cover
Contact Name
Eny Puspani
Contact Email
jurnaltropika@unud.ac.id
Phone
+62361-222096
Journal Mail Official
jurnaltropika@unud.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Udayana Kampus UNUD, Bukit Jimbaran Badung, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Peternakan Tropika
Published by Universitas Udayana
ISSN : jurnaltr     EISSN : 27227286     DOI : https://doi.org/10.24843/JPT
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan Tropika (JPT) was published by the Faculty of Animal Husbandry, Udayana University. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) is published regularly, three times a year, in January-April, May-August, and September - December. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) summarizes various manuscripts in the field of animal husbandry such as nutrition, production, reproduction, post-harvest (processing and technology) and socio-economic fields of livestock. Open manuscripts for lecturers and researchers related to the field of animal husbandry, and open to S1, S2 and S3 students, by following the rules set by Jurnal Peternakan Tropika (JPT).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 21 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 3 (2015)" : 21 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KUNYIT TERHADAP UJI ORGANOLEPTIK DAN KUALITAS DAGING BABI BALI PENGGEMUKAN Agastia M.J.A; Budaarsa K.; Astawa IP.A
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.632 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kunyit (curcuminoid)  dalam ransum babi bali terhadap uji organoleptik dan kualitas daging. Untuk mendapatkan level optimum pemberian ekstrak kunyit (curcuminoid) dalam ransum babi bali. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen, menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dimana 4 perlakuan yang dibutuhkan antara lain a) A. Babi bali yang mendapat ransum tanpa tambahan ekstrak kunyit, b) B. Babi bali yang mendapatkan ransum ditambah ekstrak kunyit   (Curcuminoid) 0,02 ml/kg, c) C. Babi bali yang mendapatkan ransum ditambah ekstrak kunyit (Curcuminoid) 0,04 ml/kg. d) D. Babi bali yang mendapatkan ransum ditambah  ekstrak kunyit (Curcuminoid) 0,0 6ml/kg. Hasil yang diperoleh adalah pada uji organoleptik ( Warna, aroma, tekstur, citarasa dan penerimaan keseluruhan) semua perlakuan berbeda tidak nyata (P>0,05). Sedangkan pada kualitas daging untuk pengukuran pH juga berbeda tidak nyata (P>0,05). Pada uji kualitas daging untuk daya ikat air (DIA) dan susut masak semua perlakuan berbeda nyata (P<0,05). Sedangkan untuk kadar air perlakuan  C dan D berbeda tidak nyata (P>0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak kunyit sampai level 0,06 ml pada ransum babi bali tidak mempengaruhi warna, aroma, tekstur, citarasa dan peneriman keseluruhan karena penambahan ekstrak kunyit sampai level 0.06 ml dalam ransum babi bali tidak mempengaruhi substansi astrini yang terdapat pada daging babi bali, namun dilihat dari penerimaan keseluruhan level optimum adalah pada perlakuan B 0,02 ml hal itu dikarenakan secara keseluruhan panelis lebih menyukai penambahan ekstrak pada perlakuan B 0.02 ml hal ini disebabkan karena kepuasan yang berasal dari konsumen daging tergantung pada respon fisiologis dan sensori diantara masing-masing individu konsumen. Pada uji kualitas daging pemberian ekstrak kunyit sampai level 0,06 ml pada ransum babi bali tidak mempengaruhi pH daging. Namun pada daya ikat air (DIA) dan susut masak semua perlakuan berbeda nyata, Sedangkan untuk kadar air perlakuan  C dan D berbeda tidak nyata.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEMBANG TELANG (Clitoria ternatea) YANG DIBERI BERBAGAI JENIS DAN DOSIS PUPUK ORGANIK Sutresnawan IW.; Kusumawati NN.C; Trisnadewi A.A.A.S
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.986 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan produksi kembang telang (Clitoria ternatea) yang diberikan berbagai jenis dan dosis pupuk organik. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Laboratorium Tumbuhan Pakan Fakultas Peternakan Universitas Udayana selama 2 bulan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah jenis pupuk organik (ayam, limbah biogas, dan sapi) dan faktor kedua adalah dosis pupuk ( 0, 10, 20, dan 30 ton/ha), sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak empat (4) kali sehingga terdapat 48 unit perobaan. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi antara jenis dengan dosis pupuk pada seluruh variabel yang diuji. Jenis pupuk organik ayam dan limbah biogas menghasilkan pertumbuhan, produksi, dan karakteristik kembang telang yang lebih baik dibandingkan dengan pupuk organik sapi. Dosis pupuk organik 20 ton/ha menghasilkan pertumbuhan, produksi, dan karakteristik kembang telang yang optimal.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KUNYIT (Curcuminoid) DALAM RANSUM TERHADAP ORGAN DALAM BABI BALI HARDIAWAN N. D.; I G. MAHARDIKA; I P. A. ASTAWA
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.675 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kunyit (Curcuminoid)  dalam ransum babi bali terhadap berat organ dalam babi bali meliputi berat  jantung, paru-paru, hati, ginjal, dan limpa. Rancangan percobaan yang akan digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 2 ulangan. Adapun keempat perlakuan tersebut terdiri dari perlakuan A yaitu babi bali yang mendapat ransum tanpa tambahan ekstrak kunyit (Curcuminoid), perlakuan B babi bali yang mendapatkan ransum ditambah ekstrak kunyit (Curcuminoid) 0,02 ml/ 1 kg berat badan, perlakuan C babi bali yang mendapatkan ransum ditambah ekstrak kunyit (Curcuminoid) 0,04 ml/1 kg  berat badan dan perlakuan D babi bali yang mendapatkan ransum ditambah  ekstrak kunyit (Curcuminoid) 0,06 ml/1 kg  berat badan. Peubah yang di ukur adalah berat organ dalam babi bali yang sudah di pisahkan dengan organ lain yaitu berat  jantung, paru-paru, hati, ginjal dan limpa. Data yang di peroleh dianalisis dengan sidik ragam, apabila  terdapat hasil yang berbeda nyata (P<0,05) maka dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukan pemberian ransum yang mengandung ekstrak kunyit 0,04 ml dan 0,06 ml/kg berat badan berpengaruh nyata terhadap berat organ hati, sedangkan untuk bobot jantung, paru-paru, ginjal dan limpa tidak berbeda secara signifikan.
KARAKTERISTIK “EDIBLE FILM” BERBAHAN GELATIN DARI KULIT KAKI AYAM DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN JATI PADA KONSENTRASI BERBEDA Darmawan IM.W; Miwada IN.S.; Oka A.A
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik edible film berbahan gelatin dari kulit kaki ayam dengan penambahan ekstrak daun jati telah dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak dan Mikrobiologi Fakultas Peternakan, Universitas Udayana selama 2 bulan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL),  dengan 5 perlakuan (ekstrak daun jati dengan konsentrasi 0%, 5%, 10%, 15%, 20%) dan 3 ulangan. Variabel yang diamati adalah organoleptik, pH,  kadar protein  dan kadar fenol. Hasil penelitian menunjukan bahwa warna edible film secara statistik menunjukan hasil yang berbeda nyata (P<0,05) dengan skor warna berturut – turut pada perlakuan P10 dan P15 (3,80) ; P20 (3,73) ; P5 (3,67) dan P0 (3,13). Sedangkan pada aroma menunjukan perbedaan yang tidak nyata (P>0,05) untuk pH skor pada perlakuan P20 (5,78) ; P5 (5,73) untuk P10 dan P15 (5,72) sedangkan untuk P0 (5,66). Pada protein skor tertinggi di peroleh pada perlakuan P5 yaitu (85,36) dan skor fenol berturut-turut pada perlakuan P10 (3,34) ; P20  (3,25) ; P5 (3,17) ; P15 (3,11) dan P0 (1,20) secara statistik untuk pH, protein dan fenol menunjukan hasil berbeda nyata (P<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa karakteristik edible film berbahan gelatin dengan penambahan ekstrak daun jati dari konsentrasi 5 – 20% dapat meningkatkan warna, nilai pH, protein, dan fenol edible film namun tidak berpengaruh terhadap aroma.
ANALISIS PREFRENSI KONSUMEN DALAM MEMBELI DAGING AYAM BROILER DI PASAR TRADISIONAL KOTA DENPASAR PRATAMA I.G.W; I W. SUKANATA
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian  ini bertujuan  untuk  mengetahui atribut-atribut yang menjadi preferensi  konsumen,  dan atribut-atribut yang paling dipertimbangkan oleh konsumen dalam membeli daging ayam broiler di pasar  tradisional  Kota Denpasar. Penelitian ini dilakukan di empat pasar tradisional Kota Denpasar yaitu: Pasar Badung, Pasar Sanglah, Pasar Kreneng, dan Pasar Tamba, yang ditentukan secara purposive dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Responden adalah konsumen yang membeli daging ayam broiler pada empat pasar sampel tersebut diatas. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan  data  sekunder. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan bantuan kuisioner. Metode  yang  digunakan  adalah  analisis Chi-Square dan  analisis  sikap Multiatribute Fishbein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  semua atribut yang diteliti  berbeda sangat nyata  dalam  taraf  kepercayaan  99%  yang  berarti  terdapat  perbedaan preferensi konsumen terhadap atribut-atribut yang ada pada daging ayam broiler. Daging ayam broiler yang menjadi preferensi konsumen di pasar tradisional Kota Denpasar adalah daging ayam broiler yang memiliki  warna karkas putih kekuningan, kulit yang bersih, bau daging segar, kodisi tulang utuh, daging yang segar, daging bagian dada, dan ukuran daging  sedang  dengan berat antara 1,1 sampai 1,5 kg.  Berdasarkan  analisis  Multiatribut Fishbein diketahui  atribut daging ayam broiler yang dipertimbangkan konsumen dalam keputusan membeli daging  ayam broiler di  pasar  tradisional  Kota Denpasar dari yang paling dipertimbangkan sampai  dengan  yang kurang dipertimbangkan berturut-turut adalah bagian karkas, warna karkas, bau daging, kesegaran daging, kebersihan kulit, kondisi tulang, dan ukuran karkas ayam broiler.
KANDUNGAN NUTRIEN RANSUM SAPI BALI BERBASIS LIMBAH PERTANIAN YANG DIFERMENTASI DENGAN INOKULAN DARI CAIRAN RUMEN DAN RAYAP (Termites sp) KRISTIANTI N.W.D.; I M. MUDITA; N. W. SITI
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan teknologi fermentasi ransum dengan inokulan dari cairan rumen dan rayap (Termites sp) terhadap kandungan nutrien ransum sapi bali berbasis limbah pertanian dan untuk mengetahui formula inokulan yang mampu menghasilkan ransum dengan kandungan nutrien yang lebih baik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan,. Perlakuan terdiri atas: ransum tanpa fermentasi (RB0), ransum terfermentasi inokulan mengandung 10% cairan rumen dan 0,3% rayap (RBR1T3), ransum terfermentasi inokulan mengandung 20% cairan rumen dan 0,2% rayap (RBR2T2), ransum terfermentasi inokulan mengandung 20% cairan rumen dan 0,3% rayap (RBR2T3). Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah kandungan bahan kering (BK), abu, bahan organik (BO), protein kasar (PK), dan serat kasar (SK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan RBR2T2 dan RBR2T3 nyata (P<0,05) memiliki kandungan bahan kering yang lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan RB0 tetapi berbeda tidak nyata (P>0,05) dengan RBR1T3. Perlakuan RBR2T3 mempunyai kandungan serat kasar yang nyata (P<0,05) lebih rendah 32,94%, 11,68%, dan 7,94% dari perlakuan RB0, RBR1T3, dan RBR2T2. Perlakuan RBR2T3 nyata (P<0,05) memiliki kandungan protein kasar yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan RB0 dan RBR1T3, namun berbeda tidak nyata (P>0,05) dengan perlakuan RBR2T2. Sedangkan terhadap kadar abu dan kadar bahan organik pada ransum, semua perlakuan mempunyai nilai yang berbeda tidak nyata (P>0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fermentasi ransum sapi bali berbasis limbah pertanian menggunakan inokulan dari cairan rumen dan rayap dapat menurunkan kandungan serat kasar serta meningkatkan kandungan protein kasar tetapi tidak mempengaruhi kandungan abu dan bahan organik serta fermentasi ransum dengan inokulan 20% cairan rumen dan 0,3% rayap (RBR2T3) mampu menghasilkan ransum dengan kandungan bahan kering dan serat kasar yang lebih rendah dan kandungan protein kasar lebih tinggi dibandingkan perlakuan yang lain.
TINGKAT PENERAPAN TEKNOLOGI SAPTA USAHA TERNAK SAPI OLEH KELOMPOK SIMANTRI DI DESA PEJENG KANGIN DAN PEJENG KELOD KECAMATAN TAMPAKSIRING KABUPATEN GIANYAR ANTARA I K. J.; I G. SUARTA; N. K. NURAINI
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat penerapan teknologi serta faktorfaktor yang ada hubungannya dengan tingkat penerapan teknologi sapta usaha ternak sapi bali oleh kelompok simantri di Desa pejeng Kangin dan Desa Pejeng Kelod. Penelitian dilakukan di Desa Pejeng Kangin dan Pejeng Kelod, Kecamatan Tampaksiring pada peternak yang tergabung dalam Gapoktan simantri. Responden penelitian sebanyak 40 orang yang terdiri dari 20 orang anggota kelompok simantri di Desa Pejeng Kangin dan 20 orang anggota kelompok simantri di Desa Pejeng Kelod. Pengambilan sampel menggunakan metode sensus yaitu dengan mengambil seluruh unit populasi sebagai responden. Metode pengambilan data adalah wawancara secara langsung, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tingkat penerapan teknologi sapta usaha ternak sapi kelompok  peternak gapoktan Buana Sari (Desa Pejeng Kangin) sangat nyata lebih baik (P<0,01) dibandingkan kelompok peternak gapoktan Sri Sedana Mumbul (Desa Pejeng Kelod); (2) Untuk gapoktan Buana Sari, pengetahuan, sikap, keterampilan, intensitas komunikasi dan pelatihan yang diterima masing-masing berhubungan sangat nyata (P<0,01), umur berhubungan negatif nyata (P<0,05) dengan tingkat penerapan teknologi sapta usaha ternak sapi. Terdapat hubungan sangat nyata (P<0,01) antara sikap dengan tingkat penerapan dan hubungan yang nyata (P<0,05) antara keterampilan dengan tingkat penerapan teknologi sapta usaha ternak sapi pada peternak Gapoktan Sri Sedana Mumbul (Desa Pejeng Kelod).
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PENGGEMUKAN SAPI BALI BERBASIS PAKAN JERAMI PADI (Studi Kasus pada UD. Mupu Amerta di Banjar Sala Desa Abuan Kecamatan Susut Kabupaten Bangli) Dewi A.A.A.S; Sukanata IW.; Putri B.R.T
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usaha penggemukan sapi bali berbasis pakan jerami padi. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan April sampai Mei di UD. Mupu Amerta yang berlokasi di Banjar Sala, Desa Abuan, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Tingkat kelayakan finansial dari usaha ini dilihat berdasarkan hasil analisis kriteria investasi, analisis Pay Back Period dan Break Even Point, serta analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ini menghasilkan NPV sebesar Rp 100.674.922,-, IRR 21%, Net B/C 1,44, Pay Back Period 0,78 tahun dan Break Even Point terjadi pada saat 6,93 tahun. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa usaha ini mengalami keuntungan pada saat jumlah pemeliharaan sapi diatas 23 ekor atau diatas harga Rp 33.573,-/kg. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa usaha penggemukan sapi bali berbasis pakan jerami padi di UD. Mupu Amerta layak secara finansial.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN PEPAYA DALAM RANSUM KOMERSIAL TERHADAP RECAHAN KARKAS ITIK BALI ANGGA D. P., G. B.,; I G. N. G. BIDURA; N. W. SITI
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

aPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan tepung daun pepaya dalam ransum komersial terhadap recahan karkas itik bali jantan, yang telah dilaksanakan di kandang milik Bapak I Ketut Sunatra yang berlokasi di Jalan Baypass Kediri, Tabanan. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan mulai bulan Mei sampai dengan Agustus 2012 dan menggunakan 60 ekor itik bali jantan yang berumur 3 hari. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan, setiap ulangan menggunakan 5 ekor itik bali jantan yang beratnya homogen.  Keempat perlakuan tersebut adalah 100% ransum komersial tanpa tepung daun pepaya (A) yang merupakan kontrol, 98% ransum komersial + 2% tepung daun pepaya (B), 96% ransum komersial + 4% tepung daun pepaya (C) dan 94% ransum komersial + 6% tepung daun pepaya (D). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah berat karkas, persentase karkas, recahan komersial karkas (dada, sayap, paha atas, dan paha bawah), dan persentase recahan komersial karkas (dada, sayap, paha atas, paha bawah). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan pemberian campuran tepung daun pepaya dalam ransum komersial pada level 2-6% memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) pada hampir semua variabel yang diamati kecuali pada variabel paha atas yang menunjukkan peningkatan yang nyata (P<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, penambahan tepung daun pepaya dalam ransum komersial pada level 2-6% tidak berpengaruh pada recahan komersial karkas bagian dada, paha bawah, dan sayap. Sedangkan penambahan tepung daun pepaya dalam ransum komersial pada level 26% nyata dapat meningkatkan recahan karkas pada itik bali pada bagian paha atas.
EDIBLE OFFALS AYAM BROILER YANG DITAMBAHAN PROBIOTIK STARBIO PADA RANSUM Parwata IW.A.; Ariana IN.T; Oka A.A
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 3 (2015)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik starbio terhadap Edible Offals ayam broiler. Penelitian dilaksanakan selama 5 minggu dengan menggunakan ayam broiler fase stater. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua perlakuan. Perlakuan yang diberikan adalah P0 (ransum komersial tanpa ditambahkan probiotik starbio) dan P1 (ransum komersial yang ditambahkan probiotik starbio 0,25%). Variabel yang diamati adalah bobot potong, persentase hati, persentase jantung, persentase paru, persentase saluran pencernaan, persentase ceker, dan persentase kepala. Variabel tersebut dianalisis menggunakan Two Independent Sampel (T-Test). Hasil penelitian menunjukkan pemberian ransum komersial yang ditambahkan probiotik starbio 0,25% tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot potong, persentase hati, persentase jantung, persentase paru, persentase saluran pencernaan, persentase ceker, dan persentase kepala. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penambahan probiotik starbio 0,25% dalam ransum komersial tidak berpengaruh terhadap bobot potong, persentase hati, persentase jantung, persentase paru, persentase saluran pencernaan, persentase ceker, dan persentase kepala pada ayam broiler.

Page 2 of 3 | Total Record : 21