cover
Contact Name
Astrid Veranita Indah
Contact Email
astrid.veranita@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
darmawati.h@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin & Filsafat UIN Alauddin Makassar, Jl. Sultan Alauddin No. 63, Jl. St alauddin no.36 Gowa-Samata
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Sulesana
Core Subject : Religion,
studi-studi keIslaman yang erat dengan issu sosial, teologi, hukum, Pendidikan dan filsafat. Studi ini dimulai dengan tema Kajian Kritis Akulturasi Islam dengan Budaya Local, Metode Memahami Maksud Syariah , Maulid Dan Natal (Studi Perbandingan Antara Islam Dan Kristen), Akal dalam Al-Quran, Pendidikan Agama Dan Moral Dalam Perspektif Global, Sinergitas Filsafat Dan Teologi Murthadha Muthahhari, Perspektif Perilaku Menyimpang Anak Remaja : Studi berbagai masalah social.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2013)" : 13 Documents clear
Sepak Terjang Demokrasi dalam Masyarakat Islam Darmawati Darmawati
Sulesana Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v8i2.1277

Abstract

Selama dinasti Abbasiyah berkuasa, pola pemerintahan yang di terapkan berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik, sosial, dan budaya. Di antara perbedaan karakteristik yang sangat mancolok antara pemerintah Dinasti Bani Umayyah dengan Dinasti Bani Abbasiyah, terletak pada orientasi kebijakan yang dikeluarkannya. Pemerintah Dinasti Bani Umayyah orientasi kebijakan yang dikeluarkannya selalu pada upaya perluasan wilayah kekuasaanya. Sementara pemerintah Dinasti Bani Abbasiyah, lebih menfokuskan diri pada upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam, sehingga masa pemerintahan ini dikenal sebagai masa keemasan peradaban Islam. Meskipun begitu, usaha untuk mempertahankan wilayah kekuasaan tetap merupakan hal penting yang harus dilakukan. Untuk itu, pemerintahan Dinasti Bani Abbasiyah memperbaharui sistem politik pemerintahan dan tatanan kemiliteran.Agar semua kebijakan militer terkoordinasi dan berjalan dengan baik, maka pemerintah Dinasti Abbasiyah membentuk departemen pertahanan dan keamanan, yang disebut diwanul jundi. Departemen inilah yamg mengatur semua yang berkaiatan dengan kemiliteran dan pertahanan keamanan.Pembentuka lembaga ini didasari atas kenyataan polotik militer bahwa pada masa pemertintahan Dinasti Abbasiyah, banyak terjadi pemberontakan dan bahkan beberapa wilayah berusaha memisahkan diri dari pemerintahan Dinasti Abbasiyah.
Implementasi Pemikiran Ismail Raji Al-Faruqi Tentang Tauhid Sebagai Prinsip Keluarga Pendidikan Akhlak Damis Damis
Sulesana Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v8i2.1287

Abstract

Pemikiran Ismail Raji al-Faruqi tentang tauhid sebagai prinsip keluarga merupakan penerjemahan al-Faruqi atas makna tauhid. Tauhid sebagai inti ajaran Islam mesti dijadikan prinsip hidup. Tauhid sebagai prinsip hidup berarti esensi tauhid melandasi setiap aktivitas muslim. Makna tauhid itu sendiri yang masih sangat basic (keyakinan dan kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah) perlu untuk diterjemahkan dan disosialisasikan melalui media. Dan keluarga sebagai salah satu media itu. Jadi tauhid sebagai prinsip keluarga menurut al-Faruqi berarti keluarga sebagai sarana pemenuhan tujuan Ilahi  (penghambaan).  Sebagai  prinsip  keluarga,  tauhid  menjadi  landasan untuk setiap aktivitas dalam keluarga. Bentuk implementasi pemikiran Ismail Raji al-Faruqi tentang tauhid sebagai prinsip keluarga dalam pendidikan akhlak ini dapat dijelaskan bahwa gagasan al-Faruqi tersebut dijadikan sebagai pijakan pelaksanaan pendidikan akhlak dalam keluarga. Artinya aspek-aspek yang ada pada tauhid sebagai prinsip keluarga sebagaimana dijelaskan oleh al-Faruqi tersebut diposisikan sebagai landasan membentuk dan membangun keluarga; yakni keluarga yang setiap interaksinya akan selalu bernilai bahkan sebagai sebuah media pendidikan akhlak.  Bahwa  keluarga  sebagai  media  pendidikan  pertama  memerlukan tauhid sebagai pijakan dalam setiap aktivitasnya terlebih untuk melandasi pendidikan akhlaknya.
Perbedaan Qira’ah dan Penetapan Hukum Hilmah Latif
Sulesana Vol 8 No 2 (2013)
Publisher : Sulesana: Jurnal Wawasan Keislaman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/.v8i2.1280

Abstract

Qira’at adalah bentuk jamak dari kata qiraah yang secara lughawi bermakna bacaan. Dari sudut istilah walaupun terdapat berbagai pandangan para ulama namun pada dasarnya qira’at itu menyangkut tentang cara mengucapkan atau melafalkan lafaz-lafaz al-Qur’an. Pengucapan dimaksud haruslah seperti yang dicontohkan oleh Nabi berdasarkan riwayat yang valid. Dari berbagai qira’at tersebut dapat dijumpai enam macam qira’at yang secara seragam dibahas oleh para ulama, yaitu qira’at mutawatir, masyhur, ahad, syadz, maudhu’ dan mudraj. Ayat-ayat al-Qur’an yang didalamnya terdapat perbedaan qira’at dan memiliki pengaruh terhadap istinbath hukum Islam, walaupun jumlahnya relatif sedikit tetapi ternyata dapat menambah keluasan dan keluwesan hukum Islam. Di samping itu dapat menambah dan memperkaya alternatif bagi kaum muslimin dalam memahami dan mengamalkan hukum Islam, sekaligus mungkin bisa meredam antara dua kutub pandangan yang sama-sama terlihat ketat.

Page 2 of 2 | Total Record : 13