cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
SOCIUS : Jurnal Sosiologi
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Volume 14, Desember 2013" : 10 Documents clear
HARMONI DAN DISHARMONI SOSIAL ETNIS DI PERKOTAAN Darwis, H.M Darwis
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 14, Desember 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar hitoris menunjukkan bahwa Sudah tiga kali konflik antaretnik keturunan Tionghoa dengan penduduk setempat (Makassar) terjadi, khususnya di kota Makassar. Konflik itu pecah dengan modus perusakan properti milik para etnik keturunan Tionghoa. Dalam konflik itu, etnik keturunan Tionghoa selalu dirugikan, meskipun mereka tidak tahu menahu sebab musababnya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa penyebab intensitas interaksi sosial antara etnik keturunan Tionghoa dengan etnik Makassar di tempat kerja lebih intensifdibanding interaksi di tempat tinggal, menjelaskan faktor-faktor yang mendorong dan menghambat interaksi sosial antara etnik keturunan Tionghoa dengan etnik Makassar di lingkungan permukiman dan di tempat kerja, menganalisa pengaruh nilai budaya dalam interaksi sosial di lingkungan permukiman dan di tempat kerja, menganalisa konflik apa saja yang mempengaruhi atau menghambat interaksi sosial antara etnik keturunan Tionghoa dengan etnik Makassar di lingkungan permukiman dan di tempat kerja, sehingga terjadi harmoni dan disharmoni sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam mengumpulkan data digunakan observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi konflikasi hubungan komunal antara etnik Tionghoa dan etnik Makassar, adanya pola relasi di tempat kerja, sementara tokoh-tokoh masyarakat etnik Tionghoa dan Makassar memiliki peran besar dalam mendorong harmonisasi. Selain itu, juga ditemukan adanya faktor pendukung dan penghambat harmonisasi di Kota Makassar.Kata Kunci: Harmoni, disharmoni, etnik Tionghoa, etnik Makassar, interaksi sosial, konflik, kegiatan komunal,integrasi etnik, disintegrasi etnik
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA PENGENTASAN KEMISKINAN Ras, Atma Atma
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 14, Desember 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum kemiskinan merupakan masalah yang sangat kompleks, karena tidak hanya berkaitan dengan masalah rendahnya pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari, rendahnya pendapatan masyarakat tetapi juga ketidakberdayaan dari aspek ekonomi, social, budaya dan politik.Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah, baik pemerintahan rezim Orde Baru maupun pemerintahan Era Reformasi untuk menanggulangi kemiskinan, dengan berbagai pendekatan, seperti pendekatan top down maupun pendekatan bottom up, serta merumuskanberbagai kebijakan program, baik program bantuan sosial maupun program berbasis pemberdayaan. Program pemberdayaan dilakukan untuk melibatkan masyarakat secara penuh, mulai dari identifikasi masalah, merumuskan, merencanakan sampai kepada tahap pelaksanaan dan evaluasi program.yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Kata Kunci : Kemiskinan, Ketidakberdayaan, Program dan Strategi
PERUBAHAN SOSIAL PADA KOMUNITAS PEMULUNG DI TPAS ANTANG TAMANGAPA KOTA MAKASSAR Simmau, Syamsuddin
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 14, Desember 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada awalnya, kehidupan masyarakat di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Tamangapa Kota Makassar hidup apa adanya tanpa fasilitas. Namun, saat ini kehidupan masyarakat di TPAS Tamangapa telah berubah. Sudah ada fasilitas air bersih, kesehatan, sarana ibadah dan tempat belajar. Karena itu, dipandang penting dilakukan studi bentuk perubahan sosial yang terjadi di daerah ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sementara, instrumen pengumpulan data adalah wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan keluarga komunitas pemulung di TPAS telah mengalami perubahan dalam bidang pendidikan, kehidupan sosial, lembaga sosial dan ekonomi.Kata Kunci: Pemulung, TPAS, lembaga sosial, Yapta-U
REKONSILIASI MASYARAKAT PASCA KONFLIK Cangara, Syaifullah
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 14, Desember 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paper ini merupakan intisari dari penelitian yang telah dilakukan di wilayah Kabupaten Poso Sulawesi Tengah dan Kabupaten Hamahera Utara Provinsi Maluku Utara. Di kedua wilayah itu terjadi ”tragedi kemanusiaan” yang membawa korban jiwa baik dari mereka yang beragama Islam maupun mereka yang beragama Nasrani. Penelitian bertujuan untuk : (1) mengetahui penyebab konflik; (2) menganalisis dampak konflik, dan (3) menjelaskan rekonsialisasi dan komitmen masyarakat pasca konflik. Data diperoleh dari tokoh masyarakat dari kedua kelompok yang bertikai, bahkan juga diperoleh dari mereka yang terlibat secara langsung dalam proses konflik tersebut. Penemuan informan dilakukan dengan teknik ”snowball” secara serial dengan menggunakan prinsip ”triangulasi”. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data secara kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik dan tindak kekerasan awalnya berakar pada pertarungan kepentingan di antara elit politik lokal yang memakai dan memanipulasi simbol-simbol agama, batas wilayahadministratif antar etnik dengan basis agama yang berbeda, dan kecemberuan sosial baik antara pendatang dan penduduk asli maupun antar penduduk asli yang berbeda agama.Revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal sintuwu maroso di Poso dan hibua lamo di Halmahera Utara ternyata mampu meng-akomodasi potensi konflik menuju integrasi masyarakat di kedua wilayah konflik tersebut.Kata Kunci: rekonsiliasi, konflik, elit politik, sintuwu maroso, hibua lamo
POWERFUL EFFORT OF THE COAST COMMUNITY THROUGH GENDER APPROACH E. Pandu, Maria
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 14, Desember 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The fishermen families are a part of society. Unfortunately, they live in a minimum income. Therefore, sometimes some of them do subsidiary work to fulfill their needs. This study done at Dusun Kampala Desa Bonto Mate’ne as a part of coastal community where the fishermen family are working. The method used is the mixed; the quantitative and qualitative approach. This study aims to know more about social economy of Dusun Kampalas people as a coast village, to know more about the relationship and role of household members base on the gender perspective domestic or public and to know more about the function of local institutions, informal and formal in Dusun Kampalas social activities. The research determine that base on its natural resources condition, then the main livelihood of Dusun Kampalas people is fishery which are consist of 4 kinds of work grouping: as ponggawa, sawi, padallekang, and fishponder, the level of knowledge and low technology application and also of natural factors likeflood in every rainy season affect to the live of fishermen, and the women usually have expanded skill, but less opportunity to actualize themselves and need consultation, training and enlightening.Key word : social welfare, house hold, fishermen, local institution, social net, gender relation, local value
PERUBAHAN SOSIAL PADA KOMUNITAS PEMULUNG DI TPAS ANTANG TAMANGAPA KOTA MAKASSAR Syamsuddin Simmau
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 14, Desember 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada awalnya, kehidupan masyarakat di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Tamangapa Kota Makassar hidup apa adanya tanpa fasilitas. Namun, saat ini kehidupan masyarakat di TPAS Tamangapa telah berubah. Sudah ada fasilitas air bersih, kesehatan, sarana ibadah dan tempat belajar. Karena itu, dipandang penting dilakukan studi bentuk perubahan sosial yang terjadi di daerah ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sementara, instrumen pengumpulan data adalah wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan keluarga komunitas pemulung di TPAS telah mengalami perubahan dalam bidang pendidikan, kehidupan sosial, lembaga sosial dan ekonomi.Kata Kunci: Pemulung, TPAS, lembaga sosial, Yapta-U
REKONSILIASI MASYARAKAT PASCA KONFLIK Syaifullah Cangara
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 14, Desember 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paper ini merupakan intisari dari penelitian yang telah dilakukan di wilayah Kabupaten Poso Sulawesi Tengah dan Kabupaten Hamahera Utara Provinsi Maluku Utara. Di kedua wilayah itu terjadi ”tragedi kemanusiaan” yang membawa korban jiwa baik dari mereka yang beragama Islam maupun mereka yang beragama Nasrani. Penelitian bertujuan untuk : (1) mengetahui penyebab konflik; (2) menganalisis dampak konflik, dan (3) menjelaskan rekonsialisasi dan komitmen masyarakat pasca konflik. Data diperoleh dari tokoh masyarakat dari kedua kelompok yang bertikai, bahkan juga diperoleh dari mereka yang terlibat secara langsung dalam proses konflik tersebut. Penemuan informan dilakukan dengan teknik ”snowball” secara serial dengan menggunakan prinsip ”triangulasi”. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data secara kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik dan tindak kekerasan awalnya berakar pada pertarungan kepentingan di antara elit politik lokal yang memakai dan memanipulasi simbol-simbol agama, batas wilayahadministratif antar etnik dengan basis agama yang berbeda, dan kecemberuan sosial baik antara pendatang dan penduduk asli maupun antar penduduk asli yang berbeda agama.Revitalisasi nilai-nilai kearifan lokal sintuwu maroso di Poso dan hibua lamo di Halmahera Utara ternyata mampu meng-akomodasi potensi konflik menuju integrasi masyarakat di kedua wilayah konflik tersebut.Kata Kunci: rekonsiliasi, konflik, elit politik, sintuwu maroso, hibua lamo
POWERFUL EFFORT OF THE COAST COMMUNITY THROUGH GENDER APPROACH Maria E. Pandu
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 14, Desember 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The fishermen families are a part of society. Unfortunately, they live in a minimum income. Therefore, sometimes some of them do subsidiary work to fulfill their needs. This study done at Dusun Kampala Desa Bonto Mate’ne as a part of coastal community where the fishermen family are working. The method used is the mixed; the quantitative and qualitative approach. This study aims to know more about social economy of Dusun Kampala's people as a coast village, to know more about the relationship and role of household members base on the gender perspective domestic or public and to know more about the function of local institutions, informal and formal in Dusun Kampala's social activities. The research determine that base on its natural resources condition, then the main livelihood of Dusun Kampala's people is fishery which are consist of 4 kinds of work grouping: as ponggawa, sawi, padallekang, and fishponder, the level of knowledge and low technology application and also of natural factors likeflood in every rainy season affect to the live of fishermen, and the women usually have expanded skill, but less opportunity to actualize themselves and need consultation, training and enlightening.Key word : social welfare, house hold, fishermen, local institution, social net, gender relation, local value
HARMONI DAN DISHARMONI SOSIAL ETNIS DI PERKOTAAN H.M Darwis Darwis
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 14, Desember 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar hitoris menunjukkan bahwa Sudah tiga kali konflik antaretnik keturunan Tionghoa dengan penduduk setempat (Makassar) terjadi, khususnya di kota Makassar. Konflik itu pecah dengan modus perusakan properti milik para etnik keturunan Tionghoa. Dalam konflik itu, etnik keturunan Tionghoa selalu dirugikan, meskipun mereka tidak tahu menahu sebab musababnya. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa penyebab intensitas interaksi sosial antara etnik keturunan Tionghoa dengan etnik Makassar di tempat kerja lebih intensifdibanding interaksi di tempat tinggal, menjelaskan faktor-faktor yang mendorong dan menghambat interaksi sosial antara etnik keturunan Tionghoa dengan etnik Makassar di lingkungan permukiman dan di tempat kerja, menganalisa pengaruh nilai budaya dalam interaksi sosial di lingkungan permukiman dan di tempat kerja, menganalisa konflik apa saja yang mempengaruhi atau menghambat interaksi sosial antara etnik keturunan Tionghoa dengan etnik Makassar di lingkungan permukiman dan di tempat kerja, sehingga terjadi harmoni dan disharmoni sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam mengumpulkan data digunakan observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi konflikasi hubungan komunal antara etnik Tionghoa dan etnik Makassar, adanya pola relasi di tempat kerja, sementara tokoh-tokoh masyarakat etnik Tionghoa dan Makassar memiliki peran besar dalam mendorong harmonisasi. Selain itu, juga ditemukan adanya faktor pendukung dan penghambat harmonisasi di Kota Makassar.Kata Kunci: Harmoni, disharmoni, etnik Tionghoa, etnik Makassar, interaksi sosial, konflik, kegiatan komunal,integrasi etnik, disintegrasi etnik
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA PENGENTASAN KEMISKINAN Atma Atma Ras
SOCIUS : Jurnal Sosiologi Volume 14, Desember 2013
Publisher : Departemen Sosiologi FISIP UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum kemiskinan merupakan masalah yang sangat kompleks, karena tidak hanya berkaitan dengan masalah rendahnya pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari, rendahnya pendapatan masyarakat tetapi juga ketidakberdayaan dari aspek ekonomi, social, budaya dan politik.Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah, baik pemerintahan rezim Orde Baru maupun pemerintahan Era Reformasi untuk menanggulangi kemiskinan, dengan berbagai pendekatan, seperti pendekatan top down maupun pendekatan bottom up, serta merumuskanberbagai kebijakan program, baik program bantuan sosial maupun program berbasis pemberdayaan. Program pemberdayaan dilakukan untuk melibatkan masyarakat secara penuh, mulai dari identifikasi masalah, merumuskan, merencanakan sampai kepada tahap pelaksanaan dan evaluasi program.yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Kata Kunci : Kemiskinan, Ketidakberdayaan, Program dan Strategi

Page 1 of 1 | Total Record : 10