cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Sari Pediatri
ISSN : 08547823     EISSN : 23385030     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2004)" : 8 Documents clear
Infeksi HIV pada bayi Boris Januar; Sjawitri P Siregar
Sari Pediatri Vol 6, No 1 (2004)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp6.1.2004.23-31

Abstract

Seorang bayi berusia 5 bulan didiagnosis infeksi HIV dari ibu dengan HIV positif.Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan PCR RNA HIV satu kali, dan ditunjangdengan pemeriksaan klinis serta pemeriksaan serologi terhadap HIV. Seharusnya untukmenegakkan diagnosis infeksi HIV, kita harus melakukan pemeriksaan virologi HIVpaling sedikit dua kali dalam waktu yang berbeda. Sangat disayangkan, tidak ada obatantiretroviral yang dapat diberikan untuk mencegah transmisi penularan HIV dari ibuke bayi baik yang diberikan sebelum maupun sesudah bayi lahir. Hal ini karena tidakadanya informasi dari orang tua. Bayi dengan infeksi HIV harus segera mendapatimunisasi dengan vaksin inactivacted, sedang pemberian vaksin hidup tidak dapatdiberikan sampai diketahui status imunologis bayi tersebut. Pengobatan antiretroviralkombinasi harus diberikan segera pada bayi di bawah 12 bulan begitu diagnosisditegakkan. Konseling keluarga dan kunjungan berkala penting dilakukan untukmemantau progesifitas penyakit, status imunologis, dan ketaatan pengobatan, hal iniuntuk mencegah resisten terhadap pengobatan.
Infeksi Bakteri Gram Negatif di ICU Anak: epidemiologi, manajemen antibiotik dan pencegahan Amar W. Adisasmito; Sri Rezeki S Hadinegoro
Sari Pediatri Vol 6, No 1 (2004)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.56 KB) | DOI: 10.14238/sp6.1.2004.32-5

Abstract

Rumah sakit dan unit perawatan intensif (ICU) merupakan breeding ground atau tempatberkembangnya bakteri yang resisten/multiresisten antibiotik, disebabkan penggunaanalat invasif, kontak yang sering antara staf rumah sakit dengan pasien sehinggamemudahkan terjadi transmisi infeksi, intensitas penggunaan antibiotik yang tinggi sertapenggunaan antibiotik empiris yang berlebihan. Hal tersebut terjadi karena pasien yangdirawat di ICU pada umumnya menderita penyakit berat dan dalam kondisiimunokompromais.1,2Bakteri Gram negatif mempunyai tingkat resistensi tinggi karena mempunyai mekanismeresistensi yang multipel. Mekanisme resistensi bakteri Gram negatif terhadap antibiotikb laktam, terutama disebabkan karena bakteri Gram negatif menghasilkan enzim blaktamase. Berdasarkan hal tersebut, dapat dipastikan bahwa infeksi oleh bakteri Gramnegatif merupakan ancaman, terutama pada pasien imunokompromais
Kelainan Kardiovaskular pada Sindrom Gawat Nafas Neonatus Ramona Tobing
Sari Pediatri Vol 6, No 1 (2004)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.237 KB) | DOI: 10.14238/sp6.1.2004.40-6

Abstract

Sindrom gawat napas neonatus(SGNN) atau respiratory distress syndrome (RDS)merupakan penyebab morbiditas utama pada anak. Sindrom ini paling banyak ditemukanpada BBLR terutama yang lahir pada masa gestasi < 28 minggu. Penyebab terbanyak(SGNN) adalah penyakit membran hialin (PMH) yang terjadi akibat kekurangansurfaktan. Kelainan paru ini membawa akibat pada sistem kardiovaskular sepertiterjadinya pengisian ventrikel kiri yang menurun, penurunan isi sekuncup, curah jantungyang menurun, bahkan dapat terjadi hipotensi sampai syok. Resistensi pembuluh darahparu yang meningkat dapat menimbulkan hipertensi pulmonal persisten. Pada bayiyang sembuh dari PMH dapat terjadi duktus arteriosus persisten (DAP). Pemeriksaanpenunjang radiologis, laboratorium, EKG dan ekokardiografi sangat diperlukan untukmembantu menegakkan diagnosis RDS. Tata laksana penyakit ini sangat tergantungpada tingkat gangguan kardiovaskular yang terjadi.
Hubungan vaksin Measles, Mumps, Rubella (MMR) dengan Kejadian Autisme Elsye Souvriyanti; Sri Rezeki S Harun Hadinegoro
Sari Pediatri Vol 6, No 1 (2004)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.044 KB) | DOI: 10.14238/sp6.1.2004.2-9

Abstract

Kejadian autisme yang dihubungkan dengan pemberian vaksin MMR mulai menjadipembicaraan dan mendapat perhatian besar dari kalangan medis dan orang tua sejakpenelitian oleh Dr. Andrew Wakefield dkk. dipublikasi di Inggris tahun 1998. Dampakdari pemberitaan ini orang tua menjadi cemas untuk memberikan vaksinasi MMR padaanaknya, dan orang tua yang mempunyai anak autisme menghubungkan kejadianpenyakit anaknya dengan riwayat pemberian vaksin MMR. Dokter juga menjadi raguraguuntuk memberikan vaksin MMR pada anak. Beberapa penelitian telah dilakukanuntuk mencermati adanya hubungan antara pemberian vaksin MMR dengan kejadianautisme. Penelitian dilakukan baik berupa laporan kasus, kasus serial, dan penelitianepidemiologis dengan atau tanpa kontrol. Di antara penelitian-penelitian tersebutselanjutnya dipublikasikan untuk melihat adanya korelasi tersebut. Hasil penelitianmenunjukkan adanya pro dan kontra mengenai pendapat Dr. Andrew Wakefield dkk.Sebagian besar menunjukkan bahwa tidak ada hubungan kausal antara kejadian autismedengan pemberian vaksin MMR. Bahkan para ahli di WHO menyimpulkan bahwapenelitian Dr. Andrew Wakefield dkk. telah gagal dalam membuktikan hubungan kausalantara vaksin MMR dengan autisme. Meskipun demikian, tetap masih menjadipertanyaan yang perlu jawaban untuk menyingkirkan kemungkinan vaksin MMR dapatmenyebabkan autisme pada sejumlah anak tertentu.
Terapi Diet pada Autisme Sri Alemina Ginting; Ani Ariani; Tiangsa Sembiring
Sari Pediatri Vol 6, No 1 (2004)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.173 KB) | DOI: 10.14238/sp6.1.2004.47-51

Abstract

Autisme merupakan suatu jenis gangguan perkembangan anak yang kompleks dan berat,yang tampak sebelum usia 3 tahun. Insiden kelainan ini akhir - akhir ini meningkat.Penyebab pasti belum diketahui, diduga multifaktor. Terungkap adanya hubungan antaragangguan pencernaan dan gejala autisme. Sekitar 60% penyandang autisme mempunyaisistem pencernaan yang tidak sempurna. Beberapa waktu yang lalu autisme dikatakanmerupakan penyakit yang tidak dapat “disembuhkan”, tetapi saat ini ada beberapa kasusmengalami perbaikan dramatis dengan melakukan terapi diet bebas kasein dan glutein.
Konstipasi dan Faktor Risikonya pada Sindrom Down Ina Rosalina; Sjarif Hidayat
Sari Pediatri Vol 6, No 1 (2004)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.145 KB) | DOI: 10.14238/sp6.1.2004.10-5

Abstract

Konstipasi adalah keterlambatan atau kesulitan buang air besar yang terjadi 1 sampai 2kali per minggu atau lebih dari 3 hari secara berturut-turut. Angka kejadian konstipasipada anak bervariasi antara 2-20%, pada umumnya merupakan suatu gejala dari penyakit.Kegagalan dalam proses defekasi merupakan penyebab utama dari konstipasi dan hipotonimerupakan salah satu keadaan yang mengakibatkan terjadinya konstipasi tersebut.Sindrom Down merupakan kelainan kromosom yang dapat mengakibatkan terjadinyahipotoni pada seluruh sistem muskuloskeletal termasuk pada saluran cerna. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui persentase sindrom Down yang menderita konstipasidan hubungan dengan faktor risikonya. Diagnosis sindrom Down ditegakkan berdasarkanpemeriksaan genetik di rumah sakit Hasan Sadikin, dibagi dalam tipe aberasi penuh dantipe mosaik. Pada subyek diberikan kuesioner terstruktur yang berisi pertanyaan yangberhubungan dengan konstipasi dan faktor risikonya, 50 kuesioner kembali ke peneliti.Subyek berusia 3 - 10 tahun ( 27 wanita dan 23 pria), konstipasi ditemukan pada 32%.Aberasi penuh lebih banyak yang menderita konstipasi (35%) dibanding dengan mosaik(25%). Encopresis ditemukan pada 30% pasien sedangkan soiling pada 26% pasien.Baik encopresis maupun soiling lebih banyak ditemukan pada tipe mosaik ( 58,5%;38%) dibanding aberasi penuh ( 26,7% ; 25%). Nyeri perut dan nyeri saat buang airbesar berhubungan dengan kejadian konstipasi (r:0,5, p:0,002 ; r:0,56, p:0,002). Aktifitasberlebihan dan soiling berhubungan dengan kejadian encopresis (r: 0.49, p:0,001; r:0,44,p:0,005). Gangguan saluran kemih dan pemakaian obat obatan berhubungan dengankejadian soiling (r: 0,38, p: 0,02; r:0,32, p:0,04). Kesimpulan, hampir setengah darisindrom Down mengalami konstipasi, encopresis dan soiling; sedangkan tidak jelas faktorrisiko mempengaruhi terjadinya konstipasi pada anak sindrom Down.
Keputusan Klinik Dalam Penggunaan Antibiotik Taralan Tambunan
Sari Pediatri Vol 6, No 1 (2004)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp6.1.2004.52-6

Abstract

sejak era antibiotik modern dimulai tahun19361 telah banyak penyakit infeksi yangdapat diatasi, sehingga mortalitas menuruntajam. Berbagai penemuan antibiotikgolongan terbaru bermunculan sejalan denganperkembangan ilmu kedokteran. Saat ini lebih dari30% pasien yang dirawat di rumah sakit mendapatsatu atau lebih antibiotik selama perawatan. Data yangdiperoleh satu dekade yang lalu menyebutkan bahwaantibiotik adalah golongan obat yang dikonsumsiterbanyak di Indonesia yaitu sekitar 27% dari semuabiaya obat yang digunakan2. Survei sederhana yangdilakukan di Bagian Ilmu Kesehatan Anak-RSCMJakarta tahun 2001 menunjukkan bahwa 56% resepyang ditulis di poliklinik berisi satu atau lebihantibiotik. Angka tersebut menurun 1 tahunkemudian menjadi 42% setelah dilakukan beberapakali penyuluhan dan seminar penggunaan antibiotikyang rasional3. Di samping manfaat yang diperoleh,pemakaian antibiotik yang tidak terkendali dapatmembawa dampak yang merugikan.Berbagai data penelitian menyebutkan bahwaantibiotik adalah obat yang paling sering digunasalahkan(misused) oleh para dokter1, antara lainpemakaian antibiotik pada infeksi saluran nafas akutyang sebenarnya lebih dari 50% adalah infeksi virusyang tidak perlu pemberian antibiotik.4 Hal yangpaling mengkhawatirkan akhir-akhir ini adalah isuglobal munculnya kuman patogen yang resisten4, olehsebab itu para dokter terutama para klinikusdiharapkan bersikap bijaksana dan selektif dalampenggunaan obat, khususnya antibiotik.
Purpura Trombositopenik Idiopatika pada Anak (patofisiologi, tata laksana serta kontroversinya) Bagus Setyoboedi; IDG Ugrasena
Sari Pediatri Vol 6, No 1 (2004)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp6.1.2004.16-22

Abstract

Purpura trombositopenik idiopatika (ITP) merupakan kelainan perdarahan didapat padaanak yang paling sering dijumpai, ITP merupakan kelainan otoimun yang menyebabkanmunculnya suatu autoantibodi terhadap trombosit. Diagnosis ITP ditegakkan denganmenyingkirkan kemungkinan penyebab trombositopenia yang lain. Pemeriksaan aspirasisumsum tulang tidak rutin dilakukan pada ITP, hanya untuk kasus yang meragukan.Pada anak umumnya ITP bersifat akut dan dapat sembuh spontan dalam waktu kurangdari 6 bulan. Tata laksana ITP khususnya ITP akut pada anak masih kontroversial.Pengobatan umumnya dilakukan hanya untuk meningkatkan jumlah trombosit, namuntidak menghilangkan risiko terjadinya perdarahan intrakranial dan perjalanan menjadiITP kronis. Pengobatan juga potensial menimbulkan efek samping yang cukup serius.Perlu dilakukan suatu studi prospektif acak yang meneliti manfaat secara klinis berbagaipengobatan ITP pada anak. Pemahaman yang tepat tentang perjalanan alamiah ITPkronis pada anak sangat bermanfaat bagi suatu pengobatan yang rasional.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2004 2004


Filter By Issues
All Issue Vol 27, No 3 (2025) Vol 27, No 2 (2025) Vol 27, No 1 (2025) Vol 26, No 6 (2025) Vol 26, No 5 (2025) Vol 26, No 4 (2024) Vol 26, No 3 (2024) Vol 26, No 2 (2024) Vol 26, No 1 (2024) Vol 25, No 6 (2024) Vol 25, No 5 (2024) Vol 25, No 4 (2023) Vol 25, No 3 (2023) Vol 25, No 2 (2023) Vol 25, No 1 (2023) Vol 24, No 6 (2023) Vol 24, No 5 (2023) Vol 24, No 4 (2022) Vol 24, No 3 (2022) Vol 24, No 2 (2022) Vol 24, No 1 (2022) Vol 23, No 6 (2022) Vol 23, No 5 (2022) Vol 23, No 4 (2021) Vol 23, No 3 (2021) Vol 23, No 2 (2021) Vol 23, No 1 (2021) Vol 22, No 6 (2021) Vol 22, No 5 (2021) Vol 22, No 4 (2020) Vol 22, No 3 (2020) Vol 22, No 2 (2020) Vol 22, No 1 (2020) Vol 21, No 6 (2020) Vol 21, No 5 (2020) Vol 21, No 4 (2019) Vol 21, No 3 (2019) Vol 21, No 2 (2019) Vol 21, No 1 (2019) Vol 20, No 6 (2019) Vol 20, No 5 (2019) Vol 20, No 4 (2018) Vol 20, No 3 (2018) Vol 20, No 2 (2018) Vol 20, No 1 (2018) Vol 19, No 6 (2018) Vol 19, No 5 (2018) Vol 19, No 4 (2017) Vol 19, No 3 (2017) Vol 19, No 2 (2017) Vol 19, No 1 (2017) Vol 18, No 6 (2017) Vol 18, No 5 (2017) Vol 18, No 4 (2016) Vol 18, No 3 (2016) Vol 18, No 2 (2016) Vol 18, No 1 (2016) Vol 17, No 6 (2016) Vol 17, No 5 (2016) Vol 17, No 4 (2015) Vol 17, No 3 (2015) Vol 17, No 2 (2015) Vol 17, No 1 (2015) Vol 16, No 6 (2015) Vol 16, No 5 (2015) Vol 16, No 4 (2014) Vol 16, No 3 (2014) Vol 16, No 2 (2014) Vol 16, No 1 (2014) Vol 15, No 6 (2014) Vol 15, No 5 (2014) Vol 15, No 4 (2013) Vol 15, No 3 (2013) Vol 15, No 2 (2013) Vol 15, No 1 (2013) Vol 14, No 6 (2013) Vol 14, No 5 (2013) Vol 14, No 4 (2012) Vol 14, No 3 (2012) Vol 14, No 2 (2012) Vol 14, No 1 (2012) Vol 13, No 6 (2012) Vol 13, No 5 (2012) Vol 13, No 4 (2011) Vol 13, No 3 (2011) Vol 13, No 2 (2011) Vol 13, No 1 (2011) Vol 12, No 6 (2011) Vol 12, No 5 (2011) Vol 12, No 4 (2010) Vol 12, No 3 (2010) Vol 12, No 2 (2010) Vol 12, No 1 (2010) Vol 11, No 6 (2010) Vol 11, No 5 (2010) Vol 11, No 4 (2009) Vol 11, No 3 (2009) Vol 11, No 2 (2009) Vol 11, No 1 (2009) Vol 10, No 6 (2009) Vol 10, No 5 (2009) Vol 10, No 4 (2008) Vol 10, No 3 (2008) Vol 10, No 2 (2008) Vol 10, No 1 (2008) Vol 9, No 6 (2008) Vol 9, No 5 (2008) Vol 9, No 4 (2007) Vol 9, No 3 (2007) Vol 9, No 2 (2007) Vol 9, No 1 (2007) Vol 8, No 4 (2007) Vol 8, No 3 (2006) Vol 8, No 2 (2006) Vol 8, No 1 (2006) Vol 7, No 4 (2006) Vol 7, No 3 (2005) Vol 7, No 2 (2005) Vol 7, No 1 (2005) Vol 6, No 4 (2005) Vol 6, No 3 (2004) Vol 6, No 2 (2004) Vol 6, No 1 (2004) Vol 5, No 4 (2004) Vol 5, No 3 (2003) Vol 5, No 2 (2003) Vol 5, No 1 (2003) Vol 4, No 4 (2003) Vol 4, No 3 (2002) Vol 4, No 2 (2002) Vol 4, No 1 (2002) Vol 3, No 4 (2002) Vol 3, No 3 (2001) Vol 3, No 2 (2001) Vol 3, No 1 (2001) Vol 2, No 4 (2001) Vol 2, No 3 (2000) Vol 2, No 2 (2000) Vol 2, No 1 (2000) More Issue