cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Didacticofrancia: Journal Didactique du FLE
ISSN : 22526994     EISSN : 26864584     DOI : https://doi.org/10.15294/didacticofrancia
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2013)" : 10 Documents clear
L’ANALYSE DE LA CONFORMITÉ DES MATIÈRES ET DES EXERCICES DANS LE MANUEL BONJOUR CHERS AMIS POUR LA 12e CLASSE DU 2e SEMESTRE AU STANDARD DE LA COMPÉTENCE, À LA COMPETENCE DE BASE ET À L’INDICATEUR
Didacticofrancia: Journal Didactique du FLE Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/didacticofrancia.v2i1.1410

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Tujuannya adalah mendeskripsikan kesesuaian materi dan latihan soal dalam buku teks Bonjour Chers Amis dengan SK dan KD, kesesuaian indikator yang dibuat oleh tim MGMP Bahasa Perancis Kota Semarang dengan SK dan KD dan kesesuaian materi dan latihan soal dengan indikator. Objek penelitian ini adalah materi dan latihan soal dalam buku teks Bonjour Chers Amis kelas XII Semester 2. Sumber data pada penelitian ini adalah buku teks Bonjour Chers Amis kelas XII Semester 2. Untuk memperoleh data digunakan teknik dokumentasi. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  terdapat 97,12% materi yang sesuai dengan SK dan KD dan  2,88% materi tidak sesuai dengan SK dan KD. Indikator yang sesuai dengan SK dan KD sebesar 81,85% dan indikator yang tidak sesuai dengan SK dan KD sebesar 18,15%. Materi dan latihan soal yang sesuai dengan indikator sebesar 53,33% dan materi serta latihan soal yang tidak sesuai dengan indikator sebesar 46,67%..   Abstract ___________________________________________________________________ Cette recherche est celle de descriptive qualitative. L’objectif majeur de cette recherche premièrement est de décrire la conformité des matières et des exercices dans le manuel Bonjours Chers Amis au standard de la compétence (Standar Kompetensi ou SK) et à la compétence de base (Kompetensi Dasar ou KD). Le deuxième objectif est de décrire la conformité des indicateurs dans le manuel Bonjours Chers Amis au standard de la compétence et à la compétence de base. Le troisième objectif est de décrire la conformité des matières et des exercices dans le manuel Bonjours Chers Amis aux indicateurs. L’objet de cette recherche est les matières et les exercices dans le manuel Bonjour Chers Amis pour la 12e classe du 2e semestre. La source des données est le manuel Bonjour Chers Amis pour la 12e classe du 2e semestre. J’ai utilisé la technique de documentation pour collecter les données. Puis, j’ai utilisé l’analyse de contenu pour les analyser. Le résultat de la recherche montre qu’il y a de 97,12 % de matières et d’exercices conviennent au SK et KD et de 2,88 % de matières et d’exercices inconvenables. Il existe de 81,85 % d’indicateurs convenables au standard de la compétence et à la compétence de base et de 18,15 % d’indicateurs inconvenables. De 53,33 % de matières et d’exercices correspondent aux indicateurs et de 46,67 % de matières et d’exercices inconvenables
LA COMPARAISON DE LA COMPÉTENCE DES ÉTUDIANTS DU TROISIÈME SEMESTRE DU DÉPARTEMENT DE FRANÇAIS À FORMER LA PHRASE INTERROGATIVE QUI UTILISE LES MOTS INTERROGATIFS ET L’INVERSION
Didacticofrancia: Journal Didactique du FLE Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/didacticofrancia.v2i1.1411

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Ada dua cara membentuk kalimat tanya, pertama menggunakan kata tanya yang dibentuk dengan menambahakan kata tanya di depan kalimat berita, kedua menggunakan inversi yang dibentuk dengan meletakkan kata kerja sebelum subjek. Dengan perbedaan karakteristik tersebut, diasumsikan bahwa hasil yang diperoleh mahasiswa dalam membuat kalimat tanya menggunakan kata tanya lebih baik dibandingkan dengan membuat kalimat tanya dengan inversi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) apakah kemampuan mahasiswa semester III dalam membuat kalimat tanya yang menggunakan kata tanya lebih baik dibandingkan dengan menggunakan inversi, (2) kesalahan – kesalahan apa sajakah yang dilakukan mahasiswa semester III Prodi Pendidikan Bahasa Perancis dalam membuat kalimat tanya menggunakan kata tanya dan menggunakan inversi. Penelitian ini adalah penelitian komparatif. Variabel dalam penelitian ini adalah kemampuan membuat kalimat tanya menggunakan kata tanya dan kemampuan membuat kalimat tanya dengan inversi. Populasi dalam penelitian ini adalah 31 mahasiswa semester III Prodi Pendidikan Bahasa Perancis karena populasi kurang dari 100, maka tidak diambil sampel. Untuk mengumpulkan data digunakan metode tes. Penelitian ini menggunakan validitas isi dan untuk mengukur reliabilitas digunakan rumus K-R 21. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan rumus t-test.Dari hasil analisis diperoleh nilai thitung 2,05, sedangkan ttabel dengan pengetesan satu ekor ( = 5%) dengan d.b 60 adalah 1,67. Dengan demikian hipotesis kerja diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa prestasi mahasiswa semester III Prodi Pendidikan Bahasa Perancis dalam membuat kalimat tanya menggunakan kata tanya lebih baik dibandingkan dengan prestasi mahasiswa dalam membuat kalimat tanya dengan inversi. Namun demikian pada umumnya kemampuan mahasiswa dalam membuat kalimat tanya masih kurang, karena nilai rata-rata membuat kalimat tanya dengan kata tanya 52 (D=kurang sekali), dan nilai rata-rata membuat kalimat tanya dengan inversi hanya 28 (E=gagal). Abstract ___________________________________________________________________ Il y a deux façon à former la phrase interrogative, premièrement, on utilise les mots interrogatifs qui sont formés en ajoutant les mots interrogatifs en face de la phrase déclarative, deuxièmement, on utilise l’inversion qui est formée en mettant le verbe avant le sujet. Ayant les différences caractéristiques, on juste que les étudiants soient plus capable à faire la phrase interrogative qui utilise les mots interrogatifs soient meilleure que l’inversion. Les problématiques dans cette recherche sont donc (1) si la compétence des étudiants du troisième semestre à former la phrase interrogative qui utilise les mots interrogatifs est meilleure que celle de l’inversion, (2) quelles fautes fait par des étudiants du troisième semestre à former la phrase interrogative qui utilise les mots interrogatifs et l'inversion. Cette recherche est une recherche comparative. Les variables dans cette recherche sont la compétence des étudiants du troisième semestre du département de français à former la phrase interrogative qui utilise les mots interrogatifs et la compétence à faire la phrase interrogative qui utilise l’inversion. La population dans cette recherche est de 31 étudiants du troisième semestre du département de français de l’UNNES. Pour collecter les données, j’ai utilisé la méthode de test. Cette recherche a utilisé la validité de contenu et pour savoir la fiabilité du test, j’ai utilisé la formule de K-R 21. Pour analyser les données, j’ai utilisé la formule t-test. Le résultat de l’analyse montre que la valeur de tcalcul est de 2,05, tandis que ttable avec le test d’une queue ( = 5%) avec db 60 est de 1,67. Ainsi, l'hypothèse de travail est acceptée. Cela veut dire qu’on peut conclure que la compétence des étudiants du troisième semestre à former la phrase interrogative qui utilise les mots interrogatifs est meilleure que celle de l’inversion. Mais en général, la compétence des étudiants à former la phrase interrogative est insuffisantes, parce que la note moyenne da la compétence des étudiants à former la phrase interrogative qui utilise les mots interrogatifs est de 52 (D), et la note moyenne de la compétence des étudiants à former la phrase interrogative qui utilise l’inversion est de 28 (E).
LA COMPARAISON DE LA COMPÉTENCE D’ECRIRE UN TEXTE NARRATIF DES ÉTUDIANTS DE L'ONZIEME CLASSE A L’SMA 1 DE UNGARAN EN UTILISANT LA BANDE DESSINEE ET LE VOCABULAIRE
Didacticofrancia: Journal Didactique du FLE Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/didacticofrancia.v2i1.1412

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Keterampilan menulis siswa seringkali menunjukkan hasil yang kurang memuaskan. Hal itu disebabkan sulitnya menuangkan ide dan tidak adanya rangsang yang dapat menuntun siswa dalam membuat karangan yang runtut dengan pemilihan kata yang sesuai. Oleh karena itu perlu diupayakan penggunaan media yang menarik untuk memudahkan siswa dalam menulis. Salah satu media yang dapat dipakai adalah komik yang berisi serangkaian cerita. Rangkaian gambar dalam komik memudahkan siswa dalam menentukan alur cerita, dialog dalam komik bermanfaat dalam menentukan pilihan kata, dan keseluruhan ceritanya memudahkan dalam menuangkan ide. Berdasarkan kelebihan komik tersebut, diasumsikan bahwa keterampilan menulis karangan narasi menggunakan komik lebih baik dibandingkan dengan menggunakan kosakata. Panelitian ini bertujuan mengetahui (1) apakah keterampilan menulis teks narasi siswa kelas XI Bahasa SMA N 1 Ungaran menggunakan komik lebih baik dibandingkan dengan menggunakan kosakata, (2) kesalahan – kesalahan apa sajakah yang dilakukan siswa kelas XI Bahasa Sma 1 Ungaran dalam menulis karangan narasi menggunakan media komik dan kosakata. Penelitian ini adalah penelitian komparatif. Variabel dalam penelitian ini adalah keterampilan menulis karangan narasi menggunakan media komik dan kosakata. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Bahasa SMA N 1 Ungaran. Untuk mengumpulkan data digunakan metode tes. Penelitian ini menggunakan validitas isi dan untuk mengukur reliabilitas digunakan rumus alpha. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan rumus t-test. Dari hasil analisis diperoleh nilai thitung 0,003, sedangkan nilai a dengan pengetesan satu ekor (a = 95%) adalah 0.05. Dengan demikian hipotesis kerja diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas XI Bahasa SMA N I Ungaran dengan menggunakan media komik lebih baik dibandingkan dengan menggunakan kosakata. Kesalahan yang paling banyak dilakukan siswa adalah pada kriteria lexique/orthographe lexical kemudian kesalahan pada kriteria Morphosyntaxe/orthographe gramaticale   Abstract ___________________________________________________________________ La compétence d’écrire des lycéens est insuffisante. C’est peut-être à cause de la difficulté à exprimer leur idée et du manque de media qui peut facilite à faire un texte en bon ordre en utilisant le vocabulaire convenable. Pour résoudre ce problème, le professeur doit utiliser un média intéressant qui peut faciliter les lycéens à écrire. L’un des médias qui peut être utilisé est la bande dessinée. Elle contient des dessins qui s'enchaînent qui peut guider les lycéens à écrire un récit en bon ordre et des dialogues qui contiennent le vocabulaire peuvent aider les lycéens à rédiger des phrases. En regardant les avantages de la bande dessinée, j’ai donc une hypothèse que la compétence des lycéens à écrire un texte narratif utilisant la bande dessinée sera meilleure que le vocabulaire. Les problématiques dans cette recherche sont (1) si la compétence d’écrire un texte narratif des lycéens de l’onzième classe à l’SMA 1 de Ungaran utilisant la bande dessinée est meilleure que celle utilisant le vocabulaire (2) quelles fautes fait par des lycéens de l’onzième classe à l’SMA 1 de Ungaran à écrire un texte narratif utilisant la bande dessinée et le vocabulaire. Cette recherche est une recherche comparative. Les variables dans cette recherche sont la compétence d’écrire un texte narratif des lycéens de l’onzième classe a l’SMA 1 de Ungaran utilisant la bande dessinée et le vocabulaire. La population dans cette recherche est de 15 lycéens de l’onzième classe à l’SMA 1 de Ungaran. Pour collecter les données, j’ai utilisé la méthode de test. Cette recherche a utilisé la validité de contenu et pour savoir la fiabilité du test, j’ai utilisé la formule d’alpha. Pour analyser les données, j’ai utilisé la formule t-test. Le résultat de l’analyse montre que la valeur de tcalcul est de 0,003 tandis que a avec le test d’une queue (a = 95%) avec est de 0,05. Ainsi, l'hypothèse de travail est acceptée. On peut conclure que la compétence des lycéens à écrire un texte narratif utilisant la bande dessinée est meilleure que celle utilisant le vocabulaire. Les fautes faites souvent par les lycéens sont lexique/orthographe lexical et morphosyntaxe/orthographe gramaticale
L’UTILISATION DU MÉDIA AUDIO ET VISUEL DIDACTRON FRANÇAIS 1 POUR L’ENSEIGNEMENT DE FRANÇAIS AU LYCÉE
Didacticofrancia: Journal Didactique du FLE Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/didacticofrancia.v2i1.1413

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Tema dan aspek bahasa dalam media audio dan visual Didactron Français 1, kesesuaian tema dengan Standar Kompetensi (SK)-Kompetensi Dasar (KD) dan kesesuaian aspek bahasa dengan materi bahasa Prancis SMA, serta bentuk pemanfaatan media audio dan visual Didactron Français 1 berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan tiga hal yang dibahas dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar tema dalam Didactron Français 1 sesuai dengan Standar Kompetensi (SK)-Kompetensi Dasar (KD) dan sebagian besar aspek bahasa juga sesuai dengan materi bahasa Prancis di SMA yang selanjutnya diaplikasikan dalam empat bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Media ini diharapkan menjadi media alternatif dalam pembelajaran bahasa Prancis di SMA.   Abstract ___________________________________________________________________ Le thème et l’aspect de la langue dans le média audio et visuel Didactron Français 1, la conformité du thème au standard de la compétence (SK) - à la compétence de base (KD) et la conformité de l’aspect de la langue à la matière du lycée et l’exemple de l’application sous forme d’une fiche pédagogique comme l’exemple de l’exploitation du média audio et visuel Didactron Français 1 au lycée sont trois points mentionnés dans cette recherche. Le résultat de la recherche montre que la pluparts du thème dans média Didactron Français 1 s’accorde au standard de la compétence (SK) et à la compétence de base (KD), la pluparts de l’aspect de la langue dans média Didactron Français 1 s’accorde à la matière du lycée. Ensuite, ils sont appliqués dans quatre fiches pédagogiques. Ce média pourrait devenir média alternatif dans l’enseignement du français au lycée.
L’UTILISATION DES SITES INTERNET DANS L’ENSEIGNEMENT PAR LES PROFESSEURS DE FRANÇAIS AUX LYCÉES À SEMARANG
Didacticofrancia: Journal Didactique du FLE Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/didacticofrancia.v2i1.1414

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Dalam dunia pendidikan, kehadiran teknologi yang semakin canggih telah mampu membawa perubahan, di antaranya adalah dengan adanya internet atau website yang dimanfaatkan dalam sistem pengajaran. Penelitian ini diadakan dengan tujuan untuk mengetahui apakah guru-guru bahasa Prancis SMA di Semarang telah menggunakan website sebagai salah satu media alternatif dalam pengajaran bahasa Prancis, apakah alasan dan tujuan guru-guru bahasa Prancis SMA di Semarang menggunakan website dalam pengajaran bahasa Prancis SMA di Semarang serta apa sajakah kelebihan dan kekurangan dalam menggunakan website dalam pengajaran bahasa Prancis SMA di Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Variabel dalam penelitian ini adalah penggunaan website dalam pengajaran bahasa Prancis oleh guru bahasa Prancis SMA di Semarang. Populasi dalam penelitian ini sebanyak sepuluh orang guru bahasa Prancis SMA di Semarang. Sampel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode angket. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa seluruh guru bahasa Prancis SMA di Semarang telah menggunakan website sebagai salah satu media alternatif pengajaran bahasa Prancis. Alasan dan tujuan guru bahasa Prancis SMA di Semarang menggunakan website sebagai salah satu media alternatif pengajaran adalah karena website lebih praktis. Kelebihan dalam menggunakan website adalah website dapat menjadi variasi dalam sumber belajar, sedangkan kekurangan dalam menggunakan website adalah sinyal yang error.   Abstract ___________________________________________________________________ Dans l’éducation, la technologie peut changer, par exemple il y a des sites internet ou website qui est utilisé dans l’enseignement. L’objectif majeur de cette recherche est savoir si les professeurs de français du lycée à Semarang ont utilisé le site d’internet comme l’alternative de media, quelle est la raison et le but des professeurs de français du lycée à Semarang ont utilisé le site d’internet, quelle est l’avantage et la désavantage l’utilisation de site d’internet. Cette recherche a utilisé la méthode descriptive qualitative. La variable de cette recherche est l’utilisation le site d’internet dans l’enseignement de français par les professeurs de français du lycée à Semarang. La population de cette recherche se compose dix professeurs de français du lycée à Semarang. L’exemple de cette recherche est total sampling. J’ai utilisé la méthode du questionnaire. La technique descriptive qualitative est utilisé pour analiser les donnes. Les résultats de cette recherche sont les professeurs de français du lycée à Semarang ont utilisé le site d’internet comme l’alternative de media dans l’enseignement de français du lycée. La raison et le but des professeurs de français du lycée à Semarang ont utilisé le site d’internet comme l’artenative de media dans l’enseignement de français du lycée est parcequ’il est plus pratique. L’avantage dans l’utilisation de site d’internet est peut variée dans l’enseignement, et de la désavantage dans l’utilisation le site d’internet est le signal error.
LE DEVELOPPEMENT DU MÉDIA DE VIDÈO DOCUMENTAIRE POUR L’ENSEIGNEMENT DE LA CIVILISATION FRANÇAISE
Didacticofrancia: Journal Didactique du FLE Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/didacticofrancia.v2i1.1415

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran. Manfaat dari penelitian ini untuk menambah pengetahuan pembelajar tentang aspek-aspek kebudayaan yang terdapat dalam video yang telah dipilih yang sesuai dengan materi pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development (R&D). Metode penelitian ini terdapat sepuluh langkah, namun karena keterbatasan waktu peneliti hanya mengadopsi lima langkah yakni merumuskan potensi dan masalah, mengumpulkan data, membuat desain produk, validasi, dan revisi desain. Hasil penelitian berupa kompilasi video dokumenter yang bertema kebudayaan Prancis. Tema tersebut sesuai dengan tema pada mata kuliah Etudes Interculturelles Franco-Indonésiennes. Kemudian pada tahap akhir, videodokumenter tersebut dikonsultasikan pada seorang ahli bahasa Prancis untuk mengetahui kekurangannya. Setelah melakukan revisi sesuai saran ahli, produk ini divalidasi oleh ahli bahasa Prancis dan dapat digunakan dalam pembelajaran.   Abstract ___________________________________________________________________ L’objectif majeur de cette recherche est de savoir faire le développement de media de l’enseignement. L'avantage de cette recherche est d'accroître les connaissances de l'apprenant sur les aspects culturels qu’ils sont existes dans les vidéos qui ont été sélectionnées selon le matériel d'apprentissage. La méthodologie que j’ai utilisée est la recherche du développement. Dans cette méthode, il y a dix étapes, mais j’ai seulement suivi cinq étapes à cause du temps limité. Ce sont l'analyse du problème, la collecte des données, la création de la conception, la validité de la conception, et la révision de la conception. Le résultat de cette recherche estles compilations vidéo documentaires qui sont les thèmes civilisation française. Ces thèmes conviennent à la matière d’enseignement l’Etudes Interculturelles Franco-Indonésiennes. Dans l’étape finale, ces vidéossontconsultées par l’expert pour qu’on sache le défaut. Ce plan est validité par l’expert du français et peut être utilisé dans l’apprentissage
L’ANALYSE DE MANUEL BONJOUR CHERS AMIS POUR LA CLASSE X DU DEUXIÈME SEMESTRE SELON LES CRITÈRES DE BSNP
Didacticofrancia: Journal Didactique du FLE Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/didacticofrancia.v2i1.1421

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Buku ajar merupakan salah satu sarana pendidikan yang sangat penting dan strategis untuk menentukan keberhasilan dalam proses belajar mengajar siswa di sekolah dan di rumah. Salah satu syarat buku ajar yang layak adalah sesuai dengan kurikulum dan silabus yang berlaku, serta yang memenuhi kriteria buku ajar dari BSNP. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah BONJOUR CHERS AMIS kelas X semester 2 memenuhi kriteria yang dikeluarkan BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) sebagai buku ajar mata pelajaran bahasa Prancis. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Objek penelitian ini adalah Buku ajar Bonjour Chers Amis Kelas X Semester 2. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik content analysis. Kemudian hasil analisis data disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa butir kriteria pada aspek kelayakan isi, kelayakan penyajian, dan kelayakan bahasa dalam buku ajar yang tidak memenuhi kriteria buku ajar dari BSNP. spw�sa�����N style='font-size:8.0pt;mso-bidi-font-size:9.0pt;line-height:115%; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";mso-ansi-language:IN;font-weight:normal; mso-bidi-font-weight:bold'>embangkan media pembelajaran. Manfaat dari penelitian ini untuk menambah pengetahuan pembelajar tentang aspek-aspek kebudayaan yang terdapat dalam video yang telah dipilih yang sesuai dengan materi pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development (R&D). Metode penelitian ini terdapat sepuluh langkah, namun karena keterbatasan waktu peneliti hanya mengadopsi lima langkah yakni merumuskan potensi dan masalah, mengumpulkan data, membuat desain produk, validasi, dan revisi desain. Hasil penelitian berupa kompilasi video dokumenter yang bertema kebudayaan Prancis. Tema tersebut sesuai dengan tema pada mata kuliah Etudes Interculturelles Franco-Indonésiennes. Kemudian pada tahap akhir, videodokumenter tersebut dikonsultasikan pada seorang ahli bahasa Prancis untuk mengetahui kekurangannya. Setelah melakukan revisi sesuai saran ahli, produk ini divalidasi oleh ahli bahasa Prancis dan dapat digunakan dalam pembelajaran.    Abstract ___________________________________________________________________ L’objectif majeur de cette recherche est de savoir faire le développement de media de l’enseignement. L'avantage de cette recherche est d'accroître les connaissances de l'apprenant sur les aspects culturels qu’ils sont existes dans les vidéos qui ont été sélectionnées selon le matériel d'apprentissage. La méthodologie que j’ai utilisée est la recherche du développement. Dans cette méthode, il y a dix étapes, mais j’ai seulement suivi cinq étapes à cause du temps limité. Ce sont l'analyse du problème, la collecte des données, la création de la conception, la validité de la conception, et la révision de la conception. Le résultat de cette recherche estles compilations vidéo documentaires qui sont les thèmes civilisation française. Ces thèmes conviennent à la matière d’enseignement l’Etudes Interculturelles Franco-Indonésiennes. Dans l’étape finale, ces vidéossontconsultées par l’expert pour qu’on sache le défaut. Ce plan est validité par l’expert du français et peut être utilisé dans l’apprentissage
LE DÉVELOPPEMENT DE LA MATIÈRE D’APPRENTISSAGE ÉLECTRONIQUE POUR LA COMPRÉHENSION ÉCRITE DE LA CLASSE X DU DEUXIÈME SEMESTRE
Didacticofrancia: Journal Didactique du FLE Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/didacticofrancia.v2i1.1423

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Penggunaan bahan ajar elektronik khususnya Microsoft Power Point Hyperlink pada pengajaran bahasa Perancis untuk keterampilan membaca merupakan salah satu alternatif untuk membangkitkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar yaitu dalam bentuk elektronik dalam meningkatkan kemampuan membaca. Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D). Menurut Sugiono (2006:409) terdapat sepuluh langkah yang harus dilakukan, namun karena terbatasnya waktu, peneliti hanya mengadopsi lima langkah, yaitu merumuskan potensi dan masalah, mengumpulkan data, membuat desain produk, validasi, dan revisi desain. Hasil penelitian ini adalah desain produk berupa slide Microsoft Power Point Hyperlink serta dilengkapi dengan cara penggunaan dan dilengkapi dengan RPP yang sesuai dengan tema Kehidupan Sekolah. Tema tersebut sesuai dengan tema kelas X semester II yang diambil dari silabus bahasa Perancis SMA. Kemudian pada tahap akhir, rancangan tersebut dikonsultasikan pada ahli bahasa Perancis untuk mengetahui kekurangannya. Setelah melakukan revisi sesuai saran ahli, rancangan ini divalidasi oleh ahli bahasa Perancis dan dapat digunakan dalam pembelajaran   Abstract ___________________________________________________________________ L’utilisation de la matière d’apprentissage électronique, en Microsoft Power Point Hyperlink pour l’enseignement de la compréhension écrite est une alternative pour augmenter la motivation des élèves. L’objectif majeur de cette recherche est de développer la matière d’apprentissage électronique pour la compréhension écrite. La méthode utilisée dans cette recherche est la méthode de la recherche et du développement (R&D). Dans cette méthode, il y a dix étapes, mais j’ai seulement suivi cinq étapes à cause du temps limité. Ce sont l'analyse de la potentialité et du problème, la collecte des données, la création du concept du produit, la validité du concept du produit, et la révision du produit. Les résultats de cette recherche est le produit de la matière d’apprentissage électronique (Microsoft Power Point Hyperlink), le guide d’utilisation, et les fiches pédagogies pour le thème de la vie scolaire. Le thème correspond aux syllabus de langue française pour la classe X du deuxième semestre. Puis, à la dernière étape, je consulte ce produit aux experts de la langue française pour trouver les désavantages. Après la révision, ce produit a été validé par les experts et on peut l’utiliser dans l’apprentissage
LA MÉTHODE MNÉMONIQUE POUR SOUTENIR L’APPRENTISSAGE DU PASSÉ COMPOSÉ
Didacticofrancia: Journal Didactique du FLE Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/didacticofrancia.v2i1.1424

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Penelitian ini bertujuan untuk merancang metode mnemonik untuk menunjang pembelajaran passé composé di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Research and Development (R&D). Dalam metode penelitian ini terdapat sepuluh langkah, namun karena keterbatasan waktu peneliti hanya mengadopsi lima langkah yakni merumuskan potensi dan masalah, mengumpulkan data, membuat desain produk, validasi, dan revisi desain. Hasil penelitian berupa  buku saku yang terdiri dari : judul, pendahuluan, daftar isi, isi dan daftar pustaka. Produk tersebut dibuat berdasarkan analisis kesulitan siswa dalam mempelajari passé composé dan disusun berdasarkan buku pegangan siswa yaitu Bonjour Chers Amis. Metode mnemonik teknik akrostik dan teknik irama dan lagu dipilih untuk menunjang pembelajaran passé composé. Kemudian pada tahap akhir, produk tersebut dikonsultasikan pada ahli bahasa Prancis untuk mengetahui kekurangannya. Setelah melakukan revisi sesuai saran ahli, rancangan ini divalidasi oleh ahli bahasa Prancis dan dapat digunakan dalam pembelajaran.   Abstract ___________________________________________________________________ L’objectif majeur de cette recherche est de faire un plan de la méthode mnémonique pour soutenir l’apprentissage du passé composé au lycée. La méthodologie que j’ai utilisée est la recherche du développement en adaptant cinq étapes à cause du temps limité. Ce sont l'analyse du problème, la collection des données, la création de la conception, la validité de la conception, et la révision de la conception. Le résultat de cette recherche est un livre qui contient le titre, l’introduction, le tableau de contenu, le contenu et la bibliographie. Ce produit est fait en regardant l’analyse du problème des lycéens et est arrangé se basent sur du Bonjour Chers Amis. La méthode mnémonique de la technique de l’apocope et la technique du rythme et de la chanson sont choisiés pour soutenir l’apprentissage du passé composé. Dans l’étape finale, ce produit est consulté par l’expert pour qu’on sache le défaut. Après avoir fait des revision accordent des conseils de l’expert. Ce plan est validité par l’expert du français et peut être utilisé dans l’apprentissage
LE DÉVELOPPEMENT DU PLAN D’ENSEIGNEMENT POUR LA COMPRÉHENSION ÉCRITE DES TEXTES CONTENANT DES ASPECTS CULTURELS
Didacticofrancia: Journal Didactique du FLE Vol 2 No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/didacticofrancia.v2i1.1425

Abstract

Abstrak ___________________________________________________________________ Pengenalan budaya penting manakala mengajarkan suatu bahasa sebagai bahasa asing. Dengan demikian, dibutuhkan unsur budaya dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Dalam penelitian ini, peneliti membuat produk RPP yang mengandung unsur budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah susunan mengetahui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang mengandung unsur budaya bertema services publics (hôpital, transports, restaurant) dan profession yang sesuai bagi kelas XII Sekolah Menengah Atas. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode Penelitian dan Pengembangan atau research and development (R&D). Menurut Sugiono (2012: 298) terdapat sepuluh langkah yang harus dilakukan, namun karena terbatasnya waktu, peneliti hanya mengadopsi lima langkah yakni merumuskan masalah, mengumpulkan data, membuat desain produk, validasi, dan revisi desain. Hasil penelitian ini berupa empat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran bahasa Prancis yang mengandung unsur budaya yang bertema layanan umum dan pekerjaan. Tema tersebut sesuai dengan tema kelas yang diambil dari silabus SMA/MA. Desain keempat RPP tersebut mengambil materi tentang hôpital, transports, restaurant dan profession. Kemudian pada tahap akhir, keempat RPP tersebut dikonsultasikan pada validator untuk mengetahui kekurangan dan kelemahannya. Setelah melakukan beberapa revisi sesuai saran ahli, produk dinyatakan valid dan dapat digunakan dalam pembelajaran.   Abstract ___________________________________________________________________ La connaissance de la culture est importante quand on apprend la langue étrangère. Ainsi, on a besoin de l’aspect culturel dans le plan d’enseignement. Je fais un plan d’enseignement des textes contenant des aspects culturels. L’objectif majeur de cette recherche est de savoir la construction du plan d’enseignement des textes contenant des aspects culturels dont les thèmes sont les services publics (le transport, le restaurant, l’hôpital) et la profession pour la classe XII. La méthode utilisée dans cette recherche est la recherche et le développement (R & D). Dans cette méthode, selon Sugiyono (2012: 298), il y a dix étapes, mais dû au temps limité, j’en ai seulement suivi cinq. Ce sont l'analyse du problème, la collection des données, la création du plan d’enseignement (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), la validation, et la révision. Cette recherche a produit quatre plans d'enseignement des textes contenant des aspects culturels dont les thèmes sont les services publics (le transport, le restaurant, l’hôpital) et la profession. Les quatre modèles du plan d’apprentissage (RPP) ont été consultés à un expert. Après certaines révisions, ce plan d’enseignement est déclaré valide par l’expert et pourrait être utilisé dans l’enseignement du français au lycée

Page 1 of 1 | Total Record : 10