cover
Contact Name
Astrid Veranita Indah
Contact Email
astrid.veranita@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
darmawati.h@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin & Filsafat UIN Alauddin Makassar, Jl. Sultan Alauddin No. 63, Jl. St alauddin no.36 Gowa-Samata
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sulesana
Core Subject : Religion,
studi-studi keIslaman yang erat dengan issu sosial, teologi, hukum, Pendidikan dan filsafat. Studi ini dimulai dengan tema Kajian Kritis Akulturasi Islam dengan Budaya Local, Metode Memahami Maksud Syariah , Maulid Dan Natal (Studi Perbandingan Antara Islam Dan Kristen), Akal dalam Al-Quran, Pendidikan Agama Dan Moral Dalam Perspektif Global, Sinergitas Filsafat Dan Teologi Murthadha Muthahhari, Perspektif Perilaku Menyimpang Anak Remaja : Studi berbagai masalah social.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2016)" : 5 Documents clear
Peran Studi Filsafat Bagi Transformasi Intelektual Islam Wahyuddin Halim
Sulesana Vol 10 No 2 (2016)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v10i2.2933

Abstract

Artikel ini membahas tentang peran penting studi filsafat dalam upaya mentransformasi tradisi intelektual Islam di dunia Muslim. Argumen utama tulisan ini adalah bahwa studi filsafat merupakan prasyarat penting yang memantik spirit dan memandu aktivitas pengembangan intelektual secara luas dalam suatu masyarakat, khususnya dalam masyarakat Muslim. Untuk menunjukkan peran itu, artikel ini pertama-tama menelaah berbagai perspektif tentang pengertian filsafat kemudian mendeskripsikan sejarah pasang surut studi filsafat dalam sejarah Islam. Artikel ini menunjukkan bahwa dalam sejarah, pengembangan sains dan peradaban dalam Islam selalu terkait dengan dan bergantung pada adanya apresiasi terhadap dan terpeliharanya tradisi pengkajian di bidang filsafat. Sayangnya, seperti ditunjukkan dalam paper ini, di masa kontemporer, di lembaga-lembaga pendidikan di dunia Islam, termasuk universitas, studi filsafat tidak lagi menjadi bidang pengetahuan yang dikaji secara luas dan dengan penuh minat di kalangan para pelajar dan mahasiswa seperti di abad pertengahan Islam. Akibatnya, semakin sulit untuk menyaksikan terjadinya transformasi tradisi intelektual Islam di mana studi di bidang filsafat menjadi pemantik utamanya.
Kepemimpinan Wanita Dalam Perspektif Hadis Nabi SAW (Pemahaman Makna Tekstual dan Kontekstual) Tasmin Tangngareng
Sulesana Vol 10 No 2 (2016)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v10i2.2934

Abstract

Women leadership is never-ending issue to discuss. Some Islamic theological considerations always become the main reasons to position  its main teaching, supports equality between men and women. This article tries to present textual and  contextual analyzes around women leadership  in public affairs. It is textually found that prophetic traditions and opinions of most Muslim scholars badly state that women leadership in public affairs is prohibited but contextually it is not. It seems that in reasoning the issues of women leadership. Contextual anderstanding must be firstly considered.
RESPON MASYARAKAT MUSLIM TERHADAP LIBERALISME DI INDONESIA Abdullah Thalib
Sulesana Vol 10 No 2 (2016)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v10i2.2935

Abstract

Benih Liberalisasi yang mengatasnamakan gerakan modernisasi pemikiran Islam yang dilakukan oleh para modernis secara transparan telah dimulai sejak tahun 1967. Kalangan muda yang sibuk merespon “modernisasi Islam” antara lain; Harun Nasution, Nurcholish Madjid, Gusdur, Ahmad Wahib, Djohan Efendi, Dawam Rahardjo, Kuntowijoyo dan beberapa kawannya  yang menjadi cikal bakal liberalisme Islam Indonesia. Deretan yang lebih muda lagi sebagai pelanjut estafet modernitas yang menjadi Islam liberal (IslamLib) adalah Budi Munawar Rachman, Zuhaeri Misrawi, Ulil Absar Abdalla dan kawan-kawannya. Mereka  tampil aktif meliberalisasi, rasionalisasi, sekularisasi, pemikiran dalam Islam, baik dalam bentuk wacana maupun lembaga atau institusi. Tujuannya adalah semata-mata berusaha  mengubah kondisi kehidupan keberagamaan masyarakat Islam Indonesia dengan cara rasionalisasi pengetahuan di berbagai aspek. Gerakan pemikiran Islam liberal di Indonesia telah mendapat perhatian serius dari para pengkaji pemikiran Islam Indonesia yang sudah demikian banyak, antara lain William Lidle, Robert Hefner, J.Furnifal, Donal emerson, Herbert Feith dan Riaza Hasan yang seringkali  terpengaruh kepada kajian sosio-politik Islam termasuk perkembangan pemikiran Islam.
Ontologi Politik Insan Kamil Syamsul Asri
Sulesana Vol 10 No 2 (2016)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v10i2.2931

Abstract

Teks ini bertujuan untuk menjelaskan ontologi politik dalam perspektif pemikiran Islam dengan menjadikan insan kamil sebagai aktor utama politik sakral sehingga filsafat politik Islam bisa lebih dipahami. Penelitian ini adalah penelitian pustaka (library research) yang menggunakan pendekatan filosofis-kritis. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah studi naskah pemikiran Islam dalam bentuk penggunaan kutipan tidak langsung terhadap literatur primer. Metode analisis data yang digunakan adalah content analysis terhadap literatur untuk memperoleh data kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa insan kamil merupakan metafora konseptual utama dalam filsafat politik Islam. Ontologi politik insan kamil adalah pelaksanaan otoritas Rububiyah Ilahi dalam suatu polis sehingga ‘adalah, sebagai tujuan syariat Ilahi dan politik, bisa tegak dalam ruang sosial-politis. Tujuan ontologi politik insan kamil adalah mengembalikan hal-ihwal tasyri’i-i’tibari kepada Prinsip-Prinsip takwininya sehingga al-Haq bisa tersaksikan dalam derajat yang dimungkinkan oleh situasi (at most).
DEMOKRASI DAN PROBLEMATIKANYA DI INDONESIA Nihaya M
Sulesana Vol 10 No 2 (2016)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v10i2.2932

Abstract

Indonesia setidaknya telah melalui empat masa demokrasi dengan berbagai versi. Pertama adalah demokrasi liberal dimasa kemerdekaan. Kedua adalah demokrasi terpimpin, ketika Presiden Soekarno membubarkan konstituante dan mendeklarasikan demokrasi terpimpin. Ketiga adalah demokrasi Pancasila yang dimulai sejak pemerintahan Presiden Soeharto. Keempat adalah demokrasi yang saat ini masih dalam masa transisi. Kelebihan dan kekurangan pada masing-masing masa demokrasi tersebut pada dasarnya bisa memberikan pelajaran berharga bagi kita. Demokrasi liberal ternyata pada saat itu belum bisa memberikan perubahan yang berarti bagi Indonesia. Namun demikian,berbagai kabinet yang jatuh-bangun pada masa itu telah memperlihatkan berbagai ragam pribadi beserta pemikiran mereka yang cemerlang dalam memimpin namun mudah dijatuhkan oleh parlemen dengan mosi tidak percaya. Sementara demokrasi terpimpin yang dideklarasikan oleh Soekarno (setelah melihat terlalu lamanya konstituante mengeluarkan undang-undang dasar baru) telah memperkuat posisi Soekarno secara absolut.

Page 1 of 1 | Total Record : 5