cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Geo-Image Journal
ISSN : 22526285     EISSN : 25490362     DOI : -
Core Subject : Science,
This journal publishes original research and conceptual analysis of geography, geographical mapping science and technology and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 31 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2012)" : 31 Documents clear
NILAI AKSESIBILITAS HOTSPOT AREA DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Ismi, Khairul; Suroso, Suroso; Haryanto, Haryanto
Geo-Image Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH PERTAMBAHAN PENDUDUK TERHADAP PERKEMBANGAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL TAHUN 2000 - 2010 hani, ainul; Banowati, Eva; Arifien, Mochammad
Geo-Image Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

POLA DISTRIBUSI SPASIAL DAN DAYA LAYAN FASILITAS PERBANKAN DI KABUPATEN KUDUS Hayati, Rahma; Indrayati, Ariyani; Umam, Khairul
Geo-Image Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KAJIAN TINGKAT KEMACETAN LALULINTAS PADA JARINGAN JALAN YANG MENJADI AKSES MASUK KOTA SEMARANG Siswanto, Agus; Putro, Saptono; Tjahjono, Heri
Geo-Image Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai volume lalu-lintas, mengetahui tingkat pelayanan jaringan jalan (LOS) pada ruas jalan masuk Kota Semarang dan mengetahui perbandingan kemacetan antara tiap titik pengamatan. Populasi dalam penelitian ini adalah ruas jalan yang menjadi akses masuk ke Kota Semarang dan memiliki tingkat kemacetan tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan volume kendaraan rata-rata dari tiap titik pengamatan yaitu Jalan Siliwangi 9233 SMP/jam, Jalan Kaligawe 8259 SMP/jam, Jalan Brigjend Sudiarto 8023/jam, dan Jalan Setiabudi 7761 SMP/jam. Tingkat kemacetan paling tinggi adalah Jalan Siliwangi antara jam 12.00-13.00 dengan nilai LOS 0,94 di hari Senin dan lokasi yang memiliki tingkat kemacetan paling rendah adalah pada Jalan Siliwangi dari jam 06.00-07.00 dengan nilai LOS 0,62 di hari Minggu. Lokasi penelitian yang memiliki tingkat kemacetan rata-rata tertinggi adalah pada Jalan Raya Kaligawe dengan nilai LOS 0,84 dan lokasi yang memiliki tingkat kemacetan rata-rata terendah adalah Jalan Setiabudi dengan nilai LOS 0,79. Kesimpulan dari penelitian ini adalah volume lalu-lintas rata-rata selama penelitian paling tinggi adalah pada ruas jalan Siliwangi dengan nilai 9233 SMP /hari, tingkat pelayanan jaringan jalan (LOS) paling rendah adalah jalan Raya Kaligawe dengan nilai 0,84 pada kelas D. Perbandingan tingkat kemacetan dapat dilihat pada Jalan Siliwangi 0,82, Jalan Kaligawe 0,84, Jalan Brigjend Sudiarto 0,82 dan Jalan Setiabudi 0,79.This study aims to determine the value of the volume of traffic, knowing the level of service roads (LOS) on the streets of Semarang go and find bottlenecks comparisons between each point of observation. The population in this study is the access road into the city of Semarang and have high levels of congestion. The results of this study showed an average traffic volume of each observation point the way Siliwangi 9233 SMP / h, road Kaligawe 8259 SMP / h, road Brigjend Sudiarto 8023/jam and Jalan Setiabudi 7761 SMP / hour. Congestion level is highest between the hours of 12:00 to 13:00 Jalan Siliwangi LOS value 0.94 on Monday and locations with the lowest level of congestion is on Jalan Siliwangi from 06:00 to 07:00 hours with the value of 0.62 LOS on Sunday. What research that has the highest average congestion is on the highway Kaligawe LOS value 0.84 and the location that has the lowest average congestion is the Way Setiabudi LOS value 0.79. The conclusion of this study is the traffic volume on average during the study was the high road to the value of 9233 Siliwangi SMP / day, the level of service roads (LOS) is the lowest highway Kaligawe the value 0.84 at grade D. Comparison of the level of congestion can be seen on Jalan Siliwangi 0.82, 0.84 Kaligawe Road, Jalan Jalan Brigjend Sudiarto Setiabudi 0.82 and 0.79.
KESESUAIAN LAHAN UNTUK TEMPAT PERKEMAHAN DI KECAMATAN TAWANGMANGU KABUPATEN KARANGANYAR ahmadi, ali; Suharini, Erni; sriyono, sriyono
Geo-Image Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH PERTAMBAHAN PENDUDUK TERHADAP PERKEMBANGAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL TAHUN 2000 - 2010
Geo-Image Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v1i1.939

Abstract

pada komposisi dan tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk: Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pertambahan penduduk terhadap perkembangan permukiman dilihat dari: Jumlah rumah, kenyamanan, pertumbuhan permukiman, jumlah bangunan. Populasi ditujukan pada keseluruhan Kepala Keluarga yang menetap, untuk memperoleh jumlah responden digunakan teknik proporsional random sampling dari jumlah populasi tiap desa yang dipilih sebagai sampel. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif presentase, keruangan, regresi linier sederhana, pengamatan peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  Pengaruh pertambahan penduduk terhadap perkembangan permukiman menyebabkan meningkatnya kebutuhan lahan permukiman dan berkurangnya lahan pertanian. Setiap tahun penduduk selalu bertambah, hal ini berpengaruh menyempitnya lahan pertanian dan semakin sedikitnya penduduk yang bertani. Besarnya pengaruh pertambahan penduduk terhadap perkembangan permukiman 39,3% artinya pertambahan penduduk merupakan faktor yang dominan dalam mempengaruhi perkembangan permukiman. Kesimpulannya pengaruh pertambahan penduduk terhadap perkembangan permukiman mengakibatkan meningkatnya jumlah kebutuhan lahan permukiman , berkurangnya lahan pertanian. Berdasarkan hasil uji t pertambahan penduduk berpengaruh signifikan terhadap perkembangan permukiman. Persebaran permukiman sebagian besar terkosentrasi di sepanjang jalan desa yang ada di Kecamatan Slawi.Encourage population growth is not limited to changes in the population, but also on the composition and residence. Objective: To determine how much influence the development of population settlement seen from: Number of home, comfort, growth of settlements, the number bangunan.Populasi aimed at the whole family head that settled, to obtain the number of respondents used proportional random sampling technique of the population of each village selected as the sample.The analysis method used is descriptive percentages, spatial, simple linear regression. The results showed that the effect of population growth on the development of settlements led to increased demand for land settlement and loss of agricultural land. Every year the population is always increasing, it affects the narrowing of agricultural land and farming the least population. significant effect on the development of settlements. Distribution of settlements mostly concentrated in villages along the road in the District Slawi.
KESESUAIAN LAHAN UNTUK TEMPAT PERKEMAHAN DI KECAMATAN TAWANGMANGU KABUPATEN KARANGANYAR
Geo-Image Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v1i1.940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan untuk tempat perkemahan di Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh satuan lahan dalam lingkup wilayah Kecamatan Tawangmangu. Sampel dalam penelitian diambil berdasarkan beberapa unit lahan yang ada dalam wilayah Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar dengan penentuan titik lokasi sampel berdasarkan teknik Proportional Combine Sampling. Variabel penelitian ini adalah, drainase tanah, kemiringan lereng, permeabilitas tanah, tekstur tanah, genangan dan banjir, batuan lepas, singkapan batuan, keterjangkauan dengan sumber air, jarak dengan permukiman penduduk dan kerawanan bencana. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu dengan dokumentasi, pengukuran/uji lapangan dan uji labolatorium. Analisis data berupa overlay peta dan pengharkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Tawangmangu memiliki 73 satuan lahan dan terdiri atas 2 kelas kesesuaian lahan untuk tempat perkemahan yaitu kelas kesesuaian lahan sangat sesuai (S1) wilayah ini meliputi 40 satuan lahan dengan luas 4415,81 Ha (63,06%) serta kelas kesesuaian lahan sesuai (S2) meliputi 33 satuan lahan dengan luas 2587,39 Ha (36,94%)  dari daerah penelitian. Simpulan dari penelitian adalah di Kecamatan Tawangmangu terdapat 2 jenis kelas kesesuaian lahan yaitu (1) kelas kesesuaian sangat sesuai (S1) dengan luas wilayah 4415,81. (2) kelas kesesuaian sesuai (S2) dengan luas wilayah 2587,39 Ha.This study aims to determine the level of suitability of land for campsites in District Tawangmangu Karanganyar district. The population in this study are all land units within the scope of the District Tawangmangu. The sample is taken by some units of the existing land in the District Tawangmangu Karanganyar the sample point location determination techniques based Proportional Sampling Combine. The variables of this study is, soil drainage, slope, soil permeability, soil texture, inundation and flooding, loose rock, rock outcrops, accessibility to water sources, distance from settlements and disaster vulnerability. The method used in the data collection with the documentation, measurement / field tests and laboratory tests. Analysis of the data in the form of overlay maps and dignity. The results showed that the Tawangmangu district has 73 units of land and consists of two classes of land suitability for a campsite that is highly suitable land suitability classes (S1) region includes 40 units of land with an area of 4415.81 hectares (63.06%) as well as the suitability land suitable (S2) includes 33 units of land with an area of 2587.39 hectares (36.94%) of the study area. The conclusions of study are in the District Tawangmangu there are 2 types of land suitability classes: (1) the suitability of the class is suitable (S1) with an area of 4415.81. (2) the suitability of appropriate class (S2) with an area of 2587.39 Ha
ANALISIS SEBARAN GENANGAN PASANG AIR LAUT (ROB) BERDASARKAN HIGH WATER LEVEL DAN DAMPAKNYA PADA PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN SEMARANG UTARA
Geo-Image Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v1i1.941

Abstract

Pertambahan penduduk mendorong perubahan tak terbatas pada jumlah penduduk, Penelitian ini Pasang surut air laut sangat mempengaruhi daerah pesisir dan dapat menyebabkan genangan bahkan banjir. Genangan air pasang terjadi tergantung pada tingginya air pasang. Pasang tertinggi (high water level) merupakaan keadaan tertinggi pasang air laut pada satu siklus pasang surut. Dampak dari genangan rob ini juga dipicu oleh adanya pemanfaatan lahan di daerah pesisir secara optimal seperti kawasan industri dan aktivitas perdagangan di Tanjungmas. Adapun tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui lokasi genangan pasang air laut (rob) berdasarkan high water level. (2) Mengetahui jenis penggunaan lahan. (3) Mengetahui dampak genangan pasang air laut (rob) terhadap penggunaan lahan. Metode yang digunakan adalah metode observasi, metode dokumentasi yang meliputi citra Quickbird, citra SRTM dan peta RBI serta metode wawancara. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis genangan rob yang dilakukan berdasarkan elevasi tanah dan nilai pasang tertinggi, analisis interpretasi citra, dan analisis sistem informasi geografis. Hasil penelitian menampilkan luas daerah yang tergenang pasang air laut seluas 221,261 Ha yang dihitung berdasarkan pasang tertinggi 188,4 cm, sedangkan untuk hasil interpretasi citra satelit didapat luas penggunaan lahan terbesar adalah untuk pemukiman seluas 660,996 ha, pelabuhan 173,654 ha dan industri 142,751 ha.Tides are very affect the coastal areas and may causing inundation or even flood. Tidal Inundation can last for days or even a week with various inundation height. Tidal inundation depends to the height of the tide occurred. High water level is the highest condition of tide in one tidal cycle. The impact of this rob inundation is also triggered by the facilities for the needs of the society that caused by land use in the coastal areas like industrial areas and trading activities in Tanjungmas. The purpose of this study is to determine, First, to know spreads of tidal inundation, Second, to find out type of land uses, and Third, to find out the result of tidal inundation on the usage of the land. The used method is observation method, documentary method includes Quickbird Satellite Imagery, SRTM Satellite Imagery, and RBI map, and also interview method. The used analysis is tidal inundation analysis with elevation of land and high water level, satellite imagery analysis and geographic information system. The result of all analysis shows the wide of  flood area is 221,261 Ha, that is calculated by high water level that 188,4 cm, while the result for interpretation of satellite imagery shows the widest land using are residential area is 660,996 ha, harbours is 173,654 ha and industries is 142,751 ha
KAJIAN INTRUSI AIR LAUT DI KAWASAN PESISIR KECAMATAN REMBANG KABUPATEN REMBANG
Geo-Image Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v1i1.942

Abstract

Pertambahan penduduk mendorong perubahan tak terbatas pada jumlah penduduk, Penelitian ini Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui:  (1)  Bagaimana  distribusi  spasial  daerah yang terkena  dampak  intrusi  air  laut  di  daerah penelitian?;  (2)  Faktor-faktor  apa  saja  yang mempengaruhi  terjadinya  intrusi  air  laut  di  daerah  penelitian?.  Pengambilan  sampel dilakukan  dengan  teknik purposive  sampel  atau sampel  acak   yaitu 30 sampel  air  sumur serta  penduduk sebanyak 90 orang. Metode  pengumpulan  data  dengan  observasi, wawancara,  dokumentasi  dan  uji  laboratorium.  Teknik analisis  data  yang digunakan  yaitu deskriptif,  komparatif  dan  overlay  peta.  Hasil  penelitian  menunjukkan  disribusi  spasial daerah yang terkena dampak intrusi air laut di daerah penelitian dapat dibedakan menjadi 3 zona  yaitu :  (1)  Zona tidak terpengaruh  intrusi  air  laut  dengan  luas  2.952,98 ha;  (2)  Zona dengan pengaruh intrusi air laut tinggi seluas 2.095,64 ha; (3) Zona dengan pengaruh intrusi air laut sedang seluas 913,38 ha. Jadi daerah penelitian yang terkena dampak intrusi air laut seluas 3009,02 ha atau 50,47% dari luas daerah penelitian. Di daerah penelitian faktor yang mempengaruhi intrusi air laut berdasarkan analisis overlay peta adalah kondisi geologi pada material alluvium, kondisi geohidrologi pada akuifer dangkal dengan produktifitas sedang, kondisi  penggunaan  lahan  tambak dan  daerah  dengan  kepadatan  penduduk yang tinggi. Faktor  jarak dari  garis  pantai  cenderung belum  cukup untuk mempengaruhi  terjadinya intrusi  air  laut  di  daerah  penelitian  Hal  tersebut  dapat  dijelaskan  karena  ada  beberapa sampel yang jauh dari garis pantai tapi terkena dampak intrusi air laut dan satu sampel yang dekat garis pantai tapi tidak terkena dampak intrusi air laut. This study aims to determine: (1) How does the spatial distribution of the affected areas ofseawater  intrusion  in the  study  area?.  (2)  What  factors  are  influencing the  occurrence  ofseawater  intrusion  in the study area?. Sampling was conducted with a purposive samplingtechnique  or  a  random  sample  of  30 well  water  samples  and  a  population  of  90 people.Methods of data collection by observation, interviews, documentation and test laboratories.Data  analysis  technique  used is  descriptive,  comparative  and overlay  maps.  The  resultsshowed spatial disribusi affected areas of seawater intrusion in the study area can be dividedinto three zones, namely: (1) Zone are not affected by seawater intrusion area 2952.98 ha,(2) Zone to the influence of high seawater intrusion area of  2095.64 ha, (3) Zone with theinfluence  of  sea  water  intrusion  is  an  area  of  913.38 ha.  So  the  study  area  affected byseawater  intrusion area of  3009.02 ha or 50.47% of the study area. In the  study of  factorsaffecting seawater  intrusion map overlay  analysis  is  based on geological  conditions  in thealluvium material, geohidrologi conditions in shallow aquifers with productivity being, thecondition of ponds and land use areas with high population density. The distance from theshoreline tend not enough to affect the occurrence of seawater  intrusion  in the study area.This can be explained because there are a few samples away from the coastline but affectedby  seawater  intrusion and one  sample  near  the  shoreline  but  are  not  affected by  seawaterintrusion.
POTENSI PEMANENAN AIR HUJAN (RAIN WATER HARVESTING) KAMPUS UNNES SEBAGAI PENDUKUNG UNNES KONSERVASI
Geo-Image Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v1i1.943

Abstract

Pertambahan penduduk mendorong perubahan tak terbatas pada jumlah penduduk, Penelitian Tujuan dari penelitian; mengetahui potensi pemanenan air hujan melalui embung, sumur resapan, lubang resapan biopori dan atap bangunan UNNES, mengetahui prospek pemanfaatan hasil pemanenan air hujan yang ada di lingkungan kampus UNNES.Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis kapasitas infiltrasi dan analisis menghitung pemanenan hujan.Hasil penelitian, jumlah pemanenan air hujan melalui; atap bangunan adalah selama 1 tahun 172.275.513 liter/tahun, embung adalah 2.715.898.080 liter/bulan. sumur resapan adalah 4.271.881 liter/bulan lubang resapan biopori 85.535.460 liter/bulan. Prospek pemanfaatan hasil PAH yang ada di lingkungan kampus Unnes yaitu dari hasil penelitian dan perhitungan Air yang digunakan masyarakat Unnes untuk kebutuhan sehari-hari adalah kurang dari 5 liter  per orang. Hasil yang didapat dari PAH baik menggunakan atap bangunan, embung , sumur resapan dan LRB, maka dapat diketahui pemanenan air hujan mempunyai manfaat besar dalam meningkatkan ketersediaan air sehingga ketika musim kemarau tidak kekurangan air, dan ketika musim penghujan, air dapat tertampung dan terserap tanpa menyebabkan adanya aliran permukaan. Kesimpulan potensi pemanenan air hujan sebagai pendukung UNNES konservasi didukung oleh masyarakat Unnes yang diperoleh dari hasil penelitian sangat setuju (26%) dan setuju (69%).The purpose of the research; know the potential of rainwater harvesting through embung, infiltration wells, holes infiltration biopori and building roofs UNNES, knowing the prospects for the utilization of rainwater harvesting in the campus environment UNNES. Methods of analysis is descriptive analysis, infiltration capacity and rain harvesting count analysis. The results of the study, the amount of rainwater harvesting through; roof of the building is for 1 year 172 275 513 liters / year, embung are 2,715,898,080 liters / month. infiltration wells is 4,271,881 liters / month infiltration holes biopori 85,535,460 liters / month. Prospects utilization of PAHs in the environment of the campus Unnes research and counts Unnes public water used for everyday needs is less than 5 liters per person. The results obtained from using either PAH roofs, embung, infiltration wells and LRB, it can be seen harvesting rainwater has a major benefit in increasing the availability of water in Unnes so when the dry season was not short of water, and when the rainy season, the water can be accommodated and absorbed without causing any runoff. Conclusion The potential for rainwater harvesting as supporting conservation UNNES Unnes supported by the results obtained from strongly agree (26%) and agree (69%).

Page 2 of 4 | Total Record : 31