cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development)
ISSN : 25415581     EISSN : 25415603     DOI : -
Core Subject : Health,
The "Higeia" (Journal of Public Health Research and Development) is a scientific periodical journal containing scientific papers in the form of qualitative and quantitative research reports or research articles (original article research paper) with focus on epidemiology, biostatistics and population, health promotion, health environment, occupational health and safety, health policy administration, public health nutrition, hospital management, maternal and child health, and reproductive health.
Arjuna Subject : -
Articles 45 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023" : 45 Documents clear
Determinan Perilaku Pencegahan Covid-19 Pada Lansia Karimah, Nisa Arifiani
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7iSup.62743

Abstract

ABSTRAK Diketahui pada rentan waktu 11 Maret 2021 telah terjadi kasus positif COVID-19 di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo sebanyak 719 terkonfirmasi, 53% terjadi kasus positif COVID-19 pada kelompok lanjut usia yang mencapai 385. Kasus kematian yang disebabkan oleh COVID-19 ini mencapai 81 jiwa, 69,13% terjadi pada lansia, yaitu sebanyak 56 jiwa. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif analitik dengan pendakatan cross-sectional. Populasi lansia di wilayah kerja Puskesmas Bandarharjo. Sampel penelitian sebesar 105 responden, teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner, data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat variabel yang berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada lansia yaitu jenis kelamin (p= 0,003), pengetahuan (p= 0,037), sikap (p= 0,009), komorbiditas (p= 0,000), dukungan keluarga (p= 0,003), dan dukungan kader (p= 0,002). Variabel yang tidak berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 yaitu status pekerjaan (p= 0,557) dan sarana prasarana kesehatan yang dimiliki (p= 0,425). Simpulan dari penelitian ini adalah jenis kelamin, pengetahuan, sikap, komorbiditas, dukungan keluarga, dan dukungan kader berhubungan dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada lansia. ABSTRACT There were positive cases of COVID-19 in the working area of the Bandarharjo Health Center on March 11, 2021, with as many as 719 confirmed cases; 53% of positive cases of COVID-19 occurred in the elderly group, which reached 385.COVID-19 caused the deaths of 81 people, with the elderly accounting for 69.13% of the total, or 56 people.This research uses a descriptive analytic study with a cross-sectional approach. the elderly population in the working area of the Bandarharjo Health Center. The research sample consists of 105 respondents, selected using the purposive sampling technique. The research instrument was a questionnaire. The Chi-Square test was used to analyze the data.The results showed that there were variables related to COVID-19 prevention behavior in the elderly, namely gender (p = 0.003), knowledge (p = 0.037), attitude (p = 0.009), comorbidity (p = 0.000), family support (p = 0.003), and cadre support (p = 0.002). Variables that were not related to COVID-19 prevention behavior were employment status (p = 0.557) and ownership of health infrastructure (p = 0.425). The conclusions from this study are that gender, knowledge, attitudes, comorbidities, family support, and cadre support are associated with COVID-19 prevention behavior in the elderly.
KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PEKERJA Ningrum, Ratna Novita
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7iSup.63921

Abstract

Abstrak Musculoskeletal Disorders (MSDs) termasuk penyakit akibat kerja paling sering dialami pekerja di Indonesia. Kabupaten Jepara mengalami kenaikan pertumbuhan industri pada tahun 2016 dan 2017 sebesar 0,38%. Kenaikan ini dapat menghadirkan bahaya K3, khususnya bahaya penyakit akibat kerja seperti Musculoskeletal Disorders (MSDs). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs) pada pekerja di CV. Sinar Jaya Mandiri Jepara. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan studi analitik observasional dengan rancangan cross sectional dengan metode total sampling. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2022 hingga November 2022. Teknik analisis data menggunakan uji chi square dan fisher’s exact test. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara usia (p=0,001), kebiasaan merokok (p=0,001), IMT (p=0,000), posisi kerja (p=0,000), beban kerja (p=0,003) dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Sedangkan tidak ada hubungan antara masa kerja, dan riwayat penyakit. Simpulan dalam penelitian ini adalah usia, kebiasaan merokok, IMT, posisi kerja, dan beban kerja berhubungan dengan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Kata kunci: Faktor-Faktor, Musculoskeletal Disorders (MSDs), Pekerja Abstract Musculoskeletal Disorders (MSDs) are the most common occupational diseases experienced by workers in Indonesia. Jepara Regency experienced an increase in industrial growth in 2016 and 2017 of 0.38%. This increase can present an OHS hazard, especially the danger of occupational diseases such as Musculoskeletal Disorders (MSDs). The purpose of this study was to determine the factors associated with complaints of Musculoskeletal Disorders (MSDs) in workers at CV. Sinar Jaya Mandiri Jepara. This type of research is quantitative using an observational analytic study with a cross-sectional design with a total sampling method. The research was conducted from September 2022 to November 2022. Data analysis techniques used the chi square test and fisher's exact test. The results showed that there was a relationship between age (p=0.001), smoking habits (p=0.001), BMI (p=0.000), work position (p=0.000), workload (p=0.003) and musculoskeletal disorders (MSDs). . While there is no relationship between length of work and history of the disease. The conclusions in this study are age, smoking habits, BMI, work position, and workload associated with complaints of Musculoskeletal Disorders (MSDs). Keyword: Factors, Musculoskeletal Disorders (MSDs), Workers
Keluhan Gangguan Kulit pada Pemulung TPA Sukoharjo Pati di Masa Pandemi Covid-19 Nur Aisyah, Tika Nurul
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7iSup.64709

Abstract

Abstrak Penyakit kulit adalah keadaan dimana kulit mengalami gangguan seperti kemerahan, munculnya bintik merah, penebalan kulit, kulit bersisik dan gatal. Data penyakit kulit di Puskesmas Margorejo tahun 2021 masih cukup tinggi yaitu terdapat distribusi pasien rawat jalan dengan kasus penyakit kulit dan jaringan subkutan berada pada posisi 6 dari 10 besar penyakit, jumlah kunjungan 272 dengan prosentase sebanyak 2,84%. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor yang berhubungan dengan keluhan gangguan kulit pemulung di TPA Sukoharjo. Jenis penelitian menggunakan survei analitik dengan desain penelitian cross sectional dan menggunakan pendekatan retrospective. Sampel sebanyak 60 responden menggunakan teknik total sampling. Analisa data menggunakan uji univariat dan bivariat (Chi square). Hasil penelitian faktor yang menunjukkan hubungan yaitu kebersihan kulit (p-value=0,04), kebersihan tangan, kaki, dan kuku (p-value=0,014) dan yang tidak berhubungan yaitu umur (p value=0,287), jenis kelamin pemulung (p-value=0,388), masa kerja (p-value=0,347), kebersihan rambut dan kulit kepala (p-value=0,134). Untuk instansi terkait dapat memberikan sosialisasi pentingnya menjaga kebersihan diri dan pengadaan fasilitas kebersihan diri dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan. Pemulung diharapkan dapat memperhatikan dan meningkatkan kebersihan diri. Abstract Skin disease is a condition in which the skin experiences disturbances such as redness, the appearance of red spots, thickening of the skin, scaly and itchy skin. Data on skin disease at the Margorejo Health Center in 2021 is still quite high, namely there is a distribution of outpatients with cases of skin disease and subcutaneous tissue in 6th position out of the top 10 diseases, the number of visits is 272 with a percentage of 2.84%. The aim of the study was to determine the factors associated with complaints of skin disorders from scavengers at the TPA Sukoharjo Pati. This type of research uses an analytic survey with a cross-sectional research design and uses a retrospective approach. A sample of 60 respondents used the total sampling technique. Data analysis used univariate and bivariate tests (Chi square). The results of the research factors that showed a relationship were skin cleanliness (p-value=0.04), hand, foot, and nail hygiene (p-value = 0.014) and those that were not related were gender (p value = 0.388), age (p-value=0.287), length of service (p-value=0.347) and hair cleanliness (p-value=0.134). Related agencies can provide socialization on the importance of maintaining personal hygiene and providing personal hygiene facilities in an effort to improve health status. Scavengers are expected to pay attention to and improve personal hygiene.
Faktor Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Sari, Linda Arum
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7iSup.64710

Abstract

Abstrak Data WHO pada 2016 terdapat 22,9% atau 154,8 juta balita mengalami stunting. Indonesia memiliki prevalensi balita stunting sebanyak 24,4% pada tahun 2021. Stunting secara tidak langsung disebabkan faktor sanitasi lingkungan yang kurang baik sehingga menimbulkan efek merugikan secara signifikan terhadap pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Turirejo. Penelitian ini adalah survei observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian 212 balita dengan sampel 68 balita. Analisis menggunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-square nilai α=0,05. Hasil penelitian yaitu ada hubungan antara kualitas air p=0,016, kondisi jamban keluarga p=0,028, sarana pembuangan limbah p=0,020 dengan kejadian stunting. Orang tua balita diharapkan agar meningkatkan kebersihan diri pada balita dan kualitas sanitasi lingkungan. Puskesmas diharapkan memberikan informasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas sanitasi lingkungan dan memantau program penurunan stunting melalui intervensi gizi sensitif. Abstract WHO data in 2016 there were 22.9% or 154.8 million toddlers experiencing stunting. Indonesia has a stunting toddler prevalence of 24.4% in 2021. Stunting is indirectly caused by poor environmental sanitation, which has a significant detrimental effect on children's growth. This study aims to determine the relationship between environmental sanitation factors and the incidence of stunting in toddlers in Turirejo Village. This research is an observational survey with a cross sectional approach. The study population was 212 toddlers with a sample of 68 toddlers. Analysis using univariate and bivariate with Chi-square statistical test value α = 0.05. The results of the study showed that there was a relationship between water quality p=0.016, family latrines conditions p=0.028, waste disposal facilities p=0.020 and the incidence of stunting. Parents of toddlers are expected to improve personal hygiene in toddlers and the quality of environmental sanitation. Community health centers are expected to provide information to the public to improve the quality of environmental sanitation and monitor stunting reduction programs through sensitive nutrition interventions.
Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Cirendang, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan Nurjanah, Fani Eka
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7iSup.64759

Abstract

Abstrak Per bulan Juli 2022, terdapat 52.313 kasus DBD di Indonesia dengan 448 kasus meninggal dunia. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi variabel yang berkontribusi dalam kejadian DBD di Kelurahan Cirendang, diantaranya variabel usia, jenis kelamin, pekerjaan, frekuensi pengurasan TPA, kebiasaan menggantung pakaian, penggunaan obat anti nyamuk, dan Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB) oleh kader kesehatan. Penelitian ini dilakukan di bulan September – November 2022 yang merupakan penelitian kuantitatif dengan desain case-control, teknik simple random sampling sebagai teknik pengambilan data, serta analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan metode chi-square. Pada penelitian ini, jenis kelamin (p=0,016), pekerjaan (p=0,050), dan kebiasaan menggantung pakaian (p=0,020) berhubungan dengan kejadian DBD. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian DBD di Kelurahan Cirendang dengan variabel usia (p=0,231), frekuensi pengurasan TPA (p=0,235), penggunaan obat anti nyamuk (p=0,522), dan pemeriksaan jentik secara berkala (p=0,730). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlu adanya sosialisasi secara berkala dan teratur tentang penerapan PSN, dan instansi terkait harus mampu menggiatkan dan meningkatkan kinerja kader kesehatan. Abstract As of July 2022, there were 52,313 cases of DHF in Indonesia with 448 deaths. This study aims to identify variables that contribute to the incidence of DHF in Cirendang Village, including variables of age, gender, occupation, landfill frequency depletion, habit of hanging clothes, use of mosquito repellents, and Periodic Larvae Examination (PJB) by health cadres. This research was conducted in September – November 2022 which was a quantitative study using a case-control design, simple random sampling as a data collection technique, and data analysis was carried out using univariate and bivariate methods using the chi-square method. In this study, gender (p=0.016), occupation (p=0.050), and habit of hanging clothes (p=0.020) were related to the incidence of DHF. There was no significant relationship between the incidence of DHF in Cirendang Village and age (p=0.231), the frequency of landfill disposal (p=0.235), the use of mosquito repellent (p=0.522), and periodic inspection of larvae (p=0.730). The conclusion from this study is that there is a need for periodic and regular outreach regarding the application of PSN, and related agencies must be able to activate and improve the performance of health cadres.
PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERSONAL HYGIENE PADA SISWA SEKOLAH DASAR Windiyanto, Restu Catur
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7iSup.64782

Abstract

Personal hygiene upaya untuk menciptakan kesejahteraan seseorang baik fisik maupun psikis yang diperlukan untuk memelihara kebersihan diri seseorang yang baik. Personal hygiene yang kurang dapat mengakibatkan seseorang kurang percaya diri dan dapat menimbulkan penyakit. Pada tahun 2008, Indonesia memiliki tingkat kejadian 60-80% dan tingkat kematian 24% di kalangan anak-anak, terutama anak yang berusia antara 9-12 tahun. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan personal hygiene pada siswa sekolah dasar di wilayah kelurahan tugurejo. Jenis penelitian survei bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2022. Hasil analisa uji statistik diperoleh p value 0,002 < 0,005 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan personal hygiene. Hasil analisa uji statistik pada variabel sikap di peroleh p value 0,058 > 0,005 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat sikap dengan personal hygiene. Saran bagi pihak puskesmas dan sekolah diharapkan dapat memberikan edukasi tentang kesehatan dengan terutama tentang personal hygiene. Abstract Personal hygiene is an effort to create a person's well-being both physically and psychologically which is needed to maintain good personal hygiene. Lack of personal hygiene can result in a person's lack of self-confidence and can cause disease. In 2008, Indonesia had an incidence rate of 60-80% and a mortality rate of 24% among children, especially children aged between 9-12 years. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes with personal hygiene in elementary school students in the Tugurejo sub-district area. This type of survey research is analytic with a cross sectional approach. This research was conducted in August-September 2022. The results of the statistical test analysis obtained a p value of 0.002 < 0.005 so it can be concluded that there is a relationship between the level of knowledge and personal hygiene. The results of the statistical test analysis on the attitude variable obtained a p value of 0.058 > 0.005 so it can be concluded that there is no relationship between the level of attitude and personal hygiene. Suggestions for the puskesmas and schools are expected to be able to provide education about health, especially about personal hygiene.
Prediktor Kejadian Tuberkulosis pada Pasien HIV (Studi Kasus di Balkesmas Wilayah Semarang) Arismaya, Nudia Ikrima
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7iSup.64820

Abstract

Abstrak Di Indonesia, tuberkulosis ialah suatu peradangan oportunistik yang banyak ditemukan pada individu dengan HIV/AIDS. Penderita HIV memiliki risiko lebih besar terkena tuberkulosis dibandingkan dengan seseorang yang non HIV. Infeksi HIV memberi peningkatan mengalami penyakit tuberkulosis. Kebalikannya, infeksi tuberkulosis dapat meningkatkan progresifitas HIV. HIV dan tuberkulosis dianggap sebagai penyakit beban ganda. Di Indonesia pada tahun 2021, diperkirakan sebanyak 4.700 orang meninggal karena TB-HIV. Riset ini bertujuan untuk memahami prediktor yang berkaitan terhadap kejadian tuberkulosis bagi penderita HIV. Desain studi pada riset berikut ialah case control. Sumber data riset menggunakan data sekunder mencakup data rekam medis. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling. Besar sampel yang digunakan sebesar 38 kasus dan 38 kontrol. Data penelitian kemudian dianalisis dengan cara univariat serta bivariat. Melalui hasil riset berikut prediktor yang berkaitan terhadap kejadian tuberkulosis pada pasien HIV antara lain tingkat pendidikan (P value = 0,003 dan OR = 5,940), stadium klinis HIV (P value = 0,000 dan OR = 24,750), serta riwayat kontak dengan penderita tuberkulosis (P value = 0,026 dan OR = 3,585). Abstract In Indonesia, tuberculosis is one of the opportunistic infections that often occurs in HIV patient. HIV sufferers have a greater risk of developing tuberculosis compared to someone who is not HIV. HIV infection increases the risk of developing tuberculosis. Conversely, tuberculosis infection can increase the progression of HIV. HIV and tuberculosis are considered a double burden disease. IN Indonesia in 2021, an estimated 4,700 people will die from TB-HIV. This study aims to determine the predictors associated with the incidence of tuberculosis in HIV patients. The study design in this research is case control. The research data source uses secondary data in the form of medical record data. The sampling technique used purposive sampling. The sample size used was 38 cases and 38 controls. The research data were then analyzed by univariate and bivariate. From the results of this study, predictors related to the incidence of tuberculosis in HIV patients included education level (P value = 0.003 and OR = 5.940), HIV clinical stage (P value = 0.000 and OR = 24.750), and history of contact with tuberculosis patients (P value = 0.026 and OR = 3.585).
FAKTOR RISIKO KEJADIAN GIZI KURANG BALITA 0-59 BULAN Putri, Nintya Suharmono
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7iSup.64909

Abstract

Abstrak Permasalahan gizi yang terjadi pada usia balita seperti stunting, wasting, dan gizi kurang masih menjadi permasalahan kesehatan utama di negara berkembang. Status gizi kurang di usia balita berdampak pada kelangsungan hidup anak seperti terganggunya tumbuh dan kembang anak, penurunan kemampuan belajar, dan penurunan daya tahan tubuh yang berakibat pada meningkatnya risiko kematian. Berdasarkan data, diketahui prevalensi gizi kurang Kabupaten Blora mengalami peningkatan dari 9,6% menjadi 10,9% dari tahun 2019 sampai 2020. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara beberapa faktor dengan kejadian balita gizi kurang di wilayah Puskesmas Blora. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif observasional analitik dengan rancangan studi cross-sectional. Berdasarkan hasil analisis bivariat dan multivariat, terdapat hubungan antara riwayat ibu KEK dengan gizi kurang balita (P = 0,001) dan diperoleh nilai PR sebesar 1,963 (1,381-2,792) dimana PR>1 yang artinya ibu yang memiliki riwayat KEK saat hamil berisiko 1,963 kali lebih besar memiliki balita gizi kurang. Kesimpulan variabel yang berhubungan secara signifikan adalah riwayat ibu KEK. Kata kunci: gizi kurang, balita, KEK Abstract Nutritional problems in under-five children such as stunting, wasting, and underweight are still major health problems in developing countries. Underweight in children has an impact on their survival rate such as impaired growth and development of children, decreased learning abilities, and decreased body resistance which results an increased risk of death. Based on the data, it is known that the prevalence of malnutrition in Blora Regency has increased from 9,6% to 10,9% from 2019 to 2020. This study aims to determine the relationship between several factors and the incidence of underweight children under five in the area of ​​Blora Health Center (Puskesmas Blora). The research design used was an analytical observational quantitative study with a cross-sectional study design. Based on the results of bivariate and multivariate analysis, there is a relationship between maternal history of CED with under-five children malnutrition (P = 0.001) and obtained a PR value of 1.963 (1.381-2.792) where PR>1 which indicates that maternal history of CED during pregnancy are at risk of 1.963 times more likely to have underweight children under five. The conclusion is the variable that was significantly related to underweight under-five children is maternal history of CED. Keywords: underweight, children, chronic energi deficiency (CED)
Karakteristik Individu dan Kondisi Jamban pada Lansia di Desa Kaliombo Ma'unah, Nisa'ul
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7iSup.64942

Abstract

Abstrak Desa Kaliombo merupakan desa dengan capaian akses jamban sehat terendah di Kecamatan Sulang, Rembang pada tahun 2019 yaitu sebesar 49,5%. Kondisi jamban di dalam rumah menjadi salah satu faktor pendorong kelompok usia lanjut (lansia) untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) terkait dengan perilaku BAB (Buang Air Besar) dan BAK (Buang Air Kecil). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik individu terhadap kondisi jamban pada lansia di Desa Kaliombo Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang. Jenis penelitian ini merupakan deskriptif kuantitatif. Populasinya adalah KK beranggota keluarga lanjut usia sebanyak 105 KK. Jumlah sampel sebanyak 83 KK. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat menggunakan Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan (p=0.054) dan ketersediaan lahan (p=0,506) tidak berhubungan terhadap kondisi jamban, sedangkan tingkat pendapatan (p=0.001), pengetahuan (p=0.016), ketersediaan air (p=0.019), jarak jamban jamban dengan sumber air (p=0.038) berhubungan terhadap kondisi jamban pada lansia. Disarankan untuk meneliti tentang hubungan variabel pekerjaan terhadap kondisi jamban pada penelitian berikutnya. Abstract Kaliombo Village is the village with the lowest access to healthy latrines in Sulang District, Rembang in 2019, namely 49.5%. The condition of latrines in the house is one of the driving factors for the elderly (elderly) to implement clean and healthy living behaviors (PHBS) related to bowel movements and urination. This study aims to determine the relationship between individual characteristics and the condition of the latrines in the elderly in Kaliombo Village, Sulang District, Rembang Regency. This type of research is a quantitative descriptive. The population is 105 families with elderly family members. The total sample of 83 families was taken by non-random sampling technique. Data collection techniques with interviews and observation. Data analysis using univariate and bivariate using Chi-square. The results of this study indicate that education level (p=0.054) and land availability (p=0.506) is not related to latrine conditions, while income level (p=0.001), knowledge (p=0.016), water availability (p=0.019), the distance between the latrine and the water source (p=0.038) is related to the condition of the latrine in the elderly. It is suggested to examine the relationship between work variables and latrine conditions in the next study.
Mosquito Larvae Monitoring Program toward on Free Larvae Index and House Index in Kampung Bebas Jentik, Cilandak Tobing, Tiffanny Ocktivianie
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7iSup.64966

Abstract

ABSTRACT The implementation of Mosquito Larvae Monitoring Program has been implemented in several areas in Cilandak district. The highest incidence rate in Pondok Labu and Gandaria Selatan sub-districts have ranked as the 1st and 9th. The objective of this study was measure the success rate of the mosquito larvae monitoring program based on the increase in the Free Larvae Index and House Index that were not in line with increased in the incidence rate of Dengue. This was cross sectional study with quantitative descriptive analysis and qualitative methods using univariate analysis to analyze Mosquito Larvae Monitoring Reports from January to August and in-depth interview with 8 Jumantik. The result showed that in Pondok Labu sub-district the FLI (Mean= 98.29; SD= 0.63) and HI (Mean= 1.68; SD= 0.61) and Gandaria Selatan sub-district the FLI (Mean= 97.90; SD= 0.68) and HI (Mean= 21.20; SD= 0.72). The success of the mosquito larva monitoring program doesn’t only focus on the results of the indicators, but also the reduction in morbidity and larvae in that area. ABSTRAK Kecamatan Cilandak merupakan daerah yang telah menerapkan pemantauan jentik nyamuk, namun di daerah ini masih diperhadapkan pada beban penyakit DBD, dengan angka kejadian tertinggi di Kelurahan Pondok Labu dan Gandaria Selatan yang menempati peringkat ke-1 dan ke-9. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat keberhasilan program pemantauan jentik nyamuk berdasarkan peningkatan Free Larvae Index dan House Index yang tidak sejalan dengan peningkatan angka kejadian DBD. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan analisis deskriptif kuantitatif dan metode kualitatif yang menggunakan analisis univariat untuk menganalisis Laporan Pemantauan Jentik dari Januari – Agustus 2022 dan wawancara mendalam dengan 8 Jumantik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kelurahan Pondok Labu FLI (Mean= 98,29; SD= 0,63) dan HI (Mean= 1,68; SD= 0,61) dan Kelurahan Gandaria Selatan FLI (Mean= 97,90; SD= 0,68) dan HI (Mean= 21.20; SD= 0.72). Keberhasilan program pemantauan jentik nyamuk tidak hanya terpaku pada hasil indikator, akan tetapi juga penurunan angka kesakitan dan jentik di wilayah tersebut.

Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 3 (2024): July 2024 Vol 8 No 2 (2024): April 2024 Vol 8 No 1 (2024): January 2024 Vol 7 No 4 (2023): October 2023 Vol 7 No 3 (2023): July 2023 Vol 7 No 2 (2023): April 2023 Vol 7 No 1 (2023): January 2023 Vol 7 No Sup (2023): Suplemen July 2023 Vol 6 No 4 (2022): October 2022 Vol 6 No 3 (2022): HIGEIA: Juli 2022 Vol 6 No 2 (2022): Higeia: April 2022 Vol 6 No 1 (2022): HIGEIA: January 2022 Vol 5 No 4 (2021): HIGEIA: Oktober 2021 Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 (Article in Press) Vol 5 No 3 (2021): HIGEIA: Juli 2021 Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021 Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2020 Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020 Vol 4 No Special 3 (2020): HIGEIA: November 2020 Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020 Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020 Vol 4 No Special 2 (2020): HIGEIA: October 2020 Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020 Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020 Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019 Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019 Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 4 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA Vol 1 No 1 (2017): HIGEIA More Issue