cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Unnes Civic Education Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2016)" : 16 Documents clear
PENGANGKATAN ANAK MENURUT HUKUM ADAT DI KECAMATAN MLONGGO KABUPATEN JEPARA (KARAKTERISTIK DAN KEDUDUKAN HUKUMNYA) Marthasari, Ian; Sumarto, Slamet; -, Makmuri
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasangan suami isteri yang belum memiliki keturunan untuk mengatasinya kemudian melakukan berbagai usaha untuk mempunyai anak. Salah satu usaha yang dilakukan untuk mempunyai anak adalah dengan mengangkat anak atau adopsi. Pelaksanaan pengangkatan anak di Indonesia setiap daerah satu berbeda dengan daerah yang lain karena dilakukan sesuai dengan hukum adat yang berlaku di daerah yang bersangkutan. Pengangkatan anak yang dilakukan di Kecamatan Mlonggo Kabupaten  Jepara berbeda dengan kebiasaan pada umumnya artinya bahwa pengangkatan anak itu tidak melalui pengadilan tetapi hanya melalui adat yakni kesepakatan kedua belah pihak yaitu antara keluarga orang tua anak angkat dengan orang tua anak kandung. Pengangkatan anak yang dilakukan di Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara dengan alasan untuk meneruskan perkawinan, dan pancingan. Masyarakat Mlonggo pada umumnya mengangkat anak dari kalangan keluarga dekat. Kedudukan anak angkat di sini memiliki kedudukan yang sama dengan anak kandung, dimana memiliki hak dan kewajiban yang sama. Hal ini juga berlaku pada anak angkat terhadap orang tua kandung dimana anak angkat juga memiliki kewajiban terhadap orang tua kandung. Kehadiran anak angkat ini mempengaruhi tentang bagaimana warisan yang diterima kelak. Kebanyakan orang tua angkat berencana akan membagi harta warisan secara perdata yakni bagian laki-laki dan perempuan secara sama rata.
PENGARUH SINETRON RELIGIUS TERHADAP MORALITAS REMAJA DI DESA TAMANREJO KECAMATAN LIMBANGAN KENDAL Hartanti, Puput Tri; -, Suyahmo; -, Makmuri
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Televisi adalah media elektronik yang menjadi salah satu sumber informasi bagi masyarakat, Berbagai macam acara ditayangkan melalui televisi guna menyampaikan informasi kepada masyarakat. Televisi mampu menjadi sarana informasi positif namun juga dapat melenceng dari tujuan menjadi tempat menyampaikan hal-hal negatif. Hal itu dapat terjadi melainkan karena ada berbagai macam acara yang ditayangkan baik itu mengenai pendidikan, berita juga hiburan seperti sinetron. Sinetron-sinetron yang ditayangkan itu memiliki banyak jalan cerita sehingga mengandung pesan-pesan yang positif namun juga tidak sedikit mengandung pesan negatif. Sinetron religius yang mengangkat cerita tentang keagamaan itu menjadi salah satu tontonan menarik terutama di bulan ramadhan. Dengan tidak memiliki batasan umur untuk menonton sinetron religius maka remaja juga menikmati sinteron religius. Pesan moral kebaikan yang terkandung dalam sinetron religius ini juga mampu mempengaruhi moralitas remaja itu sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja  di Desa Tamanrejo Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal ini banyak yang menonton sinetron religius di televisi dalam kehidupan sehari-hari.
PERANAN KPMD DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT MEMBANGUN DESA SIDOMULYO KECAMATAN JEKULO KUDUS Kuntoro, Fira
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat membangun desa, mengetahui bentuk-bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Peranan KPMD pada tahap perencanaan pembangunan adalah menggali gagasan masyarakat, memfasilitasi pertemuan-pertemuan musyawarah desa. Pelaksanaan pembangunan KPMD memberikan masukan dan bimbingan teknis yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan, memfasilitasi dan mendorong masyarakat  dalam memenuhi apa yang menjadi hak dan kewajibannya. Tahap Pelestarian adalah berperan memfasilitasi masyarakat desa dalam pengajuan usulan dari dana pengembalian pinjaman bergulir, membangkitkan motivasi masyarakat dalam pelestarian dan pengembangan hasil kegiatan. Bentuk–bentuk partisipasi masyarakat diwujudkan dalam bentuk ide dan gagasan, tenaga, materi, keterampilan, partisipasi sosial. Faktor penghambat dalam meningkatkan partisipasi masyarakat membangun desa yaitu  faktor ekonomi, Sumber Daya Manusia rendah, perasaan rendah diri orang-orang miskin dan tidak memiliki kekuasaan. Faktor pendukung partisipasi masyarakat adalah adanya bantuan dana untuk pembangunan, pembangunan sarana pendidikan dan sarana kesehatan, sosialiasasi pentingnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa, bimbingan masyarakat untuk mengasah ketrampilan, pinjaman modal usaha.
PENANAMAN KEDISIPLINAN MELALUI KEGIATAN KEPRAMUKAAN DI SMA N 1 KUTOWINANGUN Afiani, Yanuarini Esha; Sumarto, Slamet; Munandar, Moh. Aris
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penanaman kedisiplinan di sekolah ditujukan agar semua individu yang berada di dalamnya bersedia dengan suka rela mematuhi dan mentaati segala peraturan dan tata tertib yang berlaku tanpa paksaan. Apabila setiap siswa dapat mengendalikan diri dan mematuhi semua norma-norma yang berlaku maka hal itu dapat menciptakan lingkungan dan pengalaman yang positif pada siswa, agar proses pertumbuhan fisik, emosional, intelektual dan sosialnya dapat berlangsung dengan baik, sehingga menjadi manusia yang dewasa sesuai dengan umur, status dan lingkungan sekitar. Kesadaran untuk menanamkan kedisiplinan siswa dapat ditumbuhkan dengan kegiatan-kegiatan yang positif melalui kegiatan ekstrakurikuler sekolah salah satunya kegiatan kepramukaan. Kegiatan kepramukaan dapat membiasakan siswa untuk bertindak disiplin melalui kegiatan yang diadakan.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PKN DI SMA SEKECAMATAN COMAL KABUPATEN PEMALANG Putri, Wahyu Deny
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu komponen penting yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah perangkat pembelajaran. Perangkat pembelajaran merupakan pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan/ atau di lapangan untuk setiap kompetensi dasar. Perangkat pembelajaran merupakan salah satu wujud persiapan yang dilakukan oleh guru sebelum melaksanakan proses pembelajaran. Pada hakikatnya apabila suatu kegiatan direncanakan terlebih dahulu, maka tujuan dari kegiatan tersebut akan lebih terarah dan lebih berhasil. Itulah sebabnya seorang guru harus memiliki kemampuan dalam merencanakan suatu pengajaran. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diberlakukan secara bertahap mulai tahun ajaran 2006 memberikan keleluasaan kepada guru dan sekolah (lembaga tingkat satuan pendidikan) untuk mengembangkannya.
PEMBINAAN MORAL PESERTA DIDIK MELALUI EKSPLORASI LINGKUNGAN DI SMP NASIMA SEMARANG Ernawati, Iis; -, Masrukhi; -, Tijan
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internet tidak hanya membawa dampak positif tetapi juga negatif. Seperti sering diberitakan, banyak terjadi kasus free sex (sek bebas) yang berlangsung di bilik-bilik internet. Pelakunya banyak mengenakan seragam sekolah. Fakta inilah yang terjadi di sekitar kita. Salah satu upaya untuk menanggulangi kondisi tersebut yaitu melalui pendidikan formal di sekolah diantaranya dalam pembelajaran. Kebanyakan sistem pembelajaran di sekolah-sekolah saat ini masih terpengaruh oleh sistem lama yang lebih menekankan pada tingkat hafalan. Melihat kondisi seperti ini, maka perlu diadakan strategi baru yaitu memanfaatkan lingkungan dalam proses pembelajaran. Penggunaan pendekatan lingkungan merupakan pembelajaran lebih menyenangkan dan terkesan melekat pada siswa serta mampu mengaplikasikan nilai-nilai moral. Di SMP Nasima Semarang pembelajaran yang menggunakan pendekatan lingkungan dinamakan eksplorasi lingkungan[1]. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan eksplorasi lingkungan di SMP Nasima Semarang dapat digunakan untuk membina moral peserta didik meliputi moral agama (Tuhan), sesama manusia (sosial), diri sendiri, dan lingkungan (alam).
PENGEMBANGAN PERSONAL SKILL MELALUI PEMBELAJARAN PKn DI SMA NEGERI 1 PATI Lestari, Ria Yuni; -, Tijan; -, Setiajid
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data Depdiknas tahun 2007 mengungkapkan bahwa usia SMA yang dapat melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi baik S1 maupun Diploma hanya sebesar 17,25%, berarti sejumlah 82,75% anak usia SMA atau sederajat tidak mampu meneruskan ke jenjang perguruan tinggi. Dari data BPS (2008) terungkap bahwa sebagian besar pengangguran terbuka merupakan lulusan SMA atau sederajat (15,2%) serta data BPS (2009) terungkap bahwa (45,2%) tindakan kriminalitas dilakukan oleh remaja usia 16 sampai 19 tahun. Besarnya angka kriminalitas yang dilakukan usia remaja khususnya usia SMA adalah satu faktor ketidaksiapan mereka untuk masuk di dalam dunia nyata atau masyarakat yang sebenarnya. Dapat diduga bahwa lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi dan menjadi pengangguran karena tidak adanya bekal dan kesiapan kerja, hal tersebut dapat meningkatkan angka kriminalitas pada remaja. Dari maslah tersebut siperlukan pembelajaran PKn yang berguna untuk mengembangkan personal skill siswa agar tingkah laku siswa lebih baik.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEREMPUAN DESA TASIK AGUNG DALAM BERPARTISIPASI POLITIK Hidayah, Nur; Munandar, Moh. Aris
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partisipasi politik sebagai kontribusi akan keikutsertaan warga dalam masalah – masalah politik di lingkup masyarakatnya, dengan mendukung atau menolak, serta membantu atau melawan dan seterusnyaMemberikan suara dalam pemilihan umum merupakan suatu tindakan bahwa masyarakat ikut berpartisipasi politik, selain itu ikut serta menjadi anggota dari salah satu partai politik tertentu mewujudkan kepedulian perempuan terhadap partisipasi politik. Kepedulian perempuan semakin nampak dengan ikut serta dalam mensosialisasikan memberikan gambaran atau mengajak warga yang lainnya pada saan mendekati pemilihan umum agar bisa ikut turut serta memberikan suaranya melalui hadir ke TPS setempat yang sudah di sediakan. Partisipasi politik perempuan ini mampu mengubah peran perempuan di dalam masyarakat dalam berorganisasi.
PENGANGKATAN ANAK MENURUT HUKUM ADAT DI KECAMATAN MLONGGO KABUPATEN JEPARA (KARAKTERISTIK DAN KEDUDUKAN HUKUMNYA) Marthasari, Ian; Sumarto, Slamet; -, Makmuri
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasangan suami isteri yang belum memiliki keturunan untuk mengatasinya kemudian melakukan berbagai usaha untuk mempunyai anak. Salah satu usaha yang dilakukan untuk mempunyai anak adalah dengan mengangkat anak atau adopsi. Pelaksanaan pengangkatan anak di Indonesia setiap daerah satu berbeda dengan daerah yang lain karena dilakukan sesuai dengan hukum adat yang berlaku di daerah yang bersangkutan. Pengangkatan anak yang dilakukan di Kecamatan Mlonggo Kabupaten  Jepara berbeda dengan kebiasaan pada umumnya artinya bahwa pengangkatan anak itu tidak melalui pengadilan tetapi hanya melalui adat yakni kesepakatan kedua belah pihak yaitu antara keluarga orang tua anak angkat dengan orang tua anak kandung. Pengangkatan anak yang dilakukan di Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara dengan alasan untuk meneruskan perkawinan, dan pancingan. Masyarakat Mlonggo pada umumnya mengangkat anak dari kalangan keluarga dekat. Kedudukan anak angkat di sini memiliki kedudukan yang sama dengan anak kandung, dimana memiliki hak dan kewajiban yang sama. Hal ini juga berlaku pada anak angkat terhadap orang tua kandung dimana anak angkat juga memiliki kewajiban terhadap orang tua kandung. Kehadiran anak angkat ini mempengaruhi tentang bagaimana warisan yang diterima kelak. Kebanyakan orang tua angkat berencana akan membagi harta warisan secara perdata yakni bagian laki-laki dan perempuan secara sama rata.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEREMPUAN DESA TASIK AGUNG DALAM BERPARTISIPASI POLITIK Hidayah, Nur; Munandar, Moh. Aris
Unnes Civic Education Journal Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Civic Education Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Partisipasi politik sebagai kontribusi akan keikutsertaan warga dalam masalah – masalah politik di lingkup masyarakatnya, dengan mendukung atau menolak, serta membantu atau melawan dan seterusnyaMemberikan suara dalam pemilihan umum merupakan suatu tindakan bahwa masyarakat ikut berpartisipasi politik, selain itu ikut serta menjadi anggota dari salah satu partai politik tertentu mewujudkan kepedulian perempuan terhadap partisipasi politik. Kepedulian perempuan semakin nampak dengan ikut serta dalam mensosialisasikan memberikan gambaran atau mengajak warga yang lainnya pada saan mendekati pemilihan umum agar bisa ikut turut serta memberikan suaranya melalui hadir ke TPS setempat yang sudah di sediakan. Partisipasi politik perempuan ini mampu mengubah peran perempuan di dalam masyarakat dalam berorganisasi.

Page 1 of 2 | Total Record : 16