cover
Contact Name
Gede Arda
Contact Email
ardagede@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.beta.tep@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian)
Published by Universitas Udayana
ISSN : 25023012     EISSN : 25023012     DOI : -
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) memuat hasil penelitian di bidang teknik biosistem (biosystem engineering). Cakupan dari jurnal ini merentang dari aplikasi ilmu keteknikan untuk pertanian. Diantara bidang ilmu tersebut, yang menjadi fokus adalah Bidang Manajemen Keteknikan Pertanian, Teknologi Pascapanen khususnya produk Hortikultura, Rekayasa dan Ergonomika, Konservasi Sumber Daya Alam, serta khusus tentang aplikasi Instrumentasi dan Sistem kontrol dalam bidang pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 1 (2024): April" : 23 Documents clear
Pengaruh Perlakuan Pre-sowing dan Fertigation Regime terhadap Produktivitas Microgreen Lobak (Raphanus Sativus) Ulianti, Gusti Ayu Putri Mei; Sumiyati, Sumiyati; Pudja, Ida Ayu Rina Pratiwi; Sulastri, Ni Nyoman
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p15

Abstract

Microgreen merupakan tanaman hijau yang dipanen pada usia muda yang dihasilkan dari benih sayuran dari berbagai jenis sayuran yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat umum. Pemeliharaan tanaman microgreen yang tidak membutuhkan lahan luas menjadi salah satu solusi teknik budidaya tanaman modern. Tanaman lobak memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi jika dikonsumsi dalam bentuk microgreen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi perlakuan pre-sowing dengan fertigation regime dan menentukan kombinasi perlakuan yang menghasilkan produktivitas microgreen terbaik. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu perlakuan pre-sowing dan fertigation regime dengan 3 kali ulangan. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan yaitu kombinasi perlakuan pre-sowing dan fertigation regime berpengaruh nyata terhadap berat basah dan berat kering microgreen, dan tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan kandungan klorofil tanaman microgreen lobak. Kombinasi perlakuan pre-sowing direndam dengan fertigasi setiap hari memiliki rata-rata tertinggi pada setiap variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman 9,49 cm, jumlah kandungan klorofil 45,99 SPAD, berat basah 108,70 gram, dan berat kering tanaman 9,70 gram. Berdasarkan hasil penelitian, kombinasi perlakuan pre-sowing direndam dengan pemberian fertigasi setiap hari pada microgreen lobak merupakan perlakuan yang menghasilkan produktivitas microgreen terbaik. ABSTRACT Microgreen are green plants that are harvested at a young age which are produced from vegetable seeds from various types of vegetables commonly consumed by the general public. Maintenance of microgreen plants that do not require large areas of land is one of the solutions for modern plant cultivation techniques. Radish plants have a higher nutritional content when consumed in the form of microgreen. The purpose of this study was to determine the effect of the pre-sowing treatment combination with the fertigation regime and to determine the treatment combination that produces the best microgreen productivity. The experimental design used in this study was a randomized block design (RBD) with two factors, namely the pre-sowing treatment and the fertigation regime with 3 replications. The results of the research that has been done are that the combination of pre-sowing treatment and fertigation regime has a significant effect on fresh weight and dry weight of microgreen, and has no significant effect on plant height and chlorophyll content of radish microgreen plants. The combination of pre-sowing treatment soaked with fertigation every day had the highest average for each variable observed, namely plant height 9.49 cm, total chlorophyll content 45.99 SPAD, fresh weight 108.70 grams, and plant dry weight 9.70 grams. Based on the results of the study, the combination of pre-sowing soaked treatment with daily fertigation of radish microgreens was the treatment that produced the best microgreen productivity.
Analisis Prioritas Sarana Pacapanen Kopi Robusta (Coffea Canephora) untuk Menurunkan Susut Kuantitas dengan Menggunakan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process) Maharani, Ni Putu Dewi Pradnya; Aviantara, I Gusti Ngurah Apriadi; Wirawan, I Putu Surya
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p20

Abstract

Kopi merupakan hasil perkebunan yang menjadi andalan sebagai sumber devisa negara. Kopi robusta menjadi basis produksi di beberapa wilayah di Indonesia, salah satunya Bali. Di Bali yang menjadi produksi kopi robusta terbanyak berada di Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan. Namun, dengan banyaknya jumlah produksi yang terbilang cukup tinggi kopi robusta di Kecamatan Pupuan masih banyak diolah menggunakan peralatan tradisional. Peralatan tradisioanal ini masih dipertahankan karena nilai investasi sarana pascapanen cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria dan subkriteria yang sesuai dalam menentukan prioritas sarana pascapanen kopi robusta, serta mengetahui prioritas sarana pascapanen kopi robusta yang dapat menekan susut kuantitas. Diharapkan penelitian ini bermanfaat untuk memberikan masukan kepada pemerintah dalam memberikan sarana pascapanen kopi robusta yang tepat kepada petani, sehingga dapat menurunkan susut kuatitas dan meningkatkan pendapatan petani. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling sebagai metode penentuan responden potensial yang kemudian dianalisa dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Dari hasil analisis ini didapatkan Huller sebagai sarana yang prioritas dalam penanganan pascapanen kopi robusta dan dapat menurunkan susut kuantitas. Abstract Coffee is a plantation product that is a mainstay as a source of foreign exchange for the country. Robusta coffee is a production base in several regions in Indonesia, one of which is located in Bali. In Bali, the largest Robusta coffee production is in Pupuan District, Tabanan Regency. However, with the large amount of production which is quite high, Robusta coffee in Pupuan District is still mostly processed using traditional equipment. This traditional equipment is still maintained because the investment value of post-harvest facilities is quite high. This study aims to determine the appropriate criteria and sub-criteria in determining the priority of robusta coffee postharvest facilities, and to determine the priority of robusta coffee postharvest facilities that can reduce quantity losses. It is hoped that this research will be useful to provide input to the government in providing appropriate post-harvest facilities for robusta coffee to farmers, so as to reduce the loss of quantity and increase farmers' income. This study uses purposive sampling method as a method of determining potential respondents which is then analyzed using the AHP (Analytical Hierarchy Process) method. From the results of this analysis, it was found that Huller was an priority tool in postharvest handling of robusta coffee and could reduce quantity loss.
Air Teraktivasi Plasma: Mekanisme activasi dan Sifat Fisiko-kimia Shoodiqin, Dian Mart; Arda, Gede
Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian) Vol 12 No 1 (2024): April
Publisher : Program Studi Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBETA.2024.v12.i01.p23

Abstract

Teknologi plasma dikembangkan akhir-akhir ini karena sifatnya yang unik dan dapat dimanfaatkan dalam berbagai tujuan di berbagai bidang. Plasma merupakan gas yang molekul-molekul penyusunnya terdisosiasi sehingga mempunya sifat reaktif. Namun karena sifatnya itu pula plasma harus digunakan saat plasma dibangkitkan. Mengaktivasi air dengan plasma ternyata mengakibatkan perubahan air menjadi lebih reaktif sehingga dapat dimanfaatkan untuk tujuan yang serupa dengan plasma dalam bentuk gas. Kajian literatur ini menyajikan tentang teknologi aktivasi air dengan plasma dari sudut pandang mekanisme pembangkitan dan reaksi-reaksi yang menyertainya. Artikel ini disajikan untuk memperkenalkan teknologi plasma yang saat ini masih minim dikaji di Indonesia.

Page 3 of 3 | Total Record : 23