cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Department of Foreign language and literature, Faculty of Language and Art, Semarang State University, Sekaran Campus, Gunungpati, Semarang, Central Java, Indonesia, 50229.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Chi`e: Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang
ISSN : 22526250     EISSN : 26856662     DOI : https://doi.org/10.15294/chie
Core Subject : Education,
CHI’E: JURNAL PENDIDIKAN BAHASA JEPANG, (E-ISSN: 2685-6662, P-ISSN:2252-6250) is an OPEN-ACCESS, Peer-reviewed, International DOAJ Indexed Journal has the perspectives of Japanese languages, literature and language teachings. This journal has the Focus and Scope of presenting and discussing some outstanding contemporary issues dealing with Japanese Language Teaching, Japanese Literature & Japanese Linguistics. This journal is published every March and October by Prodi Pendidikan Bahasa Jepang, Universitas Negeri Semarang, Indonesia, and accredited by the Indonesian Ministry of Research, Technology and Higher Education (RistekDikti) of the Republic of Indonesia in SINTA (Achieving Sinta 4) since November 11, 2019. The recognition was published in Director Decree (SK No. 30/E/KPT/2019), effective until 2023.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2013)" : 22 Documents clear
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN KEIYOUSHI PADA KARANGAN MAHASISWA SEMESTER III PRODI PENDIDIKAN BAHASA JEPANG UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (?????????????????????????????????????????) Meyana, Rista Mega
Chie: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS PEMBENTUKAN MAKNA PADA FUKUGOUDOUSHI ~DASU ( 複合動詞「出す」の意味の形成の分析 )
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v2i1.2351

Abstract

Doushi merupakan salah satu kelas kata yang dapat berdiri sendiri dan bisa menjadi kalimat tanpa bantuan kelas kata lain. Diantara jenis-jenis doushi yang ada salah satunya yaitu fukugoudoushi atau kata kerja majemuk. Salah satu fukugoudoushi yang sering ditemui yaitu fukugoudoushi yang berakhiran ~dasu. Dalam memahami suatu kalimat, tentunya harus memahami juga makna kata yang terdapat dalam kalimat tersebut. Makna yang ditimbulkan oleh verba dasu dapat beragam dalam fukugoudoushi ~dasu, sehingga menjadi salah satu kendala dalam memahami kalimat. Penelitian deskriptif ini dilakukan untuk: 1) mendeskripsikan makna yang dimiliki fukugoudoushi ~dasu, 2) menjabarkan pembentukan kata fukugoudoushi ~dasu. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan deskriptif kualitatif. Dengan cara menjelaskan hasil analisis yang didasarkan pada metode telaah pustaka. Sumber data yang digunakan terdiri dari tiga macam yaitu kyoukasho, shousetsu dan ehon, karena keberagaman bahasa yang digunakan. Objek yang digunakan yaitu kalimat yang terdapat fukugoudoushi ~dasu. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik pustaka, yaitu mendata kalimat-kalimat yang mengandung fukugoudoushi ~dasu. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode padan translasional dan padan ortografis untuk menganalisis makna dan mengklasifikasikan objek penelitian. Langkah-langkah analisis data dalam penelitian ini adalah: 1) menyajikan kalimat yang mengandung fukugoudoushi ~dasu, 2) menganalisis makna yang diikuti oleh verba ketika berdiri sendiri dan ketika disatukan, 3) menganalisis pembentukan kata pada fukugoudoushi ~dasu. Hasil analisis menunjukkan makna fukugoudoushi ~dasu antara lain: 1) perpindahan dari dalam ke luar, 2) awal dimulainya suatu aktivitas, 3) perwujudan dari sesuatu yang tidak kasat mata, 4) menciptakan, 5) penemuan. Fukugoudoushi ~dasu yang ditemukan dalam sumber data seluruhnya terbentuk dari penggabungan antara verba dan verba.
ANALISIS VERBA TSUKERU SEBAGAI POLISEMI DALAM BAHASA JEPANG (日本語の多義語として動詞「つける」の分析)
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v2i1.2356

Abstract

Polisemi adalah suatu kata yang memiliki makna lebih dari satu. Polisemi tidak hanya terbatas pada satu kelas kata saja, namun hampir semua kelas kata. Salah satunya yang terdapat pada kata verba Tsukeru. Verba tsukeru memiliki banyak makna sehingga sering menimbulkan kesalahan dalam penggunaannya, seperti kesalahan dalam menerjemahkan kalimat bahasa Jepang. Kesalahan tersebut karena adanya kesamaan huruf dan bunyi. Pembelajar bahasa Jepang akan mengalami  kesulitan dalam memahami  makna yang terkandung dalam verba tsukeru dan informasi kalimat tidak dapat tersampaikan dengan baik sebab makna verba tsukeru tidak diketahui secara jelas oleh pembelajar bahasa Jepang dan hal tersebut akan menghambat proses pembelajaran.Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan makna yang dimiliki verba tsukeru beserta hubungannya dengan majas yang mempengaruhi perluasan makna verba tsukeru. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik catat. Data yang dijaring berupa kalimat yang mengandung verba tsukeru yang diambil dari buku pelajaran bahasa Jepang, majalah bahasa Jepang, Novel bahasa Jepang dan internet. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pilah unsur penentu sebagai teknik dasar dan teknik hubung banding sebagai teknik lanjutan. Untuk menganalisis data, yang pertama dilakukan adalah menentukan makna yang dimiliki oleh verba tsukeru. Setelah itu, mengklasifikasikan contoh kalimat yang akan dianalisis berdasarkan makna yang dimiliki oleh verba tsukeru dan terakhir mendeskripsikan hubungan antara makna yang dimiliki verba tsukeru dengan majas yang mempengaruhi perluasan makna. Berdasarkan data yang diperoleh dari sumber data yang digunakan dapat disimpulkan bahwa terdapat 7 buah makna verba tsukeru, yaitu membuat keadaan dua benda menjadi tidak terpisahkan, menyertakan suatu benda dengan benda lain, menyertakan suatu benda ke benda lain, mengfungsikan perasaan dan kekuatan, sesuai dengan yang lain, dipakai di tubuh, dan menempatkan pada suatu posisi atau tempat. Selain itu, tidak ditemukan 3 buah makna verba tsukeru, yaitu  melekatkan pada kata kerja lain yang menyatakan kebiasaan melakukan atau terbiasa, menempel pada verba yang menunjukan perasaan keras/ nada yang kuat, dan menyampaikan bentuk utama dari 「につけて」yang bermakna mengenai, menurut, dan memberi alasan. Perluasan makna yang terjadi pada verba tsukeru karena adanya pengaruh dari majas metafora dan metonimi.
ANALISIS MAKNA DAN PEMBENTUKAN FUKUGOUDOUSHI YANG TERBENTUK DARI VERBA TSUKU ( 複合動詞「付く」の意味と形成の分析 )
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v2i1.2358

Abstract

Fukugoudoushi adalah salah satu jenis kata kerja yang dibagi berdasarkan komposisi katanya. Fukugoudoushi  merupakan gabungan dua kata menjadi satu kata yang membentuk satu kata kerja. Pada penelitian terdahulu hanya menganalisis salah satu unsur pembentuknya saja. Misalnya pada unsur belakangnya saja yaitu verba [~komu]. Akan tetapi, pada penelitian ini akan dianalisis kata kerja yang dapat menjadi unsur depan maupun unsur belakang yaitu verba tsuku.Verba tsuku merupakan verba yang memiliki banyak makna (tagigo), sehingga peneliti ingin mengetahui makna apa yang akan terbentuk dari penggabungan verba tsuku dengan kata lainnya. Peneliti juga ingin mengetahui karakteristik kata yang mengikuti maupun diikuti oleh verba tsuku.Selain itu, ingin mengetahui apakah verba tsuku pada fukugoudoushi dapat digantikan dengan verba tsukeru atau tidak. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilakukan untuk 1) mendeskripsikan pembentukan makna fukugoudoushi yang terbentuk dari verba tsuku 2) mendeskripsikan karakteristik kata yang mengikuti maupun diikuti oleh verba tsuku 3) mengetahui verba tsuku dapat digantikan dengan verba tsukeru atau tidak. Sumber data diambil dari Chukyuu kara Manabu Nihongo, novel Botchan,Chuumon no Ryouriten, Koiro,Enu shi Yuuenchi,Tsugumi, The Monthly Nihongo, Asahi Shinbun. Objek data dalam penelitian ini adalah kalimat-kalimat yang terdapat fukugoudoushi  yang terbentuk dari verba tsuku pada sumber data. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik catat, yaitu mengumpulkan data dengan mencatat hasil menyimak dari sumber data. Teknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) membagi fukugoudoushi yang terbentuk dari verba tsuku menjadi unsur depan dan unsur belakang, 2) mencari makna dari masing-masing unsur pembentuk 3) menganalisis makna hasil penggabungan kedua unsur pembentuknya. 4) menganalisis karakteristik kata yang membentuk fukugoudoushi. 5) mengganti verba tsuku dengan verba tsukeru. Berdasarkan hasil dari analisis data, dapat diketahui bahwa verba tsuku memiliki fungsi memperkuat makna pada penggabungan kata. Pada fukugoudoushi yang dapat digantikan dengan verba tsukeru, kata yang membentuknya merupakan kata yang dapat menyatakan suatu hasil dan proses dari suatu aktivitas. Sedangkan yang tidak dapat digantikan merupakan kata yang hanya menyatakan hasil atau proses dari aktivitas.
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN JOOTAI NO FUKUSHI DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG (日本語文における情態副詞使用の誤用分析)
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v2i1.2362

Abstract

Jootai no fukushi merupakan fukushi yang menerangkan kata kerja dan secara jelas menerangkan keadaan dari suatu pekerjaan atau aktivitas. Jootai no fukushi merupakan jenis fukushi yang paling banyak ditemukan pada buku Minna no nihongo yang digunakan dalam pembelajaran bahasa Jepang di UNNES. Dalam buku Minna no nihongo, 48 dari 89 fukushi yang ada merupakan jootai no fukushi. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada mahasiswa prodi pendidikan bahasa Jepang UNNES angkatan 2010, prosentase kesalahan penggunaan jootai no fukushi kurang lebih sebesar 42,5%. Hasil studi pendahuluan tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa kesalahan-kesalahan dalam penggunaan  jootai no fukushi yang perlu lebih diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesalahan penggunaan jootai no fukushi dan penyebab terjadinya kesalahan sehingga dapat dijadikan sebagain bahan evaluasi dan pencarian solusi untuk pembelajaran jootai no fukushi tersebut. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester V Pendidikan Bahasa Jepang Unnes angkatan 2010 dengan sampel sebanyak 35 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes. Berdasarkan hasil penelitian diketahui prosentase kesalahan jootai no fukushi adalah sebesar 43,5%. Kesalahan tersebut tergolong pada tingkat cukup rendah, namun ada beberapa kesalahan yang perlu lebih diperhatikan yaitu kesalahan dalam menggunakan jootai no fukushi yang memiliki kemiripan arti dan fungsi, kesalahan dalam memahami konteks kalimat dan kesalahan karena sama sekali tidak memahami arti dan fungsi jootai no fukushi. Penyebab terjadinya kesalahan tersebut adalah karena ketika mempelajari jootai no fukushi, mahasiswa hanya memperhatikan makna secara leksikal. Mahasiswa juga hanya memperhatikan fungsi fukushi secara umum, dan kurang memperhatikan konteks kalimat.
ANALISIS PENGGUNAAN GAIRAIGO YANG DIIKUTI VERBA SURU (動詞「する」が付く外来語の使用の分析)
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v2i1.2367

Abstract

Kosa kata dalam bahasa Jepang disebut dengan goi. Goi adalah kumpulan kata-kata yang digunakan oleh suatu wilayah pengguna dan bidang keilmuan. Berdasarkan asal usulnya goi dapat terbagi menjadi 4 golongan yaitu wago, kango, gairaigo dan konshugo. Dari keempat jenis goi tersebut, gairaigo memiliki karakteristik yang membedakan dengan jenis goi yang lain. Salah satunya adalah selain dijepangkan, gairaigo juga ditulis dengan huruf katakana dan asal usul pembentukan kata gairaigo berasal dari berbagai negara. Dewasa ini, penggunaan gairaigo di Jepang semakin meningkat, hal tersebut disebabkan karena semakin tinggi tingkat pendidikan dan perkembangan teknologi. Dalam  pemakaiannya, terkadang ada gairaigo yang dapat mengalami perubahan kelas kata, misalnya kelas kata nomina menjadi verba. Contoh : supootsu suru (スポーツする, berolah raga). Nomina yang biasa menempel pada suru merupakan nomina yang menunjukkan perilaku seperti benkyou (belajar), choisu (pilihan), dan lain-lain. Namun terdapat nomina gairaigo yang merupakan nomina yang menunjukkan alat dapat digabungkan dengan verba suru, misalnya : airon suru (アイロンする, menyetrika). Selain itu Gairaigo yang diikuti verba suru terkadang mempunyai padanan kata dalam bahasa Jepang. Misalnya kosa kata adobaisu suru dan jogen suru yang mempunyai arti menasehati. Hal ini disebabkan karena adanya penyerapan bahasa asing di Jepang. Sehingga peneliti merasa bahwa perlu diadakan penelitian tentang gairaigo yang diikuti verba suru
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN KATA KERJA KAUSATIF DALAM KALIMAT BAHASA JEPANG UNNES (日本語文における使役動詞使用の誤用分析)
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v2i1.2372

Abstract

Kata kerja bahasa Jepang disebut dooshi. Dooshi merupakan salah satu kelas kata dalam bahasa Jepang Salah satu kata kerja dalam bahasa Jepang adalah  shieki. Shieki dalam bahasa Jepang merupakan salah satu kata kerja yang bermakna menyuruh atau membuat seseorang melakukan suatu aktivitas. Setelah melakukan studi pendahuluan pada mahasiswa semester VI disalah satu kelas bunpou, hasilnya menunjukkan bahwa hampir seluruh mahasiswa merasa kesulitan dan melakukan kesalahan dalam menggunakan kata kerja kausatif. Permasalahan dalam  penelitian ini adalah kesalahan apa saja yang dialami mahasiswa pada saat menggunakan kata kerja kausatif dan faktor penyebab kesalahan dalam menggunakan kata kerja kausatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesalahan dan faktor penyebab kesalahan yang mempengaruhi mahasiswa menggunakan kata kerja kausatif
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN KEIYOUSHI PADA KARANGAN MAHASISWA SEMESTER III PRODI PENDIDIKAN BAHASA JEPANG UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (スマラン国立大学の日本語教育プログラムの学生の作文に形容詞を使用することの誤用分析)
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v2i1.2374

Abstract

Dalam mempelajari bahasa asing sering terjadi kesalahan-kesalahan di dalam penmggunaannya, seperti halnya ketika sedang mempelajari bahasa Jepang. Kesalahan dapat terjadi dalam berbagai aspek misalnya membaca, mendengarkan, berbicara maupun menulis. Di dalam bahasa Jepang terdapat sepuluh kelas kata yang memungkinkan terjadinya kesalahan di dalam penggunaannya. Misalnya pada kelas kata kata sifat. Berdasarkan pengalaman pribadi penulis, selama mempelajari bahasa Jepang, keiyoushi muncul dalam pembelajaran dasar baik wacana maupun pada saat membuat  karangan. Pembelajaran kata sifat ini cukup rumit. Hal ini kadang menimbulkan kesalahan-kesalahan di dalam penggunaannya baik dalam hal pengubahan maupun penggabungannya. Adanya kesulitan di dalam membuat pengubahan maupun penggabungan keiyoushi menjadi hambatan dalam penguasaan bahasa Jepang yang baik dan benar. Penggunaan keiyoushi  pada semester III sudah diajarkan lebih komplek. Oleh karena itu, penulis tertarik meneliti tentang analisis kesalahan penggunaan keiyoushi pada karangan mahasiswa semester III prodi pendidikan bahasa Jepang Universitas Negeri Semarang
KESALAHAN MENULIS HIRAGANA SISWA KELAS XI BAHASA SMA NEGERI 1 PURWAREJA KLAMPOK (SMA Negeri 1 Purwareja KlampokのXIの言語のクラスの学生のひらがなを書く誤用)
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v2i1.2375

Abstract

Hiragana menjadi salah satu huruf yang dipelajari oleh pembelajar di awal pembelajaran bahasa Jepang. Bentuk karakter-karakter hiragana yang rumit, sulit untuk dihafal oleh pembelajar karena banyaknya huruf dalam hiragana yang harus dipahami menjadi salah satu alasan pembelajar merasa sulit sehingga banyak pembelajar mengalami kesalahan dalam penulisan hiragana. Adanya kemiripan huruf satu dengan yang lain serta kaidah penulisan yang harus dipahami semakin membuat pembelajar enggan untuk mempelajari apalagi memperdalam penguasaan tentang hiragana tersebut. Oleh karena itu, masih banyak kesalahan dalam menulis hiragana. Itulah yang melatar belakangi penelitian mengenai “Kesalahan Menulis Hiragana Pada Siswa Kelas XI Bahasa SMA Negeri 1 Purwareja Klampok”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan menulis hiragana yang dilakukan siswa dan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya kesalahan menulis hiragana.
ANALISIS MAKNA SIMBOL UNSUR ALAM DALAM KANYOOKU BAHASA JEPANG (日本語慣用句における自然要素のシンボルの意味の分析)
Chi'e: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/chie.v2i1.2376

Abstract

Kanyooku digunakan oleh masyarakat Jepang untuk berkomunikasi yang fungsinya memperhalus kalimat sebagai alternatif strategi berbahasadengan tujuan agar lawan bicara tidak tersinggung. Kanyooku unsur alam banyak digunakan sebagai nama keluarga oleh orang Jepang. Percaya dengan banyak dewa dan kekuatan alam berpengaruh pada sikap masyarakat Jepang yang menaruh hormat sangat tinggi terhadap alam, sehingga penulis tertarik untuk mengetahui makna simbol unsur alam yang menggunakan kata mizu, kane, tsuchi, yama, dan abura,, karena kelima unsur alam tersebut yang paling dekat hubungannya dan kaitannya dengan kepercayaan dan kebudayaan orang Jepang. Berdasarkan latar belakang di atas, dalam penelitianini dibahas tentang simbol dan makna simbol kanyooku yang menggunakan kata mizu, kane, tsuchi, yama, abura, serta makna positif dan makna negatif yang terkandung dalam kanyooku tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui simbol dan makna simbol kanyooku yang menggunakan kata mizu, kane, tsuchi, yama, abura, serta makna positif dan makna negatif yang terkandung dalam kanyooku tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan tentang kanyooku unsur alam bahasa Jepang yang menggunakan kata mizu, kane, tsuchi, yama, abura. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa studi kepustakaan atau studi literatur, kemudian dilanjutkan dengan teknik analisis data yang menggunakan teknik analisis deskriptif.

Page 2 of 3 | Total Record : 22


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 2 (2023): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 11 No 1 (2023): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 10 No 2 (2022): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 10 No 1 (2022): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 9 No 2 (2021): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 9 No 1 (2021): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 8 No 2 (2020): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 8 No 1 (2020): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 7 No 2 (2019): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 7 No 1 (2019): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 7 No 1 (2019): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 6 No 2 (2018): CHI'E: Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 2 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 6 No 2 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 6 No 1 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 6 No 1 (2018): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 5 No 2 (2017): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 5 No 2 (2017): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 5 No 1 (2017): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching) Vol 5 No 1 (2017): CHI'E Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang (Journal of Japanese Learning and Teaching Vol 4 No 1 (2015) Vol 4 No 1 (2015) Vol 3 No 1 (2014) Vol 3 No 1 (2014) Vol 2 No 1 (2013) Vol 2 No 1 (2013) Vol 1 No 1 (2012) Vol 1 No 1 (2012) More Issue