cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Farmasi Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23017716     EISSN : 26224607     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Udayana merupakan jurnal elektronik yang dikelola oleh jurusan Farmasi FMIPA Udayana. Jurnal ini yang merupakan media publikasi penelitian dan review article pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif , kreatif, original dan didasarkan pada scientific. Artikel yang dimuat dalam jurnal ini meliputi penemuan obat, sistem penghantaran obat serta pengembangan obat. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia medisinal, farmakologi, farmakokinetika, farmakodinamika, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknolofi farmasi, obat herbal dan komponen aktif tanaman serta evaluasi klinik obat
Arjuna Subject : -
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol. 2, No. 3, Tahun 2013" : 21 Documents clear
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MINUMAN KOMBUCHA LOKAL DI BALI DENGAN SUBSTRAT GAMBIR Rupadani, N.L.D; Susanti, N.M.P; Leliqia, N.P.E.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 3, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.182 KB)

Abstract

Minuman Kombucha merupakan salah satu antioksidan eksogen yang berasal dari hasil fermentasi antara substrat dengan gula yang ditambahkan dengan yeast dan bakteri asam asetat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari minuman Kombucha lokal di Bali dengan substrat gambir. Penelitian ini terdiri dari 2 tahapan, yaitu penentuan kadar fenolik total dan uji aktivitas antioksidan yang dilihat dari nilai IC50. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa minuman Kombucha lokal di Bali dengan substrat gambir memiliki nilai total fenol 80,07% dengan nilai IC50 sebesar 35,65 ±0,90 µg/mL.
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI PVA, HPMC, DAN GLISERIN TERHADAP SIFAT FISIKA MASKER WAJAH GEL PEEL OFF EKSTRAK ETANOL 96% KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) Sukmawati, N.M.A; Arisanti, C.I.S; Wijayanti, N.P.A.D
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 3, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.58 KB)

Abstract

Ekstrak etanol 96% kulit buah manggis (Garcinia mangostana) diketahui mengandung polifenol berupa xanton yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Pemanfaatan efek antioksidan pada kulit akan baik bila diformulasikan menjadi bentuk sediaan topikal salah satunya dalam bentuk masker wajah gel peel off. Dalam formulasi masker wajah gel peel off dari ekstrak etanol 96% kulit buah manggis, sifat fisik sediaan dipengaruhi komposisi bahan yang digunakan diantaranya PVA sebagai gelling agent, HPMC sebagai agen pengental, dan gliserin sebagai humektan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi PVA, HPMC, dan gliserin terhadap sifat fisika masker wajah gel peel off ekstrak etanol 96% kulit buah manggis. Untuk mengetahui pengaruh PVA, HPMC, dan gliserin terhadap sifat fisika dari sediaan digunakan rancangan penelitian desain percobaan faktorial menggunakan program Design Expert Version 8.0.7. dengan memvariasikan konsentrasi PVA (10-16%), HPMC (2-4%), dan gliserin (2-15%) sehingga diperoleh 8 formula yang kemudian dibuat menjadi sediaan dan dievaluasi sifat fisika dan kimia. Evaluasi tersebut meliputi viskositas, daya sebar, waktu mengering sediaan, dan pH. Hasil evaluasi diolah kembali dengan program Design Expert 8.0.7. dengan ANOVA one way. Hasil menunjukkan bahwa variasi konsentrasi PVA, HPMC dan gliserin yang secara signifikan mempengaruhi viskositas dan daya sebar  sediaan (p<0,05), sedangkan variasi konsentrasi gliserin secara signifikan mempengaruhi waktu mengering dari sediaan (p<0,05).
PROFIL KANDUNGAN KIMIA EKSTRAK ETANOL 80% KULIT BATANG Michelia champaca L. DENGAN KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS DAN PEREAKSI PENDETEKSI Normansyah, A.; Ariantari, N.P.; Astuti, K.W.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 3, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.139 KB)

Abstract

Michelia champaca L. (Magnoliaceae) merupakan tanaman yang secara tradisional telah digunakan oleh masyarakat untuk mengobati demam. Penelitian sebelumnya menunjukan bahwa ekstrak n-heksan, kloroform dan metanol kulit batang cempaka kuning diketahui mengandung  minyak atsiri dan terpenoid, selain itu pada ekstrak kloroform terdapat flavonoid dan ekstrak metanol mengandung tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kimia yang terdapat dalam ekstrak etanol 80% kulit batang M. champaca L dengan menggunakan metode KLT dan pereaksi pendeteksi. Identifikasi kandungan kimia ekstrak etanol 80% kulit batang M. champaca L dengan metode KLT dilakukan dengan menggunakan fase diam silika gel GF254 dan fase gerak kloroform:metanol (95:5 v/v). Bercak diamati pada sinar UV dengan panjang gelombang 254 nm, 366 nm serta disemprot dengan pereaksi pendeteksi H2SO4 dan uap ammonia. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa bercak nomor 1, 4, 5 dan 9 dengan Rf berturut-turut sebesar 0,08; 0,28; 0,35 dan 0,89 diduga termasuk ke dalam golongan terpenoid, karena setelah disemprot dengan H2SO4 10% dan dipanaskan, terjadi perubahan warna menjadi merah muda, magenta dan ungu. Sedangkan pada bercak nomor 3 dan 8 dengan Rf berturut-turut sebesar 0,21 dan 0,77 diduga termasuk ke dalam golongan flavonoid, karena berwarna hijau pada UV 366 nm dan tidak mengalami perubahan warna setelah diuapi dengan ammonia. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 80% M. champaca L. mengandung senyawa flavonoid dan terpenoid.
PELAKSANAAN INTERVENSI PENCEGAHAN PENULARAN HIV DARI IBU KE ANAK (PPIA) DI RSUP SANGLAH DENPASAR TAHUN 2007-2011 Saputri, L. O; Niruri, R.; Kumara, K. D.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 3, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.418 KB)

Abstract

Sejak dibentuknya program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA) di RSUP Sanglah Denpasar pada tahun 2005, diketahui bahwa masih terdapat anak yang lahir dari ibu penderita HIV/AIDS yang didiagnosa berstatus HIV positif. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan intervensi PPIA di RSUP Sanglah Denpasar berupa penegakkan status HIV pada ibu hamil, penggunaan ARV perinatal pada ibu hamil yang positif terinfeksi HIV, persalinan yang aman, pemberian ARV profilaksis pada anak, tatalaksana pemberian makanan pada bayi, dan pemeriksaan diagnosik HIV pada anak. Penelitian observasional  dengan  jenis penelitian  cross-sectional ini dilakukan terhadap 29 pasangan ibu penderita HIV dan anak yang dilahirkannya yang mengikuti program PPIA di RSUP Sanglah Denpasar antara tahun 2007-2011 dengan status HIV anak telah diketahui. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa 29 ibu(100%) diketahui telah menegakkan status terinfeksi HIV sebelum kelahiran anak dan ARV diberikan sesegera mungkin bagi ibu-ibu tersebut.Dua puluh Sembilan anak(100%) yang dilahirkan oleh ibu  penderita HIV yang mengikuti program PPIA juga diberikan ARV profilaksis. Sebanyak 28 anak tersebut (96,55%) diketahui lahir secara seksio sesaria, sedangkan hanya 1 (3,45%) lahir pervaginam. Dua puluh sembilan(100%) anak tersebut diberikan formula eksklusif hingga usia 6 bulan. Setelah penegakkan diagnostik HIV pada anak dilakukan, diketahui bahwa seluruh (100%) anak tersebut berstatus HIV negatif.
AKTIVITAS ANTITUBERKULOSIS KOMBINASI EKSTRAK n-HEKSANA DAUN KEDONDONG HUTAN DENGAN RIFAMPISIN TERHADAP ISOLAT Mycobacterium tuberculosis STRAIN MDR Ramayati, N.P.A; Ariantari, N.P; Dwija, I.B.N.P
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 3, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.963 KB)

Abstract

Penanganan masalah tuberkulosis dapat diatasi dengan melaksanakan prinsip pengobatan standar tuberkulosis, akan tetapi penanganan tuberkulosis dipersulit dengan munculnya masalah resistensi ganda (Multidrug Resistant) terhadap obat-obatan antituberkulosis. Hal ini memicu eksplorasi obat baru dari bahan alam. Salah satu tanaman yang biasa digunakan secara tradisional dan sudah teruji memiliki aktivitas antituberkulosis adalah kedondong hutan (Spondias pinnata (L.f) Kurz.). Ekstrak metanol daun kedondong hutan dilaporkan aktif sebagai antituberkulosis terhadap Mycobacterium tuberculosis strain MDR. Penelitian ini dilakukan untuk menguji aktivitas kombinasi ekstrak n-heksana daun kedondong hutan dengan rifampisin terhadap isolat M. tuberculosis strain MDR. Penelitian ini diawali dengan ekstraksi daun kedondong hutan menggunakan metode maserasi dengan pelarut n-heksana. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan profil kromatografi dan pengujian aktivitas antituberkulosis. Pengujian aktivitas antituberkulosis dilakukan menggunakan metode proporsi pada media Lowenstein-Jensen (L-J). Bahan uji yang digunakan adalah kombinasi ekstrak pada konsentrasi 10 dan 50 mg/mL dengan rifampisin 40 ?g/mL. Pengamatan koloni dilakukan mulai minggu ke-III hingga minggu ke-VI. Aktivitas antituberkulosis dievaluasi berdasarkan persentase hambatan yang dihasilkan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana daun kedondong hutan pada konsentrasi 10 dan 50 mg/mL yang dikombinasikan dengan rifampisin aktif sebagai antituberkulosis terhadap isolat M. tuberculosis strain MDR dengan persentase hambatan berturut-turut sebesar 93,18 dan 96,97%. Persentase hambatan ekstrak tersebut jauh lebih besar jika dibandingkan rifampisin. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana daun kedondong hutan prospektif untuk dikembangkan sebagai alternatif terapi tuberkulosis terhadap M. tuberculosis strain MDR.
SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL 95% KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) Puspitasari L; Swastini, D.A.; Arisanti C. I. S.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 3, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.309 KB)

Abstract

Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) segar diketahui memiliki aktivitas antiluka pada diabetic rat. Pada penelitian ini dilakukan skrining fitokimia terhadap ekstrak kulit buah manggis segar hasil merasi etanol 95%, yang bertujuan untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak tersebut. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol 95% kulit buah manggis segar (Garcinia mangostana L.) mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan polivenol, serta steroid dan triterpenoid.
POTENSI ANTITUBERKULOSIS EKSTRAK n-HEKSANA DAUN KEDONDONG HUTAN (Spondias pinnata (L.f.) Kurz.) Savitri, L.P.V.A; Ariantari, N.P; 1Dwija, I.B.N.P
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 3, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.499 KB)

Abstract

Resistensi Mycobacterium tuberculosis terhadap obat antituberkulosis merupakan masalah utama dalam penanggulangan tuberkulosis. Pengembangan obat antituberkulosis terus dilakukan, salah satunya  dengan eksplorasi dari bahan alam. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun kedondong hutan (Spondias pinnata) aktif sebagai antituberkulosis terhadap Mycobacterium tuberculosis MDR. Triterpenoid merupakan senyawa yang kerangka karbonnya berasal dari enam satuan isoprena dan umumnya dipisahkan dengan pelarut non polar seperti n-heksana. Aktivitas antituberkulosis dari ekstrak n-heksana daun tanaman tersebut diamati dalam penelitian ini. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan n-heksana, kemudian dilakukan  penentuan profil KLT. Aktivitas antituberkulosis ekstrak diuji menggunakan medium L-J pada konsentrasi ekstrak n-heksana sebesar 10 dan 50 mg/mL. Hasil menunjukkan bahwa flavonoid dan terpenoid merupakan kandungan kimia yang terdapat pada ekstrak n-heksana. Pada konsentrasi konsentrasi 10 mg/mL ekstrak memiliki aktivitas antituberkulosis sebesar 100-87% sedangkan pada konsentrasi 50 mg/mL sebesar 100-91%. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak n-heksana dengan konsentrasi 50 mg/mL daun tanaman ini memiliki potensi sebagai antituberkulosis.
SKRINING KANDUNGAN KIMIA EKSTRAK ETANOL 80% KULIT BATANG Michelia champaca L. Dwicandra, N.M.O.; Astuti, M.A.P.; Ariantari, N.P.; Yowani, S.C.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 3, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.242 KB)

Abstract

Michelia champaca L. telah digunakan secara tradisional dalam pengobatan berbagai penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui golongan kandungan kimia yang terdapat pada ekstrak etanol 80% kulit batang Michelia champaca L. Serbuk kulit batang M. champaca L. diekstraksi dengan metode digesti menggunakan etanol 80%. Ekstrak cair yang diperoleh kemudian diuapkan untuk mendapatkan ekstrak kental. Skrining fitokimia dilakukan terhadap ekstrak untuk mendeteksi golongan kandungan kimia minyak atsiri, alkaloid, sterol dan terpenoid, saponin, polifenol, flavonoid, serta glikosida. Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak etanol 80% kulit batang M. champaca L. mengandung golongan minyak atsiri, triterpenoid, polifenol, dan flavonoid.
OPTIMASI HPMC SEBAGAI GELLING AGENT DALAM FORMULA GEL EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) Arikumalasari, J.; Dewantara, I G.N.A.; Wijayanti, N.P.A.D.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 3, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.72 KB)

Abstract

Ekstrak kulit buah manggis yang kaya akan polifenol memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus yang merupakan salah satu faktor penyebab jerawat. Salah satu bentuk sediaan topikal yang sering digunakan untuk pengobatan jerawat adalah bentuk sediaan gel. Dalam formulasi gel ekstrak kulit buah manggis ini digunakan HPMC sebagai gelling agent karena sifatnya yang tahan terhadap fenol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan formula optimum gel ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) menggunakan HPMC sebagai gelling agent. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, dimana dilakukan formulasi gel ekstrak kulit buah manggis dengan memvariasikan konsentrasi HPMC pada konsentrasi 5, 7, 9, 11, 13, dan 15% b/b. Ekstrak kulit buah manggis yang diperoleh dari proses maserasi dan telah ditetapkan kadar airnya kemudian diformulasikan dalam bentuk sediaan gel. Selanjutnya dilakukan evaluasi sifat fisika yang meliputi uji daya lekat, daya sebar, dan viskositas pada gel ekstrak kulit buah manggis. Hasil evaluasi kemudian dianalisis menggunakan ANOVA one way dengan taraf kepercayaan 95%. Rendemen ekstrak kental yang diperoleh sebesar 13,08% dengan kadar air ekstrak sebesar 9,71% ± 0,036%. Formula optimum gel ekstrak kulit buah manggis adalah formula yang mengandung 15% HPMC. Berdasarkan hasil penelitian telah diketahui bahwa variasi konsentrasi HPMC memberikan perbedaan yang bermakna terhadap sifat fisika gel yang dihasilkan (p<0,05).
PROFIL DATA PENGOBATAN DALAM USADA TENUNG TANYALARA Wahyuni, N.N.S; Warditiani, N.K.; Leliqia, N.P.E.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 3, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.452 KB)

Abstract

Usada tenung Tanyalara merupakan salah satu naskah di Bali yang memuat mengenai pengobatan tradisional. Namun belum terdapat data mengenai bagaimana profil data pengobatan dan kesesuaian efek farmakologi dari tanaman obat yang digunakan berdasarkan publikasi ilmiah dengan efek secara empiris menurut Usada tenung Tayalara. Tujuan penelitian ini adalah dapat mengetahui profil pengobatan dan kesesuaian efek farmakologi dengan efek empiris dari tanaman obat dalam Usada Tenung Tanyalara. Profil data pengobatan dalam Usada Tenung Tanyalara yaitu dari 145 tanaman obat yang terdapat dalam lontar Usada tenung Tanyalara sebanyak 114 (79%) tanaman sudah diketahui nama ilmiahnya, kelompok efek empiris tanaman obat dalam Usada Tenung Tanyalara terdiri dari 6 kelompok yaitu gangguan pada sistem pernapasan, berbagai keadaan demam, bengkak dan gatal pada kulit, nyeri pada tubuh, gangguan pada sistem pencernaan, dan penyakit lainnya, dan cara penggunaan tanaman obat dalam lontar Usada Tenung Tanyalara sebanyak 61% ditujukan untuk di luar tubuh. Persentase kesesuaian efek farmakologi terhadap efek empiris dalam Usada Tenung Tanyalara dari 12 tanaman yang diinvetarisasi yaitu sebanyak 2 tanaman obat memiliki persentase kesesuaian efek di atas 50%, 4 tanaman obat memiliki kesesuaian efek di bawah 50%, dan 6 tanaman obat  masih belum ditemukan publikasi ilmiah yang sesuai dengan efek empiris berdasarkan Usada Tenung Tanyalara.

Page 1 of 3 | Total Record : 21