cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sari Pediatri
ISSN : 08547823     EISSN : 23385030     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2001)" : 7 Documents clear
Dari Penelitian Ke Praktek Kedokteran Dody Firmanda
Sari Pediatri Vol 3, No 1 (2001)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.376 KB) | DOI: 10.14238/sp3.1.2001.42-49

Abstract

Salah satu komponen latar belakang dari tujuan dilakukannya suatu penelitian adalah relevansi penelitian tersebut terhadap kemajuan ilmu pengetahuan, membuat kebijakan (policy) klinis dalam penatalaksanaan pasien secara individu ataupun kelompok serta kebijakan kesehatan secara lebih luas dalam suatu sistem tingkat institusi penyelenggara kesehatan baik tingkat rumah sakit (standard of procedures) maupun nasional (guidelines). Pada abad 21 ini dengan semakin meningkatnya tekanan dan tuntutan, pesatnya perkembangan teknologi kedokteran/kesehatan dan semakin terbatasnya sumber dana serta perubahan globalisasi, diharapkan pengambilan keputusan yang tepat dan baik akan bergeser ke arah ‘Evidence-based decision making’. “Evidence-based Medicine (EBM)” dan “Evidence-based Health Care (EBHC)” adalah cara pendekatan untuk mengambil keputusan dalam penatalaksanaan pasien (dan atau penyelenggaraan pelayanan kesehatan) secara eksplisit dan sistematis berdasarkan bukti penelitian terakhir yang sahih (valid) dan bermanfaat. Penerapan “Evidence-based Medicine (EBM)” dan “Clinical Governance” dalam suatu sistem organisasi pelayanan kesehatan memerlukan beberapa persyaratan yakni organisastion-wide transformation, clinical leadership dan positive organizational cultures. 
Penyakit Kawasaki Made Kardana; Ida Bagus Agung Winaya
Sari Pediatri Vol 3, No 1 (2001)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.009 KB) | DOI: 10.14238/sp3.1.2001.19-23

Abstract

Penyakit Kawasaki adalah penyakit akibat vaskulitis akut menyeluruh. Sampai saat ini penyebabnya secara pasti belum diketahui, diduga karena infeksi, toksin atau kelainan imunoregulator. Penyakit ini tersebar luas di seluruh dunia, 80% menyerang anak di bawah usia 5 tahun. Diagnosis ditegakkan apabila terdapat panas lebih dari 5 hari, ditambah 4 dari 5 gejala berikut yaitu injeksi konjungtiva bilateral, mukosa mulut dan faring kemerahan atau pecah-pecah, edema dan atau eritema pada ekstremitas, ruam kulit, limfadenopati servikal yang tidak dapat dijelaskan oleh penyakit lain yang penyebabnya diketahui. Dua puluh sampai 25% dapat berkembang menjadi aneurisma arteri koronaria. Pengobatan aspirin dosis tinggi dan gamma globulin bertujuan untuk mengurangi proses inflamasi pada miokardium dan dinding arteri koronaria dan aspirin dosis rendah untuk menghambat agregasi trombosit. Pembedahan dilakukan apabila gejalanya berkembang menjadi angina dan terdapat bukti obstruksi satu atau  lebih arteri koronaria mayor. Prognosis tergantung dari ada tidaknya kelainan arteri koronaria dan kematian sebagian besar akibat infark miokardium.
Tatalaksana Tuberkulosis pada Anak Nastiti N Rahajoe
Sari Pediatri Vol 3, No 1 (2001)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp3.1.2001.24-35

Abstract

dalam tatalaksana tuberkulosis paru anak masalah yang dihadapi adalah masalah diagnosis pada anak. Belum ada uji diagnostik yang memadai untuk dipakai dalam masalah klinis praktis, sedangkan pemeriksaan mikrobiologis paru TB anak tidak dapat terlalu diharapkan karena sulitnya-didapat spesimen untuk diperiksa. Gambaran Klinis dan Radiologis sering tidak spesifik. Pendidikan dari keluarganya penting karena kepatuhan minum obat akan memberi hasil yang baik.  
Diaper Rash dan Teknologi DermaCream Siti Aisah Boediardja
Sari Pediatri Vol 3, No 1 (2001)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp3.1.2001.36-41

Abstract

Diaper rash atau ruam popok sering dijumpai dalam praktek sehari-hari, namun seringkali tidak menjadi masalah karena dianggap ringan. Kelainan tersebut lebih sering terjadi pada bayi yang sering ngompol dan diare. Namun, sering terjadi salah diagnosis karena diaper rash, sebenarnya hanya merupakan simptom klinis, dan mirip dengan berbagai penyakit kulit lain yang sering dijumpai di daerah popok antara lain dermatitis seboroik, napkin psoriasis, kandidiasis, penyakit Leterrer Siwe, dan akrodermatitis enteropatika. Kunci keberhasilan pengobatan diaper rash, adalah senantiasa menjaga kulit bayi tetap kering, yaitu dengan mengganti popok setiap kali ngompol atau mengganti disposable diaper bila daya tampung popok sudah tercapai. Teknologi baru disposable diaper dengan DermaCream (mengandung petrolatum) yang dilapiskan di atasnya terbukti mampu mengurangi frekuensi terjadinya diaper rash.
Evaluasi Bayi yang Lahir dari Ibu Preeklampsia dan Eklampsia Immanuel Mustadjab
Sari Pediatri Vol 3, No 1 (2001)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp3.1.2001.2-7

Abstract

Telah dilakukan penelitian retrospektif pada bayi-bayi yang lahir dari ibu penderita pre-eklampsia dan eklampsia (PEE) di Subbagian Perinatologi IKA/RSUP Manado antara bulan Januari sampai Desember 1998. Selama tahun 1998 telah lahir 2717 bayi di kamar bersalin Bagian Kebidanan dan Penyakit Kandungan RSUP Manado dan 84 (3,1%) di antaranya lahir dari 79 ibu penderita PEE, 5 orang dari ibu penderita PEE tersebut melahirkan kembar dua. Usia ibu penderita PEE berkisar antara 15-45 tahun, sebagian besar yakni 22 ibu (27,85%) berusia antara 30-34 tahun. Jumlah kehamilan berkisar antara 1-8 kali dan sebagian besar merupakan primigravida yaitu 42 atau 53,16%. Dibandingkan dengan ibu yang tidak menderita PEE, ibu penderita PEE  4,4 kali lebih sering melahirkan bayi KMK, dengan asfiksia berat sebanyak 26,19% dan berat lahir rendah sebanyak 33,33% (p<0,05). Persalinan terbanyak melalui bedah kaisar (53,57%). Bayi-bayi yang lahir dari ibu penderita PEE tersebut sebagian besar mengalami IUFD (40%). Kematian tertinggi bayi yang lahir dari ibu penderita PEE disebabkan oleh pneumonia (20%).
Pola Pemberian ASI Tiga Hari Pertama dan Faktor yang Berhubungan dengan Keluarnya ASI Pertama di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta 1998 Roostiati Sutrisno Wanda; Lukman Hakim Tarigan
Sari Pediatri Vol 3, No 1 (2001)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.696 KB) | DOI: 10.14238/sp3.1.2001.8-13

Abstract

Hampir semua ibu di Indonesia memberikan air susu ibu (ASI) kepada bayinya, namun hanya sebagian kecil saja yang memberikan ASI segera setelah lahir. Beberapa peneliti melaporkan bahwa di Indonesia proporsi ASI eksklusif selama 4 bulan pertama kelahiran sangat rendah. Salah satu penyebabnya adalah pemberian makanan tambahan (pre-lacteal food) yang terlalu cepat. Studi ini bertujuan untuk mengetahui pola menyusui ibu kepada bayinya selama 3 hari pertama di RS Fatmawati Jakarta. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, telah dilakukan wawancara kepada 100 orang ibu yang baru melahirkan, pada dua hari pertama setelah melahirkan atau sebelum pulang dari rumah sakit. Hasil wawancara menunjukkan 25,6% responden mulai memberikan ASI pada satu jam setelah melahirkan dan 79,5% memberikan kolostrum kepada bayinya. Saat kapan pertama kali ibu menyusui bayinya tergantung dari perawatan payudara saat hamil dan saat kapan kunjungan pertama dari penyuluh kesehatan
Mati Otak pada Anak Muhammad Nur
Sari Pediatri Vol 3, No 1 (2001)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp3.1.2001.14-8

Abstract

Mati otak adalah konsep kematian seorang individu yang paling belakangan dipahami dan digunakan. Sebelum periode tahun 1968, berhentinya fungsi jantung, paru, atau keduanya dijadikan dasar penetapan kematian seseorang. Dengan kemajuan perawatan intensif, seorang yang sudah mengalami penghentian fungsi otak, masih bisa dipertahankan di bawah bantuan alat dan obat-obatan, sehingga penetapan saat kematian yang tepat yang sangat penting. Upaya-upaya keberhasilan donor organ menjadi masalah apabila kematian didasarkan pada fungsi paru atau jantung, di samping juga menjadi masalah dalam aspek legalitas atau perundang-undangan tentang kematian. Berbagai kriteria telah diajukan untuk penetapan mati otak yang didasarkan pada tahapan kegagalan fungsi-fungsi otak. Sebagian besar mendasarkan pada kegagalan menyeluruh fungsi hemisfer serebri dan batang otak. Penelitian-penelitian tentang mati otak menyimpulkan bahwa pasien henti nafas disertai hilangnya respons serebral dan aktifitas listrik otak (mati otak), akan berlanjut menjadi henti jantung dalam periode waktu tertentu (24 jam sampai 3 bulan) walaupun pasien berada dalam dukungan terapi penunjang maksimal. Sejumlah pemeriksaan diketahui dapat memperkuat diagnosis klinis mati otak dengan sejumlah keterbatasannya, mencakup pemeriksaan elektro ensefalografi (EEG), angiografi, scanning kepala, Magnetic Resonancy Imaging (MRI), Brain Evoked Potential (BEP), Ultrasonografi (USG) Doppler dan pemeriksaan beberapa jenis hormon. Penetapan mati otak pada anak berbeda dari orang dewasa dalam hal masa pengamatannya yang lebih lama, kriteria yang disesuaikan dengan usia, EEG menjadi syarat khusus dan untuk kasus kematian perinatal, hanya dapat dinyatakan sebagai mati otak setelah melewati periode waktu tujuh hari.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2001 2001


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 3 (2025) Vol 27, No 2 (2025) Vol 27, No 1 (2025) Vol 26, No 6 (2025) Vol 26, No 5 (2025) Vol 26, No 4 (2024) Vol 26, No 3 (2024) Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 6 (2024) Vol 25, No 5 (2024) Vol 25, No 4 (2023) Vol 25, No 3 (2023) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 6 (2023) Vol 24, No 5 (2023) Vol 24, No 4 (2022) Vol 24, No 3 (2022) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 6 (2022) Vol 23, No 5 (2022) Vol 23, No 4 (2021) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 6 (2021) Vol 22, No 5 (2021) Vol 22, No 4 (2020) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 6 (2020) Vol 21, No 5 (2020) Vol 21, No 4 (2019) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 6 (2019) Vol 20, No 5 (2019) Vol 20, No 4 (2018) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 6 (2018) Vol 19, No 5 (2018) Vol 19, No 4 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 6 (2017) Vol 18, No 5 (2017) Vol 18, No 4 (2016) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 6 (2016) Vol 17, No 5 (2016) Vol 17, No 4 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 6 (2015) Vol 16, No 5 (2015) Vol 16, No 4 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 6 (2014) Vol 15, No 5 (2014) Vol 15, No 4 (2013) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 6 (2013) Vol 14, No 5 (2013) Vol 14, No 4 (2012) Vol 14, No 3 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol 13, No 6 (2012) Vol 13, No 5 (2012) Vol 13, No 4 (2011) Vol 13, No 3 (2011) Vol 13, No 2 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol 12, No 6 (2011) Vol 12, No 5 (2011) Vol 12, No 4 (2010) Vol 12, No 3 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol 11, No 6 (2010) Vol 11, No 5 (2010) Vol 11, No 4 (2009) Vol 11, No 3 (2009) Vol 11, No 2 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol 10, No 6 (2009) Vol 10, No 5 (2009) Vol 10, No 4 (2008) Vol 10, No 3 (2008) Vol 10, No 2 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol 9, No 6 (2008) Vol 9, No 5 (2008) Vol 9, No 4 (2007) Vol 9, No 3 (2007) Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007) Vol 8, No 4 (2007) Vol 8, No 3 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 7, No 4 (2006) Vol 7, No 3 (2005) Vol 7, No 2 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 6, No 4 (2005) Vol 6, No 3 (2004) Vol 6, No 2 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol 5, No 4 (2004) Vol 5, No 3 (2003) Vol 5, No 2 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 4, No 4 (2003) Vol 4, No 3 (2002) Vol 4, No 2 (2002) Vol 4, No 1 (2002) Vol 3, No 4 (2002) Vol 3, No 3 (2001) Vol 3, No 2 (2001) Vol 3, No 1 (2001) Vol 2, No 4 (2001) Vol 2, No 3 (2000) Vol 2, No 2 (2000) Vol 2, No 1 (2000) More Issue