cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
SOCIUS : Jurnal Sosiologi
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 1 (2013)" : 4 Documents clear
PEMBANGUNAN GENDER DAN BENTURAN TRADISI Suparman Abdullah
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membangun kesataran gender menghadapi tantangan terhadap nilai budaya lokal, khususnya masyarakat yang memiliki tingkat kemajemukan yang tinggi seperti Indonesia. Konsep gender adalah sifat yang melekat pada kaum laki-laki dan perempuan yang dibentuk oleh factor-faktor sosial maupun budaya. Kesetaraan gender merupakan isu kontemporer yang mengglobal yang dikembangkan oleh negara-negara maju, seiring dengan issu demokratisasi, lingkungan hidup, pemanasan global dan hak azasi manusia (HAM). Untuk membangun kesataraan gender tetap harus mempertimbangkan nilai dan budaya local masyarakat.Kata Kunci: Gender, kesetaraan dan nilai budaya lokal
BUDAYA TIONGHOA DI MAKASSAR, CROSS CULTURE YANG BELUM TUNTAS H.M Darwis Darwis
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulian ini merupakan kajian empirik konflik etnik yang melibatkan etnik Tionghoa di Kota Makassar. Menurut data, telah terjadi empat kali konflik yang melibatkan etnik Tionghoa di Kota ini. Konflik etnik tersebut mengakibatkan kerusakan properti milik etnik Tionghoa. Tulisan ini mengetengahkan padangan tentang perilaku sosial budaya etnik Tionghoa yang rentan memicu konflik. Dengan demikian, beberapa perilaku tersebutpatut dicermati untuk mendorong terciptanya integrasi budaya etnik Tionghoa dengan etnik pribumi di Kota Makassar.Key words: Eksklusifme budaya, komunikasi, harmoni semu, interaksi sosial
STRATEGI NAFKAH (LIVELIHOOD) MASYARAKAT PESISIR BERBASIS MODAL SOSIAL Sakaria Anwar Anwar
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

growth) dan mengandalkan mekanisme pasar (market mechanism) untuk menghasilkan pertambahan nilai (surplus value). Proses akumulasi surplus dipengaruhi oleh proses globalisasi, masuknya industri pangantransnasional ke ekonomi nasional, dan oleh penekanan pada ekspor pertanian (dalam arti luas) sebagai motor akumulasi perubahan. Seiring dengan hal tersebut, pemerintah mulai serius melirik pembangunan masyarakat pada wilayah pesisir yang sebelumnya kurang tersentuh. Untuk “mengenjot” pertumbuhan ekonomi dari sektor yang “kaya raya” ini dikembangkanlah modernisasi teknologi penangkapan berlabel “revolusi biru”. Namun sejak program itu bergulir, kehidupan nelayan justru mengalami polarisasi. Bagi nelayan yang memiliki modal cukup, kehadiran teknologi perikanan menjadi semacam berkah tersendiri. Namun bagi nelayan yang miskin dan tidak mampu membeli teknologi, kehadiran teknologi justru dirasakan seperti bencana. Sebab selama ini mereka hanya mengandalkan modal sosial sebagai basis nafkah agar tetap eksis sebagai sebuah komunitas.Tulisan ini merupakan hasil studi pustaka yang dipadu hasil observasi penulis terhadap masyarakat pesisir (nelayan) selama ini, dengan menggunakan analisa deskriptif yang didasarkan pada fakta mengenai strategi nafkah rumah tangga nelayan di Lamongan Jawa Timur.Hasil studi menunjukkan bahwa strategi nafkah berbasis modal sosial bagi nelayan miskn menjadi sumberdaya nyata dalam pengembangan beragam pilihan strategi nafkah. Strategi nafkah dilakukan cenderung tersebar, mengikuti semua peluang mata pencaharian, atau pola nafkah yang berserak. Ini terjadi karena sifat modal alami utamanya adalah laut (open access), yang diperburuk oleh sangat terbtasannya akses bagi mereka terhadap teknologi penangkapan modern sehingga ketidakpastian penghasilan sangat tinggi. Kemiskinan sangat menuntut ketahanan rumahtangga nelayan untuk bertahan hidup, melalui pemanfaatan dan oftimalisasi peran modal sosial sebagai sumberdaya terakhir ketika rumahtangga nelayan kehabisan daya dan amunisi untuk bertahan hidup. Kekuatan modal sosial pada rumahtangga nelayan berupa bounding social capital rumahtangga dan kekerabatan sebagai modal sosial utama. Kemudian bridging social capital merujuk pada pemeliharaan hubungan nelayan dengan juragan dan bank titil/rentenir sebagai asuransi sosial, sementara linking social capital dilakukan kepada penyalur TKI sebagai pemberi modal kerja dan penjamin kepastian kerja. Modal sosial lain yang tak kalah pentingnya bagi mereka perankan adalah jaringan sosial, kepercayaan dan nilai/norma serta adanya resiprositas yang berlaku pada komunitas mereka.Key word : Transformasi, kemiskinan, strategi nafkah (livelihood), dan modal sosial
PENDIDIKAN KARAKTER “MARITIM” MAHASISWA UNHAS DALAM PEMBANGUNAN PERADABAN DAN KEBUDAYAAN DARI PERSPEKTIF SOSIOLOGI Rahmat Muhammad Muhammad
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter adalah yang penting diterapkan pada mahasiswa. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mencanangkan karakter yang ingin dicapai yaitu; peduli, tangguh, jujur, dan cerdas (PETA JURDAS). Sejalan dengan pencangan karakter tersebit, Universitas Hasanuddin (Unhas) merupakan lembaga pendidikan tinggi telah menekakan karakter yang ingin dibentuk sesuai dengan Pola Ilmiah Pokok Unhas, yaitu; Manusia, Arif Religius, Integritas, Tangguh, Inovatif, Mandiri (MARITIM).Key words: Pendidikan Karakter, PETA JURDAS, MARITIM

Page 1 of 1 | Total Record : 4