cover
Contact Name
Mei Sulistyoningsih
Contact Email
jitek@upgris.ac.id
Phone
+6282137428349
Journal Mail Official
jitek@upgris.ac.id
Editorial Address
Jl. Sidodadi Timur Nomor 24 – Dr. Cipto Semarang - Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JITEK (Jurnal Ilmiah Teknosains)
ISSN : 24609986     EISSN : 24769436     DOI : https://doi.org/10.26877/jitek
JITek: Jurnal Ilmiah Teknosains 2476-9436 (media online) & 2460-9986 (media cetak) published scientific papers on the results of applied and natural science research covering the fields of science including engineering (civil, chemistry, architecture, electrical, mechanical, enviromental), food technology, agriculture, physics, biology, mathematics, chemistry and technical information. The manuscript must be original research, written in Bahasa Indonesia or English, and not be simultaneously submitted to another journal or conference. Manuscripts will be reviewed by an expert editor and managing editor. The journal has been indexed in Google Scholar, Dimensions and Crossref.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2019): JiTek" : 10 Documents clear
KARAKTERISTIK SENSORIS DAN KIMIA BUMBU INSTAN DARI FORMULASI BUMBU HERBAL MENGGUNAKAN MALTODEKSTRIN DAN TWEEN 80 PADA PROSES PENGERINGAN Eva Mayasari; Jessi Manalu
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 5, No 1 (2019): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.944 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v5i1.3659

Abstract

The study was aimed determining the best sensory characteristic on herb seasoning extract with the concentration  vary salt added and determined of maltodextrin and tween 80 added on  leaf of  instant herbs seasoning using foam mat drying method. This study used a Completely Randomized Design (CRD) which is (1) salt concentration; 0,4%, 0,6% and 0,8%, (2) concentration of maltodextrin and tween 80; 5:0,5% ; 10:0,5% ; 15:0,5% ; 5:1% ; 10:1% ; 15:1%. The observed parameters in this study were sensory characteristics statistically using ANOVA (α=5%) and Duncan (α=5%). The results showed that the higher of concentration salt on formulation seasoning herb extract the higher panelists' preference. The treatment of 5% maltodextrin and 1% tween 80  was the best treatment of instant herbs seasoning based on panelists preference. The sensory value were aroma of 4,4 (neutral) and taste of 4.8 (slightly like).
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, PENETAPAN KADAR FENOLIK TOTAL DAN FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL, ETIL ASETAT, DAN n-HEKSAN DAUN PETAI (Parkia speciosa Hassk.) Anita Dwi Puspitasari; Feristasari Fatmawati Anwar; Nouvia Gusty Auliyatul Faizah
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 5, No 1 (2019): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.766 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v5i1.3490

Abstract

Antioksidan mampu menginaktivasi berkembangnya reaksi oksidasi dengan cara mencegah terbentuknya radikal bebas. Daun petai mengandung senyawa fenolik dan flavonoid yang dapat digunakan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antioksidan, kadar fenolik dan flavonoid total ekstrak daun petai (Parkia speciosa Hassk.) serta mengetahui adanya korelasi antara kadar fenolik dan flavonoid total dengan aktivitas antioksidannya.Ekstraksi daun petai menggunakan metode ekstraksi perkolasi dengan pelarut etanol 96 %, etil asetat, dan n-heksan. Ekstrak etanol 96 %, etil asetat, dan n-heksan ditetapkan kadar fenolik dan flavonoid total serta diuji aktivitas antioksidannya. Kadar fenolik dan flavonoid total diuji menggunakan metode kolorimetri dengan pembanding asam galat untuk penetapan kadar fenolik dan pembanding kuersetin untuk penetapan kadar flavonoid. Aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dengan pembanding vitamin C. Data yang diperoleh berupa kadar fenolik total, kadar flavonoid total, dan nilai  ekstrak etanol 96 %, etil asetat, dan n-heksan. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan uji korelasi Pearson dan Spearman.Kandungan fenolik total pada ekstrak etanol 96 %, etil asetat, dan n-heksan daun petai berturut-turut sebesar 574,343 mg/gram; 465,925 mg/gram; dan 168,619 mg/gram, sedangkan flavonoid total sebesar 13,705 mg/gram; 23,068 mg/gram; dan 5,209 mg/gram. Nilai IC50 ekstrak etanol 96 %, etil asetat, dan n-heksan daun petai berturut-turut sebesar 49,744 µg/mL; 28,026 µg/mL; dan 271,021 µg/mL. Nilai IC50 pada vitamin C sebesar 4,622 µg/mL. Terdapat korelasi sangat kuat dengan nilai -0,942 antara kadar fenolik total dengan aktivitas antioksidannya dan terdapat korelasi sangat kuat dengan nilai -0,912 antara kadar flavonoid total terhadap aktivitas antioksidan ekstrak etanol  96 %, etil asetat, dan n-heksan daun petai.
KANDUNGAN KARBOHIDRAT DAN KADAR ABU PADA BERBAGAI OLAHAN LELE MUTIARA (Clarias gariepinus B) Mei Sulistyoningsih; Reni Rakhmawati; Amalia Setyaningrum
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 5, No 1 (2019): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.605 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v5i1.3737

Abstract

The purpose of this study was to determine and study the techniques of tonic immobility, rectal temperature and meat moisture content of broilers. The subjects in the study were 100 unsex DOCs. The design used in this study was Complete Random Injection (CRD) with a 3 x 2 factorial pattern with herbal herbal factorial as many as 3 levels, while factor B treated 2 times with 4 replications, each replication of 4-5 broiler chickens. In this case J (2%) C1: feed commercial ration + ginger 2% + light 1L: 3D, J (2%) C2: feed commercial ration + ginger 2% + light 1L: 2D, K (0.2%) C1: feed commercial ration + turmeric 0.2% + light 1L: 3D, K (0.2%) C2: feed commercial ration + 0.2% turmeric + light 1L: 2D, S (3%) C1: feed ration commercial + bay leaves 3% + light 1L: 3D, S (3%) C2: feed commercial rations + leaves greetings 3% + light 1L: 2D. The research variables studied were the technique of tonic immobility, rectal temperature and broiler meat moisture content. The data obtained were then analyzed using variance (ANOVA) with a level of 5%, the results showed no significant effect (P> 0.05) of the six techniques on incompetence and energy intensity, there was a significant effect (P <0.05). ) the six faces of broiler meat water content.
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK Lactobacillus acidophilus DAN Bifidobacte-rium sp TERHADAP PERFORMA PRODUKSI AYAM PETELUR YANG DIINFEKSI Escherichia coli Khoirul Huda; Widya Paramita Lokapirnasari; Soeharsono Soeharsono
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 5, No 1 (2019): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.451 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v5i1.3459

Abstract

The purpose of this study is to determine the use of probiotics Lactobacillus acidophilus and Bifidobacterium sp on feed consumption and Hen Day Production (HDP) laying hens which infected by Escherichia coli. Arround 120 layers at the age of 25 weeks are divided into six treatments. Each treatment consisted of factor a (infection and non-infection Escherichia coli) and factor b (basal feed, AGP and probiotics). The result of this study shows that giving probiotic has taken an effect (p<0,05) on the feed consumption and HDP. The infection factor takes effect (p <0.05) on HDP but it does not take effect (p>0,05) on the feed consumption. There is interaction among probiotic factor and infection (p>0.05) on HDP but it has no effect (p> 0.05) on feed consumption. The highest feed consumption is found in the giving of non-infectious probiotics that is 114.7 g and the highest HDP which is from the giving of non-infectious probiotics is 98.6 %. In conclusion, the giving of probiotic Lactobacillus acidophilus and Bifidobacterium sp are able to produce well perform product and the high profit.
RESPON LARUTAN NANOPARTIKEL CeO2 TERHADAP RADIASI SINAR GAMMA DOSIS RENDAH Iis Nurhasanah; Aldilla Lutfia; Zaenal Arifin
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 5, No 1 (2019): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.862 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v5i1.3724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respon larutan nanopartikel CeO2 terhadap radiasi sinar gamma dosis rendah.  Nanopartikel CeO2 disintesis menggunakan metode presipitasi.  Struktur dan sifat optis nanopartikel CeO2 dianalisis menggunakan difraktometeri sinar-X dan spektrofotometer UV Vis.  Larutan nanopartikel CeO2 dengan konsentrasi berbeda diradiasi dengan sinar gamma dari sumber Co-60 teletherapy.  Pola difraksi menunjukkan pembentukan nanopartikel CeO2 dengan ukuran kristalit 9,9 nm.Analisis absorbansi larutan nanopartikel CeO2 menunjukkan perubahan absorbansi linier terhadap peningkatan dosis.  Konsentrasi larutan tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap respon larutan nanopartikel CeO2 terhadap radiasi sinar gamma.  Larutan nanopartikel CeO2 dapat digunakan untuk mengukur radiasi sinar gamma dengan rentang dosis 0 –  3 Gy.
PEMBUATAN KITOSAN DARI CANGKANG SIPUT MURBAI (Pomacea canaliculata L.) SEBAGAI EDIBLE COATING NUGGET harianingsih harianingsih; Putri Maharani Budi; Septiana Hadi Mafidyah
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 5, No 1 (2019): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.408 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v5i1.3551

Abstract

Siput murbai (Pomacea canalicunata L.) atau dikenal dengan “keong mas” sangat subur pertumbuhannya. Tingginya persebaran siput murbai sangat mengganggu aktifitas pertumbuhan padi. Pada penelitian ini sebagai salah satu bentuk penanggulangan persebaran siput murbai yang menyerang tanaman padi maka dilakukan pembuatan kitosan dari siput murbai sebagai edible coating pada beberapa makanan antara lain nugget. Konsentrasi kitosan yang diaplikasikan pada bahan makanan mempengaruhi masa simpan dari makanan tersebut, apalagi jika disimpan pada suhu kamar tanpa pendinginan. Kitosan yang diperoleh berasal dari deasetilasi menggunakan NaOH 40% pada suhu 100oC dalam waktu 60 menit. Variabel kitosan yang digunakan 1%, 1,5%, 2%, 2,5% dan 3% yang dilarutkan dalam 1000ml aquades dan dipanaskan pada suhu 50oC. Nugget dicelupkan ke dalam larutan kitosan dari siput murbai selama 5 menit, dikemas dalam plastik dan disimpan selama 2, 4, 6 dan 8 hari untuk dianalisis jumlah mikroba dan analisis sensori makanan tersebut. Hasil yang diperoleh semakin tinggi konsentrasi kitosan yang digunakan sebagai edible coating semakin lama waktu simpan, akan tetapi hanya bertahan hingga 4 hari. Pada posisi hari ke-6 dan ke-8 jumlah mikroba yang diperoleh semakin banyak mencapai 5,2 x 106.
KAJIAN DAUN KEMANGI (Ocimum Bacillium) SEBAGAI BACTERIAL DEACTIVATED AGENT (BDA)PADA SINTESIS SABUN CAIR CUCI TANGAN DARI MINYAK JELANTAH Siti Fatimah; Satria Nur Wardhana
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 5, No 1 (2019): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.73 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v5i1.3544

Abstract

Waste cooking oil is oil that used in household needs that have been used repeatedly and some are not suitable for consumption anymore. Waste cooking oil contains carcinogenic substances that harm the body because it can cause cancer, narrowing of blood vessels that trigger coronary heart disease, stroke, hypertension. The innovation of processing used cooking oil is another product, one of which is soap making. The method that can be used is the Carbon Activated Agent (CAA) saponification process, where activated carbon is used as the neutralizing agent. CAA material combined with ocimum bacillium leaf extract in the process of making this soap can be an antiseptic substance. Ocimum bacillium leaves as a bacterial deactivated agent (BDA) have 4 dominant compounds, namely linalool, geraniol, sitral, and eugenol which function as antiseptics. The variables used in this study included variations in the addition of basil leaf extract as BDA (10%, 14%, 18%) and variations in the ratio of the amount of added KOH (20 mL, 30 mL, and 40 mL). The results showed that the addition of 18% basil extract and with the addition of KOH by 30 mL gave the greatest inhibition of bacterial growth of 1.9 cm.
ANALISIS KANDUNGAN LUMPUR DAN KANDUNGAN ORGANIS PASIR QUARRY JEPARA (KALI TEMPUR, KALI TENGGULI DAN KALI BATEALIT) Yayan Adi Saputro; Khotibul Umam; Mochammad Qomaruddin; Dian Eko Santoso; Ferry Irawan
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 5, No 1 (2019): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.965 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v5i1.3574

Abstract

Dalam penelitian ini akan mencoba menganalisis kandungan lumpur dan kandungan organis dari pasir quarry jepara yakni Kali Tempur, kali Batealit dan Kali Tengguli, tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara kandungan lumpur dan kandungan organis dari masing-masing pasir tersebut sehingga dapat digunakan sebagai bahan konstruksi. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan pengujian dengan sistem kocokan dan sistem cucian yakni pada pecucian 0, 30, 60 dan 90 kali pencucian. Adapun hasilnya adalah Kandungan lumpur dari tanpa cucian sampai 90x cucuain diperoleh bahwa berturut-turut pasir kali Tempur 15,38%, 9,75%, 7,3% dan 3,03 %. Pasir kali Batealit sebesar 23,98%, 13%, 3,19% dan 0,8 %. Pasir kali Tengguli sebesar 5,90%, 13%, 4,58 dan 3,05%. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa pada pencucian 0 x dan 30 x semua pasir belum memenuhi standar PBI 1971 < 5%, pada pencucian 60 x hanya pasir kali Batealit dan pasir Kali Tengguli yang sudah memenuhi serta pada cucian 90x semua jenis pasir memenuhi. Semakin besar kadar lumpur maka akan semakin besar pula kadar organis yang diperoleh. Dari hasil pengujian semua pasir masih bisa digunakan sebagai bahan konstruksi karena menurut PBI 1971 warna yang tidak dipersyaratkan adalah Coklat ke pekat.
Aplikasi Metode Lowest Supply Lowest Cost (Lslc) Pada Masalah Transportasi Tidak Seimbang (Studi Kasus Pada Distribusi Garam Ud. Aditya Mandiri) Aurora Nur Aini; Guvita Sari; Ali Shodiqin
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 5, No 1 (2019): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.171 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v5i1.3763

Abstract

Pendistribusian barang merupakan hal yang sangat penting bagi suatu perusahaan. Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar, perusahaan berusaha mengirimkan barang dengan cara yang seefektif mungkin. Jika terdapat beberapa lokasi produksi dan beberapa lokasi tujuan, dengan biaya pengiriman yang berbeda-beda, maka masalah distribusi tersebut dapat diselesaikan dengan menggunakan metode transportasi. Ada banyak metode yang dapat digunakan untuk menentukan solusi optimal masalah transportasi. Pada penelitian ini digunakan metode Lowest Supply Lowest Cost (LSLC) untuk menentukan solusi optimal distribusi garam pada UD. Aditya Mandiri. Masalah distribusi di UD. Aditya Mandiri merupakan masalah transportasi tidak setimbang, karena jumlah persediaan barang lebih besar dibandingkan jumlah permintaan
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG LAB SCHOOL UNIVERSITAS PGRI SEMARANG Deden Prasetyo; Najifati Sekar Pujaningtyas; Agung Kristiawan
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 5, No 1 (2019): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.488 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v5i1.3731

Abstract

Penyusunan skripsi ini dimaksudkan untuk mengetahui perencanaan struktur pada pembangunan gedung Lab School Universitas PGRI Semarang, pembangunan ini terletak di jalan Gajah Raya No. 40 Siwalan, Gayamsari, Kota Semarang. Tujuan dari penyusunan skripsi ini adalah untuk mengetahuiperencanaan struktur bangunan gedung Lab School Universitas PGRI Semarang. Dengan menggunakan bantuan software SAP 2000 versi 14.0 yang digunakan untuk menentukan gaya, momen, dimensi dan penulangan yang ada pada struktur serta pembuatan gambar desain pada perencanaan struktur gedung lab school Universitas PGRI Semarang. Pada hasil analisis perhitungan manual didapat tebal untuk pelat lantai beton 12 cm di elv.+ 4.00 dan elv.+ 7.50 menggunakan tulangan Ø 10- 200. Selain itu didapat hasil analisis untuk dimensi sloof S1 diperoleh dimensi 30 x 40. Untuk dimensi sloof S2 diperoleh dimensi 25 x 30. Untuk kolom K1 dimensi 50 x 50. Untuk kolom K2 dimensi 40 x 40. Untuk kolom K3 dimensi 35 x 35. Balok B1 dimensi 40x80. Balok B2 dimensi 45x90 . Balok B3 dimensi 25x40. Ring Balok diperoleh dimensi 25x30. Untuk kolom K4 dimensi 30x30. Untuk kolom K5 dimensi 25 x 25. Pondasi yang digunakan menggunkan pondasi tiang pancang jenis minipile dimana untuk pondasi dengan poer dimensi B= 2 m, L=2 m, h = 1,1 m dengan kedalaman pondasi 1 adalah 24 m , pondasi 2 adalah 18 m dimensi B= 1,9 m, L=1,9 m, h = 1 m, dan pondasi 3 adalah 6 m dimensi B= 1,8 m, L=1,8 m, h = 0,6 m.

Page 1 of 1 | Total Record : 10