cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner
ISSN : 25409492     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner merupakan media elektronik yang digunakan sebagai wadah penyebaran hasil-hasil penelitian dari skripsi/tugas akhir mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala yang ditulis bersama dengan dosen pembimbingnya. Naskah/artikel yang diterbitkan telah melewati proses review oleh 2 orang reviewer dan penyunting JIMVET. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner untuk saat ini menerbitkan naskah ilmiah mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Dokter Hewan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Veteriner terbit dengan satu volume dan empat nomor dalam setahun (Fabruari, Mei, Agustus, dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2019): MEI - JULI" : 7 Documents clear
Identifikasi Cacing Parasit Gastrointestinal Pada Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) Dan Harimau Benggala (Panthera Tigris Tigris) Di Taman Margasatwa Medan (Identification Of Gastrointestinal Parasites Sumatran Tiger (Panthera Tigris Sumatrae) And Bengal Tiger (Panthera Tigris Tigris) At Medan Wildlife Park) Dimas Rizqo Sucitrawan; Yudha Fahrimal; Arman Sayuti
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 3, No 3 (2019): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.209 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v3i3.11215

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan harimau benggala (Panthera tigris tigris) di Taman Margasatwa Medan terinfestasi cacing parasit gastrointestinal dan apa saja jenis dari cacing parasit tersebut. Sampel pada penelitian ini menggunakan feses yang dikoleksi untuk pemeriksaan telur cacing yang didapat dari 9 ekor harimau sumatera dan 6 ekor harimau benggala. Sampel diambil tiga kali dalam waktu yang berbeda dengan interval 2 minggu. Sampel feses diambil pada pagi hari dan dimasukkan ke dalam botol sampel dan ditambahkan dengan formalin 10% dengan perbandingan 1:1. Sampel dibawa dengan menggunakan ice box yang telah diisi es ke Laboratorium Parasitologi Fakultas Kedokteran Hewan Univesitas Syiah Kuala untuk dilakukan pemeriksaaan. Pemeriksaan sampel dengan menggunakan metode sentrifugasi,  metode McMaster, dan metode sedimentasi Boray. Hasil penelitian ini menunjukkan harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) dan harimau benggala (Panthera tigris tigris) di Taman Margasatwa Medan terinfestasi Toxocara cati dan Ancylostoma tubaeformae.  Kata Kunci: Harimau Sumatera, Harimau Benggala, Taman Margasatwa Medan, Toxocara cati, Ancylostoma tubaeformae. ABSTRACTThis study aims to determine whether Sumatran tigers (Panthera tigris sumatrae) and Bengal tigers (Panthera tigris tigris) in Medan Wildlife Park are infected with gastrointestinal parasitic worms and what are the types of parasitic worms. The samples used in this study were faeces from 9 Sumatran tigers and Bengal Bengal as many as 6 in Medan zoo. Samples were taken three times at different times and at intervals of 2 weeks. Samples were taken in the morning and put into bottle samples and added with equal volume of 10% formalin. Samples were transported using ice boxes that were filled with ice to the Laboratory of Parasitology, Faculty of Veterinary Medicine, Syiah Kuala University, to be examined. Sample examination using centrifugation, McMaster, and Boray sedimentation methods. The results of this study indicate that there are two nematode worms infesting Sumatran tigers (Panthera tigris sumatrae) and Bengal tigers (Panthera tigris tigris) in Medan zoo namely Toxocara cati and Ancylostoma tubaeformae. Keyword: Panthera tigris sumatrae, Panthera tigris tigris, Medan Wildlife Park, Toxocara cati, Ancylostoma tubaeformae.
JENIS LALAT PENGHISAP DARAH SEBAGAI VEKTOR POTENSIAL SURRA PADA KUDA DI ACEH TENGAH (Types of Hematophagus Fly as the Potential Vector of Surra in Horse in Aceh Tengah District) Aulia Rahmi; Yudha Fahrimal; M Hasan
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 3, No 3 (2019): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (945.755 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v3i3.11214

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis lalat penghisap darah sebagai vektor potensial Surra pada kuda di empat Kecamatan di Kabupaten Aceh Tengah. Koleksi sampel dilakukan pada peternakan kuda yang ada di Kecamatan Bebesan, Lut Tawar, Bintang dan Pegasing. Dalam penelitian ini masing-masing lokasi dipasang perangkap lalat tipe NZ1 trap yang ditempatkan di sekitar kandang berjarak sekitar ± 10 m dari kandang selama 24 jam dan menggunakan tangguk serangga (sweepnet) yang dilakukan pada daerah dalam kandang. Lalat dieuthanasi menggunakan alkohol 70% kemudian disimpan dalam botol sampel. Seluruh sampel yang diperoleh dari setiap lokasi diidentifikasi menggunakan kunci identifikasi. Hasil yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian yang dilakukan pada kuda di Kabupaten Aceh Tengah diperoleh 2 (dua) jenis lalat penghisap darah yaitu S. calcitrans dan H.  irritans. Dapat disimpulkan bahwa kuda di Kabupaten Aceh Tengah terinfestasi S. calcitrans dan H. irritansKata kunci: Kuda, lalat penghisap darah, SurraABSTRACT               This study aims to identify blood-sucking flies as the potential vector of surra in horse in Aceh Tengah District. The collection of samples were carried out on farms in Bebesan, Lut Tawar, B andintang and Pegasing subdistricts. In this study, NZ1 trap  was installed in each location about ± 10 m from the istal for 24 hours and using insect net (sweepnet) inside the enclosure area. The fly was euthanized using 75% alcohol in sample bottle. All samples obtained from each location were identified using identification keys. The result of this study was analyzed descriptively. The results of study conducted in the livestock in Aceh Tengah district obtained 2 blood-sucking flies, S. calcitrans and H. irritans. It is concluded that hematophagus flies that infest horse in Aceh Tengah District are S. calcitrans and H. irritans.Key words: Horse, Hematophagus fly, Surra
IDENTIFIKASI PARASIT GASTROINTESTINAL PADA BERUANG MADU (Helarctos malayanus) DI TAMAN MARGASATWA MEDAN (IDENTIFICATION OF GASTROINTESTINAL PARASITES IN SUN BEAR (Helarctos malayanus) IN TAMAN MARGASATWA MEDAN) Putri Utami Jenantika; Yudha Fahrimal; Arman Sayuti
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 3, No 3 (2019): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.348 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v3i3.11213

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi parasit gastrointestinal pada beruang madu (Helarctos malayanus) di Taman Margasatwa Medan. Penelitian ini menggunakan sampel feses dari 5 ekor beruang madu yang diperiksa tiga kali dengan interval waktu 3 minggu. Penelitian ini mengunakan metode sentrifus, metode McMaster, dan metode Boray dan hasil penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 3 dari 5 sampel terinfestasi parasit gastrointestinal Ancylostoma spp dan Trichuris spp. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa beruang madu (Helarctos malayanus) di Taman Margasatwa Medan tereinfestasi parasit gastrointestinal Ancylostoma spp dan Trichuris spp. Kata kunci : Parasit gastrointestinal, Beruang Madu, Ancylostoma spp, Trichuris spp. ABSTRACT          This study aims to identify the gastrointestinal parasite in the sun bear (Helarctos malayanus) in Medan Wildlife Park. This study used fecal samples from  5 sun bears taken three times with 3 weeks interval. This study used the centrifuge method, McMaster method, and the Boray method and the results of this study were analyzed descriptively. The results of this study indicate that 3 of  5 sun bear were infested with gastrointestinal parasites Ancylostoma spp and Trichuris spp. Thus it can be concluded that  the sun bear (Helarctos malayanus) in Medan Wildlife Park are infested with gastrointestinal parasites Ancylostoma spp and Trichuris spp. Keywords : Gastrointestinal parasites, Sun bear, Ancylostoma spp, Trichuris spp
pengaruh lama waktu sexing dengan metode elektrik terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa sapi aceh (the effect of long time sexing with electrical method on motility and viability of aceh cattle spermatozoa) Hafiz Aulia Nahra; Dasrul Dasrul; Hamdan Hamdan
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 3, No 3 (2019): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.26 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v3i3.11270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu sexing dengan metode elektrik terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa sapi aceh. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan pola satu arah terdiri atas tiga perlakuan dan enam kali pengulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah lama waktu sexing yang terdiri dari 3 menit (P1), 6 menit ( P2), dan 10 menit (P3). Pada masing-masing perlakuan kemudian dievaluasi motilitas dan viabilitas spermatozoa. Data motilitas dan viabilitas dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA) kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu sexing dengan metode elektrik berpengaruh secara nyata (P0,05) terhadap motilitas dan viabilitas spermatozoa. Waktu sexing selama 3 menit dengan metode elektrik menghasilkan persentase motilitas dan viabilitas spermatozoa lebih tinggi dibandingkan waktu 6 menit dan 10 menit.This study aims to determine the effect of long time sexing with electrical methods on the motility and viability of aceh cattle spermatozoa. This study used a completely randomized design (CRD) with a one-way pattern consisting of three treatments and six repititions. The treatment in this study was the length of sexing time which consisted of 3 minutes (P1), 6 minutes (P2), and 10 minutes (P3). Each treatment was then evaluated for motility and viability of spermatozoa. Motility and viability data were analyzed by analysis of variance (ANOVA) then continued with Duncan test. The results showed that the length of sexing time with the electrical method significantly affected (P 0.05) on the motility and viability of aceh cattle spermatozoa. The time of sexing for 3 minutes by electrical method resulted a higher percentage of motility and viability of the spermatozoa compared to 6 minutes and 10 minutes.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus (INHIBITORY TEST OF ETHANOL EXTRACT OF NONI LEAF (MORINDA CITRIFOLIA L.) ON STAPHYLOCOCCUS AUREUS GROWTH) Erina Erina; Rinidar Rinidar; T Armansyah; Erwin Erwin; Rusli Rusli; Radhika Elsavira
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 3, No 3 (2019): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.868 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v3i3.11377

Abstract

ABSTRAKMengkudu (Morinda citrifolia L.) merupakan tanaman khas daerah tropis termasuk Indonesia, yang buah, daun, biji dan akarnya sering digunakan dalam pengobatan tradisional, di antaranya sebagai antibakteri. Penelitian ini dilakukan bertujuan mengetahui kepekaan ekstrak daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Esktrak daun mengkudu dibagi menjadi 3 konsentrasi yang berbeda yaitu 25%, 50%, 75% dengan penicilin sebagai kontrol positif dan akuades sebagai kontrol negatif. Uji daya hambat dilakukan sesuai dengan metode Kirby-Bauer dengan 3 kali ulangan. Hasil rata-rata zona hambat ekstrak daun mengkudu terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 25% yaitu 6,35 mm, pada konsentrasi 50% yaitu 6,73 mm, dan pada konsentrasi 75% yaitu  6,86 mm. Kontrol positif antibiotik penicilin diperoleh rata-rata 14,28 mm dan kontrol negatif akuades diperoleh rata-rata 0,00 mm. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun mengkudu memiliki zona hambat sedang terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus sesuai dengan CLSI.Kata kunci: antibakteri, daya hambat, ekstrak daun mengkudu, Staphylococcus  aureus.   ABSTRACT Noni (Morinda citrifolia L.) is one of the most common plants in tropical areas, including Indonesia, which fruit, leaves, seed and root, are used in traditional treatment, for an example  antibacterial. The aims of this research is to know the sensitivity of noni leaf extract (Morinda citrifolia L.) against Staphylococcus aureus growth. Noni leaf extract was divided into 3 different concentrations 25%, 50%, 75%. Penicilin used as control positive and Aquadest used as control negative. The inhibition effect test was performed in accordance to Kirby-Bauer method with 3 replications. The average of inhibition zone of noni leaf extract on Staphylococcus aureus at 25% concentration was 6,35 mm, at concentration of 50% was 6,73 mm, and at concentration 75% was 6.86 mm. The averaged positive control of penicilin antibiotics was 14,28 mm and negative control of aquadest was 0,00 mm. It can be concluded that the ethanol extract of noni leaves had fair activity to inhibit the growth of Staphylococcus aureus according to CLSI.Keyword : antibacterial, inhibition effect, noni leaf extract, Staphylococcus aureus.
PENGUKURAN KADAR PROTEIN PADA TAHAP PEMBERSIHAN, PEREBUSAN DAN PENGERINGAN PRODUK IKAN KAYU DIKECAMATAN KUTA ALAM BANDA ACEH Zian Ulfaturrriza; T. Reza Ferasyi; Al Azhar
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 3, No 3 (2019): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.581 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v3i3.11384

Abstract

 ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh proses pembersihan, perebusan dan pengeringan terhadap kadar protein produk ikan kayu. Sampel penelitian adalah 9 ekor ikan kayu yang dibeli dari tempat industry produksi di Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Sampel di ambil sebanyak 3 ekor kemudian diperiksa kadar protein di Balai Riset dan Standarisasi Industri Kota Banda Aceh dengan menggunakan metode Kjeldahl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar protein ikan tahap pembersihan, perebusan dan pengeringan masing-masing adalah 25,42%, 20,42% dan 27,87%. Kadar protein produk ikan kayu menunjukkan adanya perbedaan nyata (P0,05) antara masing-masing tahap.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tahap pembersihan, perebusan dan pengeringan pada proses pembuatan ikan kayu menyebabkan terjadinya perubahan kadar protein.ABSTRACTThis research was conducted to determine the effect of cleaning, boiling and drying process on the protein content of wooden fish products. This study used a sample of wooden fish taken from Kuta Alam Sub-district, Banda Aceh then 3 samples of wooden fish was selected and extract 10gr/tail in each stage. The obtained samples were examined at the Institute for Research and Standardization of Industry, Banda Aceh. The examination of protein content was measured using the Kjeldahl method which consisted of the stages of destruction, distillation, and titration. The results showed that protein content in the cleaning stage was obtained with an average value for 25.42%, at the boiling obtained an average 20,42% whereas at the drying stage an average value of 27.87% was obtained. Analysis of protein content of wooden fish products showed significant differences (P 0.05). Based on the results of the study, it can be concluded that the cleaning, boiling and drying stages in the process of making wooden fish caused changes in protein content.
DETEKSI BAKTERI Salmonella sp PADA IKAN ASIN TALANG-TALANG (Scomberoides tala) DI KECAMATAN LEUPUNG KABUPATEN ACEH BESAR (Detecion of Bacteria Salmonella sp. on Talang-Talang Salt Fish (Scomberoides tala) at Leupung Aceh Besar Regency) Bahagia Melawati; Fakhrurrazi Fakhrurrazi; Mahdi Abrar
JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER Vol 3, No 3 (2019): MEI - JULI
Publisher : JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.911 KB) | DOI: 10.21157/jim vet..v3i3.11683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendekteksi cemaran bakteri Salmonella sp pada ikan asin talang-talang (Scomboroides tala) yang di jual di Kecamatan Leupung Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan 8 sampel ikan asin talang–talang yang di ambil di 4 pedagang. Semua sampel dibawa ke Laboratorium Mikrobiologi FKH Universitas Syiah Kuala, ikan digerus kemudian dimasukkan ke dalam media Selenyte Cystein Broth (SCB) diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam. Selanjutnya dilakukan penanaman pada media selektif Salmonella Shigella Agar (SSA) dan diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam kemudian dilakukan pewarnaan Gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 8 sampel ikan asin talang-talang yang diisolasi tidak ditemukan bakteri Salmonella sp. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ikan asin talang-talang yang dijual di Kecamatan Leupung Kabupaten Aceh Besar Tidak tercemar bakteri salmonella sp.(The salted fish is the fish that have been preserved using salt to prevent contaminated with microorganism. The aim of this study was to isolate salmonella sp. on 8 Talang-Talang salted fish at  Leupung District Aceh Besar Regency. The bacterial isolation was done by blending the sample using the sample that had been blended then cultivated in Selenit Cyistem Brooth (SCB), homogenated and incubated at temperature 37ᵒC for 24 hours. Then each sampel was fertilized on Salmonella shigella Agar  (SSA) media and incubated at 37ᵒC for 24 hours. The result of this research shoed that there is no Salmonella sp bacteria on Talang-Talang salted fist at Village Leupung District Aceh Besar Regency.)

Page 1 of 1 | Total Record : 7