cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
DIRASAT Jurnal Manajemen & Pendidikan Islam
ISSN : 25033506     EISSN : 25276190     DOI : -
Core Subject : Science,
Dir?s?t: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam (E-ISSN: 2527-6190; P-ISSN: 2503-3506) adalah jurnal ilmiah berkala sebagai media desiminasi hasil kerja akademik para peneliti, dosen dan penulis. Jurnal ini memuat artikel-artikel ilmiah konsepsional dan hasil penelitian seputar Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Pendidikan Islam secara umum dan ditinjau dari berbagai aspeknya. Dir?s?t: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam terbit berkala setiap bulan Juni dan Desember. Dir?s?t: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam diterbitkan oleh Program Pascasarjana Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2017)" : 14 Documents clear
Penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Berkarakter dan Pengembangan Pendidikan Karakter dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa di MAN 7 Jombang Dhikrul Hakim
Dirasat: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/dirasat.v2i2.872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan KTSP Berkarakter dan pengembangan pendidikan karakter dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif (descriptive research). Metode penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data digunakan metode triangulasi. Analisisnya menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan: KTSP disesuaikan dengan amanat pemerintah yang dilandasi oleh undang-undang dan peraturan pemerintah. Peran Kepala Sekolah sebagai pemberi keputusan terhadap pemberlakuan KTSP Berkarakter dan perumusan KTSP di MAN 7 Jombang dengan strategi sosialisasi dan mengadakan workshop. Implementasi KTSP Berkarakter oleh guru dalam pembelajaran relatif maksimal, dilihat dari penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi. Terdapat peningkatan Prestasi belajar siswa setelah diterapkannya KTSP Berkarakter dan Pengembangan Pendidikan Karakter. Segi kognitif diketahui dari hasil prestasi yang meningkat. Psikomotor diketahui dari mulai beraninya siswa berbicara dan mengutarakan pendapat dan mendemonstrasikannya. Untuk afektif dapat diketahui dari mulai berubahnya sikap siswa seperti halnya cara mereka menghormati guru, berkata dengan guru dan teman.This study aims to determine the application of KTSP with Character and the development of character education in improving student achievement. This is a descriptive research. The research methods are interview, observation and documentation. To test the validity of the data, I used the triangulation method. To analyze the data, I use data reduction methods, data presentation methods and conclusion methods. The results of this study show: KTSP is adjusted to the government’s mandate based on the laws and regulations of the government. The Principal as a decision maker for the implementation of KTSP with Character in MAN 7 Jombang implements socialization strategy and organizes a workshop. The implementation of KTSP with Character by teachers in learning is relatively maximal, seen from the use of varied learning methods. There is an increase in student achievement after the application of KTSP with Character and Development Character Education. The cognitive aspects are known from the results of increased achievement. The psychomotor aspects are known from the fact that the students dare to talk, express and demonstrate opinions well. The affective aspects are known from the fact that the students cange their attitudes as well as how they respect their teachers and friends.
Analisis Daya Beda Soal, Taraf Kesukaran, Validitas Butir Tes, Interpretasi Hasil Tes dan Validitas Ramalan dalam Evaluasi Pendidikan Mujianto Solichin
Dirasat: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/dirasat.v2i2.879

Abstract

Daya beda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang kurang pintar (berkemampuan rendah). Angka yang menunjukkan besarnya daya beda disebut indeks diskriminasi, yang mana berkisar antara 0,00 sampai 1,00. Bilangan yang menunjukkan sukar dan mudahnya sesuatu soal disebut indeks kesukaran (difficulty index). Besarnya indeks kesukaran antara 0,00 sampai dengan 1,0. Indeks kesukaran ini menunjukkan taraf kesukaran soal. Soal dengan indeks kesukaran 0,0 menunjukkan bahwa soal itu terlalu sukar, sebaliknya indeks 1,0 menunjukkan bahwa soalnya terlalu mudah. Validitas ramalan (predictive validity) merupakan suatu tes yang diharapkan mampu meramalkan keberhasilan studi para calon mahasiswa dalam mengikuti program pendidikan di suatu perguruan tinggi pada masa-masa yang akan datang. Adapun yang menjadi permasalahan di sini adalah bagaimana cara yang dapat ditempuh agar kita dapat sampai pada kesimpulan bahwa suatu tes telah memiliki validitas ramalan? Analisis soal sesungguhnya bertujuan untuk mengadakan identifikasi soal-soal yang baik, kurang baik, dan soal yang jelek. Dengan analisis soal dapat diperoleh informasi tentang kejelekan sebuah soal dan “petunjuk” untuk mengadakan perbaikan dalam pembelajaran. Kualitas tes dan butir soal sangat ditentukan oleh: (1) validitas, (2) reliabilitas, (3) objektivitas, (4) praktikabilitas, (5) daya pembeda, (6) taraf atau derajad kesukaran, (7) efektivitas pilihan, dan (8) efisiensi.What is meant here is the ability of the question to distinguish between clever students and not-clever students. Figures indicating the magnitude of discriminating ability are called discriminative indices, which range from 0.00 to 1.00. Numbers that indicate difficult and easy questions are called difficulty indexes. The magnitude of the index of difficulty between 0.00 to 1.0. This difficult index indicates the difficulty level of the question. Questions with a .07 difficult index suggest that the question is too difficult, otherwise index 1.0 indicates that the question is too easy. Predictive validity is a test that is expected to predict the success of the study of students in following the education program in college in the future. As for the problem here is how do we get to the conclusion that a test has had the validity of the prediction? Question analysis aims to identify good and bad questions. The analysis of the questions obtained informations about the badness of questions and “guidance” to make improvements in learning. The quality of tests and questions is largely determined by: (1) validity, (2) reliability, (3) objectivity, (4) practice, (5) distinguishing ability, (6) level or degree of difficulty, (7) effective option (8) efficiency.
Permasalahan Kurikulum Madrasah Berbasis Program Boarding School M. Ansor Anwar
Dirasat: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/dirasat.v2i2.880

Abstract

Madrasasah adalah salah satu wadah untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang dikembangkan dan dituntut menawarkan program-programnya secara cerdas dan bermutu berdasarkan tuntutan zaman dan globalisasi yang semakin terbuka, sehingga keberadaan madrasah dapat menjadi fungsional dalam menjawab realitas keseharian, baik dalam konteks mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi dan khususnya bidang agama, menciptakan lapangan kerja atau dalam upaya membina sikap hidup yang kritis dinamis dan mandiri. Agak disesalkan, sistem pendidikan madrasah terbelit aktivitas rutin yang kurang cermat, ditandai dengan praktek pendidikan formal yang kurang menumbuhkan kreativitas, inovasi dan tanggung jawab, bahkan cenderung mananamkan sifat ketergantungan. Sedangkan kemandirian, kepekaan dan kepedulian sosial peserta didik kurang digali.Madrasah is one of the best places to improve the quality of education that is developed and demanded to offer good programs based on the development of modern times and globalization, so the existence of madrasah has a real function in facing the challenges of modern times, both in the context of science, technology and religion; can also create jobs and build a critical and independent attitude. Somewhat regrettably, the educational system of madrasah is tarnished by poorly routine activities, such as formal education practices that do not develop creativity, innovation and responsibility, and even tend to develop a dependency character. Independence, sensitivity and social awareness of the students are not well developed.
Pengasuhan Anak Yatim dalam Prespektif Pendidikan Islam Fauziyah Masyhari
Dirasat: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/dirasat.v2i2.875

Abstract

Artikel ini membahas pengasuhan anak yatim dalam perspektif pendidikan Islam. Ada dua pertanyaan penting: (1) apa maksud pengasuhan anak yatim itu? (2) bagaimana pola asuh anak yatim dalam pendidikan Islam? Kajian ini menyimpulkan bahwa: (1) pengasuhan anak yatim yaitu proses perbuatan mengasuh, menjaga, dan membimbing yang dilakukan oleh orang dewasa, sebagai upaya membentuk kepribadian yang sempurna (kāmil); (2) Pola asuh anak yatim memiliki dua bentuk, yaitu: pertama, bentuk keluarga, di mana keluarga tertentu mengangkat anak yatim untuk dijadikan anak asuh; kedua, bentuk panti asuhan atau asrama yang biasanya dikelola oleh yayasan tertentu.This article discusses the care of orphans in the perspective of Islamic education. There are two important questions: (1) what is an orphan care? (2) how is the pattern of orphan care in Islamic education? This study concludes that: (1) upbringing of orphans is the process of parenting, guarding and guiding by adults, in an attempt to form a perfect personality (kāmil); (2) The pattern of foster care of orphans has two forms, namely: first, the form of the family, in which the particular family appoints the orphan to be a foster child; second, the form of an orphanage or dormitory that is usually managed by a particular foundation.

Page 2 of 2 | Total Record : 14