cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
ardagede@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.beta.tep@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25023012     EISSN : 25023012     DOI : -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2022): September" : 22 Documents clear
Identifikasi Sifat Kimia Tanah Entisol di Lahan Kering Desa Sekon Kecamatan Insana Kabupaten Timor Tengah Utara – NTT Maria Angelina Tuas; Krisantus Tri Pambudi Raharjo; Origenes Boy Kapitan
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 10 No 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2022.v10.i02.p22

Abstract

Abstrak Kandungan unsur hara mempengaruhi kesuburan tanah dan produktivitas pertanian. Sebagian besar lahan pertanian di Desa Sekon mengalami gagal panen. Unsur hara dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman dalam jumlah tertentu sehingga dilakukan analisis kandungan unsur hara untuk mengetahui kesesuaiannya terhadap pertanian. Penelitian ini mengidentifikasi sifat kimia tanah entisol di Desa Sekon, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan menyajikan gambaran mengenai keadaan kimia tanah entisol di Desa Sekon menggunakan metode survei dan dianalisis laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar bahan organik tergolong rendah dengan persentase rata-rata berkisar antara 0,09 – 1,4%. Status keasaman tanah cenderung netral sampai alkalin dengan pH rata-rata 7,32. Kandungan C-organik bervariasi dari sangat rendah sampai rendah dengan persentase nilai rata-rata 0,57 %. Kandungan N-total sangat rendah dengan persentase rata-rata 0,09 %. . Kandungan P tergolong sangat rendah sampai sedang dan kalium tergolong sangat rendah sampai rendah dengan rata-rata 0,34 me/100 g. Abstract Nutrient content affects soil fertility and agricultural productivity. Most of the agricultural land in Sekon Village experienced crop failure. Nutrients were needed to support plant growth and development in a certain amount so the analysis of the nutrient content was carried out to determine their suitability for agriculture. This study identified entisol soils in Sekon Village, Insana District, North Central Timor Regency, NTT. This research was a qualitative descriptive study aiming to present an overview of the chemical state of the entisol soil in Sekon Village using survey methods and laboratory analysis. The results showed the organic matter content was low with an average percentage ranging from 0.09 to 1.4%. Soil acidity status tends to be neutral to alkaline with an average pH of 7.32. The content of C-organic varied from very low to low with an average of 0.57%. The content of N-total was very low with an average percentage of 0.09%. P content was classified as very low to moderate and potassium was classified as very low to low with an average of 0.34 me/100 g.
Aplikasi Pelapisan Kitosan untuk Meningkatkan Umur Simpan Salak (Salacca zalacca) Erwidia Dwi Apriliyanti; Dian Purbasari
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 10 No 2 (2022): September
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2022.v10.i02.p21

Abstract

Abstrak Salak (Salacca zalacca) merupakan salah satu tanaman hortikultura asli Indonesia yang memiliki umur simpan yang pendek. Faktor yang mempengaruhi umur simpan buah salak adalah kontaminasi mikroorganisme, laju respirasi, dan transpirasi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelapisan (coating) kitosan terhadap karakteristik mutu dalam meningkatkan umur simpan buah salak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor yaitu perbedaan konsentrasi kitosan dan waktu penyimpanan dalam suhu ruang. Data dianalisis menggunakan Anova two mix factors dengan tes (?=0,05), jika diperoleh berbeda nyata maka dilakukan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan susut bobot terendah pada konsentrasi kitosan 1% sebesar 10,8628%, kekerasan tertinggi pada konsentrasi kitosan 1% sebesar 0,0971 N/mm2, nilai L tertinggi pada konsentrasi kitosan 1% sebesar 42,1744, nilai a tertinggi pada konsentrasi kitosan 0,5% sebesar 3,8944, nilai b tertinggi pada perlakuan konsentrasi kitosan 1% sebesar 9,7122 dan nilai Total Padatan Terlarut (TPT) terendah pada konsentrasi kitosan 1,5% sebesar 17,7000°brix Abstract Snakefruit (Salacca zalacca) is a horticultural plant native in Indonesia with a short shelf life. Factors affecting salak fruit's shelf life are microorganism contamination, respiration rate, and high transpiration. This study aims to determine the effect of chitosan coating on quality characteristics in increasing the shelf life of salak fruit. This study used a completely randomized design (CRD) with two factors: differences in chitosan concentration and storage time at room temperature. The data were analyzed using an ANOVA two mix factor with a test (? = 0,05), if it was found to be significantly different, Duncan's further test was carried out. The results showed the lowest weight loss at 1% chitosan concentration was 10,8628%, the highest hardness was at 1% chitosan concentration at 0,0971 N/mm2, the highest L value at 1% chitosan concentration was 42,1744, the highest a value was at concentration 0,5% chitosan was 3,8944, the highest b value at 1% chitosan concentration was 9,7122 and the lowest Total Dissolved Solids (TPT) was at 1,5% chitosan concentration at 17,7000°brix.

Page 3 of 3 | Total Record : 22