cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Geo-Image Journal
ISSN : 22526285     EISSN : 25490362     DOI : -
Core Subject : Science,
This journal publishes original research and conceptual analysis of geography, geographical mapping science and technology and environmental sciences.
Arjuna Subject : -
Articles 31 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2012)" : 31 Documents clear
PENINGKATAN DAYA SAING SEKTOR PERTANIAN TANAMAN PANGAN ANTAR KECAMATAN DI KABUPATEN TEGAL PROVINSI JAWA TENGAH
Geo-Image Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v1i1.944

Abstract

Pertambahan penduduk mendorong perubahan tak terbatas pada jumlah penduduk, Penelitian Tujuan penelitian ini untuk: (1) mengetahui perbandingan potensi sektor pertanian tanaman pangan tiap kecamatan di Kabupaten Tegal; (2) mengetahui laju pertumbuhan sektor pertanian tanaman pangan di Kabupaten Tegal; dan (3) mengetahui daya saing sektor pertanian tanaman pangan di Kabupaten Tegal. Hasil analisis Location Quetiont secara regional, wilayah yang memiliki komoditi unggulan terbanyak yaitu Kecamatan Lebaksiu, dengan komoditi unggulan meliputi: padi, jagung, ketela rambat, kacang tanah, kacang kedelai dan kacang hijau. Sedangkan secara sektoral, komoditi tanaman pangan unggulan yang mendominasi penyediaan pangan yaitu ketela pohon.Hasil analisis Shift Share, laju pertumbuhan sektor pertanian tanaman pangan di Kabupaten Tegal tergolong baik dan mempengaruhi nilai tambah bagi pendapatan regional Kabupaten Tegal. Laju pertumbuhan sektor pertanian meningkat 3,60 persen per tahun. Laju pertumbuhan produksi sektor pertanian pangannya jauh lebih cepat dibandingkan pertumbuhan produksi nasional. Padi sebagai motor penggerak pertumbuhan sektor pertanian tanaman pangan. Hasil analisis Scalograme, daya saing sektor pertanian antar kecamatan di Kabupaten Tegal bersaing secara ketat.Tingkat ketersediaan fasilitas pertanian tertinggi terdapat di Kecamatan Kramat.Sedangkan kelengkapan fasilitas pendukung pertanian terendah terdapat di Kecamatan Dukuhturi.The purpose of this study include: (1) to know the ratio of the potential of agricultural crop seach district in Tegal  regency, (2) to understand the growth rate of agricultural crops in Tegal regency, and (3)knowing the competitiveness of agricultural crops in Tegal regency. Location analysis results Questiont regional basis ,the region has the largest commodity is Lebaksiu District, a leading commodities include rice, maize, sweet potatoes, peanuts, soybeans and greenbeans. While the sector,leading commodity crops that dominate the food supply is cassava. Shift Share analysis results, the growth rate of agricultural crops in Tegal regency quite good and add value to influence the regional income Tegal regency. The growth rate Increased up to 3.60 percent per year. The growth rate of agricultural food production is much faster than the growth in national production. Rice as a motor of growth in agricultural crops. Scalograme analysis results, the competitiveness of the agricultural sector between sub-districts in Tegal regency competeclosely. The highest level of availability of agricultural facilities in the district are Kramat. While the completeness of the lowest agricultural support facilities located in District Dukuhturi.
PREFERENSI PENGLAJU TERHADAP MODA TRANSPORTASI DI DESA TLOGOREJO KECAMATAN KARANGAWEN KABUPATAEN DEMAK
Geo-Image Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v1i1.945

Abstract

Pertambahan penduduk mendorong perubahan tak terbatas pada jumlah penduduk, Mobilitas merupakan suatu pergerakan penduduk. Pergerakan ini akan dihadapkan dalam suatu pemilihan moda transportasi. Penelitian dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penglaju dalam pemilihan moda transportasi dan pengaruh pendapatan terhadap preferensi moda transportasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan moda transportasi dan mengetahui pengaruh pendapatan terhadap preferensi moda transportasi. Teknik pengambilan sampel secara proportional random sampling pada beberapa penglaju berdasarkan variasi pekerjaan yaitu meliputi pedagang, buruh bangunan, buruh industri, pengusaha, dan PNS/ABRI. Penelitian menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif, analisis deskriptif persentase dan analisis statistik dengan regresi linear ganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan tidak berpengaruh terhadap pemilihan moda transportasi akan tetapi faktor yang berpengaruh adalah biaya transportasi dan jarak tempuh.Mobility is a movement of people. movement then will be faced in an election mode of transportation. The study conducted to analyze the factors that affect commuters in the selection of transportation modes and the effect of income on transportation preferences. The purpose of this study to determine the factors that affect the transport and determine the effect of income on transportation preferences. The sampling technique is proportional random sampling based on some variation of work commuters which include traders, construction workers, industrial workers, businessmen, and civil / military. Research using quantitative descriptive analysis method, the percentage of descriptive analysis and statistical analysis by multiple linear regression. The results showed that income had no effect on the selection of transportation modes but the factors that influence the cost of transportation and mileage
POLA DISTRIBUSI SPASIAL DAN DAYA LAYAN FASILITAS PERBANKAN DI KABUPATEN KUDUS
Geo-Image Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v1i1.946

Abstract

Pertambahan penduduk mendorong perubahan tak terbatas pada jumlah penduduk, pertumbuhan penduduknya Kabupaten Kudus akan berdampak pada perkembangan perbankan di Kabupaten Kudus yang juga tidak kalah pesatnya. Kabupaten Kudus memiliki fasilitas perbankan berupa kantor bank dengan jumlah 91 kantor bank (BPS, 2011). Sekitar 51 % lokasi kantor bank tersebut berada di satu kecamatan yaitu Kecamatan Kota. Ini menyebabkan ketimpangan jumlah dengan kecamatan-kecamatan yang lainnya dan menunjukkan bagaimana pola distribusi spasial yang telah dibentuk. Hal ini yang menarik untuk diteliti bagaimana melihat pola distribusi spasial fasilitas perbankan tersebut. Selain itu juga dapat dikaji bagaimana ketersediaan dan daya layan fasilitas perbankan di Kabupaten Kudus. Ketersediaan daya laju dianalisis dengan Gutman Scalling Methods. Pola distribusi spasial dianalisis dengan teknik tetangga terdekat  (nearest neighbor analysis) sehingga dapat dilihat bagaimana pola distribusi keruangan fasilitas perbankan di Kabupaten Kudus ini apakah sesuai dengan hasil data sekunder ataukah tidak. Setelah itu, dapat dilakukan analisis daya layan yang didapatkan masing-masing kecamatan dengan perbandingan jumlah bank dan standar penduduknya. Terakhir, dapat diberikan sebuah arahan pengembangan prioritas lokasi fasilitas perbankan di Kabupaten Kudus dengan pertimbangan ketiga hasil analisis sebelumnya berupa peta arahan.Bloom the fast holy regency influences banking development at holy regency also doesn’t lose the fast. Holy regency has banking facilities shaped bank office with total 91 bank offices (BPS, 2011). Around 51 % bank office location reside in one districts that is City District. This causes total lameness with the other districts and show to how distribution pattern spasial that formed. This matter is that interestings to canvassed to how to see distribution pattern spasial banking facilities. Besides also can be studied to how availability and power serves banking facilities at this holy regency. Availability is analyzed with gutman scalling methods. Distribution pattern spasial be analyzed with nearest neighbor analysis so that visible how does distribution pattern keruangan banking facilities at this holy regency can what as according to secondary data result or not. Afterwards, can be done power analysis serve that got each district with bank total comparison and standard the citizen. Latest, can be given a banking facilities location priority development directive at holy regency with previous analysis result third deliberation shaped directive map.
PENGARUH ABRASI TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN PETANI TAMBAK DI KECAMATAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK
Geo-Image Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v1i1.947

Abstract

Pertambahan penduduk mendorong perubahan tak terbatas pada jumlah penduduk, Penelitian Penelitian ini Mengetahui tingkat pendapatan petani tambak akibat abrasi 5 tahun terakhir. Subjek penelitian ini adalah petani tambak Desa Surodadi dan Desa Timbulsloko. Jenis penelitian ini adalah penelitian uji dua sampel berpasangan (Paired samples Test). Variabel bebas meliputi pendapatan petani tambak, produktifitas lahan, luas lahan tambak, variabel terikat yaitu abrasi. Pada hasil penelitian ini adalah pendapatan petani tambak di Desa Surodadi mengalami penurunan produksi sesudah abrasi adalah 46% dan di Desa Timbulsloko mengalami penurunan produksi sesudah abrasi adalah 79%, sedangkan luas lahan tambak di Desa Surodadi mengalami penurunan luas lahan tambak sesudah abrasi  adalah 28% dan di Desa Timbulsloko mengalami penurunan luas lahan tambak sesudah abrasi adalah 70%. Daerah yang terkena abrasi sebagian luas lahan tambak hilang adalah Desa Timbulsloko.Knowing this study the level of income fish farmers due to abrasion of the last 5 years. The subject of this study were farmers and village ponds Surodadi Timbulsloko Village. This type of research is the study of two paired samples test (Paired samples test). Independent variables include the income of fish farmers, the productivity of land, pond area, the dependent variable that is abrasion. On the results of this study is the income of farmers in the village pond Surodadi production decreased after abrasion was 46% and in the Village Timbulsloko production decreased after abrasion was 79%, while the land area in the village pond Surodadi pond area decreased after abrasion was 28% and Timbulsloko village pond area decreased after abrasion was 70%. areas most affected by the abrasion lossof land area is the village pond Timbulsloko.
PENGGUNAAN CITRA QUICKBIRD UNTUK MENGIDENTIFIKASI KEMACETAN LALU LINTAS DI KOTA SEMARANG BERDASARKAN POLA JARINGAN JALAN
Geo-Image Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v1i1.948

Abstract

Pertambahan penduduk mendorong perubahan tak terbatas pada jumlah penduduk, Penelitian ABSTRAKKemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan yang melebihi kapasitas jalan. Banyak dijumpai kemacetan lalu lintas di beberapa titik yang terdapat di Kota Semarang . Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah, (1) Ketepatan Citra Satelit Quickbird untuk identifikasi kemacetan lalu lintas di Kota Semarang. (2) Karakteristik titik-titik rawan kemacetan di Kota Semarang. (3) Pola jalan pada daerah rawan kemacetan lalu lintas di Kota Semarang dengan menggunakan Citra Satelit QuickBird. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui sejauh mana tingkat ketepatan Citra Quickbird untuk identifikasi kemacetan lalu lintas di Kota Semarang. (2) Mengetahui karakteristik titik-titik rawan kemacetan di Kota Semarang. (3) Mengetahui pola jalan pada daerah rawan kemacetan lalu lintas di Kota Semarang. Populasi dalam penelitian ini adalah jaringan jalan yang rawan kemacetan di Kota Semarang.  Sampel dalam penelitian ini adalah jumlah titik rawan kemacetan lalu lintas diihat menggunakan Citra Satelit QuickBird yaitu sebanyak 19 titik kemacetan. Variabel dalam penelitian ini panjang dan lebar jalan, Pola jaringan jalan, Landuse, dan Kecepatan rata-rata arus lalu lintas. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi dan metode survei. Teknik analisis data yang digunakan dalam skripsi ini adalah (1) Analisis deskriptif, (2) Analisis Kuantitatif.Hasil skripsi ini adalah ketepatan Citra Satelit QuickBird untuk identifikasi kemacetan lalu lintas di Kota Semarang 86 %. Setelah menentukan titik kemacetan yang ada di Citra Satelit QuickBird, kemudian cek lapangan dan memperoleh 19 titik kemacetan, dan membandingkan data dari Dinas Bina Marga dengan perhitungan menggunakan Citra Satelit. Karakteristik titik-titik rawan kemacetan di Kota Semarang berbeda-beda, diantaranya dipengaruhi oleh penggunaan lahan di sekitarnya. Penggunaan lahan disekitar titik rawan bencana diantaranya terdapat kawasan perkantoran, jalan keluar/masuk tol, adanya aktivitas pendidikan, dan aktivitas pasar. Pola jaringan jalan titik-titik kemacetan di Kota Semarang adalah Grid Network, Radial Network, Linier Network, dan Modified Radial Network. Titik kemacetan di Kota Semarang sebagian besar memiliki pola jaringan jalan Radial Network, yaitu pola jalan yang menuju satu titik pusat yang menghubungkan ke beberapa jalan lainnya.Congestion is a situation or circumstance stagnated or even interruption of the traffic caused by the large number of vehicles that exceed the capacity of the road. Encountered a traffic jam at some point contained in Semarang. Issues that will be examined in this study were (1) the accuracy of Quickbird Satellite Imagery for the identification of traffic congestion in the city of Semarang. (2) Characteristics prone congestion points in the city of Semarang. (3) The pattern of roads in areas prone to traffic jams in the city of Semarang by using QuickBird satellite imagery. The purpose of this study were: (1) the extent to which the level of accuracy of Quickbird images for the identification of traffic congestion in the city of Semarang. (2) Knowing the characteristics of the vulnerable points of congestion in the city of Semarang. (3) Knowing the pattern of roads in areas prone to traffic jams in the city of Semarang. The population is prone to road network congestion in the city of Semarang. The sample in this study was the amount of traffic congestion blackspots viewed using QuickBird Satellite Imagery as many as 19 points congestion. The variables in this study the length and width of the road, the road network pattern, Landuse, and the average speed of traffic flow. Data collection methods were used: documentation method and survey method. Data analysis techniques used in this paper are (1) a descriptive analysis, (2) Quantitative Analysis.The results of this final project is the accuracy of QuickBird satellite imagery to identify traffic jams in the city of Semarang 86%. After determining the point of congestion existing QuickBird satellite imagery, then check the field and earn 19 points congestion, and compare data from the Department of Highways with calculations using satellite imagery. Characteristic points of traffic jam in the city of Semarang is different, of which is influenced by the surrounding land use. The use of land around the point there is a region prone to disasters such as office buildings, the exit / entry tolls, the educational activity, and market activity. The pattern of road network congestion points in the city of Semarang is a Grid Network, Radial Network, Linear Network, and Modified Radial Network. Congestion points in the city of Semarang mostly have patterns of road networks Radial Network, which is the pattern that led to one central point that connects to several other roads.
APLIKASI PENGINDERAAN JAUH UNTUK ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TAHUN 2002-2011 DI DAERAH ALIRAN SUNGAI JUANA
Geo-Image Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v1i1.949

Abstract

Penduduk akan mengalami pertumbuhan setiap tahunnya, pertumbuhan tersebut akan mempengaruhi beberapa hal, antara lain kebutuhan yang harus tercukupi setiap harinya. Seperti pangan, sandang, dan juga kebutuhan akan lahan untuk tempat tinggal, tapi karena ketersediaan akan lahan terbatas menyebabkan terjadinya alih fungsi lahan atau perubahan penggunaan lahan. Penelitian ini menggunakan citra Landsat 7 tahun 2002 dan 2011. Populasi dalam penelitian ini seluruh DAS Juana, sampel 8 jenis penggunaan lahan yang bersumber dari BAPPEDA Kabupaten Pati. Untuk batas DAS Juana menggunakan data dari BPDAS PEMALI JRATUN. Hasil klasifikasi terbimbing didapatkan 8 jenis penggunaan lahan pada tahun 2002 dan pada tahun 2011 bertambah 1 penggunaan lahan menjadi 9 yaitu hutan, hutan produksi, tegalan, permukiman, sawah, tambak, kebun, tubuh air dan mangrove. Hasil uji keakuratan citra dihasilkan 88% dimana dari 100 titik sampel ditemukan 12 lokasi yang tidak sesuai. Sedangkan tinggkat kesesuaian antara penggunaan lahan dengan kawasan budidaya RTRW Kabupaten Pati tahun 2008, kawasan budidaya tambak yang hampir sesuai dengan jumlah presentase 81,36%, sedangkan pada hutan produksi, permukiman, tegalan, dan sawah memiliki tingkat kesesuaian <50%. Terakhir supaya diadakan monitoring secara intensif dalam pengelolaan DAS Juana dan RTRW Kabupaten Pati agar sesuai dengan apa yang sudah direncanakan.Population will grow each year, growth will affect several things, among others, need to be fulfilled every day. Such as food, clothing, and also the need for land for housing, but because of limited land availability will lead to land conversion or change of land use. This study used Landsat 7 in 2002 and 2011. The population around the watershed Juana, sample 8 types of land use are sourced from BAPPEDA Pati. For Juana watershed using data from BPDAS Pemali JRATUN. Supervised classification results obtained 8 types of land use in 2002 and in 2011 added up to 1 to 9 land use is forest, production forest, moor, settlements, fields, ponds, gardens, water bodies and mangroves. The accuracy of the test results generated imagery which 88% of the 100 sample points found 12 sites that do not fit. While tinggkat compatibility between land uses by Pati RTRW cultivated area in 2008, the aquaculture area that most closely matches the number of percentage of 81.36%, while in production forests, settlements, moor, and the field has a compliance rate of <50%. That was held last intensive monitoring in watershed management and spatial planning Pati Juana to match what is already planned.
NILAI AKSESIBILITAS HOTSPOT AREA DI SEKITAR KAMPUS UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Geo-Image Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v1i1.950

Abstract

Pertambahan penduduk mendorong perubahan tak terbatas pada jumlah penduduk, Penelitian Universitas Negeri Semarang (UNNES) sebagai salah satu universitas konservasi yang mengembangkan  mahasiswa terhadap dunia teknologi dan informasi, Salah  satunya adalah media internet. Internet merupakan dunia maya yang dapat membantu para mahasiswa untuk memperoleh informasi lebih banyak dari ruang perkuliahan. Adanya ketersediaan sarana dan prasarana serta kualitas sumber daya manusia yang memadai sangat diperlukan dalam pencapaian pembangunan kampus yang ideal. Populasi dalam penelitian ini adalah area hotspot yang tersebar di area kampus UNNES. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh area hotspot yang menggunakan sistem prabayar atau voucher di kampus UNNES. Variabelnya adalah sebaran hotspot, tingkat aksesibilitas hotspot, luas jangkauan hotspot, dan kecepatan data akses internet. Metode pengumpulan data menggunakan Observasi dan Kuesioner. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis plotting dan Analisis sistem informasi geografi (SIG) dengan menggunakan aplikasi buffering dan overlay. Pengharkatan luas wilayah dan kecepatan akses. Hasil penelitian ini adalah Persebaran  Hotspot area di sekitar area UNNES tidak merata hanya terpusat di suatu daerah saja. Coverage (luas jangkauan) Hotspot di sekitar kampus UNNES  adalah 25 meter sampai 100 meter. Kecepatan akses internet hotspot di sekitar kampus UNNES paling tinggi adalah 3,1 Mbps dan paling kecil adalah 256 Kbps. Aksesibilitas hotspot yang ada di sekitar kampus UNNES yang paling tinggi terdapat di daerah sekitar Gang Cempaka, Gang Kalimasada, Gang Mangga, Banaran Timur.Semarang State University (UNNES) as one of the university students to develop a conservation and information technology world, One is the internet. The Internet is a virtual world that can help students to obtain more information from the lecture. The availability of facilities, infrastructure and quality of adequate human resources is indispensable in achieving the ideal campus construction. The population is scattered hotspot UNNES campus area. The sample in this study are all hotspot that uses a prepaid system or vouchers on campus UNNES. Variable is the distribution of hotspots, the hotspot accessibility, wide range of hotspots, and data speed internet access. Methods of data collection using observation and questionnaires. The analysis used in this study is the analysis of the plotting and analysis of geographic information system (GIS) using buffering and overlay applications. Pengharkatan area and speed of access. The results of this research is the area around the Hotspot Distribution UNNES area unevenly concentrated only in one area only. Coverage (broad reach) hotspots around campus UNNES is 25 meters to 100 meters. Speed internet access hotspots around campus UNNES highest is 3.1 Mbps and the smallest is 256 Kbps. Accessibility hotspots available around campus UNNES that was found in the area around the Cempaka Gang, Gang Kalimasada, Mango Gang, East Banaran.
KAJIAN TINGKAT KEMACETAN LALULINTAS PADA JARINGAN JALAN YANG MENJADI AKSES MASUK KOTA SEMARANG
Geo-Image Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v1i1.951

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai volume lalu-lintas, mengetahui tingkat pelayanan jaringan jalan (LOS) pada ruas jalan masuk Kota Semarang dan mengetahui perbandingan kemacetan antara tiap titik pengamatan. Populasi dalam penelitian ini adalah ruas jalan yang menjadi akses masuk ke Kota Semarang dan memiliki tingkat kemacetan tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan volume kendaraan rata-rata dari tiap titik pengamatan yaitu Jalan Siliwangi 9233 SMP/jam, Jalan Kaligawe 8259 SMP/jam, Jalan Brigjend Sudiarto 8023/jam, dan Jalan Setiabudi 7761 SMP/jam. Tingkat kemacetan paling tinggi adalah Jalan Siliwangi antara jam 12.00-13.00 dengan nilai LOS 0,94 di hari Senin dan lokasi yang memiliki tingkat kemacetan paling rendah adalah pada Jalan Siliwangi dari jam 06.00-07.00 dengan nilai LOS 0,62 di hari Minggu. Lokasi penelitian yang memiliki tingkat kemacetan rata-rata tertinggi adalah pada Jalan Raya Kaligawe dengan nilai LOS 0,84 dan lokasi yang memiliki tingkat kemacetan rata-rata terendah adalah Jalan Setiabudi dengan nilai LOS 0,79. Kesimpulan dari penelitian ini adalah volume lalu-lintas rata-rata selama penelitian paling tinggi adalah pada ruas jalan Siliwangi dengan nilai 9233 SMP /hari, tingkat pelayanan jaringan jalan (LOS) paling rendah adalah jalan Raya Kaligawe dengan nilai 0,84 pada kelas D. Perbandingan tingkat kemacetan dapat dilihat pada Jalan Siliwangi 0,82, Jalan Kaligawe 0,84, Jalan Brigjend Sudiarto 0,82 dan Jalan Setiabudi 0,79.This study aims to determine the value of the volume of traffic, knowing the level of service roads (LOS) on the streets of Semarang go and find bottlenecks comparisons between each point of observation. The population in this study is the access road into the city of Semarang and have high levels of congestion. The results of this study showed an average traffic volume of each observation point the way Siliwangi 9233 SMP / h, road Kaligawe 8259 SMP / h, road Brigjend Sudiarto 8023/jam and Jalan Setiabudi 7761 SMP / hour. Congestion level is highest between the hours of 12:00 to 13:00 Jalan Siliwangi LOS value 0.94 on Monday and locations with the lowest level of congestion is on Jalan Siliwangi from 06:00 to 07:00 hours with the value of 0.62 LOS on Sunday. What research that has the highest average congestion is on the highway Kaligawe LOS value 0.84 and the location that has the lowest average congestion is the Way Setiabudi LOS value 0.79. The conclusion of this study is the traffic volume on average during the study was the high road to the value of 9233 Siliwangi SMP / day, the level of service roads (LOS) is the lowest highway Kaligawe the value 0.84 at grade D. Comparison of the level of congestion can be seen on Jalan Siliwangi 0.82, 0.84 Kaligawe Road, Jalan Jalan Brigjend Sudiarto Setiabudi 0.82 and 0.79.
ANALISIS KAPASITAS INFILTRASI PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI KELURAHAN SEKARAN KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG
Geo-Image Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v1i1.952

Abstract

Air merupakan kebutuhan dasar bagi manusia dan mahluk hidup lainnya. Sumber air yang dapat  dimanfaatkan  oleh  manusia  adalah  air  tanah.  Penelitian  ini  dilakukan  untukmenganalisis  kapasitas  infiltrasi  pada  beberapa  penggunaan  lahan  untuk perlindungansumberdaya  air  tanah  di  Kelurahan  Sekaran.  Pembangunan  di  Kelurahan  Sekaran  yang begitu cepat  menyebabkan  perubahan  tata  guna  lahan.  dapat  meningkatnya  aliranpermukaan sekaligus  menurunnya air  yang meresap ke dalam tanah. Tujuan  penelitian  ini untuk mengetahui variasi kapasitas infiltrasi pada beberapa penggunaan lahan, mengetahui faktor-faktor  yang mempengaruhi  kapasitas  infiltrasi.  Teknik pengambilan  sampel  secara purposive  sampling pada  beberapa  penggunaan lahan meliputi  kebun  campuran,  tegalan, semak belukar, perukiman, dan sawah. Penelitian menggunakan metode analisis kapasitas infiltrasi  Horton,  pembuatan  kurva  kapasitas  infiltrasi,  serta  metode  deskriptif.  Hasil penelitian  menunjukan  kapasitas  infiltrasi  diberbagai  penggunaan  lahan  memberikan  nilai bervariasi  dikarenakan nilai  porositas  yang tinggi antara  12  -  42,67%, tekstur tanah  debu berpasir, struktur tanah remah, sehingga kapasitas infiltrasi sangat tinggi, yaitu 21,7 cm/jam -  94,18 cm/jam.  Penggunaan lahan  sawah memiliki  rata-rata  kadar  air  yang tinggi  yaitu 39,95%, dengan porositas sangat rendah antara 5,8 - 10% dan tekstur tanah debu berpasir, dan struktur tanah remah, dan kapasitas infiltrasi sangat rendah sebesar 0,52 cm/jam. Selainpenggunaan  lahan,  sifat  fisik tanah,  dan  vegetasi  mempengaruhi  besarnya  kapasitas infiltrasi. Water is a basic need for human beings and other living things. The source of water that  can  be  utilized by  humans  is  ground water. The  study  was  conducted to  analyze  the infiltration capacity on  some  land use  for the protection of ground  water resources  in the village Sekaran. Development in Sub Sekaran so quickly lead to changes in land use. can be increased as well as decreased runoff water that seeped into the ground. The purpose of this study to determine the variation of infiltration capacity on several land use, determine the factors  that affect  infiltration  capacity. Purposive  sampling technique  sampling  on  some land uses  include  garden  mix,  moor,  scrub,  homes  and fields. Research  using  analyticalmethods  Horton  infiltration  capacity,  making  infiltration  capacity  curve, as  well  as descriptive method. The results showed the infiltration capacity of various land uses provide value varies due to the high porosity values between 12 to 42,67%, dust sandy soil texture,soil crumb structure, so the infiltration capacity is very high, namely 21,7 cm / h – 94,18 cm / hour. The use of rice fields have an average moisture content as high as 39,95%, with verylow porosity between 5,8 to 10% and dust sandy soil texture and soil crumb structure and infiltration  capacity  is  very  low  at  0,52  cm  /  hours.  In  addition  to  land use, soil  physical properties, and vegetation affect the amount of infiltration capacity.
ANALISIS KERAPATAN VEGETASIMENGGUNAKAN TEKNIK PENGINDERAAN JAUH SEBAGAI BASIS EVALUASI KERUSAKAN HUTAN DI TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO
Geo-Image Vol 1 No 1 (2012)
Publisher : Geo-Image

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/geoimage.v1i1.953

Abstract

Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mengetahui tingkat kerapatan vegetasi, mengetahui persebaran dan luasan kerusakan hutan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango tahun 1999, tahun 2005 dan tahun 2010 dengan menggunakan teknik penginderaan jauh. Dalam penelitian ini, citra landsat ETM tahun perekaman 1999, landsat TM tahun perekaman 2005 dan citra quickbirs hasil dari google map tahun perekaman 2010 digunakan sebagai dasar informasi tutupan lahan dan dari hasil penilaian kerapatan vegetasi dan Masing–masing kelas kerusakan vegetasi mempunyai interval dengan standart kelas kerusakan hutan, nilai kerusakan berat mempunyai nilai kerapatan vegetasi antara -1 s/d 0.32, kerusakan sedang mempunyai nilai Kerapatan Vegetasi antara > 0.32 s/d 0.42 dan kerusakan tidak rusak mempunya nilai Kerapatan Vegetasi antara > 0.42 s/d 1. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango mengalami penurunan kerapatan vegetasi yang disebabkan oleh penebangan liar di daerah Ciambar Kabupaten Sukabumi, penambangan pasir yang semakin mengancam daerah penyangga taman nasional di daerah Cugenang Kabupaten Cianjur dan Illegal Loging yang semakin tinggi intensitasnya di Nagrak Kabupaten Sukabumi.This study aimed to examine determine the density of vegetation, determine the distribution and extent of damage to forests in the National Park of Mount Gede Pangrango 1999, 2005 and 2010 by using remote sensing techniques. In this study, Landsat ETM image recording in 1999, Landsat TM images in 2005 and recording the results of google map quickbirs recording year 2010 is used as the basis of information of land cover and vegetation density assessment and each class has a vegetation damage interval with standard class destruction of forests, the value of heavy damage vegetation density has a value between -1 to 0:32, moderate damage vegetation density has a value between> 0:32 to 0:42 and the damage is not damaged possessed vegetation density values between> 0:42 to 1. The results of this study indicate that changes in Gunung Gede National Park area Pangrango vegetation density decrease caused by illegal logging in the area Ciambar Sukabumi, sand mining is increasingly threatening the buffer zones of national parks in the area Cugenang Cianjur and illegal logging of the higher intensity in Nagrak Sukabumi.

Page 3 of 4 | Total Record : 31