cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 11 (5) 2022" : 13 Documents clear
Concomitant Occurrence of Transmissible Venereal Tumor, Pyometra, and Pregnancy with Cleft Lip and Palate in a Crossbreed Bitch: A Case Report
Indonesia Medicus Veterinus Vol 11 (5) 2022
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2022.11.5.731

Abstract

A female crossbreed dog, estimated to be four years old with a bodyweight of 9.5 kg was diagnosed with a transmissible venereal tumor (TVT). Cytological examination showed the shape of lymphocytic and plasmacytic cells which are consistent with the transmissible venereal tumor cell findings. Treatment was done by en bloc ovariohysterectomy, surgical excision of the tumor mass, and chemotherapy using vincristine sulfate. During the surgery, it was found that apart from being infected with TVT, the dog was also observed with pyometra and found to be pregnant. The dog had one puppy with a birth defect (cleft lip and palate) and died a few hours later. Postoperatively, dogs were given a combination of dexamethasone and diphenhydramine (0.2 mg/kg BW and 4 mg/kg BW intramuscularly/IM) and antibiotic cefotaxime (22 mg/kg q12h IM). Two days after the surgery the dog showed an improvement in its condition, oral drugs began to be administered and injection drugs were stopped. Treatment was continued with the administration of antibiotic cefadroxil (22 mg/kg BW q12h per orally/PO) and metronidazole (15 mg/kg q12h PO) for five days along with the administration of multivitamin Nutrilite Double X-Phytonutrient® one capsule/day for seven days. A week after surgery the dog was sent home without additional medication. The dog is scheduled for chemotherapy the following week.
Kajian Pustaka: Dampak Gangguan Reproduksi pada Hewan yang Terinfeksi Virus SARS-CoV-2
Indonesia Medicus Veterinus Vol 11 (5) 2022
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2022.11.5.795

Abstract

Pandemi COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 telah menyebar ke seluruh dunia sejak akhir tahun 2019. Virus ini tak hanya menginfeksi manusia, tetapi juga ditemukan dapat menginfeksi hewan. Virus masuk ke dalam tubuh manusia melalui reseptor ACE2 pada apical sel epithelial. Reseptor ACE2 juga terdapat di epitel sel hewan sehingga kemungkinan dampak kerusakan sel akibat infeksi SARS-CoV-2 yang terjadi pada manusia juga bisa terjadi pada hewan. Penelitian mengenai efek jangka panjang yang ditimbulkan setelah infeksi SARS-CoV-2 pada hewan khususnya dampak terhadap fertilitas belum banyak dilaporkan. Oleh karena itu, kajian pustaka ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis efek jangka panjang yang ditimbulkan dari infeksi virus SARS-CoV-2 pada fungsi sistem reproduksi hewan khususnya satwa liar yang dilindungi. Data diperoleh dari literatur yang diterbitkan di PubMed-gov dengan kata kunci terpilih serta beberapa filter lainnya diaktifkan. Hasil kajian menunjukkan hewan yang terinfeksi virus SARS-CoV-2 kemungkinan dapat mengalami infertilitas sehingga penerapan protokol kesehatan penting bagi orang yang berhubungan dekat dengan hewan khususnya satwa liar.
Laporan Kasus: Pengobatan Bronkhopneumonia pada Anjing Pomeranian dengan Methylprednisolone dan Klorfeniramine maleat
Indonesia Medicus Veterinus Vol 11 (5) 2022
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2022.11.5.692

Abstract

Bronkhopneumonia adalah peradangan pada daerah bronkhoalveolar sebagai akibat perluasan dari peradangan pada bronkus. Hewan kasus merupakan seekor anjing pomeranian jantan, berumur enam tahun, bobot badan 5,2 kg, dan rambut berwarna hitam dengan sebagian putih di daerah dada dan ujung-ujung kaki, dibawa ke Laboratorium Ilmu Penyakit Dalam Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana dengan keluhan memiliki kekeruhan pada kornea mata sebelah kanan. Anjing kasus menunjukkan gejala klinis batuk selama empat bulan dengan intensitas sekitar 10 kali/hari dan terjadi pada pagi hingga malam hari. Anjing dipelihara dengan cara dikandangkan dan terkadang dilepas di pekarangan rumah. Anjing dipelihara bersama dengan dua anjing lainnya yang dalam kondisi sehat. Pemeriksaan klinis menunjukkan adanya pembengkakkan pada limfonodus mandibularis dan adanya respons batuk pada saat trakhea dipalpasi. Hasil pemeriksaan laboratorium berupa uji hematologi rutin menunjukkan anjing mengalami anemia normositik hiperkromik dan limfopenia. Pada pemeriksaan radiografi ditemukan ada perubahan opasitas (radiopaque) pada trakhea, bronkus, dan jaringan parenkim paru. Berdasarkan anamnesis, hasil pemeriksaan klinis dan penunjang, anjing kasus didiagnosis mengalami bronkhopneumonia. Penanganan dilakukan dengan pemberian metilprednisolon (1,2 mg/kg BB/hari, PO), klorfeniramin maleat (2 mg/ekor anjing, q12h, PO), serta perbaikan manajemen pemeliharaan dan kebersihan lingkungan tempat anjing. Setelah hari ke-7 masa pengobatan, kondisi anjing membaik.

Page 2 of 2 | Total Record : 13