cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Geo-Image Journal
ISSN : 22526285     EISSN : 25490362     DOI : -
Core Subject : Science,
This journal publishes original research and conceptual analysis of geography, geographical mapping science and technology and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue " Vol 3 No 2 (2014)" : 11 Documents clear
EFEKTIVITAS BRT (Bus Rapid Transit) TRANS SEMARANG SEBAGAI MODA TRANSPORTASI DI KOTA SEMARANG Gilang Pradipta, Endhar; Suroso, Suroso; Suharini, Erni
Geo-Image Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kota Semarang memiliki moda transportasi massal yaitu Bus Rapid Transit (BRT) Trans-Semarang yang beroperasi sejak tahun 2010. Diharapkan mampu mengurangi pertumbuhan kendaraan pribadi di Kota Semarang. Permasalahan yang dikaji adalah: Sudah efektifkah BRT Trans-Semarang sebagai moda transportasi di Kota Semarang? Berdasarkan permasalahan di atas, maka rumusan tujuan penelitian ini adalah: untuk mengetahui efektivitas BRT trans-semarang sebagai moda transportasi di Kota Semarang. Penelitian ini mengambil lokasi di Kota Semarang yaitu di dalam BRT dan disepanjang jalan yang menjadi rute BRT. Populasi dan sampelnya adalah keseluruhan bus dan halte BRT. Metode yang digunakan adalah survey, observasi dan wawancara kepada penumpang BRT. Setelah mensurvay bus da halte kemudian mendata dengan metode checklist, setelah itu discoring selanjutnya di uji validitasnya dengan data pertumbuhan kendaraan pribadi sebelum dan setelah ada BRT untuk mengetahui efektivitasnya untuk mengurangi pertumbuhan kendaraan pribadi di Kota Semarang Dalam hasil penelitian ini, moda transportasi BRT yang ada di Kota Semarang dinyatakan efektif. karena BRT di Kota Semarang mampu mengurangi angka pertumbuhan kendaraan pribadi di wilayah yang dilewati/ menjadi rute BRT Koridor 1 dan 2. Keefektivan BRT itu karena BRT sudah terintegrasi, memiliki tempat pemberhentian khusus yang nyaman, pendapat penumpang yang menyatakan BRT sudah aman, nyaman dan tarifnya terjangkau.   In the city of Semarang have mass transportation is Bus Rapid Transit (BRT) Trans-Semarang operating since 2010 Expected able to reduce the growth of private vehicles in the city of Semarang. The problems studied were: Already effective BRT Trans-Semarang as a mode of transportation in the city of Semarang? Based on the above problems, the formulation of the objectives of this study were: to determine the effectiveness of trans-Semarang BRT as a mode of transportation in the city of Semarang. This study took place in the city of Semarang in the BRT and road along the BRT route. Population and sample are overall BRT buses and bus stops. The method used was a survey, observation and interview to the BRT passengers. After mensurvay da bus stop and then record the checklist method, after the next discoring in test validity with the data growth of private vehicles before and after BRT to determine its effectiveness to reduce the growth of private vehicles in the city of Semarang   In this study, the BRT mode of transportation in the city of Semarang is declared effective. for BRT in the city of Semarang is able to reduce the rate of growth of private vehicles in the region that is passed / into the BRT Corridor 1 and 2 The effectiveness of the BRT because BRT is integrated, have a comfortable place special stops, passengers expressed opinion of the BRT was safe, convenient and charge affordable
KAJIAN CEMARAN UDARA PADA TAMAN KOTA KB DAN SIMPANG LIMA KECAMATAN SEMARANG SELATAN KOTA SEMARANG Iriani, Siti Pratiwi; Setyowati, Dewi Liesnoor
Geo-Image Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang terbuka hijau di Kota Semarang dari hari ke hari semakin menyempit, artinya ruang terbuka hijau semakin berkurang dan berada di bawah ambang batas persyaratan. Penelitian ini bertujuan: 1) mengetahui kondisi taman kota di Kecamatan Semarang Selatan, 2) mengetahui cemaran udara di Kecamatan Semarang Selatan, 3) mengetahui tingkat kerapatan vegetasi di Kecamatan Semarang Selatan, 4) memberikan arahan akan kebutuhan RTH dan jenis vegetasi taman kota di Kecamatan Semarang Selatan. Metode penelitian adalah deskriptif-kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis spasial, analisis ketelitian interpretasi, analisis deskriptif, dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan, kondisi sebaran vegetasi di Taman KB dan Taman Simpang Lima untuk komposisi vegetasi masuk kategori sedikit, kerapatan vegetasi masuk kategori sangat jarang, dan keberadaan sebaran vegetasi masuk kategori sangat jelek. Pengukuran cemaran udara menunjukkan konsentrasi cemaran di Jalan Pahlawan lebih tinggi dibandingkan di Taman KB dan Taman Simpang Lima. Tingkat kerapatan vegetasi di Kecamatan Semarang Selatan memiliki luasan terbesar pada kategori cukup rapat dengan luas 255,420 Ha. Arahan kebutuhan RTH perlu penambahan luasan sebesar +124,51 Ha, kekurangan 340.019 batang pohon, dan penambahan jenis pohon penyerap NO2 dan debu pada Taman Simpang Lima.  Green air-gap in Town of Semarang day after day progressively narrow, its meaning green air-gap on the wane and under sill of conditions boundary.The purpose of the study are: 1) to knowing the condition of parks in Sub District of South Semarang, 2) to knowing the air pollutants in Sub District of South Semarang, 3) knowing the density of vegetation in Sub District of South Semarang, 4) give a picture about the RTH need and kinds of vegetation in parks in Sub District of South Semarang. The research method was descriptive-quantitative. Data analysis techniques used in the study were spatial analysis, interpretation accuracy analysis, descriptive analysis, and analysis comparative. The results showed that, the spread of vegetation at KB Park and Simpang Lima Park was categorized into few, the density of vegetation was categorized into very rare, and the presence of vegetation distribution was categorized into very bad. The pollutant measurement showed that the pollutant concentration on Pahlawan Street was higher than that of at KB Park and Simpang Lima Park. The density level of vegetation in Sub District of South Semarang was the largest which was categorized into dense enough and covered 255,420 hectare. As the RTH need, it is necessary to widen the area until +124,51 hectare, add more 340.019 trees, and put some trees that can absorb NO2 and dust at Simpang Lima Park.
ANALISIS KESESUAIAN LOKASI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SAMPAH DI WILAYAH PENILAIAN ADIPURA KABUPATEN JEPARA Rouf, Ahmad
Geo-Image Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena yang ada sampah berakhir di tempat pembuangan akhir sampah, hal ini yang menyebabkan ketersediaan luas lahan tidak bertahan lama, begitu pula TPA yang berada di wilayah penilaian Adipura Kabupaten Jepara (TPA Bandengan) yang diprediksi penuh pada pertengahan 2014. Maka perlu adanya lokasi alternaif untuk antisipasi hal tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui lokasi terbaik untuk TPA sampah existing).Populasi Penelitian ini seluruh wilayah yang ada pada wilayah penilaian Adipura Kabupaten Jepara berdasarkan satuan lahan. Analisis dilakukan berdasarkan fokus permasalahan yaitu (1) penilaian daerah potensial untuk TPA (2) penilaian kelayakan TPA (3) Perkiraan masa layanan (4) Perbandingan TPA terpilih dengan TPA existing. Variabel yang digunakan berdasarkan masing-masing fokus permasalahan Analisis data dilakukan dengan cara analisis data sekunder maupun observasi dengan analisis pengharkatan (hitung skor). Hasil penelitian menghasikan satuan lahan yang terdiri atas 269 polygon 52 satuan lahan. Berdasarkan analisis dihasilkan TPA alternatif yang berada di Desa Sekuro Kecamatan Mlonggo dengan luas 26,8 Ha, masa layanan 10,5 tahun, apabila dibandingkan dengan TPA existing yang berada di Desa Bandengan, berdasarkan SNI T – 11 – 1991 – 03, TPA Sekuro mempunyai nilai 339  dan TPA existing mempunyai nilai 318, setelah dikaji mendalam dengan kriteria penyisih daerah yang sesuai untuk TPA terpilih 10 Lokasi TPA, Sekuro bisa dijadikan alternatif untuk TPA kedepan.  The garbage management ends up in landfill, It makes the availability of area of land cannot stand any longer, likewise the landfill onAdipura assessment area in Jepara regency is predicted to be full in the middle of 2014. Coming from this problem, then, there must be any alternative location to anticipate that problem. The purposes of this research are to know the best TPA.This research was conducted whole areas of Adipura assessment area in Jepara regency based onland units. The analysis carried out by the focus problem, those are (1) assessing potential area for landfill (2) assessing the capability of landfill (3) approximation of the service period (4) the comparison of the selected landfill with the existed landfill. Subject to change  use be based on each focus problem that is subject to change are. Data analysis was done by analyzing the secondary data and also observation. The study results a land unit which consists of 269 polygons in 52 land units. The analysis produces an alternative landfill located on Sekuro village in Mloggosubdistrict with an area of 26,8 Ha, and period of 10,5 years service, comparing to the existing landfill in Bandengan village, based on SNI T – 11 – 1991 - 03, Sekuro landfill has a value of 339 and the existing landfill has 318, after having a deep-examination by opt criterion area, which have more than 10 Ha for their extensive, Sekuro landfill can be the alternative for the next landfill.
EVALUASI TINGKAT PELAYANAN PUBLIK PASCA PEMEKARAN WILAYAH KECAMATAN SRAGI – KECAMATAN SIWALAN KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2001-2012 Dian Maulida, Fadhila; Hayati, Rahma
Geo-Image Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan ketersediaan pelayanan dan daya layan fasilitas pelayanan publik di daerah otonom baru Kecamatan Siwalan dengan daerah induk Kecamatan Sragi serta mengkaji tingkat aksesibilitas masyarakat Sragi dan Siwalan terhadap fasilitas pelayanan publik pasca pemekaran kecamatan. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan metode survai. Objek dalam penelitian ini yaitu ketersediaan pelayanan publik dan aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan tersebut. Teknik analisis data yang digunakan meliputi Guttman Scalling Methods,  A range of good and threshold dari Christaller dan acuan pembanding SNI 03-1733-2004, rumus Gravitasi, serta aturan Sturgess. Hasil penelitian menunjukkan terdapat kesenjangan ketersediaan fasilitas, daya layan fasilitas, dan aksesibilitas terhadap pelayanan publik, dimana Kecamatan Sragi lebih baik dibandingkan dengan Kecamatan Siwalan  The aim of this research was to compare the service availability and the service ability of public service facilities in the new autonomous area, Siwalan subdistrict, with the main area, Sragi subdistrict, and also to analyze accessibility index of Sragi and Siwalan society focusing on public service facilities after subdistrict expansion. The research approach was descriptive quantitive using survey methods. The object of this research was evaluation of public service availability and society accessibility index toward the facilities. The data analysis technique of this research using Guttman Scalling Methods, A range of good and threshold from Christaller, and reference of comparison SNI 03-1733-2004, Gravity Formula, also Sturgess rule. The research result indicated discrepancies between both of the subdistrict including service availability, service ability, and accessibility toward public service, where Sragi subdistrict is better than Siwalan Subdistrict.  
ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN PENDUDUK TERHADAP PERKEMBANGAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN GAJAH MUNGKUR KOTA SEMARANG TAHUN 2002 - 2012 Riyanto, Moch. Wahyu; Arifien, Moch.; Sriyono, Sriyono
Geo-Image Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan penduduk di Kota Semarang khususnya di Kecamatan Gajah Mungkur akan terus meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk. Jumlah penduduk di Kecamatan Gajah Mungkur adalah 63.182 jiwa tahun 2012 dengan tingkat kepadatan penduduk sebesar 82,59 jiwa per km². Tujuannya adalah mengetahui faktor-faktor pertumbuhan penduduk, mengetahui laju pertumbuhan penduduk, mengetahui kondisi perkembangan permukiman, mengetahui hubungan antara pertumbuhan penduduk dengan perkembangan permukiman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Faktor pertumbuhan penduduk yang paling tinggi di Kecamatan Gajah Mungkur adalah jumlah penduduk, kelahiran dan migrasi datang, hal ini disebabkan oleh jumlah penduduk dari tahun ke tahun akan bertambah dan semakin padat penduduk, dan migrasi datang perpindahan dari daerah desa ke kota, kota yang menjadi daerah tujuan dari kategori yang ingin memberi kesempatan kerja. Kesimpulan analisis pengaruh pertumbuhan penduduk terhadap perkembangan permukiman sehingga dapat dikatakan bahwa pertumbuhan penduduk yang paling banyak di Kecamatan Gajah Mungkur adalah jumlah penduduk, KK, kelahiran dan migrasi datang, hal ini disebabkan oleh jumlah penduduk dari tahun ke tahun akan bertambah dan semakin padat penduduk. Saran yang dapat diajukan untuk mengatasi lonjakan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat dan luas lahan areal permukiman semakin berkurang khususnya hunian untuk permukiman diharapkan dalam pembangunan infrastruktur hunian hendaknya dirancang secara vertikal sehingga persebaran permukiman terjadi secara merata   Population growth Semarang especially Kecamatan Gajah Mungkur will continue increase  with increases population. The population Kecamatan Gajah Mungkur 63.182 life years 2012 with population 82,59 persons per km ². factors of population growth, knowing the speed population growth, knowing the condition settlement expansion the relationship between knowing population growth development settlements. The results showed that: Factors highest population growth Kecamatan Gajah Mungkur is population, births and migration come, this is caused the population from year to year will grow and the more densely populated, displacement and migration came from rural areas to cities , the city that became the purpose of the category you want to give employment opportunities. The analysis population growth on the development settlement so that it can be said that the most population growth in Kecamatan Gajah Mungkur population, families, births and migration come, this is caused the population from year to year will grow and the more densely populated. Suggestions submitted cope with in population growth and the increasing acreage land settlement diminishing especially for residential occupancy expected in residential infrastructure development should designed that the vertical distribution settlements occur evenly
STUDI PENENTUAN LOKASI PEMBANGUNAN GEDUNG SEKOLAH TINGKAT SLTA DI KECAMATAN TAMBAKROMO KABUPATEN PATI Ahmadi, Ali; Indrayati, Ariyani
Geo-Image Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan tekhnologi SIG dalam menentukan prioritas kawasan potensial untuk pengembangan lokasi pendidikan merupakan metode yang efektif dan efisien karena memiliki kemampuan dalam analisis yang berkaitan dengan aspek keruangan. Studi ini bertujuan untuk Mengukur ketersediaan dan kebutuhan sarana pendidikan tingkat SLTA (SMA dan SMK), Menganalisis  jangkauan  pelayanan  Sekolah  Lanjutan  Tingkat  Atas  (SLTA) yang akan di bangun di Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati, Untuk mengetahui perencanaan lokasi Sekolah Lanjutan Tingkat  Atas (SLTA) ke depan berdasarkan sebaran penduduk di Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif. Hasil  dari  studi  ini  diketahui ada 3 ( tiga ) alternatif letak yaitu area pertama adalah Desa Sitirejo, area ke dua Desa Karangmulyo, dan area ke tiga adalah Desa Maitan. Desa Sitirejo ( lokasi usulan pemerintah ) layak untuk dijadikan lokasi pembangunan gedung SMK. Agar terjadi pemerataan, PEMDA harus membangun sekolah terutama di Kecamatan Jaken, Kecamatan  Gunungwungkal, dan Kecamatan  Tambakromo. Khusus di Kecamatan Tambakromo harus di tambah dua SLTA.  Exploiting of Tekhnologi SIG in determining priority of potential area for development of location of education represent efficient and effective method because owning ability in analysis of related to column aspect.This study aimed to measure the availability and needs of high school level education facilities ( SMA and SMK ) , Analyzing outreach of upper secondary education ( high school ) will be built in the district Tambakromo Pati , To find the location planning of upper secondary education ( high school ) to forward based on the distribution of population in the district Tambakromo Pati .The analysis technique used is descriptive statistical analysis . The results of this study in mind there are three (3 ) alternate layout which is the first area Sitirejo Village , Village Karangmulyo second area , and the third area is the village of Maitan . Sitirejo village ( location of proposed government ) deserve to be a vocational school building site . Recommendations from researchers that there is the ability to increase the Local Government senior secondary school in Pati , equalization to occur , especially in the District Jaken , District Gunungwungkal , and the District Tambakromo . Specifically in the District should Tambakromo high school plus two.
KAJIAN GENANGAN AIR DI OULET EMBUNG PADA MUSIM HUJAN DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DI SEKITAR KAMPUS UNNES SEMARANG Handayani, Handayani; Liesnoor Setyowati, Dewi; Parman, Satyanta
Geo-Image Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Genangan air di Oulet Embung Kampus UNNES karena outlet Embung tidak dapat menampung run off, penelitian  ini berdasarkan pada permasalahan: (1) Dimana saja terjadi genangan air di Kampus UNNES  pada saat terjadi hujan?, (2)  Bagaimana  pengaruh genangan air  terhadap aktivitas mahasiswa UNNES?, (3) Bagaimana partisipasi masyarakat Kelurahan Sekaran dalam menjaga kebersihan saluran air di sekitar outlet Embung Kampus UNNES?, Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui :(1) Mengetahui persebaran genangan air disekitar outlet Embung Kampus UNNES Semarang, (2) Mengetahui  pengaruh  genangan  air  hujan  terhadap aktivitas mahasiswa UNNES, (3) Mengetahui partisipasi masyarakat Kelurahan  Sekaran  dalam  menjaga kebersihan saluran air (drainase) di sekitar outlet Embung Kampus UNNES. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa genangan air terjadi di FIS, FE, FH, FMIPA, FBS. Genangan air mengganggu aktifitas mahasiswa UNNES dan sampai saat ini belum ada kerudian berupa korban jiwa. Masyarakat Kelurahan Sekaran perduli terhadap kebersihan saluran air tetapi kurang koordinasi antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Saran yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut.(1) Saluran air yang ada di dalam Kampus UNNES diperbaiki dengan ukuran yang lebih lebar dan lebih dalam disesuaikan kemiringan lereng serta topografi. (2) Adanya pengarahan dari pihak UNNES kepada warga setempat tentang pola pembangunan yang berada di pinggir jalan raya seperti rumah, tempat usaha dan parkir kendaraan  tidak dibangun di atas saluran air.   Stagnant water in Oulet Embung Campus UNNES because Embung outlets can not accommodate run-off, this research is based on the problem: (1) Where only occurs in Campus UNNES puddles when it rains ?, (2) How does the effect of waterlogging on the student activity UNNES ?, (3) How Sekaran Village community participation in maintaining the cleanliness of the water around the outlet channel embung Campus UNNES ?, The purpose of this study was to determine: (1) Determine the distribution of stagnant water around the outlet embung UNNES Campus Semarang, (2) determine the influence rain puddles on UNNES student activities, (3) knowing participation in maintaining the cleanliness of the village have now drains (drainage) around the outlet embung UNNES Campus. Based on the results of this research is that a pool of water occurs at FIS, FE, FH, Science Faculty, FBS. Puddles students UNNES disturbing activities and until now there is no kerudian be casualties. Sekaran Village community concerned with the cleanliness of the water channel but lack of coordination between the students and the local community. Suggestions put forward in this study as follows. (1) water channel in the Campus UNNES repaired with a size wider and deeper adjustable slope and topography. (2) The direction of the UNNES to local residents about the pattern of development that is on the edge of the highway as homes, business premises and vehicle parking is not built on waterways.
DAMPAK PEMBUANGAN LIMBAH INDUSTRI BATU ALAM TERHADAP KUALITAS AIR IRIGASI DI KECAMATAN PALIMANAN KABUPATEN CIREBON Uktiani, Arum; Suroso, Suroso; Setyaningsih, Wahyu
Geo-Image Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ada 38 industri batu alam di Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon tidak mempunyai IPAL sehingga limbahnya langsung dibuang ke saluran irigasi Jamblang Kiri. Permasalahannya yaitu dampak pembuangan limbah industri batu alam terhadap kualitas air irigasi di Kecamatan Palimanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak pembuangan limbah industri batu alam terhadap kualitas air irigasi di Kecamatan Palimanan. Lokasi yang diteliti lahan sawah yang dialiri irigasi Jamblang Kiri pada enam desa di Kecamatan Palimanan dengan populasi air irigasi Jamblang Kiri yang masuk ke lahan persawahan di Kecamatan Palimanan. Sampel yang digunakan sampling area sebanyak 8 sampel dengan variabel kualitas fisika dan kimia air irigasi. Metode pengumpulan datanya interpretasi peta dan uji laboratorium. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis komparatif dan overlay. Limbah batu alam berdampak terhadap air irigasi karena nilai parameter pada air irigasi mengalami kenaikan daripada nilai parameter pada air sumber irigasi.Walaupun limbah batu alam berdampak terhadap air irigasi, namun hanya dua dari tujuh parameter yang menunjukkan kualitas buruk yaitu pH dan RSC. Di daerah penelitian, air irigasinya masih bisa digunakan untuk mengairi lahan persawahan karena memiliki tiga macam kualitas yaitu sangat baik, baik, dan cukup baik, tetapi terdapat parameter pH dan RSC yang melebihi standar baku mutu, yaitu pH sebesar 9 dan RSC sebesar 2,639 meq/l yang berlokasi di Desa Kepuh. Apabila dibiarkan, maka dalam kurun waktu tertentu berpeluang menurunkan kualitas air irigasi.   There are 38 natural stone industries in Palimanan District, Cirebon Regency which have no installation of waste water processing so that the wastewater is directly discharged into irrigation canals Left Jamblang. The problem was that there was waste disposal impact of the natural stone industries to the irrigation water quality in Palimanan District. The purpose of this study is to determine the waste disposal impact of the natural stone industries to the irrigation water quality in Palimanan District. The location studied was fields irrigated by Left Jamblang of six villages in Palimanan District with a population of Palimanan Left Jamblang irrigation water that went into the fields in Palimanan District. The sample used was the sampling area which had 8 samples with physics quality variable and irrigation of water chemistry. The methods of data collection were map interpretation and laboratory tests. The data analysis techniques used were the comparative analysis and overlay. The natural stone waste had an impact on irrigation water since the parameter values in irrigation water had increased rather than the parameter value on the source of irrigation water. Though the waste of natural stone had effect on the irrigation water, there were only two of the seven parameters which indicated poor quality, namely pH and RSC. In the study area, irrigation water could still be used to irrigate the fields because it had three types of quality, which are very good, good, and good enough, but there were pH and RSC parameters exceeding the quality standards which had pH 9 and RSC 2,639meq/l located in the Kepuh Village. If it is ignored, then in certain period, it is likely to degrade quality of irrigation water.
PEMILIHAN LOKASI IBUKOTA KABUPATEN DI WILAYAH PROYEKSI PEMEKARAN KABUPATEN BEKASI UTARA Fachrurrizal, Muhamad Isro; Hayati, Rahma
Geo-Image Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Bekasi yang secara geografis berada di sebelah timur dari Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu daerah pendukungnya (hynterland), dengan demikian pembangunan daerah dapat menjadi lebih cepat. Melihat juga di Kabupaten Bekasi sudah terdapat banyak industri besar sehingga mampu memberikan masukan pendapatan daerah yang cukup besar. Penelitian ini bertujuan: 1) Mengetahui kondisi sarana prasarana transportasi 2) mengukur tingkat aksesibilitas 3) mengukur interaksi wilayah dan  4) memberikan pertimbangan lokasi ibukota untuk calon Ibukota Kabupaten Bekasi Utara. Metode penelitian  adalah metode penelitian survei, dengan obyek penelitian adalah kecamatan yang menjadi menjadi calon lokasi ibukota di daerah proyeksi pemekaran wilayah. Penelitian dilakukan di  Kabupaten Bekasi yang sedang berproses untuk pemekaran wilayah. Tehnik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah analisis deskriptif, perhitungan dengan Accesibility index, model gravitasi dan analisis perbandingan. Hasil penelitian berupa pertimbangan lokasi ibukota baru di daerah proyeksi pemekaran Kabupaten Bekasi Utara, dengan lokasi prioritas pertama berada di Kecamatan Sukatani.   Bekasi Regency which geographically reside in eastside from DKI Jakarta Provinsi become one of its supporter area ( hynterland), thereby the area development can become quicker. See also in Bekasi Regency have there are a lot of big industry so that able to give big enough area earnings input.The purpose of the study to: 1) Determine the condition of transportation infrastructure 2) measuring the level of accessibility 3) measuring the region’s interaction and 4) giving consideration for the location of the capital of North Bekasi District. The research method that will be used is the survey method, with the research object is the district that will become a candidate for location of the capital in the projection of regional expansion. Research was conducted in Bekasi District which being proceed to a regional expansion. Data collection techniques are including observation, documentation, and interviews with questionnaires. Data analysis techniques used in the study is a descriptive analysis and calculation with accessibility index, gravity models, and scale analysis . Results of the research is a consideration of the new capital location in projection of regional expansion of North Bekasi District, which the first priority location is in Sukatani District.
ANALISIS POLA SEBARAN PERMUKIMAN BERDASARKAN TOPOGRAFI DI KECAMATAN BRANGSONG KABUPATEN KENDAL Rifda Rakhmawati, Elina; Sriyono, Sriyono; Liesnoor Setyowati, Dewi
Geo-Image Vol 3 No 2 (2014)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemukiman selalu membutuhkan lahan, yang jumlahnya dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Tujuan penelitian adalah (a) mengkaji kondisi penggunaan lahan. (b) mengetahui pola persebaran permukiman berdasarkan pada topografi. (c) menganalisis sebaran permukiman terhadap jumlah penduduk berdasarkan topografi. Sampel dalam penelitian ini mengambil semua desa di Kecamatan Brangsong yang terdiri dari 12 Desa. Populasi penelitian ini meliputi KK ( Kepala Keluarga) dan lahan permukiman. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis teiangga terdekat dan analisis diskriptif. Hasil penelitian: (a) penggunaan lahan di Kecamatan Brangsong mengalami perubahan dalam jenis penggunaannya. pada tahun 2000 sampai dengan tahun 2013 mengalami perubahan penggunaan lahan seluas 1,73 Km². (b) pola berdasarkan pada topografi dapat dilihat dari kemiringan lereng yang datar pola permukimannya cenderung menyebar dan semakin terjal kemiringan lereng maka pola permukiman akan semakin mengelompok, untuk daerah dengan kepadatan penduduknya tinggi pola persebaran permukimannya ternyata mengelompok tidak menyebar dan sebaliknya. (c) analisis hubungan pola permukiman dengan faktor kemiringan lereng, dan ketinggian tempat, di Kecamatan Brangsong pola permukimannya memanjang (linear) sepanjang jalan dan permukiman berada di sebelah kanan-kiri jalan, pola permukiman seperti ini banyak terdapat di dataran rendah yang morfologinaya landau, pola permukiman di Kecamatan Brangsong yang selanjutnya adalah merupakan pola permukiman memusat hal ini terjadi karena kondisi morfologi di wilayah ini merupakan dataran tinggi yang berelief kasar.  Settlement always require farm, what its amount  from year to year non-stoped to experience of improvement.The of research are objects: (a). Drecribing the condition of landuse. (b). knowing the distribution pattern based on the topography. (c. analyzing the settlement for the amount of residents based on topography. Research location: The researcher is going to take 12 villages in district Brangsong as sample. Population taken is KK (Head of Family) and land settlement. Analysis of the data using the analysis tetangga terdekat and descriptive. Result of the research: (a). The landuse in district Brangsong has some changes in land of use. Where is in 2000 and 2013 changing landuse area 1,73 Km². (b). The patter based on topography can be seen from the gentle slope whrch has correlation to make settlement pattern be proven with land by flat slope, it’s settelement is almost spreed up. However, the gentle slope makes the settlement pattern be grouping. It can be seen in research location is the big population density actualy has grouping settlement pattern, not sprced up. (c). Analyzis connection pattern with gentle slope and steeps, the settlement pattern in district Brangsong between year 2000 and 2013 doesn’t have any change with linier settlement pattern along the righ ang left side of the road. Generally, the settlement pattern is dominated on lowland when has morphology is slope, so that ease the road building in settlement. The settlement pattern in district Brangsong is center settlement pattern. It happens because the morphology condition in this area whis is hard relief high land.

Page 1 of 2 | Total Record : 11