cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Published by Universitas Trisakti
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 3 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 2 (2009)" : 3 Documents clear
PENGARUH pH PADA PROSES KOAGULASI DENGAN KOAGULAN ALUMINUM SULFAT DAN FERRI KLORIDA S.W., Rachmawati; Iswanto, Bambang; ., Winarni
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koagulasi terjadi karena adanya interaksi antara koagulan dengan kontaminan seperti partikel koloid. Proses koagulasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain pH, dosis koagulan, serta kekeruhan larutan. Dalam penelitian ini dilakukan studi untuk mengetahui pengaruh parameter pH dan dosis pada proses koagulasi dan flokulasi dengan menggunakan koagulan aluminum sulfat (Al2(SO4)3..14,3H2O ) dan ferri klorida (FeCl3.6H2O). Air baku yang digunakan adalah suspensi air baku sintetis menggunakan kaolin, dengan variasi suspensi kekeruhan tinggi (124 NTU) dan suspensi kekeruhan sedang (51 NTU). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pengaruh pH dan dosis pada koagulan aluminum sulfat sangat signifikan, sedangkan ferri klorida memberikan rentang pH operasi yang lebih besar dibandingkan dengan aluminum sulfat.Keywords : colloid, destabilization, pH, dosages, sweep flocculation.
PENGOLAHAN AIR LIMBAH EMULSI MINYAK-DETERJEN DENGANPROSES ELEKTROKOAGULASI MENGGUNAKAN ELEKTRODA ALUMINIUM Iswanto, Bambang; DS Silalahi, Mawar; Dwinarizki Purnama, Fiqqy
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air limbah rumah tangga sebagian besar terdiri dari minyak dan deterjen dan dapat berdampak buruk bagi lingkungan, karena sukar diuraikan oleh mikroorganisme. Dalam penelitian ini dilakukan pengolahan limbah dengan proses elektrokoagulasi secara kontinu dengan menggunakan reaktor elektrokoagulasi dalam skala laboratorium. Pada proses ini digunakan konsentrasi NaCl untuk memperbesar penguraian Aluminium terlarut dengan variasi deterjen 10 mg/L, 30 mg/L dan 50 mg/L dengan perbandingan minyak 1 ml,variasi konsentrasi NaCl yang digunakan adalah 0 gr/L, 0,5 gr/L, 1 gr/L dan variasi waktu tinggal 45 detik, 55 detik, 60 detik serta variasi kecepatan pengadukan 150 rpm, 180 rpm, 200 rpm. Kecepatan pengadukan di unit flokulasi adalah 2 rpm dengan waktu pengendapan selama 2 jam. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kondisi operasional optimum adalah dengan konsentrasi NaCl 0,5 gr/L, kecepatan pengadukan 150 rpm, waktu tinggal 45 detik, konsentrasi deterjen 10 mg/L akan menghasilkan % penyisihan COD 92.68%, BOD 83.60%, TSS 93.52%, Deterjen 99.29%, Minyak Lemak 94.55%, TKN 90.40%, VSS 93.49%, Total Phosphat 88.92%, Kekeruhan 98.43%, Aluminium terlarut 0.02 mg/L. Kondisi optimum ini dapat diterapkan dalam limbah rumah tangga.Keywords: Emulsion Oil-Detergent, Electro coagulation Treatment, Dissolved Aluminium
TINGKAT KEASAMAN (pH) DAN OKSIGEN TERLARUT SEBAGAI INDIKATOR KUALITAS PERAIRAN SEKITAR MUARA SUNGAI CISADANE Susana, Tjutju
TEKNOLOGI LINGKUNGAN Vol 5, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deterjen banyak digunakan untuk kepentingan industri dan rumah tangga. Deterjen menyebabkan berkurangnya nilai pH dan konsentrasi oksigen dalam aliran sungai. Tujuan penelitian ini adalah untuk memeriksa perubahan pH dan konsentrasi oksigen sebagai indikator kualitas air. Penelitian dilaksanakan di Sungai Cisadane dan sekitar muaranya mulai tahun 2003 sampai tahun 2005. Pengamatan dilakukan dua kali dalam satu tahun, pada musim Timur dan musim Peralihan. Dalam kurun waktu 3 tahun tersebut terjadi kenaikan pH antara 0,88%-0,49%, sedangkan kenaikan konsentrasi oksigen tidak sama: pada tahun pertama mencapai 39,15 % dan tahun berikutnya 12,55 %. Konsentrasi oksigen dalam sungai yang paling rendah (1,89 ml/l) terjadi pada tahun 2003. Berdasarkan fluktuasi pH air laut dan konsentrasi oksigen diketahui kualitas perairan sekitar Sungai Cisadane cenderung naik selama periode tahun 2003 – 2005. Pengaruh aliran sungai yang berasal dari daratan dengan sejumlah bahan organik dan senyawa nitrogen-nitrat yang terkandung di dalamnya menyebabkan turunnya nilai pH dan konsentrasi oksigen dalam sungai. Pengaruh musim terhadap kualitas perairan tampak pada musim peralihan.Keywords: Acidity, pH, oxygen concentration, indicator

Page 1 of 1 | Total Record : 3