cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam
ISSN : 19791399     EISSN : 25483889     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal OASIS adalah jurnal ilmiah kajian Islam dibawah pengelolaan program pascasarjana IAIN Syekh Nurjati, kehadirannya ditujukan sebagai wadah aktualisasi karya para akademisi maupun praktisi dengan fokus kajian terkait ilmu Pendidikan Islam, Manajemen Pendidikan Islam dan Psikologi Pendidikan Islam. Jurnal ini terbit dua kali selama satu tahun yaitu bulan Februari dan Agustus.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2020)" : 7 Documents clear
Faktor Penentu Perilaku Keagamaan Siswa: Dampak Penggunaan Media Sosial Dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Mely Mentari
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v4i2.5048

Abstract

Technology has developed rapidly which is able to influence various fields including education. Changes in student behavior now depend not only on education at home, but have a significant impact outside the home. One of them is through social media which is now increasingly easy to access even for teenagers. Then the existence of religious education as a control so that students can behave not deviate. This study aims to examine the factors that influence the religious behavior of students, especially in terms of the use of social media and Islamic education. The survey was conducted to all students in grades 7.8, and 9 at Azzahra Middle School in Cirebon District with a sample size of 106. Data were collected through questionnaires and the results of structured observations and interviews with students in grades 7, 8 and 9. The methods used in this study using the Structural Equation Model (SEM) - Partial Least Square (PLS) with the help of SmartPLS 3.0. The results of this study indicate that the use of social media has a significant effect on students' religious behavior. the more social media used for positive interests such as sharing positive news will increase students' religious behavior. While Islamic religious education has a significant influence on students' religious behavior. The religious behavior of students at Azzahra Middle School proved to be getting better along with the application of good Islamic Religious Education. This is because the Azzahra school implements Islamic religious education learning every day in the form of morning greetings which consist of reading the Qur'an, memorizing Arabic and EnglishTeknologi saat ini telah berkembang pesat yang mampu mempengaruhi berbagai bidang termasuk bidang pendidikan. Perubahan Perilaku siswa kini tidak hanya bergantung pada pendidikan di rumah, tetapi memiliki dampak yang signifikan di luar rumah. Salah satunya adalah melalui media sosial yang kini semakin mudah untuk diakses bahkan untuk remaja. Maka adanya Pendidikan agama sebagai control agar siswa dapat berperilaku tidak menyimpang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor yang berpengaruh terhadap perilaku keagamaan siswa khususnya ditinjau dari penggunaan media sosial dan pendidkan agama islam. Survey dilakukan kepada seluruh siswa kelas 7,8, dan 9 di SMP Azzahra di Kabupaten Cirebon dengan jumlah sample 106. Data dikumpulkan melalui penyebaran Kuesioner serta hasil observasi dan wawancara terstruktur kepada siswa kelas 7, 8, dan 9.  Penelitian ini di analisisis menggunakan Structural Equation Model (SEM) – Partial Least Square (PLS) dengan software SmartPLS 3.0. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan media sosial berpengaruh signifikan terhadap perilaku keagamaan siswa. semakin media sosial digunakan untuk kepentingna positif seperti membagikan berita positif akan meningkatkan perilaku keagamaan siswa. Sementara pendidikan agama islam memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku keagamaan siswa. Perilaku keagamaan siswa di SMP Azzahra terbukti semakin baik seiring dengan penerapan Pendidikan Agama Islam yang baik. Hal ini dikarenakan sekolah Azzahra menerapkan pembelajaran pendidikan agama islam setiap hari yaitu dalam bentuk kegiatan sapa pagi yang didalamnya terdiri dari kegiatan membaca Al-Qur’an, menghafal bahasa Arab dan Bahasa Inggris.
Pengaruh Blended Learning Terhadap Proses Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Fiqih Di MTsN 12 Majalengka UFN Maesaroh
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v4i2.4158

Abstract

This study aims to explain how much influence the method of blended learning in Fiqh lessons on the process and student learning outcomes in the 12th Majalengka State Islamic Senior High School Madrasa. By using the quasi-experimental method. The design used was Pretest-Posttest Non Equivalent Control Group Design, with a population sample of 25 students from grade VII in Madrasah Tsanawiyah Negeri (12) Majalengka. The results obtained are (1) The learning process of the Fiqh of students taught using blended learning models and those not taught with blended learning models there are significant differences. (2) The learning process of jurisprudence in students not taught with the blended learning model is in the medium categorization. While the learning process of jurisprudence for students who use the blended learning model is in a high categorization. (3) Blended learning affects the class VII learning process and learning outcomes. Cognitive, affective and psychomotor learning outcomes in the experimental class increased by 26.44%, while the control class was 19.84%.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan seberapa besar pengaruh metode Blended Learning dalam pembelajaran Fiqih terhadap proses dan hasil belajar siswa di Madrasah Tsnawiyah Negeri 12 Majalengka.  Dengan mengunakan metode eksperimen semu. Desain yang digunakan adalah “Pretest-Posttest Non Equivalen Control Group Desain”, dengan sampel populasi sebanyak 25 siswa dari kelas VII di Madrasah Tsanawiyah Negeri (12) Majalengka. Hasil penelitian yang diperoleh adalah (1) Proses belajar Fiqih peserta didik yang diajarkan  dengan menggunakan model pembelajaran blended learning dan yang tidak diajar dengan model pembelajaran blended learning terdapat perbedaan yang cukup signifikan. (2) Proses belajar Fiqih pada peserta didik yang tidak diajar dengan model pembelajaran blended learning berada pada kategorisasi sedang. Sementara proses belajar Fiqih pada peserta didik yang menggunakan model pembelajaran blended learning berada pada kategorisasi tinggi. (3) Pembelajaran blended learning berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar siswa kelas VII. Hasil belajar kognitif, afektif dan psikomotor pada kelas eksperimen mengalami peningkatan sebesar 26,44%, sedangkan kelas control sebesar 19,84%.
Pembentukan Akhlak Berbasis Pembiasaan Dan Keteladanan (Studi Kasus Di MAN 2 Kuningan Jawa Barat) Siti Nurjanah
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v4i2.3878

Abstract

The purpose of this study was to determine the moral formation of learners based on habituation and exemplary, and to determine the success of the formation of habitual morals and exemplary in Madrasa Aliya Negeri 2 Kuningan, West Java. The author uses a qualitative method with a phenomenological approach, so in collecting data, the author uses observation techniques, in-depth interviews, documentation and using the data technique child can data model Miles and Huberman. Habit based and exemplary moral formation in Madrasa Aliya Negeri 2 Kuningan West Java was carried out with various activities, namely: Habit of dhuhur prayer in congregation, habituation of Infaq every Friday morning, habituation of Asr prayer in congregation, habituation of tadarus al-Qur'an, habituation of tahfizd together every Monday the flag ceremony is over, habituation of yasinan and khitobah (lectures) every Friday morning, habituation in dress. The exemplary moral-based formation is carried out with various activities, namely: discipline, honesty, responsibility, humility, emotional control, the ability of the teachers to control emotions differently, some are good so that they think first before acting, polite, average the average teacher shows a polite attitude, both in speaking and behaving, exemplary by civilizing the S5, exemplary welcoming students in front of the gate, so that citizens of Madrasa Aliya Negeri 2 Kuningan can improve their religion (religious), change attitudes (akhlakul karimah), love to read and improve concern for the environmentTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pembentukan akhlak peserta didik berbasis pembiasaan dan keteladanan, serta untuk mengetahui keberhasilan dari pembentukan akhlak pembiasaan dan keteladanan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kuningan Jawa Barat. Penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, maka dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dokumentasi dan mengunakan teknik anak bisa data model Miles dan Huberman. Pembentukan akhlak berbasis pembiasaan dan keteladanan di MAN 2 Kuningan Jawa Barat dilakukan dengan berbagai kegiatan, yaitu:Pembiasaan shalat dhuhur berjama’ah, pembiasaan Infaq setiap jum’at pagi, pembiasaan Shalat Ashar berjamaah, pembiasaan tadarus al-Qur’an, pembiasaan tahfizd bersama setiap senin selesai upacara bendera, pembiasaan yasinan dan khitobah (ceramah) setiap jum’at pagi, pembiasaan dalam berpakaian. Adapun pembentukan akhlak berbasis keteladanan dilakukan dengan berbagai kegiatan, yaitu: kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, rendah hati, pengendalian emosi, kemampuan guru-guru mengendalikan emosi berbeda-beda, ada yang baik sehingga berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak, sopan santun, rata-rata guru menunjukkan sikap yang sopan, baik dalam berbicara maupun bertingkah laku, keteladanan dengan membudayakan S5, keteladanan menyambut peserta didik di depan gerbang, sehingga warga MAN 2 Kuningan dapat meningkatkan keimanan (religius), merubah sikap (akhlakul karimah), gemar membaca dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
Peran Pendidikan Agama Dan Pendidikan Multikultural Terhadap Terwujudnya Kerukunan Antar Umat Beragama (Studi Kasus: Di SMAK Penabur Cirebon Tahun Ajaran 2018-2019) Sukma Hadi
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v4i2.3892

Abstract

Problems that often occur in the world of education in the Cirebon region as if there is no end. Such as: fights, brawls, discrimination, fanatics, still often found in the Cirebon area. Besides that, many parties say that religious education and multicultural education have not been well embedded in the hearts of students, so students do bad deeds. Based on the above background, the author conducted a study with the aim of revealing how the role of religious education and multicultural education towards the realization of inter-religious harmony in Cirebon Penitur Senior High School, with the aim of research: Cirebon. (2) To research or describe the types of activities of Religious Education and Multicultural Education in the Christian Highschool (SMAK) Penabur Cirebon. (3) To find a model for the implementation of religious education and multicultural education in the SMAK Penabur Cirebon in realizing inter-religious harmony. The author in this research uses Qualitative research methods. The type of qualitative research I use is Case Study. Data collection is done by observation, documentation, interviews. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Research informant. The conclusion of this study is that the role of religious education and multicultural education is very important for the realization of inter-religious harmony. In implementing religious education and multicultural education at Penabur Senior High School, it went well. Especially in daily activities in the Cirebon SMAK Penabur environment. SMAK Penabur highly upholds the values of religious education and multicultural education.Masalah yang sering terjadi di dunia pendidikan di wilayah Cirebon seakan-akan tidak ada habisnya. Seperti: perkelahian, tawuran, diskriminasi, fanatik, masih sering ditemukan di wilayah Cirebon. Disamping itu, banyak pihak yang mengatakan pendidikan Agama dan pendidikan multikultural belum tertanam dengan baik di hati para siswa, sehingga siswa melakukan perbuatan yang tidak baik. Berdasarkan latar belakang di atas, penulis melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengungkapkan bagaimana peran pendidikan agama dan pendidikan multikultural terhadap terwujudnya kerukunan antar umat beragama di Sekolah Menengah Atas Kristen Christian (disingkat SMAK) Penabur Cirebon, dengan tujuan penelitian: (1)Untuk mengetahui proses pelaksanaan  Pendidikan Agama dan Pendidikan Multikultural di SMAK Penabur Cirebon. (2) Untuk meneliti atau mendeskripsikan jenis-jenis kegiatan Pendidikan Keagamaan dan Pendidikan Multikultural di SMAK Penabur Cirebon. (3) Untuk mencari model implementasi pendidikan Agama dan Pendidikan Multikultural di SMAK Penabur Cirebon dalam mewujudkan kerukunan antar umat beragama.Penulis dalam riset ini menggunakan metode penelitian Kualitatif. Jenis penelitian Kualitatif yang penulis gunakan adalah Studi Kasus.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dpkumentasi, wawancara.Teknik analisis data meliputi meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Informan penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa  Peran pendidikan agama dan pendidikan multikultural penting sekali bagi terwujudnya kerukunan antar umat beragama. Dalam pelaksanaan pendidikan agama dan pendidikan multikultural di SMAK Penabur, berjalan dengan baik.Terutama dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan SMAK Penabur Cirebon.SMAK Penabur sangat menjunjung nilai-nilai pendidikan agama dan pendidikan multikultural.
Implementasi Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Dan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam UFN Marinih
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v4i2.4525

Abstract

This study aims to determine the learning process of Islamic subject by using a problem based learning model, knowing the problem solving abilities and learning outcomes of 6th grade students in Cirebon City Kebon Baru IV Elementary School in Islamic subject learning through a problem based learning model, and to determine improvement in problem solving skills and learning outcomes. This study uses research quasy experiments methods. The sample used was class State Elementary 6th School Kebon Baru IV as an experimental class amounting to 34 students on grade in State Elementary School Kebon Baru VII as a control class totaling 34 students. The instruments used were observation, tests, field notes, and documentation methods. The results of the study after the application of the problem based learning model showed that the average post-test value of students' problem solving abilities in the experimental class was 78.8235 and controls 51.9118. The results of the hypothesis test indicate that there is a difference in the increase in problem solving abilities, namely the experimental class gets a higher value than the control class. While student learning outcomes in Islamic subject lessons after the application of the problem based learning model in the experimental class experienced a significant increase. The calculation of Islamic subject learning outcomes before the application of the problem based learning model had an average of 10.1471 after the application of the problem based learning model had an increase in the average Islamic subject learning outcomes of 18,2059.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam  dengan mempergunakan model problem  based learning, mengetahui kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar siswa kelas 6 di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kebon Baru IV Kota Cirebon dalam pembelajaran PAI melalui model problem  based learning, dan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan hasil belajar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuasi eksperimen. Sampel yang digunakan adalah kelas 6 SDN Kebon Baru IV sebagai kelas eksperimen berjumlah 34 siswa, dan kelas 6 SDN Kebon Baru VII sebagai kelas kontrol berjumlah 34 siswa. Instrumen yang digunakan berupa metode observasi, tes, catatan lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian setelah penerapan model  problem  based learning menunjukkan bahwa nilai rata-rata post-test kemampuan pemecahan masalah siswa kelas eksperimen adalah 78,8235 dan kontrol 51,9118. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa ada perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah, yaitu kelas eksperimen mendapatkan nilai yang lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Sedangkan hasil belajar siswa dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam setelah penerapan model problem  based learning di kelas eksperimen mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Perhitungan hasil belajar PAI sebelum penerapan model problem  based learning memiliki rata-rata 10,1471 setelah penerapan model problem  based learning mengalami peningkatan rata-rata hasil belajar Pendidikan Agama Islam yaitu 18,2059.
Kompetensi Profesional Pendidik Menurut Al-Ghazali Ismatul Maula
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v4i2.4044

Abstract

Competence is the initial basis for a teacher to carry out his duties in teaching, but today many teachers do not understand the importance of a competency. Many of those who teach are limited to fulfilling their obligations without considering competency aspects which are the basic foundation in learning. al-Ghazali as a figure in Islamic education contributed a lot of thought in the world of education, among which he was concerned with the components of teachers and students. In thinking about the teacher he discussed in the book of Ihyā ‘Ulūm al-Addīn Volume 1 Chapter al-‘Ilm. Al-Ghazali explained how educator professional competence must be possessed before carrying out teaching assignments. The problem of this research is "What is the professional competence of educators according to al-Ghazali" ?. So from that the purpose of this study was to find out the professional competence of educators according to al-Ghazali. Kompetensi adalah dasar awal bagi seorang guru untuk melaksanakan tugasnya dalam mengajar, akan tetapi dewasa ini banyak guru yang tidak memahami arti penting sebuah kompetensi. Banyak dari mereka yang mengajar hanya sebatas menunaikan kewajiban tanpa mempertimbangkan aspek kompetensi yang merupakan landasan dasar dalam pembelajaran. al-Ghazali sebagai tokoh pendidikan Islam banyak menyumbangkan pemikiran dalam dunia pendidikan, diantara yang menjadi perhatian beliau adalah pada komponen guru dan siswa. Dalam pemikiran mengenai guru yang beliau membahasnya dalam kitab Ihyā ‘Ulūm al-Addīn Jilid 1 Bab al-‘Ilm. Al-Ghazali menjelaskan bagaimana kompetensi profesional pendidik yang harus dimiliki sebelum melakukan tugas mengajar. Yang menjadi permasalahan dari penelitian ini adalah “Bagaimana kompetensi profesional pendidikmenurut al-Ghazali?”. Maka dari itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi profesional pendidik menurut al-Ghazali. 
Konsep Pendidikan Untuk Perempuan Perspektif Nyai Hj. Masriyah Amva Atiq Nur Dianti
Oasis : Jurnal Ilmiah Kajian Islam Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Pascasarjana IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/oasis.v4i2.5211

Abstract

One figure of a well-known female cleric in Cirebon is Nyai Hj. Masriyah Amva. He is a female ulama figure who is different from the others, Nyai Hj. Masriyah Amva became the caretaker of Kebon Jambu Al-Islamy Islamic Boarding School in Babakan Village, Ciwaringin Cirebon, where she became the leader of more than 1,000 male and female santri. The author presents this paper in the form of a qualitative approach, with qualitative descriptive methods, collection techniques using interview and observation methods, which are then analyzed by interactive analysis techniques namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. This study aims to illustrate the Concept of Education for Perpective Women Nyai Hj. Masriyah Amva at Kebon Jambu Al-Islamy Islamic Boarding School. According to him, education for women consists of material elements, immaterial elements and character elements. The material element is education that equips students with various sciences according to their respective levels, while the immaterial element is that women are able to present and involve the Creator in all their life processes, according to Nyai Hj. Masriyah Amva, that is, women must be educated in such a way as to form a woman who is persistent, independent, has a personality, is pious and tough with hard prayers, hard efforts and always has positive thoughts.Salah satu sosok ulama perempuan yang sangat dikenal di Cirebon adalah Nyai Hj. Masriyah Amva. Beliau adalah sosok ulama perempuan yang berbeda dengan lainnya, Nyai Hj. Masriyah Amva menjadi pengasuh Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy di Desa Babakan, Ciwaringin Cirebon, beliau menjadi pemimpin lebih dari 1.000 santri laki-laki dan perempuan. Penulis menyajikan tulisan ini dalam bentuk pendekatan kualitatif, dengan metode deskriptif kualitatif, teknik pengumpulan menggunakan metode wawancara dan observasi, yang kemudian dianalisis dengan teknik analisis interaktif yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan Konsep Pendidikan untuk Perempuan Perpektif Nyai Hj. Masriyah Amva di Pondok Pesantren Kebon Jambu Al-Islamy. Menurutya pendidikan untuk perempuan adanya unsur material, unsur imaterial dan unsur karakter. Unsur material adalah pendidikan yang membekali santrinya dengan berbagai ilmu pengetahuan sesuai jenjangnya masing-masing, sedangkan unsur Imaterial adalah para perempuan mampu menghadirkan dan melibatkan Sang Pencipta dalam semua proses kehidupannya, unsur karakter menurut Nyai Hj. Masriyah Amva yaitu perempuan harus dididik sedemikian rupa hingga terbentuklah sosok perempuan yang gigih, mandiri, berkepribadian, bertaqwa dan tangguh dengan do`a keras, usaha keras dan selalu berfikiran positif.

Page 1 of 1 | Total Record : 7