cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Farmasi Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23017716     EISSN : 26224607     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Udayana merupakan jurnal elektronik yang dikelola oleh jurusan Farmasi FMIPA Udayana. Jurnal ini yang merupakan media publikasi penelitian dan review article pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif , kreatif, original dan didasarkan pada scientific. Artikel yang dimuat dalam jurnal ini meliputi penemuan obat, sistem penghantaran obat serta pengembangan obat. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia medisinal, farmakologi, farmakokinetika, farmakodinamika, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknolofi farmasi, obat herbal dan komponen aktif tanaman serta evaluasi klinik obat
Arjuna Subject : -
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol. 3, No. 1, Tahun 2014" : 28 Documents clear
EVALUASI PENGGUNAAN DEKSAMETASON PADA PASIEN ANAK DENGAN DEMAM TIFOID Purnami N.P.Y.; Niruri R.; Tanasale J. D.; Erlangga I. B. E.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.244 KB)

Abstract

Demam tifoid merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri gram negatif yaitu Salmonella typhi. Tatalaksana pengobatan demam tifoid meliputi tiga komponen yang saling menunjang yaitu perawatan, diet, dan pemberian antimikroba. Pada pasien demam tifoid mengalami perubahan status mental yang ditandai dengan delirium, obtundation, dan stupor harus segera di evaluasi meningitis. Jika hasilnya normal namun dicurigai meningitis tifoid, pasien dewasa maupun anak harus segera diterapi dengan deksametason. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemberian deksametason pada pasien anak dengan demam tifoid di RSU Puri Raharja Denpasar. Metode: Penelitian yang dilakukan merupakan observasional dengan jenis penelitian cross-sectional. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Puri Raharja Denpasar, dengan data pasien yang diambil selama periode 1 Januari 2013 – 31 Maret 2014. Hasil: Diperoleh 33 pasien demam tifoid yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi. Dari 33 pasien demam tifoid yang menjadi subyek penelitian memiliki ketidaksesuaian penggunaan deksametason pada demam tifoid. Ketidaksesuaian ini disebabkan pasien yang menerima deksametason tidak memiliki tanda-tanda klinis demam tifoid dengan perubahan status mental. Kesimpulan: penggunaan deksametason pada pasien anak dengan demam tifoid di RSU Puri Raharja Denpasar tidak sesuai karena penggunaan diberikan pada pasien anak dengan demam tifoid yang tidak memiliki tanda-tanda perubahan status mental, kaku kuduk dan tidak dicurigai meningitis.
PENGARUH KOMPOSISI SPAN®80 DAN CERA ALBA TERHADAP STABILITAS FISIK SEDIAAN COLD CREAM EKSTRAK ETANOL 96% KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) Arisanti, C. I. S.; Indraswari, P. I. I; Budiputra, D.K
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.753 KB)

Abstract

Cold cream merupakan jenis krim yang mampu memberikan rasa dingin ketika dioleskan dan perlekatan yang baik pada kulit. Salah satu faktor yang mempengaruhi stabilitas cold cream adalah emulgator. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi HLB Span® 80 dan Cera Alba dengan variasi HLB terhadap stabilitas fisik sediaan cold cream ekstrak kulit buah manggis. Pada penelitian ini, dibuat sediaan cold cream dengan variasi HLB 7,3; 7,8; dan 8,3 yang diuji stabilitasnya menggunakan metode stabilitas dipercepat pada suhu 40°C selama 28 hari. Stabilitas fisik yang diuji yaitu uji organoleptis, tipe emulsi, daya sebar, daya lekat, dan derajat pemisahan fase. Selanjutnya data yang diperoleh diuji statistik non parametrik menggunan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil dari penelitian didapatkan bahwa variasi nilai HLB akan memberikan pengaruh secara signifikan (<0,05) pada stabilitas fisik sediaan (daya lekat, daya sebar, dan derajat pemisahan fase). Berdasarkan hasil pengujian stabilitas dipercepat yang dilakukan, didapatkan hasil yaitu nilai HLB 7,8 memiliki stabilitas sediaan paling baik.
SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK ETANOL DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) YANG DIPEROLEH DARI DAERAH UBUD, KABUPATEN GIANYAR, BALI Mahatriny N. N.; Payani N. P. S.; Oka I. B. M.; Astuti K. W.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.519 KB)

Abstract

Ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya L.) memiliki aktivitas farmakologi sebagai antelmintik, antimalaria, antibakteri, dan antiinflamasi. Aktivitas tersebut diduga disebabkan oleh kandungan kimia yang terdapat di dalam ekstrak. Faktor-faktor lingkungan memilliki pengaruh terhadap metabolit sekunder yang terdapat di dalam suatu tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar air dan kandungan kimia yang terdapat di dalam ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya L.) yang diperoleh dari daerah Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali berdasarkan uji skrining fitokimia. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu ekstraksi dengan maserasi mengunakan etanol 96%, penetapan kadar air ekstrak, dan skrining fitokimia. Uji skrining fitokimia yang dilakukan meliputi identifikasi minyak atsiri, alkaloid, flavonoid, steroid, triterpenoid, glikosida, saponin, dan tanin. Hasil penetapan kadar air menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya L.) memiliki kadar air sebesar 9,408 ± 0,761%. Hasil skrining fitokimia yang diperoleh berupa data kandungan kimia dari ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya L.) yang disajikan dalam bentuk tabel. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun pepaya (Carica papaya L.) yang diperoleh dari daerah Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali mengandung golongan senyawa alkaloid, flavonoid, glikosida, dan tanin.
PENGARUH PERBANDINGAN AMILUM SINGKONG (Manihot esculenta Crantz.) FULLY PREGELATINIZED DAN GOM AKASIA TERHADAP SIFAT FISIK EKSIPIEN CO-PROCESSING Arisanti, C.I.S; Wiradewi, N.M.A; Wijayanti, N.P.A.D.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.77 KB)

Abstract

Amilum singkong dapat berfungsi sebagai pengisi, pengikat, dan penghancur. Namun demikian, amilum memiliki sifat alir dan kompresibilitas yang rendah sehingga perlu dilakukan modifikasi terhadap amilum singkong yang dilanjutkan dengan co-prossesing dengan gom akasia. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbandingan amilum singkong dan gom akasia terhadap sifat fisik eksipien co-processing dari amilum singkong fully pregelatinized dan gom akasia sebagai eksipien dalam pembuatan tablet dengan metode kempa langsung. Pada penelitian ini eksipien co-processing dari amilum singkong fully pregelatinized dan gom akasia dibuat dengan perbandingan amilum singkong dan gom akasia masing-masing 97,5:2,5; 95:5; dan 92,5:7,5. Selanjutnya dilakukan evaluasi terhadap eksipien co-processing. Hasil evaluasi kemudian dianalisis menggunakan ANOVA one-way dengan taraf kepercayaan 95%. Semakin meningkatnya jumlah gom akasia menghasilkan peningkatan sifat alir amilum dan penurunan susut pengeringan, jumlah fines, kelembaban, kompresibilitas. Berdasarkan hasil penelitian telah diketahui bahwa variasi konsentrasi amilum singkong dan gom akasia memberikan perbedaan yang bermakna terhadap sifat alir, susut pengeringan, kelembaban dan kompresibilitas yang dihasilkan (Sig. <0,05).
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Terpurifikasi Daun sirih hijau (Piper betle L.) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Widyaningtias N. M. S. R; Yustiantara P. S.; Paramita N. L. P.V.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.226 KB)

Abstract

Daun sirih hijau (Piper betle L.) merupakan tanaman yang telah terbukti secara ilmiah memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Ekstrak terpurifikasi merupakan ekstrak yang telah terbebas dari komponen zat ballast yang dapat mengganggu suatu matriks bahan alam dalam menghasilkan aktivitas biologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak terpurifikasi daun sirih hijau hijau (EPS) terhadap bakteri Propionibacterium acnes (P. acnes). Uji aktivitas antibakteri menggunakann metode difusi disk. Sampel uji adalah empat variasi konsentrasi EPS (2,5 mg/mL; 5 mg/mL; 10 mg/mL; 20 mg/mL), kontrol negatif (CMC-Na 0,5% b/v), kontrol positif(Doksisiklin 30 ?g/disk). Berdasarkan penelitian ini, EPS memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri P. acnes. Berdasarkan kategori kekuatan, EPS memiliki aktivitas antibakteri yang kuat terhadap P. acnes pada konsentrasi 20 mg/mL. Sehingga, proses purifikasi terhadap daun sirih hijau hijau tidak menghilangkan kemampuannya dalam menghasilkan aktivitas antibakteri
Isolasi Andrografolid dari Andrographis paniculata (Burm. f.) Ness menggunakan Metode Purifikasi dan Kristalisasi Warditiani N.K.; Widjaja I.N.K.; Noviyanti N. W. R
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.748 KB)

Abstract

Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm. f.) Ness) merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan dalam pengobatan. Zat aktif utama dalam sambiloto adalah andrografolid yang merupakan zat pahit pada tanaman tersebut. Isolat andrografolid  telah tebukti memiliki berbagai macam aktivitas farmakologi seperti antihiperglikemia menghambat platelet-activating factor), anti virus herpes simplex tipe 1, menghambat viabilitas TD-47 sel kanker payudara, dan menurunkan kadar kolesterol. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa andrografolid menunjukkan aktivitas sebagai anti inflamasi dalam kasus rheumatoid arthritis. Beberapa macam tahapan isolasi telah dilakukan untuk memperoleh andrografolid dari Andrographis paniculata (Burm. f.) Ness pada penelitian-penelitian sebelumnya. Pada penelitian ini dilakukan isolasi terhadap andrografolid dari Andrographis paniculata (Burm. f.) Ness menggunakan metode purifikasi dan kristalisasi yang bertujuan untuk mendapatkan isolat andrografolid murni dengan lebih efisien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat yang diperoleh menggunakan metoda purifikasi dan kristalisasi mendapatkan rendemen sebesar 0,48%.
PENGARUH LAMA FERMENTASI TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MINUMAN KOMBUCHA LOKAL DI BALI DENGAN SUBSTRAT PRODUK GAMBIR Chanjaya ,C.; Susanti, N.M.P; Leliqia, N.P.E
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.972 KB)

Abstract

Kombucha merupakan air seduhan substrat dan gula yang mengalami proses fermentasi oleh khamir dan bakteri. Substrat yang digunakan dalam penelitian ini adalah produk gambir. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan minuman Kombucha adalah lama fermentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap aktivitas antioksidan serta mengetahui lama fermentasi yang memiliki aktivitas antioksidan yang optimal dari minuman Kombucha lokal di Bali dengan substrat produk gambir. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap yaitu pengukuran pH serta uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) pada minuman Kombucha lokal di Bali dengan substrat produk gambir yang divariasikan lama fermentasinya (0, 1, 2, 3, 4, dan 5 hari). Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan Repeated ANOVA dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lama fermentasi berpengaruh terhadap aktivitas antioksidan minuman Kombucha lokal di Bali dengan substrat produk gambir (p <0,05) dan aktivitas antioksidan yang optimal diperoleh setelah minuman tersebut difermentasikan selama 3 hari (IC50 = 54,46 ± 1,59 µg/mL).
UJI IRITASI EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) Laras A.A.I.S.; Swastini D.A.; Wardana M.; Wijayanti N.P.A.D.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.204 KB)

Abstract

Bahan baku dari bahan alam sebelum diformulasi dalam bentuk sediaan farmasi atau kosmetik harus memenuhi persyaratan uji keamanan. Pengujian efek iritasi kulit dari bahan baku merupakan elemen penting dari prosedur keamanan. Ekstrak kulit buah manggis merupakan bahan baku yang saat ini  banyak dikembangkan dalam sediaan farmasi maupun kosmetik.Dalam Material Safety Data Sheet disebutkan kandungan saponin dalam tanaman merupakan bahan yang dapat menginduksi munculnya efek iritasi kulit. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan uji iritasi ekstrak etanol kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) dengan metode human 4-hour patch test. Uji iritasi dilakukan pada 6 sukarelawan uji yang terdiri dari pria dan wanita berusia 20-35 tahun yang masing-masing ditempelkan bahan uji yaitu  0,5% ekstrak, dan tanpa zat uji. Bahan uji ditempel selama 4 jam pada lengan kanan atas masing-masing sukarelawan uji secara tertutup dan diamati pada 0 jam sebelum penempelan bahan uji dan 24, 48, 72 jam setelah bahan uji dilepaskan kemudian dihitung nilai derajat iritasi. Semua bahan uji dari pengujian iritasi diperoleh skor derajat iritasi  adalah 0 yang berarti semua bahan uji tidak mengiritasi. Hasil uji iritasi ekstrak etanol kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) pada konsentrasi 0,5% tidak menyebabkan reaksi iritasi kulit.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Kulit Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas (L.) Lam) dengan Metode Ferrous Ion Chelating (FIC) Dewi L. R.; Laksmiani N. P. L.; Paramita N. L. P. V.; Wirasuta I M. A. G.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.597 KB)

Abstract

Kulit ubi jalar ungu (Ipomoea batatas (L.) Lam) telah dibuktikan secara ilmiah memiliki kadar antosianin yang lebih tinggi dibandingkan daging umbinya. Antosianin merupakan kelompok metabolit sekunder  yang dapat berperan sebagai antioksidan. Salah satu mekanisme lain dari antioksidan adalah chelating logam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol kulit ubi jalar ungu dengan metode Ferrous Ion Chelating (FIC). Metode FIC mengukur kemampuan senyawa antioksidan untuk bersaing dengan ferrozine dalam membentuk kelat dengan logam besi (Fe2+). Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan ekstrak etanol kulit ubi jalar ungu  memiliki kemampuan chelating logam yang tergolong sangat lemah dengan nilai IC50 sebesar 322,08 ppm.
STANDARISASI MUTU SIMPLISIA KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) Indrasuari, A. A. A.; Wijayanti, N.P.A.D; Dewantara, I G.N.A
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.954 KB)

Abstract

Kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) diketahui memiliki banyak aktivitas farmakologi sehingga seringdiformulasi dalam suatu sediaan farmasi yang digunakan untuk pengobatan. Penggunaan bahan alam dalam suatu formulasi sediaan farmasi memerlukan proses standarisasi bahan baku untuk menjamin keseragaman mutu produk tersebut. Pada penelitian ini dilakukan standarisasi terhadap simplisia kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.)dari Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan yang bertujuan untuk mengetahui mutu simplisia tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simplisia kulit buah manggis memiliki susut pengeringan sebesar 9,47 ± 0,01 %; kadar abu total sebesar 2,77 ± 0,03%; kadar abu tidak larut asam 0,03 ± 0,00%; kadar sari larut air 25,11 ± 0,33%; kadar sari larut etanol 27,64 ± 0,35%.

Page 1 of 3 | Total Record : 28