cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
ardagede@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.beta.tep@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25023012     EISSN : 25023012     DOI : -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 1 (2022): April" : 21 Documents clear
Penggunaan Beberapa Model Peramalan (Forecasting) pada Produksi Gula Kristal Putih di PT. Perkebunan Nusantara X Immanuel Damanik; Ida Bagus Putu Gunadnya; I Gusti Ngurah Apriadi Aviantara
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 10 No 1 (2022): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2022.v10.i01.p03

Abstract

ABSTRAK Peramalan adalah proses memperkirakan atau memprediksi apa yang akan terjadi di masa yang akan datang berdasarkan data masa lalu dan data saat ini, yang paling umum dengan analisis tren. Contoh peramalan yang sederhana adalah peramalan nilai suatu variabel pada beberapa waktu yang akan datang. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pola historis data produksi gula, (2) untuk mengetahui model peramalan yang digunakan dan menentukan model peramalan terbaik dan validitas model, dan (3) melakukan peramalan produksi gula beberapa bulan kedepan dengan menggunakan model peramalan yang valid. Metode penelitian ini menggunakan data sekunder dari PT. Perkebunan Nusantara X dan proses pengolahan data menggunakan Microsoft Excel. Berdasarkan hasil dari analisis, exponential smoothing menggunakan ? = 0.8 merupakan model peramalan terbaik. Bila dibandingkan model peramalan moving average 2 periode dan double exponential smoothing dengan ? = 0.8. Uji keakuratan dari exponential smoothing ? = 0.8 menunjukkan nilai MAD = 1.096, MSE = 2.818.871, dan MAPE = 34%. Pada uji validitas model peramalan, model ini memiliki nilai MAD = 1,025, MSE = 2,113,927, MAPE = 22%. Hasil peramalan produksi untuk 6 periode kedepan adalah R1 = 5,106, R2 = 5,047, R3 = 5,035, R4 = 5,032, R5 = 5,032, R6 = 5,032 ABSTRACT Forecasting is the process of making a future prediction based on the present and past data using trend analysis. The purpose of this study was (1) to know the historical pattern of refined sugar production, (2) to know what are the forecasting models that be used for prediction, (3) to get the best forecasting model by using an accuracy test. This study uses secondary data from PT Perkebunan Nusantara X and processing data by using Microsoft Excel. Based on analysis results exponential smoothing by using ? = 0.8 is the best model. As comparison by using a moving average with 2 period and double exponential smoothing with ? = 0.6. The accuracy test of exponential smoothing ? = 0.8 showing with value MAD = 2, MSE = 9, and MAPE = 36%. On validity test of forecasting models, exponential smoothing had showing value MAD = 1,025, MSE = 2,113,927, MAPE = 22%. Results of forecasting production with 6 period on the future is R1 = 5,106, R2 = 5,047, R3 = 5,035, R4 = 5,032, R5 = 5,032, R6 = 5,032.
Pengaruh Pemberian Aerasi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Selada (Lactuca sativa L.) pada Sistem Hidroponik Rakit Apung (Floating Raft Hydroponic System) Ni Kadek Sri Arini Dharmayanti; Sumiyati Sumiyati; Ni Luh Yulianti
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 10 No 1 (2022): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2022.v10.i01.p12

Abstract

ABSTRAK Sistem hidroponik rakit apung adalah salah satu budidaya yang dapat diterapkan untuk memperoleh lingkungan pertumbuhan yang lebih terkontrol. Dalam sistem hidroponik rakit apung terdapat kendala yakni apabila sistem tersebut tidak diberi oksigen dalam waktu yang lama. Salah satu penyakit yang timbul pada sistem ini ialah busuk akar yang diakibatkan karena tidak terdapatnya oksigen terlarut didalamnya. Namun hal tersebut dapat diatasi dengan pemberian aerasi pada sistem hidroponik rakit apung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aerasi pada budidaya selada dengan sistem hidroponik rakit apung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan yakni sistem hidroponik rakit apung yang tidak diberi aerator sebagai kontrol (P0), sistem hidroponik rakit apung yang diberi aerator dengan kapasitas debit aliran laju air 700 liter/jam merk Yamano (P1), sistem hidroponik rakit apung yang diberi aerator dengan kapasitas debit aliran laju air 1500 liter/jam merk Amara (P2) dan sistem hidroponik rakit apung yang diberi aerator dengan kapasitas debit aliran 2000 liter/jam merk Hai-Long (P3) serta masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali dengan total sampel yang diamati berjumlah 80 sampel. Hasil penelitian menunjukan bahwa (P3) berpengaruh nyata terhadap perubahan oksigen terlarut, jumlah helai daun, lebar helai daun, panjang akar, berat segar tajuk, berat kering tajuk dan warna helai daun yang mana pada perlakuan pemberian aerasi dengan debit aliran laju air 2000 liter/jam dapat memberikan hasil terbaik diantara perlakuan yang diberikan dengan nilai rata-rata oksigen terlarut sebesar 8,4 mg/L, jumlah helai daun 17.6, nilai lebar helai daun 8.10, nilai panjang akar 29.70 cm, nilai berat segar tajuk 207.12 gram, nilai berat kering tajuk 4.96 gram, dan nilai warna helai daun yaitu 48.31. ABSTRACT The floating raft hydroponic system is one of the cultivation techniques to obtain a more controlled environment for plants. However, this system has a drawback which is a lack of dissolved oxygen leading to root rot. This issue is overcome by providing aeration. This study aims to determine the effect of aeration on lettuce cultivation with a floating raft hydroponic system. The study used a randomized block design (RAK) with 4 treatments, namely a floating raft hydroponic system that was not given any aerator as a control (P0), a floating raft hydroponic system that was given an aerator with a flow rate of 700 liters/hour (P1); the floating raft hydroponic system that was given an aerator with a flow rate of 1500 liters/hour (P2), and a floating raft hydroponic system that was given an aerator with a flow rate of 2000 liters/hour P3. Each treatment was repeated 4 times. The results showed P3 had a significant effect on changes in dissolved oxygen, the number of leaves, leaf width, root length, fresh weight, dry weight, and leaf color. The P3 gave the best results among all other treatments with an average value of dissolved oxygen of 8.4 mg / L, the number of leaves 17.6, the value of leaf blade width 8.10, the value of root length 29.70 cm, the value of shoot fresh weight 207.12, the value of the dry weight of the canopy 4.96, and the value of the leaf color is 48.31.
Hubungan antara Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan Keluhan Petani akibat Pestisida (Studi Kasus di Subak Sri Gumana,Desa Rejasa,Kabupaten Tabanan) I Made Galih Suwimantara; I Nyoman Sucipta; I Wayan Tika
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 10 No 1 (2022): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2022.v10.i01.p19

Abstract

Abstrak Penggunaan pestisida tidak sesuai aturan dapat mengakibatkan dampak negatif baik bagi lingkungan maupun kesehatan manusia. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui terdapat atau tidaknya hubungan antara penggunaan APD dengan keluhan petani akibat pestisida di Subak Sri Gumana, Desa Rejasa, Kabupaten Tabanan. Sampel pada penelitian ini menggunakan 30 orang (16%) dari jumlah total yaitu 189 orang petani Subak Sri Gumana. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner skala likert yang didalamnya memberi pilihan jawaban kepada responden. Berdasarkan hasil yang didapat melalui uji chi-square diketahui nilai p-value yaitu 0.002 (p <0.05), sehingga dikatakan terdapat hubungan antara penggunaan APD dengan keluhan petani akibat pestisida di Subak Sri Gumana, Desa Rejasa, Kabupaten Tabanan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan antara penggunaan APD dengan keluhan petani akibat pestisida di Subak Sri Gumana, Desa Rejasa, Kabupaten Tabanan. Keluhan yang muncul disebabkan karena dalam pemakaian pestisida, perhatian petani yang masih kurang dalam penggunaan APD dan cenderung mengabaikan dampak negatif dari pestisida. Abstract The usage of pesticides that do not by following the rules can give a negative impact on human health and the environment. This study aims to determine a relationship between usage of Personal Protective Equipment (PPE) with farmer complaints due to pesticides in Subak Sri Gumana, Rejasa Village, Tabanan Regency. This study used samples amount 30 people (16%) from 189 farmers in Subak Sri Gumana. The instrument used the questionnaire Likert scale which provides choices for respondents to answer. Based on the result of chi-square test, the p-value is 0.002 (p <0.05), so there was a relationship between usage of Personal Protective Equipment (PPE) with farmer complaints due to pesticides in Subak Sri Gumana, Rejasa Village, Tabanan Regency. The conclusion is found a relationship between the usage of personal protective equipment (PPE) with farmers complaints due to pesticides in Subak Sri Gumana, Rejasa Village, Tabanan Regency. These complaints arise because farmers haven’t used Personal Protective Equipment (PPE) and ignore the dangers of using pesticides.
Pemberian Kudapan (Makanan Ringan) Pada Petani Daun Bawang Prei Untuk Menurunkan Kelelahan dan Beban Kerja Saat Bekerja di Kebun Stephanie Ulyta Bena Sagala; I Nyoman Sucipta; I Wayan Tika
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 10 No 1 (2022): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2022.v10.i01.p15

Abstract

ABSTRAK Kelelahan dan beban kerja yang tinggi dapat menyebabkan berkurangnya energi dalam diri manusia sehingga pekerjaan tidak dapat diselesaikan dengan baik. Jumlah kalori yang tidak memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh akan menyebabkan menurunnya batas kapasitas fisik seseorang. Salah satu solusi untuk menjaga agar jumlah kalori tersedia mencukupi kebutuhan metabolisme adalah dengan pengaturan jadwal makanan pokok dan kudapan pada saat bekerja. Salah satu bentuk penjadwalan tersebut adalah kudapan pada jam 10.00 pagi dengan kandungan zat kalori 10% kebutuhan kalori setiap hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemberian kudapan (makanan ringan) dapat menurunkan kelelahan dan beban kerja petani daun bawang prei. Jenis kudapan (makanan ringan) yang akan diberikan pada penelitian ini adalah satu botol air mineral 600 ml dengan 0 kkal, satu buah kue getas 110 kkal, satu buah martabak mini 100 kkal, dan satu buah kue lapis 118 kkal. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Unit yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 unit dengan menggunakan teknik Purposive Sampling. Data kelelahan didapatkan secara subjektif yaitu dengan cara mengisi kuisioner kelelahan Fatigue Severity Scale untuk mengetahui tingkat perasaan kelelahan yang dialami oleh unit sedangkan untuk data beban kerja didapatkan dengan penghitungan denyut nadi (sebelum bekerja dan selesai bekerja) dan mengisi kuisioner beban kerja NASA-TLX. Dalam penelitian ini digunakan analisis data dengan uji validitas, uji reabilitas, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, dan uji statistic Paired Sample T-Test. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada penurunan kelelahan sebesar 24% dan penurunan beban kerja sebesar 7% pemberian kudapan (makanan ringan) pada petani daun bawang prei, tetapi tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara jumlah denyut nadi yang tidak diberikan kudapan (makanan ringan) dengan jumlah denyut nadi yang diberikan kudapan (makanan ringan). Sehingga, dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa para petani daun bawang prei di Bukit Catu merupakan pekerja yang tidak memiliki beban kerja yang tinggi tetapi petani merasakan kelelahan yang cukup tinggi. ABSTRACT Fatigue and a high workload cause a decrease in energy in humans so that work cannot be completed properly. The number of calories that do not meet the body's metabolic needs will cause a decrease in a person's physical capacity. One solution to keep the number of calories available to meet the basic needs of metabolism is to schedule meals and snacks at work. One of the scheduling is a snack at 10.00 am with a calorie content of 10% of daily calorie needs. This study aims to determine whether the provision of snacks can reduce fatigue and workload of leek farmers. The snacks that will be given in this study are one bottle of 600 ml mineral water with 0 kcal, one 110 kcal kue getas, one 100 kcal martabak mini, and one 118 kcal kue lapis. This type of research uses descriptive quantitative methods. The units used in this study found 30 units using the purposive sampling technique. Subjective fatigue data was obtained by filling out the Fatigue Severity Scale questionnaire to determine the level of fatigue experienced by the unit while the workload data was obtained by calculating the pulse (before work and completion) of work and filling out the NASA-TLX workload questionnaire. This study used data analysis with validity test, reliability test, normality test Kolmogorov-Smirnov, and statistical test Paired Sample T-Test. The results show that there is a decrease in fatigue by 24% and a decrease in workload by 7% by giving snacks to leek farmers, but there is no significant difference between the number of pulses that are not given snacks and the number of pulses given the snack. So, from the results, it says that leek farmers in Bukit Catu are workers who do not have a high workload but farmers experience high fatigue.
Pengaruh Jenis Media Tanam Organik Terhadap Kualitas Media Tanam Ice Hera Widia; Sumiyati Sumiyati; Ida Bagus Gunadnya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 10 No 1 (2022): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2022.v10.i01.p20

Abstract

ABSTRAK Komponen utama dalam bercocok tanam salah satunya yaitu media tanam. Media tanam yang baik memiliki kriteria yaitu mampu menjaga kelembapan daerah perakaran, terdapat udara yang cukup dan tersedianya unsur-unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan sifat kimia pada media tanam yang dicampur dengan bahan organik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan jenis media tanam terdiri dari tanah 100% (v) sebagai kontrol, tanah campur arang sekam 50%:50% (v/v), tanah campur cocopeat 50%:50% (v/v) dan tanah campur serbuk gergaji 50%:50% (v/v). Parameter yang diamati yaitu sifat fisik meliputi tekstur, berat jenis volume, berat jenis partikel dan sifat kimia meliputi kandungan hara N, P, K, pH, EC dan bahan organik. Pada sifat fisik yaitu tekstur media tanam meningkat pada nilai fraksi pasir dan liat, berat jenis volume dan berat jenis partikel mengalami penurunan setelah adanya pencampuran dengan bahan organik. Pada sifat kimia kandungan hara (N, P, K), EC dan BOT mengalami peningkatan. Nilai pH media tanam tanah dan tanah campur arang sekam memiliki kriteria pH netral, sedangkan pada media tanam tanah campur cocopeat dan tanah campur serbuk gergaji memiliki kriteria agak masam. ABSTRACT One of the main components in farming is planting media. A good planting medium has the criteria that it is able to maintain the moisture content of the root area, there is sufficient air, and the availability of nutrients. This study aims to determine the physical and chemical properties of the growing media mixed with organic matter. This study used a completely randomized design (CRD) with the treatment of planting media types consisting of 100% soil (v) as control, soil mixed with husk charcoal 50%:50% (v/v), soil mixed with cocopeat 50%:50% (v/v), and soil mixed with sawdust 50%:50% (v/v). Parameters observed were physical properties including texture, volume density, particle density, and chemical properties including nutrient content of N, P, K, pH, EC, and organic matter. On the physical properties, namely, the texture of the growing media increased in the value of the fraction of sand and clay, the volume density and particle density decreased after mixing with organic matter. In the chemical properties of nutrient content (N, P, K), EC and organic matter are increased. The pH value of soil and soil mixed with rice husk charcoal has neutral pH criteria, while the planting medium soil mixed with cocopeat and soil mixed with sawdust has slightly acidic criteria.
Pengaruh Konsentrasi Asap Cair Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz) Dan Suhu Pemasakan Terhadap Karakteristik Se’i Tuna Pande Putu Raditya Premananda Meranggi; Pande Ketut Diah Kencana; I Putu Surya Wirawan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 10 No 1 (2022): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2022.v10.i01.p16

Abstract

Abstrak Ikan Tuna merupakan makanan yang disukai masyarakat karena kaya akan nutrisi sehingga membutuhkan perlakuan berkelanjutan guna menjaga ketahanan mutu yang lebih baik. Upaya yang dapat dilakukan guna menjaga ketahanan mutu yang lebih baik adalah dengan menggunakan metode asap cair. Penggunaan asap cair memiliki banyak keuntungan diantaranya mudah diaplikasikan, dapat memberikan karakteristik khas pada produk berupa kenampakan, aroma, tekstur, rasa yang lebih menarik, dan tidak mencemari lingkungan.Asap cair yang digunakan adalah asap cair bamboo tabah (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi asap cair bambu tabah dan suhu pemasakan terhadap karakteristik Se’i Tuna. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi asap cair, terdiri dari 2%, 4%, dan 6% dan faktor kedua adalah suhu pemasakan, terdiri dari 80oC, 90oC, dan 100oC. Kombinasi perlakuan terbaik adalah pada konsentrasi asap cair 6% dan suhu pemasakan 100oC, dengan pemanasan selama 4 jam menghasilkan nilai kadar air 50,46%; kadar protein 17%; pH 5,53; kadar abu 2,81%; uji sensori kenampakan 8,07; aroma 8,73; rasa 8,73; dan tekstur 8,60. Abstract Tuna fish is a food that people like because it has rich nutrients so it requires continuous treatment to maintain a better quality. To maintain a better quality of tuna fish is using the liquid smoke method. The application of liquid smoke has many advantages among other methods because its easy application, giving the product distinctive characteristics in the form of a more attractive appearance, aroma, texture, taste, and does not pollute the environment. The liquid smoke was used from tabah bamboo (Gigantochloa nigrociliata Buse-Kurz). This study aims to determine the effect of the concentration of liquid bamboo smoke and cooking temperature on the characteristics of Se'i Tuna. The method used was a factorial completely randomized design with two factors. The first factor is the concentration of liquid smoke (consisting of 2%, 4%, and 6%) and the second factor was the cooking temperature (consisting of 80oC, 90oC, and 100oC). The best treatment combination was at a concentration of 6% liquid smoke and a cooking temperature of 100oC by heating for 4 hours, the water content was 50.46%, protein content 17%, pH 5.53, ash content 2.81%, appearance sensory test 8,07, flavor 8,73, taste 8,73, and texture 8,60.
Rancang Bangun Sistem Pemantauan Pengendali Suhu dan Nutrisi Berbasis IoT Pada Hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) Tanaman Pakcoy (Brassica Rapa Chinensis.) I Ketut Trisna Adi Putra; I Putu Surya Wirawan; Ida Ayu Gede Bintang Madrini
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 10 No 1 (2022): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2022.v10.i01.p17

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi hidroponik saat ini berkaitan erat dengan kemajuan teknologi otomatisasi salah satunya penggunaan IoT. Salah satu sistem hidroponik yang dikembangkan saat ini banyak dilakukan adalah adalah hidroponik NFT. Sistem ini memiliki kemudahan dalam pemantauan suhu, oksigen, dan nutrisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pemantauan, pengendalian suhu dan nutrisi pada sistem hidroponik NFT. Rancangan sistem yang dihasilkan pada penelitian ini meliputi penggunaan arduino uno sebagai mikrokontroler yang terhubung dengan sensor DHT11 untuk pemantauan suhu, sensor pH 4502C untuk pemantauan nutrisi, sedangkan sensor ultrasonik sebagai pemantau tinggi rendahnya air nutrisi pada sistem hidroponik tanaman pakcoy secara otomatis. Penggunaan tanaman pakcoy sebagai sampel tanaman hidroponik dengan sistem NFT karena pertumbuhannya relatif cepat. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa penggunaan sensor DHT11 dan sensor elektrode dengan module 4502C sebagai unit pemantau nutrisi memiliki keakuratan 98%. Hal ini menunjukkan bahwa sistem pemantauan dan otomatisasi pada tanaman pakcoy hidroponik NFT berjalan dengan baik. ABSTRACT The current advancement of hydroponic technology is closely related to advances in automation technology such as the application of IoT. One of the hydroponic systems currently being developed is NFT hydroponics. This system has relatively easy monitoring of temperature, oxygen and nutrients. The purpose of this study was to determine the effectiveness of monitoring, temperature control and nutrition in the hydroponic NFT system. The system design produced in this study includes the use of Arduino Uno as a microcontroller connected to a DHT11 sensor for temperature monitoring, a pH 4502C sensor for monitoring nutrition, while an ultrasonic sensor monitors the level of nutrient water in the hydroponic system of pakcoy plants automatically. The use of pakcoy plants as samples of hydroponic plants with the NFT system is due to their relatively fast-growing vegetable. The results of the study showed the use of the DHT11 sensor and the electrode sensor with the 4502C module as a nutritional monitoring unit has an accuracy of 98%. This shows that the monitoring and automation systems of the NFT hydroponic pakcoy are running well.
Audit Energi Listrik dan Penentuan Luas Area Hijau di Fakultas Teknologi Pertanian Univeritas Udayana Sebagai Usaha Mewujudkan Green Campus Joshua Christianto; I Putu Surya Wirawan; Sumiyati Sumiyati
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 10 No 1 (2022): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2022.v10.i01.p13

Abstract

ABSTRAK Usaha yang dilakukan untuk mencapai green campus, diharapkan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Udayana sebaiknya melaksanakan audit untuk mengetahui kesesuaian kondisi Fakultas Teknologi Pertanian pada kreteria green campus dengan menggunakan UI green campus metric guide. Salah satu kreteria yang dapat dilakukan audit adalah persentase luas lahan hijau dan penggunaan energi listrik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persentase luas lahan hijau dan penggunaan energi listrik di Fakultas Teknologi Pertanian Udayana dibandingkan dengan kriteris UI green campus metric guide. Pengukuran luas lahan hijau di FTP menunjukkan bahwa FTP memiliki wilayah sebesar 4.185,278 m2 yang tertutup tanaman, jika dibandingkan dengan luas total FTP, maka persentase lahan luasan hijau sebesar 41,1 % dan memiliki nilai 4 dengan poin 225 pada standar UI green campus metric guide. Sedangkan pada penggunaan energi listrik per orang di FTP diperoleh nilai sebesar 300 dengan jumlah penggunaaan sebesar 30,75 kWh/orang/tahun. Hal ini memiliki arti bahwa dalam kedua aspek di atas, FTP Udayana sudah cukup sesuai dengan standar UI green campus metric guide pada kreteria luasan lahan hijau yang dimiliki dan penggunaan energi listrik. ABSTRACT As an effort to achieve green campus, The Faculty of Agriculture Engineering (FTP) of Udayana University should perform an audit to know the suitability of the condition of The Faculty of Agriculture Engineering of Udayana University to the green campus using UI green campus metric guide. Some of the criteria that can be audited is the percentage of green area and electricity usage. This research is done to find out the percentage of green area and electricity usage in The Faculty of Agriculture Engineering of Udayana University compared to the criteria of UI green campus metric guide. The measurement of green area in FTP of Udayana Shows that FTP Udayana has a green area of 4.185,278 m2 with the percentage of 43,1% and has a score of 4 with 225 points according to the standard of UI green campus metric guide. As for the electricity usage, FTP has a score of 300 with the usage of 30,75 kWh/person/year. This result shows that in aspect that is shown above, The Faculty of Agriculture Engineering of Udayana University is sufficient with UI green campus metric guide in the criteria of percentage of green area and electricity usage.
Rancang Bangun Sistem Pencampuran Nutrisi pada Fertigasi untuk Hidroponik Berbasis IoT (Internet of Things) I Made Andika Dwi Trisna Wibawa; Sumiyati Sumiyati; I Putu Gede Budisanjaya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 10 No 1 (2022): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2022.v10.i01.p18

Abstract

ABSTRAK Perkembangan IoT (Internet of Things) dalam upaya menyatukan dunia nyata, dunia cyber, dan dunia sosial juga telah dimanfaatkan pada sektor pertanian salah satunya pada pertanian dengan sistem hidroponik. Kebutuhan nutrisi yang tepat membutuhkan suatu sistem yang dapat membantu petani dalam memberikan nutrisi yang tepat didukung oleh perkembangan teknologi dengan bantuan sensor untuk mengukur konsentrasi nutrisi pada tangki utama. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun sistem pencampuran nutrisi pada fertigasi untuk hidroponik berbasis IoT (Internet of Things), yaitu sistem yang dapat memberikan nutrisi berupa pupuk AB Mix terlarut sesuai dengan kebutuhan petani secara jarak jauh melalui jaringan internet. Rancang bangun sistem yang dihasilkan pada penelitian ini meliputi penggunaan Arduino Mega 2560 R3 sebagai mikrokontroler yang terhubung dengan sensor DS18B20 sebagai pengukur suhu, sensor Keyestudio KS0429 sebagai pengukur konsentrasi nutrisi, relay sebagai pengendali aplikator, LCD 16x2 sebagai penampil data, NodeMCU Lolin V3 sebagai pengirim dan penerima data pada Google Firebase (server database) melalui internet pada jaringan WiFi (Wireless Fidelity), serta perangkat lunak user interface pada smartphone dengan OS Android yang berfungsi sebagai media antar muka untuk petani dalam memantau konsentrasi nutrisi dan menentukan nilai set point yang diinginkan. Sistem yang dirancang menghasilkan prototipe yang telah berhasil membaca, mengirim, menerima, dan menyimpan data dengan koneksi internet yang sangat baik pada jaringan WiFi, hasil uji sensor DS18B20 dengan tingkat korelasi yang kuat sebesar 0.89 dan sensor Keyestudio KS0429 sebesar 0.8 dengan metode Pearson, serta hasil uji prototipe keseluruhan dengan nilai RMSE (Root Mean Square Error) sebesar 0.08 serta efisiensi waktu dalam pemberian nutrisi sebesar 77.77%. ABSTRACT The development of IoT (Internet of Things) is an effort to unite the real world, the cyber world, and the social world has also been used in the agricultural sector, such as in the hydroponic system. Proper nutrition requires a system that can assist farmers in providing the correct nutrients concentration supported by technological developments with the help of sensors to measure them in the main tank. The purpose of this research is to develop an IoT-based nutrient mixing system for hydroponic fertigation, that can provide nutrients in the form of dissolved AB Mix fertilizer according to the farmer's needs via the internet remotely. The design in this research includes the use of Arduino Mega 2560 R3 as a microcontroller which is connected to the DS18B20 sensor as a temperature sensor, Keyestudio KS0429 sensors to measure nutrient concentration, relay as an applicator controller, the 16x2 LCD as a data display, NodeMCU Lolin V3 as a sender and data receiver on Google Firebase (database server) via the internet on a WiFi (Wireless Fidelity) network, as well as the user interface software for Android OS smartphone that can be used by farmers to monitor the nutrient concentrations and determine the desired setpoint value. The system has successfully read, sent, received, and stored data with a fast internet connection over a WiFi network, the test result of the DS18B20 sensor with a strong correlation level of 0.89 and the Keyestudio KS0429 sensor of 0.8 with the Pearson method, and the result of overall prototype test with RMSE (Root Mean Square Error) value of 0.08 and time efficiency in providing nutrition is 77.77%.
Strategi Pengembangan Agribisnis Beras Putih Organik Dengan Pendekatan Analisis SWOT Dan Matrik QSPM (Studi Kasus: PT Bali Sri Organik) Ade Lanang Juliana; I Made Supartha Utama; Ni Nyoman Sulastri
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 10 No 1 (2022): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2022.v10.i01.p14

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan kesadaran konsumen tentang pentingnya keamanan pangan dan pola hidup sehat merupakan peluang pasar bagi produsen produk pangan organik di Provinsi Bali. Dalam upaya memanfaatkan peluang tersebut PT Bali Sri Organik perlu berstrategi dalam mengembangkan agribisnis beras organiknya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi alternatif dan strategi prioritas yang dapat dijalankan oleh PT Bali Sri Organik dalam pengembangan agribisnis beras organik. Responden dalam penelitian ini dipilih secara purposive dan teknik snowball sampling sesuai dengan keahlian dan pengetahuannya tentang penelitian. Pengumpulan data primer dilakukan dengan melakukan survey, wawancara dan pembagian kuesioner kepada PT Bali Sri Organik, kelompok tani, lembaga pemasaran yang terlibat, serta konsumen secara umum. Data sekunder diperoleh dari pustaka-pustaka studi, sebagai sarana pendukung agar dapat memahami masalah yang diteliti dan sebagai kajian terhadap penelitian yang sedang dijalankan. Segmentasi pasar beras organik menggunakan analisis cluster (K-means) dan analisis crosstab. Perumusan strategi alternatif dan strategi prioritas menggunakan analisis SWOT dan analisis matrik QSPM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alternatif strategi yang dapat dilaksanakan oleh PT. Bali Sri Organik dalam pengembangan agribisnis beras organik adalah meningkatkan akses pasar baik lokal, nasional dan internasional; meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil produksi; mengintegrasikan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas produksi, panen, penanganan pascapanen dan konversi produk; meningkatkan kerjasama dalam sistem rantai nilai global, meningkatkan keterampilan sumber daya manusia pada subsistem produksi, panen, pascapanen dan konversi produk; meningkatkan kinerja internal control system dan membangun komitmen yang kuat dalam melaksanakan peran masing-masing rantai dengan baik. Strategi prioritas yang dapat dijalankan oleh PT Bali Sri Organik adalah meningkatkan sistem kreasi nilai melalui sistem rantai nilai yang integrated dan kolaboratif dan meningkatkan integrasi nilai-nilai kearifan lokal berkaitan aspek sosiologis dan ekologis. ABSTRACT Consumer awareness of the importance of food safety and a healthy lifestyle is a market opportunity for producers of organic food products in Bali Province. Taking advantage of these opportunities, PT Bali Sri Organik needs to be strategic in developing its organic rice agribusiness. The purpose of this research was to find out the alternative and priority strategies that can be implemented by PT Bali Sri Organik in the development of organic rice agribusiness. Respondents in this study were selected purposively and based on snowball sampling techniques according to their expertise and knowledge. Primary data collection is conducted by conducting surveys, interviews, and distribution of questionnaires to PT Bali Sri Organik, farmer groups, marketing agencies involved, as well as consumers in general. Secondary data is obtained from the literature review, as a supporting tool in order to understand the problems studied and as a study of the research being conducted. Organic rice market segmentation was carried out using cluster analysis (K-means) and crosstab analysis. The formulation of alternative and priority strategies using was using SWOT and QSPM matrix analysis. The results showed alternative strategies that can be implemented by PT. Bali Sri Organik in the development of organic rice agribusiness is to improve market access both local, national and international; improve productivity and quality of products; integrate technology to improve the efficiency and effectiveness of production, harvesting, post-harvest handling and product conversion; increase cooperation in global value chain systems, improve human resources skills in production subsystems, harvesting, post-harvest and product conversion; improve internal control system performance and build a strong commitment in carrying out the role of each chain well. The priority strategy that can be implemented by PT Bali Sri Organik is to improve the value creation system through an integrated and collaborative value chain system and improve the integration of local wisdom values related to sociological and ecological aspects.

Page 2 of 3 | Total Record : 21