cover
Contact Name
I G. Made Krisna Erawan
Contact Email
krisnaerawan@unud.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Animal Hospital, Faculty of Veterinary Medecine Building, Udayana University, 2nd Floor, Jalan Raya Sesetan, Gang Markisa No 6, Banjar Gaduh, Sesetan, Denpasar, Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Veteriner
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14118327     EISSN : 24775665     DOI : https://doi.org/10.19087/jveteriner
Core Subject : Health,
Jurnal Veteriner memuat naskah ilmiah dalam bidang kedokteran hewan. Naskah dapat berupa: hasil penelitian, artikel ulas balik (review), dan laporan kasus. Naskah harus asli (belum pernah dipublikasikan) dan ditulis menggunakan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Naskah ilmiah yang telah diseminarkan dalam pertemuan ilmiah nasional dan internasional, hendaknya disertai dengan catatan kaki
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 24 No 3 (2023)" : 16 Documents clear
Pemberian Monosodium Glutamat Selama Masa Organogenesis Meningkatkan Perkembangan Embrio Cacat pada Mencit Lisa Savitri; Elfred Rinaldo Kasimo; Rochmad Krissanjaya
Jurnal Veteriner Vol 24 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.3.328

Abstract

Monosodium glutamate (MSG) biasanya berbentuk kristal halus dan berwarna putih. Senyawa MSG dibuat melalui proses fermentasi dari bahan dasar pati (gandum) dan gula molasses (tetes tebu) yang diberi nama sebagai garam natrium dan asam glutamat. Pemberian MSG selama induk mencit bunting bersifat embriotoksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek toksik MSG pada perkembangan embrio selama masa organogenesis. Penelitian pemberian MSG terhadap mencit dimulai pada kebuntingan hari ketujuh yaitu pada tahap organogenesis. Perlakuan dosis MSG yang diberikan adalah dosis 528 mg/kg BB, 696 mg/kg BB, dan 872 mg/kg BB. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah fetus hidup atau mati dalam rahim pada kebuntingan hari ke-18, di samping morfologi fetus, bobot fetus dan perkembangan tulang rangka fetus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian MSG yang dilakukan secara terus menerus sejak kebuntingan hari ke-7 hingga 16 membuat MSG tersebut masuk ke dalam tubuh induk mencit yang tidak memiliki kemampuan untuk menetralisir dan mendetokfikasi senyawa-senyawa kimia sehingga terakumulasi pada embrio mencit. Zat-zat tersebut mencapai embrio melalui pembuluh darah dan memengaruhi perkembangan fetus mencit. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh MSG terhadap perkembangan fetus mencit (Mus musculus) selama periode organogenesis di antaranya yaitu kecacatan pada mata (mikropthalmia dan anoftalmia), hidrosefalus ringan, jumlah metakarpal, jumlah metatarsal, dan ruas cervikal vertebrae tidak sama panjang. Abnormalitas perkembangan fetus mencit selama periode organogenesis meningkat sejalan dengan peningkatan dosis MSG yang diberikan dan bervariasi antar perlakuan. Semakin tinggi dosis MSG yang diberikan pada induk mencit bunting, maka semakin sedikit jumlah fetus yang hidup. Dapat disimpulkan bahwa MSG memengaruhi perkembangan fetus mencit selama masa organogenesis.
Diagnosis and Treatment of Constipation and Bladder Contusion Hematuria Due to Trauma in a Cat Novericko Ginger Budiono; Rahmaulana Bayu Dewaruci; Nurul Annisa Tuliman; Zahrizada Zamrudina; Arni Diana Fitri
Jurnal Veteriner Vol 24 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.3.279

Abstract

two-year-old, spayed female, calico, domestic shorthair cat (Felis catus) was admitted to IPB University Veterinary Teaching Hospital with a history of hematuria, constipation, and inappetence after being hit by a car. Clinical examination showed pyrexia and the presence of pain when the patient was palpated in the abdomen. Laboratory results showed leukocytosis, lymphocytosis, increased glutamic-oxaloacetic transaminase, increased blood urea nitrogen, proteinuria, overcreatinine, as well as blood and struvite in the urine. The radiographic analysis reported abnormalities in os vertebrae lumbalis I and radiolucent of the colon and rectum. Sonographic findings were cholecystitis, cholelithiasis, nephritis, enteritis, and cystitis. The treatments given were intravenous infusion with normal saline, a single Melovem® injection 0.35 cc, Dulcolax® one 5 mg tablet SID for two days, Samylin® Medium Breed ½ tablet once a day, Cystaid Plus® for cats SID one tab, phytomenadione injection 3 mg/kg SID for two days, Claneksi® syrups 20 mg/kg of body weight per oral BID for five days, Renate® SID per oral for eight days. On the second day of hospitalization, the patient had not pooped, so intra-rectal flushing with physiologic saline was performed, and the patient pooed with normal consistency each day after the enema procedure. Hematuria was observed during the first two days of hospitalization, while no hematuria was observed on the third day. The patient recovered after three days of hospitalization with no hematuria or other abnormal clinical signs or complications. The veterinarian discharged the patient with home treatment with the remaining oral medications.
Profil Resistansi Antibiotik dari Enterobacteriaceae yang Diisolasi dari Kucing (Felis catus) Furzania Mumtaza; Yoga Dwi Jatmiko; Herjuno Ari Nugroho; Sugiyono Saputra
Jurnal Veteriner Vol 24 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.3.335

Abstract

Kucing (Felis catus) merupakan hewan peliharaan populer yang memiliki interaksi dekat dengan manusia, sehingga membuka peluang penularan patogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan bakteri indikator dan menyelidiki profil resistansi antimikrob (antimicrobial resistance) (AMR). Tujuh sampel ulas/swab rektum diambil dari kucing dengan menggunakan amies-collecting swab. Uji presumtif Escherichia coli menunjukkan tujuh isolat (87,5%) teridentifikasi sebagai E. coli, yang ditunjukkan dengan koloni berwarna hitam dengan pendaran hijau-metalik pada eosin methylene blue agar (EMBA). Sebanyak delapan koloni bakteri berhasil diisolasi dan diuji resistansinya menggunakan metode difusi cakram. Tiga isolat resistan terhadap sefalosporin generasi ketiga (ceftriaxone), yang mengindikasikan bahwa kucing berpotensi menjadi sumber AMR. Berdasarkan analisis gen 16S rRNA dan konstruksi pohon filogenetik pada isolat terpilih, enam isolat diidentifikasi sebagai E. coli (S2, S4, S6, S10, dan KR6) dan satu isolat lainnya sebagai Enterobacter cloacae (S8). Penelitian ini menunjukkan bahwa kucing berpotensi sebagai pembawa bakteri yang resistan terhadap antibiotik.
Pemanfaatan Tulang Sapi Bali Segar sebagai Bahan Kunyahan Gigi untuk Mengatasi Kalkulus pada Gigi Anjing Peranakan Kintamani Muazdzam Lil Abrori; I Wayan Batan; I Putu Gede Yudhi Arjentinia
Jurnal Veteriner Vol 24 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.3.395

Abstract

Anjing kasus merupakan anjing peranakan kintamani bernama Zazu berumur empat tahun dan terdapat kalkulus pada gigi ta ring, premolar, dan molar rahang atas dan bawah. Kalkulus pada gigi umumnya disebabkan oleh sisa-sisa pakan yang sifatnya lunak. Kesehatan gigi dan mulut perlu mendapatkan perhatian karena tingginya insidensi penyakit akibat kalkulus pada gigi. Keberadaan kalkulus pada gigi dapat menyebabkan lesi pada gusi yang bisa menyebabkan kesulitan dalam mengoyak pakan sehingga nafsu makannya berkurang. Berbagai cara dapat diterapkan dalam menangani kalkulus pada gigi hewan antara lain dengan cara konvensional berupa pemberian bahanyang bisa dikunyah guna menggerus kalkulus. Laporan kasus ini bertujuan mengungkapkan upaya mengurangi kalkulus pada gigi dengan memberikan kunyahan gigi berupa tulang sapi bali segar. Dalam kasus ini, anjing yang mengalami kalkulus pada gigi diberikan bahan kunyahan gigi berupatulang sapi bali segar. Tulang sapi bali yang diberikan adalah tulang paha. Tulang sapi bali segar diberikan setiap hari selama 14 hari dengan bobot sekitar 30 g. Guna mendapatkan bobot tulang sapi tersebut, tulang paha sapi dipotong secara melintang menggunakan gergaji. Tulang yang dipotong adalah pada bagian epifisis yakni pada tulang yang memiliki tampilan seperti spons, sedangkan bagian diafisisnya yang terdiri atas tulang masif tidak digunakan. Jika dalam satu hari, tulang yang diberikan tidak habis dikunyah, tulang sisa tersebut diambil dan diganti dengan ulang yang baru. Untuk menjaga kesegarannya, tulang-tulang yang telah dipotong tersebut disimpan dalam lemari es dengan suhu 4ºC. Peunah yang diamati setiap hari adalah pengurangan kalkulus yang terjadi pada gigi taring, premolar, dan molar. . Perubahan yang dinilai secara kualitatif itu dicatat dalam bentuk gambar (difoto) sehingga setiap hari bisa dibandinhgkan. Evaluasi dari hasil pemberian tulang sapi bali segar selama 14 hari menunjukkan hasil yang baik dengan berkurangnya secara nyata kalkuluspada gigi taring, premolar dan molar anjing peranakan kintamani. Disimpulkan bahwa pemberian kunyahan tulang sapi bali segar dapat mengurangi kalkulus gigi anjing.
Penggantian Konsentrat Komersial dengan 12% Konsentrat Limbah Closed House Membuat Performa dan Profil Hematologi Babi Tetap Optimal I Nyoman Tirta Ariana; Ida Bagus Komang Ardana; Dewa Ayu Warmadewi; Budi Rahayu Tanama Putri; I Nyoman Sumerta MIwada
Jurnal Veteriner Vol 24 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.3.320

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efek substitusi konsentrat komersial CP-152 dengan konsentrat asal limbah closed house (KLCH) pada ransum terhadap performa dan profil hematologi babi landrace. Rancangan penelitian adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan setiap perlakuan terdirri atas empat ulangan. Perlakuan tersebut yaitu, A: penggunaan 0% KLCH + 24% konsentrat CP-152; B: 12% KLCH + 12% konsentrat CP-152 dan C: 24% KLCH + 0% konsentrat CP-152. Penelitian menggunakan 12 ekor babi landrace fase finisher dengan rataan bobot badan 63,42 ± 2,39 kg. Parameter penelitian adalah performa dan profil hematologi babi landrace. Hasil penelitiannya adalah, pada kelompok perlakuan A dan B diperoleh hasil yang tidak berbeda nyata untuk semua parameter penunjang performa (P>0,05). Dengan pemakaian 24% KLCH (perlakuan C) didapatkan performa pertambahan bobot badan harian: 11,5% lebih rendah dan susut bobot badan 35,7% lebih tinggi dibandingkan dengan A dan B (P<0,05). Pemakaian konsentrat komersial 12%-24% KLCH tidak menyebabkan perubahan profil hematologi babi landrace (P>0,05). Simpulan dari penelitian ini adalah substitusi 12% KLCH (B) diperoleh performa yang paling baik. Substitusi konsentrat komersial CP-152 dengan KLCH tidak mengubah profil hematologi babi landrace.
Deteksi Antibodi Terhadap Covid-19 pada Anjing dan Kucing di Indonesia Yunetta Putri Arios; Joko Pamungkas; Diah Iskandriati; I Wayan Teguh Wibawan; Sriyanto Sriyanto; Andi PM Yusmanto
Jurnal Veteriner Vol 24 No 3 (2023)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/jveteriner.2023.24.3.295

Abstract

Di Indonesia sampai saat ini tidak banyak publikasi data terkait status epidemi Covid-19 yang disebabkan Severe Acute Respiratory Syndrom Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) pada anjing dan kucing. Beberapa penelitian di negara lain menunjukkan prevalensi antibodi yang relatif tinggi pada anjing dan kucing dengan riwayat kontak erat dengan manusia yang terinfeksi Covid-19. Hal ini menunjukkan mudahnya penularan dari manusia ke hewan kesayangan. Data dan kajian mengenai kejadian Covid-19 pada anjing dan kucing yang berada di Indonesia maupun yang dilalulintaskan dapat memberikan informasi awal terkait keberadaan penyakit ini pada hewan kesayangan. Studi ini dilakukan untuk melihat keberadaan SARS-CoV-2 pada anjing dan kucing serta responskebal yang terbentuk. Sampel yang digunakan diperoleh dari hewan yang berasal dari berbagai negara dan beberapa klinik di Indonesia. Sebanyak (128 serum kucing dan 53 serum anjing) diuji menggunakan metode Indirect Enzym Linked Immunosorbant Assay (ELISA) sedangkan sampel usap/swab orofaringeal yang terdiri atas 1.499 swab asal kucing dan 958 swab asal anjing diuji menggunakan metode Real Time Reverse Transcription-Polymerase Chain Reaction. Berdasarkan hasil uji terdeteksi antibodi terhadap SARS-CoV-2 terdapat pada dua ekor anjing (3,8 %) dan enam ekor kucing (4,7 %). Uji kuantitatif PCR tidak menunjukkan adanya virus pada semua sampel yang diuji. Hasil studi ini dapat memberikan informasi awal untuk melakukan studi epidemiologi lanjutan terkait infeksi SARS-CoV-2 pada hewan kesayangan.lanjutan terkait infeksi SARS-CoV-2 pada hewan kesayangan.

Page 2 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2023 2023