cover
Contact Name
dr. Rachmat Hidayat
Contact Email
dr.rachmat.hidayat@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dwih.dr@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
Biomedical Journal of Indonesia
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : 24077097     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Biomedical Journal of Indonesia is an open access, peer-reviewed journal that focus on basic medical sciences, emphasizing on providing the molecular studies of biomedical problems and molecular mechanisms to integrate researches in all aspects of human health. BJI is dedicated to publishing original research and review articles covering all aspects of biomedical sciences.
Arjuna Subject : Kedokteran - Anatomi
Articles 6 Documents
Search results for , issue " Vol 4, No 3 (2018)" : 6 Documents clear
Efektivitas Gel Ekstrak Air Bawang Putih (Allium sativum. L) Terhadap Kadar Tumor Necrotic Factor Alfa (TNF-?) Dan Diameter Ulkus Mulut Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar Anggraeni, Dian
Biomedical Journal of Indonesia: Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulkus mulut merupakan kondisi patologis yang ditandai dengan hilangnya jaringan epitel sehingga menyebabkan terjadinya inflamasi. Selama inflamasi, mediator inflamasi berupa TNF-? akan meningkat. Oleh karena itu,  dibutuhkan obat untuk menekan kadar TNF-? untuk menekan inflamasi. Salah satu  bahan herbal yang dapat menekan inflamasi  adalah bawang putih. Penelitian eksperimental laboratorik in vivo dengan pre-post sistem. Sampel yang digunakan sebanyak 36 ekor tikus putih jantan galur wistar yang dibagi menjadi 6 kelompok (6 ekor/kelompok) yaitu kelompok tanpa perlakuan pemberian obat (sebagai data pre perlakuan), kelompok kontrol negatif yakni basis gel HPMC,  kontrol positif yang diberi benzydamin, kelompok perlakuan I yang diberi gel ekstrak air bawang putih 20%, kelompok perlakuan II yang diberi gel ekstrak air bawang putih 40%, kelompok perlakuan III yang diberi gel ekstrak air bawang putih 80%. Pemberian obat diberikan secara topikal sebanyak 2 kali sehari selama 4 hari. Pembuatan ulkus mulut dilakukan dengan meletakan kertas saring yang telah direndam dalam larutan asam asetat 50% pada area labial jaringa gingiva rahang bawah. Pengukuran ulkus mulut dilakukan pada hari ke-1 pasca pembuatan ulkus mulut dan hari ke-5. Pada hari ke-5 semua tikus dikorbankan untuk diambil jaringan gingiva dan dilakukan pengukuran kadar TNF-? menggunakan ELISA. Analisis data menggunakan program SPSS versi 24 dan uji One Way Anova dengan spesifikasi 5% dilanjutkan uji Post Hoc Test menggunakan uji LSD dan Games Howell.Analisis menggunakan One Way Anova menunjukkan bahwa ada perbedaan bermakna kadar TNF-? dan diameter ulkus mulut (p<0,05) antarkelompok yang mengindikasikan bahwa gel ekstrak air bawang putih yang diaplikasikan di area ulkus mulut berpengaruh terhadap kadar TNF-? dan diameter ulkus mulut. Hasil uji LSD menunjukkan bahwa gel ekstrak air bawang putih 80% efektif bermakna menurunkan kadar TNF-? (p<0,05). Hasil uji Games Howell menunjukkan bahwa gel ekstrak air bawang putih 20%, 40% dan 80% memiliki efektivitas yang sama dengan benzydamin dalam menurunkan diameter ulkus mulutGel ekstrak air bawang putih (Allium sativum. L)  konsentrasi 80% lebih efektif dibandingkan dengan benzydamin terhadap penurunan kadar TNF-?. Gel ekstrak air bawang putih (Allium sativum. L) kosnentrasi 20%, 40% dan 80% sama efektifnya dengan benzydamin dalam hal menurunkan diameter ulkus mulut pada tikus putih jantan galur wistar.
Pola Kepekaan Bakteri Acinetobacter calcoaceticus Terhadap Antibiotik pada Pasien Rawat Inap RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Silvani, Nyimas Irina
Biomedical Journal of Indonesia: Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Acinetobacter calcoaceticus merupakan patogen oportunistik yang menyebabkan infeksi nosokomial pada pasien yang mengalami immunocompromised. Jumlah infeksi nosokomial yang disebabkan oleh Acinetobacter semakin meningkat dan seringkali sangat sulit bagi dokter untuk mengobati karena resistensi yang luas dari bakteri ini dengan beberapa golongan antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  sensitifitas Acinetobacter calcoaceticus terhadap beberapa antibiotik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif observasional dengan mengambil data sekunder hasil uji kepekaan Acinetobacter calcoaceticus terhadap antibiotik di Laboratorium Mikrobiologi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya/RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang periode Januari-Oktober 2014. Dari 26 jenis spesimen klinis, didapatkan 535 isolat dengan Acinetobacter calcoaceticus. Isolat Acinetobacter calcoaceticus terbanyak berasal dari sputum, urin, darah, swab ETT, dan pus. Dari data uji kepekaan Acinetobacter calcoaceticus terhadap 21 jenis antibiotik, didapat (64,5%) isolat yang resisten, (9,2%) intermediet, dan (26,3 %) sensitif. Acinetobacter calcoaceticus paling resisten terhadap klorampenikol, sefpirom, dan sefazolin, paling intermediet terhadap sefotaksim, azitromisin, dan seftriakson, dan paling sensitif terhadap imipenem, sulbaktam/sefoperazon, dan amikasin. 
Hubungan Akreditasi Sekolah, Asal Sekolah, Jalur Penerimaan Mahasiswa dan Tempat Tinggal dengan Indeks Prestasi Kumulatif Mahasiswa AlKautsar, M Rizky
Biomedical Journal of Indonesia: Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran merupakan kegiatan utama dalam dunia pendidikan, termasuk di Perguruan Tinggi (PT). Keberhasilan proses pembelajaran dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Untuk mengukur keberhasilan dalam pembelajaran di universitas menggunakan Indeks Prestasi Kumulatif. Tujuan objektif dari penelitian ini adalah menentukan hubungan akreditasi sekolah, asal sekolah, jalur penerimaan, dan tempat tinggal dengan IPK mahasiswa PSPD angkatan 2014 FK Unsri. Jenis penelitian ini adalah observasi analitik dengan desain potong lintang. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa PSPD Angkatan 2014 FK Unsri yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 216 mahasiswa. Data diambil dari Sub-bagian Akademik berupa data IPK dan jalur penerimaan dan Unit Bimbingan Konseling Mahasiswa (UBKM) berupa data asal sekolah dan tempat tinggal sedangkan data akreditasi sekolah diperoleh dari web resmi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Analisis data bivariat menggunakan uji Chi-Square bila memenuhi syarat. Bila tidak memenuhi syarat maka digunakan uji alternatif yaitu kolmogorov-smirnov. Berdasarkan analisis bivariat, tidak terdapat hubungan akreditasi sekolah (A dan B) dan asal sekolah (kota dan kabupaten) dengan IPK dengan nilai p= 1,000, tidak terdapat hubungan asal sekolah (Palembang dan luar Palembang) dengan IPK dengan nilai p= 0,843, dan tidak terdapat hubungan tempat tinggal (bersama orang tua dan kos) dengan IPK dengan nilai p=0,730 sedangkan berdasarkan analisis bivariat terdapat hubungan jalur penerimaan (SNMPTN, SBMPTN, dan USM) dengan IPK dengan nilai p= 0,000. Terdapat hubungan jalur penerimaan dengan IPK Mahasiswa PSPD Angkatan 2014 FK Unsri. Namun, tidak terdapat hubungan akreditasi sekolah, asal sekolah dan tempat tinggal dengan IPK Mahasiswa PSPD Angkatan 2014 FK Unsri 
Obat-Obat Antitrombotik yang Digunakan pada Pasien Infark Miokard Akut di Rsup Mohammad Hoesin Palembang Pandani, Ni Wayan Puspa
Biomedical Journal of Indonesia: Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infark miokard akut (IMA) adalah kelanjutan dari nekrosis otot jantung  yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan otot jantung. Obat antitrombotik merupakan salah satu dari serangkaian penatalaksanaan IMA. Antitrombotik adalah obat yang dapat menghambat agregasi trombosit sehingga menyebabkan terhambatnya pembentukan trombus pada pembuluh darah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui jenis obat antitrombotik yang digunakan pada pasien IMA di RSUP Mohammad Hoesin Palembang pada tahun 2012. Jenis penelitian  yang dilakukan adalah jenis deskriptif observasional. Populasi pada penelitian ini adalah rekam medik di RSUP Mohammad Hoesin Palembang. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh rekam medik pasien yang didiagnosa IMA di Bagian Kardiovaskular tahun 2012 yang mencantumkan tatalaksana antitrombotik. Data disajikan dalam bentuk tabel yang diolah dengan bantuan komputer menggunakan program microsoft word office. Data yang disajikan akan menunjukkan persentase penggunaan obat-obat antitrombotik. Dari 18 rekam medik yang diamati, obat antitrombotik yang digunakan adalah golongan aspirin 53,3%; heparin 23,3%; clopidogrel 13,3%; dan fondaparinux 10%. Aspirin menjadi pilihan utama dalam terapi antitrombotik pasien IMA, sesuai dengan berbagai literature yang menyebutkan aspirin direkomendasikan pada pasien Non-STEMI tanpa kontraindikasi, serta merupakan antiplatelet standar pada STEMI yang direkomendasikan ACC/AHA. Jadi simpulan akhir penelitian ini, obat antitrombotik yang digunakan pada pasien IMA di RSUP Mohammad Hoesin Palembang tahun 2012 adalah aspirin, heparin, clopidogrel dan fondaparinux.
Hubungan Hasil Laboratorium Pasien Lupus Eritematosus Sistemik dengan Skor SLEDAI di RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang Pradesta, Rahnowi
Biomedical Journal of Indonesia: Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lupus Eritematosus Sistemik (LES) merupakan penyakit autoimun yang mengenai hampir semua sistem organ dan memiliki manifestasi klinis yang bervariasi. Perjalanan penyakit LES ini ditandai dengan remisi dan eksaserbasi sehingga memerlukan pemantauan yang ketat akan aktivitas penyakitnya. Untuk menilai aktivitas penyakit lupus maka digunakanlah skor SLEDAI (Systemic Lupus Erythematosus Disease Activity Index). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan hasil laboratorium pasien LES dengan skor SLEDAI dari pasien LES yang berobat di Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin Palembang periode Januari 2013-Juli 2014. Penelitian ini berbentuk analitik observasional dengan desain cross sectional serta menggunakan data sekunder, yaitu rekam medik sub-bagian Alergi Imunologi Bagian Penyakit Dalam Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin Palembang. Sampel yang diperoleh sebanyak 43 sampel penderita LES yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik Fisher’s Exact. Dari 43 pasien, 16 pasien (37,3%) memiliki skor SLEDAI ringan dan 27 pasien (62,7%) memiliki skor SLEDAI berat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat bermakna antara anti-dsDNA dan skor SLEDAI (nilai p=0,005). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara anemia, trombositopenia, leukopenia, proteinuria dan ANA dengan skor SLEDAI (nilai p>0,05). Terdapat hubungan yang bermakna antara hasil laboratorium anti- dsDNA dan skor SLEDAI.
Angka Kejadian Korban Kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan Hasil Pemeriksaan Luar Visum Et Repertum di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang Singh, Sharanjit Kaur Autar
Biomedical Journal of Indonesia: Jurnal Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol 4, No 3 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan masalah kesehatan yang potensial di Indonesia seiring makin giatnya pembangunan akhir-akhir ini. Jumlah penduduk yang cukup padat dan pembangunan yang pesat menyebabkan mobilitas penduduk menjadi tinggi bisa meningkatkan angka kecelakaan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian korban kecelakaan lalu lintas berdasarkan hasil pemeriksaan luar visum et repertum di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang tahun 2011-2013. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif dengan pendekatan serial kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah semua korban mati yang tercatat dari pemeriksaan luar di Bagian Forensik RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang periode Januari 2011-Desember 2013. Sampel dalam penelitian ini adalah semua korban kecelakaan lalu lintas di Bagian Forensik RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang periode Januari 2011-Desember 2013.  Subyek penelitian adalah 184 (50,8%) korban kecelakaan lalu lintas. Mayoritas korban adalah laki-laki (78,35%), usia 21-30 tahun (36,4%), pengendara sepeda motor (89,1%), dan mengalami luka robek (40%). Angka kejadian korban kecelakaan lalu lintas berdasarkan hasil pemeriksaan luar visum et repertum di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang adalah (50,8%).

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 3 (2025): Vol 11, No 3, 2025 Vol. 11 No. 2 (2025): Vol 11, No 2, 2025 Vol. 11 No. 1 (2025): Vol 11, No 1, 2025 Vol. 10 No. 3 (2024): Vol 10, No 3, 2024 Vol. 10 No. 2 (2024): Vol 10, No 2, 2024 Vol. 10 No. 1 (2024): Vol 10, No 1, 2024 Vol. 9 No. 3 (2023): Vol 9, No 3, 2023 Vol. 9 No. 2 (2023): Vol 9, No 2, 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): Vol 9, No 1, 2023 Vol. 8 No. 3 (2022): Vol 8, No 3, 2022 Vol. 8 No. 2 (2022): Vol 8, No 2, 2022 Vol. 8 No. 1 (2022): Vol 8, No 1, 2022 Vol. 7 No. 3 (2021): Vol 7, No 3, 2021 Vol. 7 No. 2 (2021): Vol 7, No 2, 2021 Vol. 7 No. 1 (2021): Vol 7, No 1, 2021 Vol. 7 No. 3 (2021): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 2 (2021): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 7 No. 1 (2021): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 6 No. 3 (2020): Vol 6, No 3, 2020 Vol. 6 No. 2 (2020): Vol 6, No 2, 2020 Vol. 6 No. 1 (2020): Vol 6, No 1, 2020 Vol. 6 No. 3 (2020): Biomedical Journal of Indonesia Vol 6, No 2 (2020) Vol. 6 No. 2 (2020): Biomedical Journal of Indonesia Vol 6, No 1 (2020) Vol. 5 No. 3 (2019): Vol 5, No 3, 2019 Vol. 5 No. 2 (2019): Vol 5, No 2, 2019 Vol. 5 No. 1 (2019): Vol 5, No 1, 2019 Vol. 5 No. 3 (2019): Biomedical Journal of Indonesia Vol 5, No 3 (2019) Vol. 5 No. 2 (2019): Biomedical Journal of Indonesia Vol 5, No 2 (2019) Vol. 5 No. 1 (2019): Biomedical Journal of Indonesia Vol 5, No 1 (2019) Vol. 4 No. 3 (2018): Vol 4, No 3, 2018 Vol. 4 No. 2 (2018): Vol 4, No 2, 2018 Vol. 4 No. 1 (2018): Vol 4, No 1, 2018 Vol 4, No 3 (2018) Vol. 4 No. 3 (2018): Biomedical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 2 (2018): Biomedical Journal of Indonesia Vol 4, No 2 (2018) Vol. 4 No. 1 (2018): Biomedical Journal of Indonesia Vol 4, No 1 (2018) Vol. 3 No. 3 (2017): Vol 3,No 3, 2017 Vol. 3 No. 2 (2017): Vol 3, No 2, 2017 Vol. 3 No. 1 (2017): Vol 3, No 1, 2017 Vol 3, No 3 (2017) Vol. 3 No. 3 (2017): Biomedical Journal of Indonesia Vol 3, No 2 (2017) Vol. 3 No. 2 (2017): Biomedical Journal of Indonesia Vol 3, No 1 (2017) Vol. 3 No. 1 (2017): Biomedical Journal of Indonesia Vol 1, No 1 (2015) More Issue