cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 10 (4) 2021" : 12 Documents clear
Laporan Kasus: Skabiosis Akibat Infeksi Tungau Sarcoptes scabiei pada Anjing Kampung Purwaka Putra, Putu Adi Guna; Soma, I Gede; Erawan, I Gusti Made Krisna
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (4) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.4.633

Abstract

Skabiosis adalah penyakit kulit menular, bersifat zoonosis yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei. Anjing lokal berumur tujuh tahun dengan bobot 8 kg mengalami masalah kulit berupa alopesia, kerak, penebalan dan pelipatan kulit di seluruh badan. Hasil pemeriksaan kerokan kulitnya dengan metode pemeriksaan kerokan kulit ditemukan tungau Sarcoptes scabiei. Anjing tersebut didiagnosis menderita skabiosis. Terapi kausatif diberikan dengan cara menginjeksikan ivermectin dengan dosis 300 mcg/kg BB secara subkutan (SC) dan untuk terapi simptomatisnya digunakan difenhidramin. Ivermectin diberikan satu kali dalam satu minggu selama empat minggu. Difenhidramin diberikan untuk mengurangi rasa gatal, pengobatan topikal dengan lime sulfur. Selain itu pengobatan topikal lainnya adalah dengan pemberian permethrin 5% untuk membantu kerja ivermectin.
Laporan Kasus: Penanganan Hernia Paracostalis pada Kucing Lokal Jantan dengan Laparotomi Mandara, Ikhsan; Pemayun, I Gusti Agung Gde Putra
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (4) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.4.644

Abstract

Hernia adalah penyembulan organ visceral abdominal melalui suatu lubang, masuk ke dalam suatu kantong yang terdiri dari peritoneum, tunica flava, dan kulit. Hernia paracostalis merupakan penyembulan yang terlihat pada daerah costae terakhir. Seekor kucing lokal jantan bernama Bimba berumur tiga tahun dan bobot badan 4,3 kg diperiksa di Rumah Sakit Hewan Pendidikan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana dengan tanda klinis terdapat benjolan pada perut yang letaknya pada daerah paracostalis. Pemeriksaan radiografi menunjukan adanya penyembulan pada abdomen bagian lateral yang berisi limpa yang terlihat lebih radiopaque dibandingkan dengan isi rongga abdomen. Penanganan dilakukan dengan tindakan pembedahan untuk mereposisi organ limpa kembali ke dalam rongga abdomen dan menutup cincin hernia. Pascaoperasi diberikan antibiotik injeksi cefotaxime dengan dosis 30 mg/kg BB per hari yang diberikan dua kali sehari selama tiga hari kemudian dilanjutkan dengan cefixime dengan dosis 23,2 mg/kg BB per hari yang diberikan dua kali sehari secara oral selama empat hari dan injeksi analgesik tolfedine dengan dosis 4 mg/kg BB per hari selama tiga hari. Kesembuhan luka mulai terlihat pada hari ke-8 pascaoperasi. Luka mengering dan tepi luka menyatu dengan baik, serta penyembulan pada hernia paracostal tidak nampak lagi.

Page 2 of 2 | Total Record : 12