cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Farmasi Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 23017716     EISSN : 26224607     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Farmasi Udayana merupakan jurnal elektronik yang dikelola oleh jurusan Farmasi FMIPA Udayana. Jurnal ini yang merupakan media publikasi penelitian dan review article pada semua aspek ilmu farmasi yang bersifat inovatif , kreatif, original dan didasarkan pada scientific. Artikel yang dimuat dalam jurnal ini meliputi penemuan obat, sistem penghantaran obat serta pengembangan obat. Jurnal ini memuat bidang khusus di farmasi seperti kimia medisinal, farmakologi, farmakokinetika, farmakodinamika, analisis farmasi, sistem penghantaran obat, teknologi farmasi, bioteknolofi farmasi, obat herbal dan komponen aktif tanaman serta evaluasi klinik obat
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 2, Tahun 2018" : 6 Documents clear
ISOLASI KAFEIN DENGAN METODE SUBLIMASI DARI DENGAN FRAKSI ETIL ASETAT SERBUK DAUN CAMELIA SINENSIS putu dessy wilantari
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 7 No. 2, Tahun 2018
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.943 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2018.v07.i02.p03

Abstract

Kafein memiliki efek farmakologis yaitu sebagai stimulan dari sistem saraf pusat dan metabolisme, digunakan secara baik untuk pengobatan dalam mengurangi keletihan fisik dan juga dapat meningkatkan tingkat kewaspadaan. Pemilihan tanaman teh berdasarkan atas pertimbangan kandungan kafein teh hijau yang mengandung kafein yang lebih tinggi (2-5% dari berat kering) daripada kafein yang terkandung dalam biji kopi (=3% dari berat kering). Pemisahan kafein dari daun Camelia sinensis dilakukan dengan ekstraksi menggunakan metode dekokta , fraksinasi dengan etil asetat, dan subfraksinasi dengan metode sublimasi. Proses ekstraksi menghasilkan rendemen ekstrak sebesar 22,3 %, dan dari keseluruhan proses didapatkan rendemen isolate kafein sebesar 0.53%. Identifikasi dan uji kemurnian dilakukan dengan KLT-spektrofotodensitometri dengan fase diam plat aluminium silica gel GF254 dan fase gerak etil asetat : metanol (97:3) didapatkan nilai Rf 0,42 dan didapatkan hasil korelasi (start, maks) sebesar 0,9998 dan korelasi (maks, end) sebesar 0,999075.
Perbandingan Pengaruh Lama Pengeringan Terhadap Rendemen Minyak Atsiri Kulit Jeruk Manis (Citrus sinensis) dengan Destilasi Uap dan Identifikasi Linalool dengan KLT-Spektrofotodensitometri i made suardhika
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 7 No. 2, Tahun 2018
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.084 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2018.v07.i02.p06

Abstract

This study aims to determine the effect of drying time on the yield of essential oils from orange peel (Citrus sinensis) and identify the presence of linalool compounds from essential oils. 300 grams of orange skin samples were dried at 40ÂșC using an oven with a drying treatment of 0 hours (fresh), 24 hours, and 48 hours. The extraction process is carried out by steam distillation method with attainment of 500 ml of distillate. Essential oils are separated from water using liquidliquid extraction (LLE), so that the essential oils are maximally obtained. The highest yield of essential oil obtained in the sample with a drying treatment for 48 hours is 0.5% (MA3), 24-hour drying obtained a yield of 0.4% (MA2) and the sample without drying provides the smallest yield of 0.2% (MA1). Identification of linalool compounds using TLC-Spectrophotodensitometry was carried out to determine the amount of linalool content seen from the AUC (Area Under Curve). AUC MA3 sample is 39475, MA2 is 35889, and MA1 is 8980. Based on the data obtained can be concluded that the drying duration of the sample affects the yield of essential oils and linalool compounds that obtained.
OPTIMASI KONSENTRASI POLIVINIL PIROLIDON (PVP) SEBAGAI BAHAN PENGIKAT TEHADAP SIFAT FISIK TABLET EKSTRAK ETANOL RIMPANG BANGLE (Zingiber cassumunar Roxb) ida ayu sintha devi
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 7 No. 2, Tahun 2018
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.207 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2018.v07.i02.p02

Abstract

Zingiber cassumunar Roxb contains active compounds such as cassumumin AC, cassummarin AC, phenylbutanoid, and (E) -4- (3,4-dimethoxyphenyl) but-3-en-1-ol which has activities as anti-inflammatory, antioxidant and anti-allergenic agents so that they are potentially used as anti-allergies. Zingiber cassumunar Roxb is made into tablet because it has several advantages, which are easy to consume, practical, the right amount, cover the bitter taste and the distinctive smell and its stability is maintained in storage. This study aims to produce Zingiber cassumunar Roxb tablets that have good physical properties by using PVP as a binder. Zingiber cassumunar Roxb extract was made by maceration using 70% ethanol solvent, the tablet was formulated using wet granulation method. Zingiber cassumunar Roxb ethanol extract tablet was formulated in 3 formulas with variations in the PVP FI content of 1%, FII 2.75%, and FIII 4.5%. The resulting granules were tested for physical properties including moisture test, particle size distribution, flow time, stationary angle, bulk density, and compressibility, while the tablets produced were tested for physical properties including organoleptic test, uniformity of size, uniformity of weight, friability, and disintegration time. The results showed that the optimum concentration obtained was at FIII with 4.5% PVP concentration that complied the organoleptic test requirements, uniformity of size, weight uniformity, and fragility of tablets.
OPTIMASI KONSENTRASI SETIL ALKOHOL SEBAGAI AGEN PENGENTAL PADA FORMULA KRIM EKSTRAK RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica) I Gusti Ayu Nadia Prasta Unique
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 7 No. 2, Tahun 2018
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.24 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2018.v07.i02.p01

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini betujuan untuk memformulasikan krim dari ekstrak rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.) untuk memperoleh sediaan yang stabil sebagai krim obat luka dengan variasi konsentrasi setil alkohol sebagai agen pengental. Dalam penelitian ini krim diformulasikan dengan variasi konsentrasi setil alkohol F I (4%), F II (7%), dan F III (10%). Evaluasi fisik sediaan krim yang dilakukan meliputi evaluasi organoleptis, homogenitas, daya lekat, daya sebar, pH, tipe krim, dan viskositas. Hasil uji menunjukkan ketiga formula menghasilkan krim berwarna warna kuning jingga kecoklatan, bau khas kunyit, dan sediaan dengan tekstur krim semisolid, memiliki homogenitas yang baik, kemampuan menyebar yang baik, pH sediaan yaitu 5,86; 5,66; 4,68 dan tipe emulsi M/A (Minyak dalam Air). Hasil uji viskositas menunjukkan FII dan FIII memiliki viskositas yang sesuai dengan persyaratan. Uji daya lekat menunjukkan bahwa ketiga formulasi krim belum memenuhi persyaratan daya lekat sediaan topikal yang baik. ABSTRACT This study aims to formulation creams from turmeric extract (Curcuma domestica Val.) to obtain stable preparations as a wound healing cream in the variations concentration of cetyl alcohol as a stiffening agent. In this study, the cream was formulated with variations concentration of cetyl alcohol F 1 (4%), F II (7%), and F III (10%). The formulation were evaluated basen on several parameter, that are organoleptic evaluation, homogeneity, adhesion, dispersion, pH, cream type, and viscosity. The evaluation showed that the three formulas produced cream with a brownish-yellow color, a distinctive smell of turmeric, and preparations with a semisolid cream texture, had good homogeneity, good dispersing ability, pH of the preparation namely 5.86; 5.66; 4,68 and type M / A emulsions (Oil in Water). The results of the viscosity test showed that FII and FIII has viscosity that is suitable with the requirements. The sticky power test showed that all cream formulations does not suitable with the requirements of good topical preparations.
Pengaruh Ekstrak Bbuah Terung Belanda (Solanum betaceum Cav.) Terhadap Kadar Gula Darah Mencit Jantan Galur Balb/C yang Diinduksi Aaloksan Angga Rosadi
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 7 No. 2, Tahun 2018
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.515 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2018.v07.i02.p04

Abstract

Terung belanda (Solanum betaceum) merupakan tanaman yang mengandung senyawa flavonoid yang berperan sebagai antioksidan sehingga dapat membantu dalam terapi Diabetes melitus (DM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah terung belanda dalam menurunkan kadar gula darah pada mencit jantan galur Balb/C. Hewan uji mencit yang sebelumnya telah diinduksi dengan Aloksan diberikan ekstrak etanol 70% buah terung belanda dengan dosis 7,5 mg/Kg BB, 22,5 mg/Kg BB, dan 67,5 mg/Kg BB selama 14 hari dengan Metformin kontrol positif . Pengujian kadar gula darah dilakukan pada hari ke-7 dan hari ke-14. Hasil dari pengujian yang dilakukan menunjukkan ekstrak dengan dosis 22,5 mg/kg BB, dan 67,5 mg/kg BB dapat menurunkan kadar gula darah hewan uji dimana potensi penurunan kadar gula darah mencit pada hari ke-14 dengan dosis 67,5 mg/kg BB lebih baik daripada dosis pemberian 22,5 mg/kg BB karena berdasarkan pengujian statistik yang dilakukan, kadar gula darah hewan uji sudah berbeda signifikan dengan kelompok Kontrol negatif dan tidak berbeda bermakna dengan kelompok kontrol positif dan kontrol normal, namun kadar glukosa darah mencit masih diatas kadar glukosa darah normal puasa pada mencit.
Pemisahan, Isolasi, dan Identifikasi Senyawa Saponin Dari Herba Pegagan (Centella asiatica L. Urban) Ni Luh Arysinta Dewi
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 7 No. 2, Tahun 2018
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.1 KB) | DOI: 10.24843/JFU.2018.v07.i02.p05

Abstract

Pegagan (Centella asiatica L. Urban) mengandung senyawa-senyawa metabolit sekunder seperti triterpenoid, steroid, dan saponin. Herba pegagan dimaserasi dengan etanol:akuades (70:30 v/v) menghasilkan rendemen sebesar 21,346%. Skrining fitokimia ekstrak menunjukkan hasil positif mengandung saponin. Fraksinasi dilakukan dengan kromatografi kolom lambat dan diperoleh 39 fraksi. KLT subfraksinasi dilakukan pada fraksi no. 4, 5, 8, 10 dengan nilai Rf sebesar 0,45; 0,45; 0,5; dan 0,5375. Dilanjutkan dengan KLT preparatif dengan eluen kloroform: methanol: air (65:25:4 v/v) menunjukkan adanya pita biru yang menunjukkan adanya kandungan saponin. KLT hasil subfraksinasi dilakukan dengan menggunakan eluen kloroform:metanol:akuades (65:25:4 v/v) didapatkan spot berwarna biru dengan nilai Rf sebesar 0,46. KLT Dua Dimensi dilakukan dengan menggunakan dua jenis eluen yaitu 6,9 mL kloroform, 2,7 mL metanol, 0,4 air mL dan 5,3 mL kloroform, 2,8 mL asam asetat glasial, 1,1 mL metanol dan 0,7 mL air. Spot hasil KLT dua dimensi berwarna biru dengan Rf 0,5 dan 0,71. Herba pegagan mengandung asiatic acid dan madecassic acid. Kata kunci: Centella asiatica L. Urban, saponin, triterpenoid

Page 1 of 1 | Total Record : 6