Vol 22 No 3 (2018) Vol 22 No 2 (2018) Vol 22 No 1 (2018) Vol 21 No 1 (2017) Vol 20 No 1 (2017) Vol 19 No 1 (2017) Vol 18 No 1 (2017) Vol 17 No 3 (2016) Volume 17. No. 2. Nopember 2016 Volume 17. No. 1. Oktober 2016 Volume 16. No. 3. September 2016 Volume 16. No. 2. Agustus 2016 Volume 16. No. 1. Juli 2016 Volume 15. No.3. Juni 2016 Volume 15. No.2. Mei 2016 Volume 15. No.1. April 2016 Volume 14. No.3. Maret 2016 Volume 14. No.2. Pebruari 2016 Volume 14. No.1. Januari 2016 Volume 13. No.3. Desember 2015 Volume 13. No.2. Nopember 2015 Volume 13. No.1. Oktober 2015 Volume 12. No.3. September 2015 Volume 12. No.2. Agustus 2015 Volume 12. No.1. Juli 2015 Volume 11. No3. Juni 2015 Volume 11. No2. Mei 2015 Volume 11. No 1. April 2015 Volume 10. No 3. Maret 2015 Volume 10. No 2. Februari 2015 Volume 10. No 1. Januari 2015 Volume 9. No. 3. Desember 2014 Volume 9. No. 2. November 2014 Volume 9. No. 1. Oktober 2014 Volume 8. No. 3. September 2014 Volume 8. No. 2. Agustus 2014 Volume 8. No. 1. Juli 2014 Volume 7. No. 3. Juni 2014 Volume 7. No. 2. Mei 2014 Volume 7. No. 1. April 2014 Volume 6. No. 3. Maret 2014 Volume 6. No. 2. Februari 2014 Volume 6. No. 1. Januari 2014 Volume 5. No. 3. Desember 2013 Volume 5. No. 2. November 2013 Volume 5. No. 1. Oktober 2013 Volume 4. No. 3. September 2013 Volume 4. No. 2. Agustus 2013 Volume 4. No. 1. Juli 2013 Volume 3. No. 3. Juni 2013 Volume 3. No. 2. Mei 2013 Volume 3. No. 1. April 2013 Volume 2. No. 3. Maret 2013 Volume 2. No. 2. Pebruari 2013 Volume 2. No. 1. Januari 2013 Volume 1. No. 2. Desember 2012 Volume 1. No. 1. November 2012 More Issue