cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Community Health
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Community Health terbit empat kali setahun, yaitu bulan Januari, April, Juli, dan Oktober. Jurnal CH menerbitkan hasil penelitian mahasiswa yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat seperti kebijakan kesehatan, kesehatan ibu dan anak, kesehatan lingkungan, gizi kesehatan masayarakat, kesehatan kerja, promosi kesehatan, ekonomi kesehatan, manajemen kesehatan serta ilmu ilmu dasar yang berkaitan seperti bioteknologi kesehatan, biologi molekuler, bioinformatik dan genetik, tanaman, hewan, serta sel yang terkait dengan kesehatan masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1" : 15 Documents clear
Pengaruh Faktor Motivasi Terhadap Kinerja Juru Pemantau Jentik Dalam Pelaksanaan Pemberantasan Sarang Nyamuk Di Kecamatan Denpasar Selatan Tahun 2013 Sandhi, Ni Putu Desi Ary
Community Health Vol 2 No 1
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.55 KB)

Abstract

Kasus tertinggi Demam Berdarah Dengue terdapat di Kecamatan Denpasar Selatan dengan total penderita 371 orang. Jika dilihat dari Angka Bebas Jentik Kecamatan Denpasar Selatan memiliki presentase terendah yaitu 93,13%. Rendahnya Angka Bebas Jentik di Kecamatan Denpasar Selatan < 95% mengindikasikan rendahnya kinerja jumantik dalam pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor lingkungan kerja, kompensasi, dan supervisi terhadap kinerja juru pemantau jentik dalam pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk di Kecamatan Denpasar Selatan. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling dengan sampel berjumlah 57 orang. Jenis penelitian yang digunakan analitik kuantitatif dengan rancangan penelitian crossectional. Metode analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil Penelitian ini menunjukkan analisis univariat variabel lingkungan kerja sebagian besar memiliki kategori kurang baik 35 orang (61,4%), variabel kompensasi separuhnya memiliki kategori kurang baik 29 orang (50,9%), variabel supervisi sebagaian besar memiliki kategori kurang baik 33 orang (57,9%), dan variabel kinerja sebagian besar memiliki kategori kurang baik 32 orang (56,1%). Berdasarkan analisis bivariat lingkungan kerja dan kompensasi tidak ada hubungan signifikan dengan kinerja jumantik dengan nilai p value 0,197 dan 0,147 (p>0,05) sedangkan supervisi memiliki hubungan signifikan dengan kinerja jumantik dengan nilai p value 0,000 (p<0,05). Analisis multivariat menunjukkan lingkungan kerja dan kompensasi tidak berpengaruh signifikan dengan kinerja jumantik dengan nilai p value 0,194 dan 0,495 (p>0,05) sedangkan supervisi memiliki pengaruh signifikan dengan kinerja jumantik dengan nilai p value 0,000 (p<0,05). Simpulan dari penelitian bahwa yang memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja jumantik yaitu variabel supervisi. Saran yang dapat diberikan agar pihak Dinas Kesehatan Kota Denpasar harus selalu memenuhi sarana dan prasarana jumantik serta memberikan penghargaan kepada jumantik berprestasi sehingga dapat meningkatkan kinerja jumantik.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Mencuci Tangan Petugas Kesehatan Di Rumah Sakit Umum Daerah Badung Tahun 2013 Rikayanti, Kadek Herna
Community Health Vol 2 No 1
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.492 KB)

Abstract

Cuci tangan harus dilakukan dengan benar sebelum dan sesudah melakukan tindakan perawatan meskipun memakai sarung tangan atau alat pelindung lain untuk menghilangkan atau mengurangi mikroorganisme yang ada di tangan sehingga penyebaran penyakit dapat dikurangi dan lingkungan terjaga dari infeksi. Kegagalan menjalankan kebersihan tangan merupakan penyebab utama infeksi nosokomial (infeksi yang terjadi akibat pelayanan kesehatan di rumah sakit setelah 48 jam atau lebih). Pengendaian infeksi menjadi salah satu faktor penting dalam pengelolaan Rumah Sakit. Belum disiplinnya perilaku petugas kesehatan melakukan cuci tangan dengan dilakukannya observasi yang pengambilan sampelnya secara acak,tidak semua tenaga kesehatan melakukan pengendalian penyakit infeksi yang hendaknya tenaga kesehatan melakukan 5 moment hand hygiene dengan demikian pengendalian penyakit infeksi dengan cara mencuci tangan sangat penting dilakukan di RSUD Badung untuk melakukan pengendalian berbagai  kasus penyakit infeksi. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan dengan metode penelitian cross sectional. Jumlah sample dalam penelitian ini sebanyak 74 responden tenaga kesehatan di RSUD Badung yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, fisioterapis, laboratorium/analis, dan radiografer. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner dan pengukuran kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan uji bivariat (Chi-square) dan univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tenaga kesehatan yang memiliki disiplin baik sebanyak 58,1% memiliki pengetahuan yang baik dan 41,9% yang memiliki pengetahuan buruk. Hasil uji statistik menunjukkan Nilai p = 0,39 (p > 0,05) yang artinya tidak ada perbedaan proporsi perilaku mencuci tangan pada tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan baik dan yang memiliki pengetahuan kurang. RSUD Badung harus melakukan evaluasi kembali tentang keefektifan program pencegahan infeksi nosokomial rumah sakit khususnya tentang kepatuhan tenaga kesehatan melakukan cuci tangan untuk meningkatkan tingkat pengetahuan dan perilaku mencuci tangan tenaga kesehatan.
Hubungan Persepsi Pengguna Layanan Tentang Mutu Pelayanan Unit Rawat Inap (VIP) Gryatama Dengan Minat Pemanfaatan Ulang Di BRSU Tabanan Tahun 2013 Devi, Ni Luh Gede Nova Cintya
Community Health Vol 2 No 1
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.812 KB)

Abstract

Unit rawat inap VIP (Gryatama) merupakan ruang perawatan bagi pasien umum BRSU Tabanan yang membayar dengan biaya sendiri. Selama 3 tahun terakhir terjadi penurunan jumlah pasien rawat inap, khususnya pada pasien umum. Selain itu tingkat kepuasan pasien (sebagai pengguna layanan) terhadap mutu pelayanan di unit rawat inap VIP (Gryatama) belum mencapai standar minimal yang telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 yaitu 90%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan persepsi pengguna layanan tentang mutu pelayanan unit rawat inap VIP (Gryatama) dengan minat pemanfaatan ulangnya. Penelitian ini termasuk penelitian cross sectional. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner pada 65 orang responden yang merupakan pengguna layanan unit rawat inap VIP (Gryatama) BRSU Tabanan. Sampel dipilih dengan menggunakan metode proportional stratified random sampling. Data yang terkumpul diolah dan dianalisa secara kuantitatif dengan metode univariat dan bivariat menggunakan uji chi square test . Signifikansi ditentukan dengan nilai p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna layanan terdiri dari 36,9% pasien dan 63,1% keluarga pasien. Karakteristik dari pengguna layanan adalah sebesar 50,8% perempuan, 26,2% berusia 40-49 tahun, 50,8% berpendidikan terakhir SMU, 23,1% bekerja sebagai PNS, serta 43,1% berpendapatan kurang dari 1 juta. Variabel yang berhubungan dengan minat pemanfaatan ulang pelayanan unit rawat inap VIP (Gryatama) BRSU Tabanan adalah persepsi tentang bukti fisik (p - value : 0,000), kehandalan (p – value : 0,000), daya tanggap (p – value : 0,010), jaminan (p – value : 0,002), dan empati (p – value : 0,000). Untuk meningkatkan minat pemanfaatan ulang pelayanan diperlukan peningkatan mutu pelayanan di unit rawat inap VIP (Gryatama). Peningkatan mutu pelayanan dapat dilakukan dengan meningkatkan kerjasama dari seluruh staf agar dapat mencapai target pada standar mutu yang telah ditetapkan di BRSU Tabanan. Sedangkan untuk meminimalisir persepsi yang tidak baik pada dimensi jaminan kelancaran pelayanan (assurance) perlu dilakukan penambahan jumlah staf administrasi dan membuka loket pendaftaran lebih awal untuk mencegah timbulnya antrian panjang yang menjadi permasalahan di BRSU Tabanan.
Konsumsi Serat pada Anak Sekolah Dasar Kota Denpasar Puspamika, Desak Made Rari Niati
Community Health Vol 2 No 1
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.711 KB)

Abstract

Pada era globalisasi sekarang, banyak makanan cepat saji yang ditawarkan memiliki kandungan makanan tinggi lemak, kalori dan rendah serat. Minuman dengan berbagai jenis dan rasa juga banyak ditawarkan yang mengandung kalori disetiap sajiannya, sehingga anak lebih memilih mengonsumsinya dan air minum semakin ditinggalkan. Akibat hal tersebut muncul berbagai penyakit degeneratif di perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan konsumsi serat dan air di daerah perkotaan yaitu Kota Denpasar tahun 2013 yang dilaksanakan pada bulan Februari – Mei 2013 dengan penelitian cross-sectional. Jumlah sampel adalah 184 siswa kelas V di 8 SD yang berada di Kota Denpasar dengan rentangan umur 9 – 12 tahun. Jumlah sampel diambil secara Systematic Random Sampling. Data yang dikumpulkan yaitu konsumsi serat dan air dengan metode SQ-FFQ dan recall 2x24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dari 184 anak, hanya 7.1% anak yang mengonsumsi serat ?10 gr/hari. Rata-rata konsumsi serat 58.7% dari yang dianjurkan. Sumber serat yang sering dikonsumsi yaitu kangkung, agar-agar, jagubg, dan kubis dengan rata-rata konsumsi 3 – 5 kali perminggunya. Untuk konsumsi air, memiliki rata-rata 3 gelas perharinya. Orang tua diharapkan menjaga anaknya dengan mengontrol asupan dan mencoba untuk menawarkan anaknya dengan makanan tinggi serat dan lebih memilih air minum dibandingkan minuman lainnya. Sekolah diharapkan memberikan edukasi tentang kesehatan bagi para muridnya sehingga memiliki pengaruh pada pertumbuhannya.
Status Gizi Penyandang Cacat (Tunagrahita Dan Tunarungu) Di Sekolah Luar Biasa B Negeri Pembina Tingkat Nasional Kelurahan Jimbaran Kabupaten Badung Putra, I Kadek Arya Sugatama
Community Health Vol 2 No 1
Publisher : Community Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.06 KB)

Abstract

Penyandang cacat adalah setiap orang yang mempunyai kelainan fisik dan atau mental, yang dapat mengganggu atau menghambat dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penilaian status gizi untuk penyandang cacat dilakukan karena keterbatasan mereka dalam memperoleh kecukupan kebutuhan zat gizi serta berkurangnya kemampuan beraktivitas fisik seperti orang normal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status gizi anak-anak penyandang cacat (tunagrahita dan tunarungu). Desain penelitian ini adalah cross sectional. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 62 anak-anak penyandang cacat (tunagrahita dan tunarungu) di SLB B N PTN Kelurahan Jimbaran. Pengambilan sampel dilakukan secara Systematic Random Sampling. Data yang dikumpulkan yaitu status gizi (IMT/U dan TB/U). Hasil penelitian menunjukkan status gizi subyek menurut indeks IMT/U menunjukkan sebanyak 16,1% yang tergolong kurus, dan sebanyak 24,2% tergolong gemuk. Berdasarkan status gizi subyek menurut indeks TB/U sebanyak 16,1% yang tergolong pendek. Berdasarkan status gizi subyek menurut indeks IMT/U dan TB/U subyek sebanyak 6,5% yang tergolong kurus dan pendek, serta sebanyak 4,8% yang tergolong gemuk dan pendek. Saran yang diberikan dengan memperhatikan segala asupan makanan yang dimakan, selalu memperhatikan dan mengajak anak-anak penyandang cacat (tunagrahita dan tunarungu) untuk berinteraksi dengan sesama, dan membantu dalam mendapatkkan akses pelayanan kesehatan yang dibutuhkan.  Petugas kesehatan selalu melakukan pemantauan tumbuh kembang anak-anak penyandang cacat (tunagrahita dan tunarungu) yang ada di SLB B N Pembina PTN Kelurahan Jimbaran Kabupaten Badung.

Page 2 of 2 | Total Record : 15